• Jam Kerja: 19:00-22:00 WIB
  • Hari Kerja: Senin- Sabtu
  • Office Phone: (024) 7690 2880

Answer

Jumlah Penghasilan yang akan di dapatkan oleh Investor

Di dalam dunia bisnis, jumlah penghasilan memang tidak bisa tetap. Kadang mendapatkan banyak, kadang sedikit, kadang juga tidak uantung, kadang rugi, atau bahkan mungkin bisa puluhan dan bahkan ratusan kali lipat. Namun, nilai yang tidak tentu itu, bisa di hitung dengan cara mengambil nilai rata- rata penghasilan tiap bulan. Anda bisa melakukan perhitungan dengan nilai ROI (Return of Investment) yang telah kami sediakan. Kunjungi halaman Portfolio, kemudian lihat Portfolio yang ingin Anda danai. Disana terdapat tabel rincian arus kas, berikut dengan nilai ROI yang di dapatkan. Lihat juga: Pengertian ROI.

Anda cukup melakukan perhitungan sederhana, dengan meng kali kan jumlah modal yang ingin Anda tanamkan dengan nilai Average ROI tersebut, untuk mendapatkan prediksi jumlah pendapatan tiap bulan yang bisa Anda dapatkan. Misalkan, Anda ingin menanamkan modal 10 juta. Nilai ROI nya adalah 12%. Maka, sekiranya jumlah pendapatan tiap bulan Anda adalah: 10.000.000X  12%= Rp. 1.200.000.

CATATAN: Khusus untuk Anak Perusahaan yang masih dalam status Starup/ Ready, maka ROI yang tertampil adalah nilai prediksi saja. Karena usaha tersebut belum dijalankan (masih dalam status pembangunan).

Mengapa tidak Tersedia Informasi di Listing Bisnis

Berikut ini adalah beberapa alasan yang menjadi penyebab tidak tersedia nya informasi atas portfolio Anak Perusahaan yang Anda pilih. Hal itu bukan terjadi karena halaman error atau kita tidak mengupdate informasinya, melainkan memang karena adanya settingan privasi khusus yang kami lakukan.

Investasi pada Anak Perusahaan tersebut telah ditutup

  • Ketika sebuah anak perusahaan sudah mencapai pendanaan yang cukup, atau mungkin berlebih, kami menutup informasi tentang nya. Hal ini dikarenakan kami sudah tidak membutuhkan investor lagi untuk mendapatkan pendanaan.

Orang Cenderung Memilih Tidak Memperlihatkan Pendapatan nya

  • Kebanyakan orang, termasuk investor, tidak suka mempublikasikan jumlah pendapatan nya. Hal ini juga terjadi pada seorang karyawan. Mereka jarang untuk memperlihatkan jumlah gaji yang diterima nya. Karena di dalam sebuah bisnis, pendapatan terkadang tinggi terkadang juga rendah. Sedangkan kebanyakan orang jika ditanya tentang jumlah pendapatan yang dimiliki nya, mereka cenderung untuk menyampaikan pendapatan tertinggi yang pernah didapatkan nya. Sedangkan orang lain yang mendengar tentang cerita itu, selalu cenderung untuk melihat pendapatan terendah yang pernah di dapatkan nya sepanjang waktu. Dikarenakan ada rasa cemburu yang mengarahkan orang lain untuk menjatuhkan status dari orang lain yang mungkin memiliki kemampuan/ status lebih tinggi daripada mereka sendiri.
    Anak Perusahaan tersebut dalam masa pembangunan
  • Ketika dalam masa pembangunan, beragam sistem kerja dan sistem administrasi masih belum sempurna untuk ditampilkan kepada publik. Apabila memaksakan diri untuk menunjukan nya, hal ini malah akan menimbulkan kebingungan bagi orang lain yang melihatnya.

CO Founder

Cara Kerja- Jalur CO Founder

CO Founder memilih Founder

CO Founder perlu mendaftar terlebih dahulu di dalam situs STASASHI ini. Pendaftaran harus ditujukan sebagai “CO Founder”. Setelah mendaftar, CO Founder bisa melihat daftar direktori member yang status nya sebagai Founder. Anda bisa melihat kontak para Founder pada setiap halaman profil mereka. Silahkan hubungi Founder tersebut untuk informasi lebih lanjut mengenai project startup mereka.

Saling bertukar pikiran dan berkomunikasi

Setelah CO Founder menghubungi Founder, kemudian silahkan saling bertukar pikiran, mengobrol panjang lebar mengenai project startup yang akan dikerjakan, membicarakan mengenai visi dan misi perusahaan, profil, dll. Kupas tuntas satu sama lain untuk dapat saling mamahami.

Menjalin kesepakatan

Setelah perbincangan selesai dilakukan, selanjutnya adalah melakukan kesepakatan. Apakah pihak CO Founder mau bergabung dengan Founder untuk mengerjakan startup bersama- sama, ataukah pihak Founder setuju dengan pengajuan yang diberikan oleh pihak CO Founder?. Terdapat suatu kesepakatan yang harus di komunikasikan bersama- sama, baik itu mengenai persentase pembagian saham, hutang gaji, dll.

Melakukan Kontrak Perjanjian Kerja

Setelah kesepakatan telah di tentukan, selanjutnya adalah membuat legalitas surat perjanjian kerja sama. Pihak Founder ataupun CO Founder mungkin masih awam mengenai hal ini. Oleh karena nya, pihak STASASHI disini memberikan pelayanan untuk membuat surat perjanjian kerjasama tersebut.

Cara Kerja- Jalur Founder

Menerima Aplikasi Startup

Kami membuka pendaftaran listing startup di websites kami melalui halaman ini: Daftarkan Startup Anda. Tujuan nya tentu agar kami memiliki pilihan startup- startup apa yang patut mendapatkan pendanaan dari investor lokal. Jika Anda seorang founder, Anda juga bisa mengirimkan aplikasi startup Anda disana. Beberapa startup yang tidak membutuhkan pendanaan, tetapi hanya membutuhkan rekan kerja (co founder), bisa dengan cepat kami taruh di listing dengan kategori “Need CO Founder” apabila persyaratan- persyaratan dasar telah mereka penuhi.

Menyeleksi Startup yang mendaftar

Khusus untuk startup yang ingin mendapatkan pendanaan, kami harus menyeleksi mereka terlebih dahulu. Seleksi yang kami lakukan tidak hanya pada startup yang diajukan, tetapi juga pada Founder. Sebagus apapun ide startup ataupun prototype startup yang di ajukan, akan sangat tidak berguna apabila para founder nya lembek (kurang bersemangat, tidak terlalu optimis, tidak ingin sukses besar, dll).

Memberikan Training Administrasi Bisnis

Setiap bulan, para Founder yang mendapatkan pendanaan startup, harus mengirimkan laporan performa nya kepada kami. Tentu saja, laporan performa tersebut memiliki cara tersendiri dalam mengerjakan nya. Oleh karena itu, pihak kami harus terlebih dahulu memberikan training kepada mereka agar laporan yang mereka sediakan tepat sesuai standart yang telah kami tentukan.

Menyediakan Listing untuk startup yang lolos seleksi

Setelah kami mendapatkan startup yang tepat dan tepat, kami akan menaruh listing mereka di websites kami, dan memberitahu para investor bahwa terdapat sebuah startup potensial yang bisa mereka danai. Investor yang mendapatkan pemberitahuan akan melakukan pengecekan pada startup tersebut, dan bila mereka menyukai nya, mereka bisa memberikan permodalan pada startup itu.

Menerima Permodalan dari Investor

Ketika terdapat investor yang memberikan permodalan, dana dari mereka terlebih dahulu akan diterima oleh pihak STASASHI. Dana tersebut tidak terlebih dahulu diteruskan ke Pengelola sebelum berbagai macam sarana administrasi dan dokumen hukum sudah dibuatkan.

Mempersiapkan Dokumen hukum

Selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen- dokumen penting dan administrasi nya. Peranan STASASHI adalah menjembatani antara founder dan investor agar dana yang diberikan oleh investor terjamin keamanan nya. Untuk memperoleh jaminan keamanan ini, maka kami harus membuat dokumen dan legalitas atas transaksi tersebut.

Meneruskan dana ke Pengelola

Kebanyakan startup yang berhasil masuk ke listing kami, akan mendapatkan pendanaan dari investor. Apabila mereka telah mendapatkan pendanaan, mereka bisa langsung menggunakan pendanaan tersebut untuk proses pembangunan startup mereka. Penerimaan pendanaan ini tentunya melalui proses administrasi juga, seperti penandatanganan SPK, pembuatan video alibi, dll. Dana yang sudah di terima oleh pihak STASASHI, kemudian akan diteruskan kepada Founder dari startup yang mendapatkan pendanaan tersebut.

Melakukan validasi laporan dari Pengelola

Pengelola atau Founder yang mendapatkan pendanaan dari investor, harus mengirimkan laporan bulanan mengenai performa yang terjadi di startup nya. Laporan bulanan tersebut tidak hanya berisi laporan kejadian yang terjadi atau aktivitas kerja yang dilakukan, tetapi harus berisi laporan arus kas dan file- file lampiran pembuktian nya. Laporan tersebut nantinya akan divalidasi oleh pihak STASASHI.

Legalitas Badan Usaha STASASHI dan Mengenai OJK

Index

  • Legalitas Badan Usaha STASASHI
  • Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

 

Legalitas Badan Usaha STASASHI

Salah satu manfaat legalitas badan usaha adalah digunakan untuk meyakinkan calon konsumen atas perusahaan yang di gunakan nya tersebut. Aspek sistem kerja utama dari bisnis kami adalah penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama kepada personal langsung. Kami tidak menjual nama/ brand STASASHI dalam kesepakatan yang terjadi antara pihak investor dengan pihak Pengelola. Sehingga, nama Brand/ perusahaan kami tidak terlalu berfungsi secara langsung dalam sistem bisnis utama kami. Oleh karena itu, kami tidak terlalu berencana untuk mengurus legalitas badan usaha, karena SPK tidak di tandatangani A/N (Atas Nama) badan instasi STASASHI, tetapi dilakukan secara personal langsung, yaitu antara pihak Pengelola dan Investor secara individual.

Pendirian badan usaha bagi kami tidak lah sulit. Semua persyaratan kami sudah lengkap, dan biaya pembuatan nya pun tidak mahal bagi kami. Pendirian CV hanya membutuhkan biaya 1-2 juta, sedangkan PT hanya membutuhkan biaya 8-12 juta rupiah saja. Tetapi mengapa kami harus melakukan nya bila tindakan tersebut tidak terlalu memberi manfaat yang signifikan untuk kami.

 

Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

Salah satu syarat untuk mendaftarkan diri ke OJK adalah: penyelenggara layanan juga wajib melampirkan bukti kepemilikan modal minimal sebesar Rp1 miliar saat pendaftaran, dan modal tersebut meningkat menjadi sebesar Rp2,5 miliar saat mengajukan izin.

Dari satu poin di atas, STASASHI tidak memiliki nya, dikarenakan kami tidak menghimpun pendanaan hingga miliyaran rupiah seperti itu. Oleh karena kami tidak mendaftarkan diri ke OJK karena kurang nya persyaratan yang kami miliki.

Explanation

Cara Kerja

Umum

Investor memberikan pendanaan ke startup pilihan mereka ataupun ke anak usaha perusahaan STAR SHARE. Pihak STASASHI mengurus administrasi dan legalitas nya. Kami memastikan pihak Pengelola menyediakan kelengkapan yang dibutuhkan sebelum mendapatkan permodalan. Setelah administrasi lengkap, kemudian pihak investor bisa mengirimkan permodalan nya kepada pihak kami terlebih dahulu. Setelah kami melakukan pengecekan, permodalan tersebut akan diteruskan kepada pihak Pengelola.

Setelah mendapatkan permodalan, pihak Pengelola akan bekerja mengelola uang tersebut sesuai business plan yang telah mereka tetapkan sebelum mengirimkan listing startup mereka. Dalam hal pembangunan bisnis ini, tentu membutuhkan waktu dalam melakukan nya, sehingga diharapkan kesabaran dari para investor untuk mendapatkan pembagian hasil atas usaha yang di danai tersebut.

Setelah bisnis yang di danai tersebut menghasilkan keuntungan, maka pihak Founder berkewajiban untuk memberikan pembagian hasil atas keuntungan yang di dapatkan dari usaha nya tersebut kepada pihak investor, sesuai persentase pembagian hasil (PPH) yang telah di sepakati dan yang telah tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak (Investor dan Founder).

Dalam hal untuk mendapatkan profitabilitas, kami memberikan potongan dengan jumlah tertentu atas pendapatan yang di dapatkan oleh setiap startup yang di danai oleh para investor tersebut. Kami melakukan pemantauan secara tidak langsung pada aktivitas kerja para Founder.

Khusus

Dikarenakan kami melayani 3 jenis User (yaitu: Investor, Founder dan CO Founder), maka penjelasan atas cara kerja perusahaan ini kami bagi menjadi 3 jalur. Pilih salah satu menu berikut untuk melihat masing- masing penjelasan nya.

Investor

Lihat cara kerja jalur investor pada pilihan menu berikut ini.

Founder

Lihat cara kerja jalur Founder pada pilihan menu berikut ini.

CO Founder

Lihat cara kerja jalur CO Founder pada pilihan menu berikut ini.

Cara Kerja- Jalur CO Founder

CO Founder memilih Founder

CO Founder perlu mendaftar terlebih dahulu di dalam situs STASASHI ini. Pendaftaran harus ditujukan sebagai “CO Founder”. Setelah mendaftar, CO Founder bisa melihat daftar direktori member yang status nya sebagai Founder. Anda bisa melihat kontak para Founder pada setiap halaman profil mereka. Silahkan hubungi Founder tersebut untuk informasi lebih lanjut mengenai project startup mereka.

Saling bertukar pikiran dan berkomunikasi

Setelah CO Founder menghubungi Founder, kemudian silahkan saling bertukar pikiran, mengobrol panjang lebar mengenai project startup yang akan dikerjakan, membicarakan mengenai visi dan misi perusahaan, profil, dll. Kupas tuntas satu sama lain untuk dapat saling mamahami.

Menjalin kesepakatan

Setelah perbincangan selesai dilakukan, selanjutnya adalah melakukan kesepakatan. Apakah pihak CO Founder mau bergabung dengan Founder untuk mengerjakan startup bersama- sama, ataukah pihak Founder setuju dengan pengajuan yang diberikan oleh pihak CO Founder?. Terdapat suatu kesepakatan yang harus di komunikasikan bersama- sama, baik itu mengenai persentase pembagian saham, hutang gaji, dll.

Melakukan Kontrak Perjanjian Kerja

Setelah kesepakatan telah di tentukan, selanjutnya adalah membuat legalitas surat perjanjian kerja sama. Pihak Founder ataupun CO Founder mungkin masih awam mengenai hal ini. Oleh karena nya, pihak STASASHI disini memberikan pelayanan untuk membuat surat perjanjian kerjasama tersebut.

Cara Kerja- Jalur Founder

Menerima Aplikasi Startup

Kami membuka pendaftaran listing startup di websites kami melalui halaman ini: Daftarkan Startup Anda. Tujuan nya tentu agar kami memiliki pilihan startup- startup apa yang patut mendapatkan pendanaan dari investor lokal. Jika Anda seorang founder, Anda juga bisa mengirimkan aplikasi startup Anda disana. Beberapa startup yang tidak membutuhkan pendanaan, tetapi hanya membutuhkan rekan kerja (co founder), bisa dengan cepat kami taruh di listing dengan kategori “Need CO Founder” apabila persyaratan- persyaratan dasar telah mereka penuhi.

Menyeleksi Startup yang mendaftar

Khusus untuk startup yang ingin mendapatkan pendanaan, kami harus menyeleksi mereka terlebih dahulu. Seleksi yang kami lakukan tidak hanya pada startup yang diajukan, tetapi juga pada Founder. Sebagus apapun ide startup ataupun prototype startup yang di ajukan, akan sangat tidak berguna apabila para founder nya lembek (kurang bersemangat, tidak terlalu optimis, tidak ingin sukses besar, dll).

Memberikan Training Administrasi Bisnis

Setiap bulan, para Founder yang mendapatkan pendanaan startup, harus mengirimkan laporan performa nya kepada kami. Tentu saja, laporan performa tersebut memiliki cara tersendiri dalam mengerjakan nya. Oleh karena itu, pihak kami harus terlebih dahulu memberikan training kepada mereka agar laporan yang mereka sediakan tepat sesuai standart yang telah kami tentukan.

Menyediakan Listing untuk startup yang lolos seleksi

Setelah kami mendapatkan startup yang tepat dan tepat, kami akan menaruh listing mereka di websites kami, dan memberitahu para investor bahwa terdapat sebuah startup potensial yang bisa mereka danai. Investor yang mendapatkan pemberitahuan akan melakukan pengecekan pada startup tersebut, dan bila mereka menyukai nya, mereka bisa memberikan permodalan pada startup itu.

Menerima Permodalan dari Investor

Ketika terdapat investor yang memberikan permodalan, dana dari mereka terlebih dahulu akan diterima oleh pihak STASASHI. Dana tersebut tidak terlebih dahulu diteruskan ke Pengelola sebelum berbagai macam sarana administrasi dan dokumen hukum sudah dibuatkan.

Mempersiapkan Dokumen hukum

Selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen- dokumen penting dan administrasi nya. Peranan STASASHI adalah menjembatani antara founder dan investor agar dana yang diberikan oleh investor terjamin keamanan nya. Untuk memperoleh jaminan keamanan ini, maka kami harus membuat dokumen dan legalitas atas transaksi tersebut.

Meneruskan dana ke Pengelola

Kebanyakan startup yang berhasil masuk ke listing kami, akan mendapatkan pendanaan dari investor. Apabila mereka telah mendapatkan pendanaan, mereka bisa langsung menggunakan pendanaan tersebut untuk proses pembangunan startup mereka. Penerimaan pendanaan ini tentunya melalui proses administrasi juga, seperti penandatanganan SPK, pembuatan video alibi, dll. Dana yang sudah di terima oleh pihak STASASHI, kemudian akan diteruskan kepada Founder dari startup yang mendapatkan pendanaan tersebut.

Melakukan validasi laporan dari Pengelola

Pengelola atau Founder yang mendapatkan pendanaan dari investor, harus mengirimkan laporan bulanan mengenai performa yang terjadi di startup nya. Laporan bulanan tersebut tidak hanya berisi laporan kejadian yang terjadi atau aktivitas kerja yang dilakukan, tetapi harus berisi laporan arus kas dan file- file lampiran pembuktian nya. Laporan tersebut nantinya akan divalidasi oleh pihak STASASHI.

Cara Kerja- Jalur Investor

Investor Memilih Listing Bisnis

Hal pertama yang harus dilakukan oleh Investor adalah memilih listing bisnis yang sesuai dengan keinginan mereka. Memilih listing bisnis tidak hanya memilih bisnis yang model nya cocok dengan selera, tetapi memilih Founder/ Pengelola yang tepat sesuai dengan kriteria investor.

Investor memberikan pendanaan

Setelah menemukan Listing Bisnis yang tepat, kemudian investor mengirimkan permodalan kepada Founder tersebut melalui kami. Pihak kami akan mengurusi persyaratan administrasi nya dan legalitas nya.

Founder mendapatkan dana investasi

Setelah dana di kirimkan kepada kami, kemudian dana tersebut diteruskan kepada pihak Founder/ Pengelola. Dana tersebut akan digunakan oleh Founder untuk membangun bisnis nya.

Investor mendapatkan pembagian hasil

Setelah bisnis berjalan, investor akan mendapatkan pembagian hasil dari bisnis yang dijalankan oleh Founder. Persentase Pembagian Hasil (PPH) sesuai kesepakatan yang tertuang dalam SPK. Investor tidak perlu melakukan apapun, seperti membantu manajemen, membantu mencari pekerja, dll. Semua itu adalah tanggung jawab Founder/ Pengelola. Investor hanya membantu dalam hal pendanaan saja.

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Jika Anda ingin melihat konten (isi) Surat Perjanjian Kerjasama, yang akan kami keluarkan ketika terjadi perjanjian investasi. Konten SPK setiap jenis startup pada dasar nya adalah sama. Yang membedakan nya hanyalah persentase pembagian hasil nya saja. Namun, SPK pada umum nya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu SPK untuk RDI (Resiko Ditanggung Investor) dan RDP (Resiko Ditanggung Pengelola). Anda bisa melihat contoh nya dibawah ini.

RDI (Resiko Ditanggung Investor) RDP (Resiko Ditanggung Pengelola)
Jaminan Keamanan Kami

Selengkapnya, mengenai penjelasan mengenai Jaminan Keamanan yang kami berikan, bisa di lihat di halaman ini: Jaminan Keamanan Investasi STASASHI

Jenis resiko beserta kelebihan dan kekurangan nya (RDI dan RDP)

Resiko Ditanggung Investor (RDI)

Ini adalah keadaan dimana ketika Anak Perusahaan yang Anda danai bangkrut (meskipun kemungkinan nya sangat kecil), maka semua modal yang Anda berikan ikut hilang bersama dengan tumbang nya usaha tersebut. Meskipun begitu, jenis resiko usaha ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan nya sebagai berikut:

Resiko Ditanggung Investor adalah keadaan dimana apabila usaha yang di danai tersebut bangkrut, kerugian nya akan ditanggung oleh pihak Investor dan Pihak Pengelola. Jika Anda bertanya- tanya, mengapa investor harus ikut menerima kerugian yang terjadi ketika usaha tersebut bangkrut, berikut adalah penjelasan dari kami:

  • Alasan Dikarenakan usaha ini adalah bergerak dalam bisnis internet, dengan beberapa kesulitan khusus dibawah ini:
  • Perlu adanya pemberdayaan (training) kepada calon pekerja secara khusus, untuk mendapatkan SDM dengan biaya yang murah. Karena bila mengambil tenaga kerja sarjana komputer S1 atau S2, gaji yang mereka minta sangatlah tinggi (mencapai 2X UMR).
  • Manajemen bisnis ini membutuhkan keterampilan khusus (kombinasi dari programer, manajemen, akuntansi dan spesialis SEO) dan perhitungan yang sangat cermat untuk mengelolanya.
    • Dan mengingat telah tersedia nya sumber daya yang kuat untuk membuat pendirian perusahaan ini berjalan dengan sukses seperti dibawah ini:
    • Telah adanya sistem manajemen yang bisa di implementasikan dengan baik kepada perusahaan yang akan di dirikan.
    • Telah adanya SDM berpengalaman yang bisa membantu membangun sistem kerja dengan baik.
    • Sistem manajemen telah dilengkapi dengan beragam sistem laporan (keuangan, performa anggota, rekam penjualan yang terjadi, dll).
  • Dan mengingat adanya keadaan khusus dibawah ini
    • Penggunaan dana akan lebih dipakai untuk tenaga pembuatan sistem kerja (training kepada SDM baru, sistem manajemen, sistem administrasi, pembuatan jalur & jaringan internet marketing), dan bukan untuk modal pembelian barang dagangan. Sehingga besaran modal bukan faktor utama yang bisa menentukan keberhasilan pendirian perusahaan, melainkan pengetahuan khusus yang dimiliki Manajer lah yang paling memiliki porsi besar dalam meraih keberhasilan.
    • Maka, kami merasa pengetahuan khusus, tenaga dan sumber daya yang telah dipersiapkan sebelum datang nya modal, yang akan dicurahkan untuk pembangunan perusahaan ini, bernilai sangat tinggi.
    • Apabila pendirian perusahaan ini mengalami kegagalan –meskipun hal ini sangat kecil kemungkinan nya untuk terjadi karena telah ada persiapan sangat matang dalam melakukan nya, maka kerugian materi (modal dana) akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Pemberi Modal (investor). Yang dimana pihak Pengelola juga ikut menanggung kerugian nya sendiri, atas hilang nya waktu dan tenaga yang telah habis dicurahkan dalam pembangunan Perusahaan ini.

Kami tidak bisa menerima kesepakatan pengembalian dana pemodal karena kami sudah bekerja keras membuat sistem manajemen yang kuat sebelumnya. Kami telah menginvestasikan banyak sekali waktu dan tenaga yang jika di uangkan, nilai nya tidaklah sedikit.

Kesimpulan: Kerugian meterial akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penanam Modal, dan kerugian waktu dan tenaga akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Pengelola.

Kelebihan:

  • Mendapatkan pembagian hasil cukup besar, dan lebih banyak daripada Investor Model Jaminan Modal kembali / Resiko Ditanggung Pengelola.
  • Mendapatkan persentase pembagian saham. Apabila Anak Perusahaan yang di danainya Go Public, maka dia bisa menjual saham nya dengan nilai berkali- kali lipat.
  • Ikut menjadi pemilik usaha. Apabila ditanya oleh orang lain, Investor bisa mengatakan kalau dia ikut memiliki anak perusahaan (yang di danai nya) tersebut.
  • Perasaan takut atas hilang nya modal dikarenakan usaha tumbang, sebenarnya prosentase nya sangat kecil sekali. Jarang ada (dan hampir tidak ada catatan yang terjadi sebelumnya) tentang adanya anak perusahaan milik STAR SHARE yang tumbang dan bangkrut.

Kekurangan:

  • 1 Apabila anak usaha yang di danai nya tersebut bangkrut, maka modal nya akan dianggap hangus bersama bangkrutnya usaha/ bisnis tersebut.

 

Resiko Ditanggung Pengelola (RDP)

Ini adalah keadaan dimana ketika Anak Perusahaan yang Anda danai bangkrut (meskipun kemungkinan nya kecil), maka semua modal yang Anda berikan akan dikembalikan sepenuhnya, sesuai ketentuan yang ada SPK yang di tanda tangani oleh pihak Investor dan Pengelola.

Perlu dipahami, ini bukan pendirian usaha sederhana seperti membuat warung makan atau cucian mobil. Diperlukan koordinasi yang sangat tepat dan manajemen yang cermat dan SDM dengan kemampuan khusus untuk mengerjakan nya. Sehingga, atas dasar kesulitan tersebut, kami merasa perlu untuk mendapatkan pembagian hasil seperti yang dituliskan di setiap halaman Portfolio Anak Perusahaan yang Anda pilih.

Modal besar tidak terlalu berpengaruh dalam kesuksesan pendirian usaha seperti: Pembuatan software dan ecommerce (seperti ini). Jadi, jangan diasumsikan seperti pendirian usaha toko kelontongan, jika modal banyak, bisa membeli dagangan dengan harga murah karena jumlah pembelian nya banyak, dan peluang keberhasilan menjadi lebih besar karena bisa menjual barang dengan harga lebih murah dari para pesaing toko kecil.

Kami menganggap kesulitan dalam mendirikan bisnis ini sangatlah besar. Sehingga, modal besar yang mungkin Anda berikan tidak akan banyak berpengaruh pada kesuksesan pendirian usaha ini.

Kelebihan:

  • Apabila usaha yang di danai nya tersebut tumbang, maka modal yang telah diberikan nya akan dikembalikan 100% (sepenuhnya), atau sedikit lebih besar, sesuai Ketentuan yang berlaku disini: Ketentuan Investasi

Kekurangan:

  • Tidak mendapatkan persentase pembagian saham karena bukan ikut serta secara langsung dalam membangun anak usaha yang dibiayai.
  • Tidak bisa ikut menjadi pemilik usaha. Apabila ditanya oleh orang lain, Investor tidak bisa mengatakan kalau dia ikut memiliki anak perusahaan. Jikalau dia tetap melakukan nya, hal ini adalah sesuatu yang memalukan (karena dia tidak memiliki saham atas perusahaan tersebut).
  • Pembagian hasil relatif kecil jika dibandingkan dengan Investor Model Modal Penuh atau Resiko Ditanggung Investor

 

Changelog

Kekurangan dan kelebihan setiap jenis skala investasi
Deskripsi Small Medium Large
Mendapatkan Invoice Ya Ya Ya
Mendapatkan Video Alibi Tidak Ya Ya
Mendapatkan Surat Perjanjian bermaterai Tidak Ya Ya
Harus mengirimkan kembali surat perjanjian Tidak Tidak Ya
Biaya Administrasi 17.000 IDR 70.000 IDR 210.000 IDR
Mengeluarkan biaya sendiri untuk pengiriman balik surat perjanjian Rekap ke-2 Tidak Tidak Ya
Keputusan Pengelolaan Manajemen

Dikarenakan manajemen perusahaan ini tidak seperti pengelolaan usaha pada umum nya, dan diperlukan pengalaman& pengetahuan khusus untuk mengelolanya, sehingga akan sangat berbahaya bagi siapa saja yang tidak tahu tentang manajemen sistem yang di implementasikan ini untuk mengambil –beberapa- kendali, apalagi mengambil keputusan kebijakan terkait manajemen perusahaan.

Pengelola memegang penuh kendali dan direksi (arah) atas Anak Perusahaan yang di atur nya. Investor tidak berhak ikut serta dalam melakukan pengaturan (manajemen) di dalam organisasi maupun memberikan direksi (mengatur arah jalan nya perusahaan). Hal ini dikarenakan Investor dianggap kurang memahami tentang seluk beluk internal organisasi.

Kesimpulan: Pihak pemberi modal tidak memiliki hak untuk mengambil kendali dan/ atau mengambil keputusan kebijakan untuk urusan manajemen di dalam perusahaan.

Legalitas Badan Usaha STASASHI dan Mengenai OJK

Index

  • Legalitas Badan Usaha STASASHI
  • Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

 

Legalitas Badan Usaha STASASHI

Salah satu manfaat legalitas badan usaha adalah digunakan untuk meyakinkan calon konsumen atas perusahaan yang di gunakan nya tersebut. Aspek sistem kerja utama dari bisnis kami adalah penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama kepada personal langsung. Kami tidak menjual nama/ brand STASASHI dalam kesepakatan yang terjadi antara pihak investor dengan pihak Pengelola. Sehingga, nama Brand/ perusahaan kami tidak terlalu berfungsi secara langsung dalam sistem bisnis utama kami. Oleh karena itu, kami tidak terlalu berencana untuk mengurus legalitas badan usaha, karena SPK tidak di tandatangani A/N (Atas Nama) badan instasi STASASHI, tetapi dilakukan secara personal langsung, yaitu antara pihak Pengelola dan Investor secara individual.

Pendirian badan usaha bagi kami tidak lah sulit. Semua persyaratan kami sudah lengkap, dan biaya pembuatan nya pun tidak mahal bagi kami. Pendirian CV hanya membutuhkan biaya 1-2 juta, sedangkan PT hanya membutuhkan biaya 8-12 juta rupiah saja. Tetapi mengapa kami harus melakukan nya bila tindakan tersebut tidak terlalu memberi manfaat yang signifikan untuk kami.

 

Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

Salah satu syarat untuk mendaftarkan diri ke OJK adalah: penyelenggara layanan juga wajib melampirkan bukti kepemilikan modal minimal sebesar Rp1 miliar saat pendaftaran, dan modal tersebut meningkat menjadi sebesar Rp2,5 miliar saat mengajukan izin.

Dari satu poin di atas, STASASHI tidak memiliki nya, dikarenakan kami tidak menghimpun pendanaan hingga miliyaran rupiah seperti itu. Oleh karena kami tidak mendaftarkan diri ke OJK karena kurang nya persyaratan yang kami miliki.

Pengertian Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan mengenai pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Disini Anda bisa melihat perhitungan arus kas atas keuntungan bersih, pengeluaran yang telah terjadi berikut rincian nya, gaji anggota, dll. Beberapa pembacaan dalam bottom tab khusus, bisa Anda lihat dibawah ini:

Pengertian Small, Medium dan Large investment

Small Investment

Small Investment atau Investasi kecil atau investasi skala small adalah fitur yang kami buat bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan kisaran dana 200 ribu s/d 1 juta rupiah. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melihat performa tindakan tim dari startup yang Anda ingin danai, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan modal yang besar. Kelemahan dari fitur ini adalah ketika sebuah anak usaha telah mencapai jumlah modal yang diperlukan, kemudian jalur investasi anak usaha tersebut ditutup, tidak akan ada lagi peluang bagi Anda untuk memberikan permodalan disana.

Medium Investment

Medium Investment atau Investasi menengah atau investasi skala menengah adalah fitur yang kami buat bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan kisaran dana 2 juta s/d 5 juta rupiah. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki dana berlebih, dan sama sekali tidak berminat untuk berinvestasi dengan skala Small -karena adanya uang berlebih yang Anda miliki tadi. Kelemahan dari fitur ini adalah hampir sama seperti investasi skala small; ketika sebuah anak usaha telah mencapai jumlah modal yang diperlukan, kemudian jalur investasi anak usaha tersebut ditutup, tidak akan ada lagi peluang bagi Anda untuk memberikan permodalan disana.

Large Investment

Large Investment atau Investasi besar atau investasi skala besar adalah fitur yang kami buat bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan kisaran dana 6 juta s/d tak terhingga. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki dana berlebih, dan siap dengan segala resiko yang ada, dan tidak terlalu mempermasalahkan tentang kerugian, karena Anda menganggap kerugian adalah konsekuensi tak terhindarkan dari bisnis. Kelebihan investasi ini adalah investor akan menjadi pionir pemegang saham yang besar, dan harga saham tersebut akan menjadi ratusan atau ribuan berkali lipat dari modal yang di investasikan di awal, apabila startup yang di danai tersebut sukses. Kelemahan dari fitur ini adalah apabila startup yang di danai tersebut gagal, maka investor pun akan merugi cukup banyak. Meskipun investor tersebut memilih jenis investasi RDP (Resiko ditanggung Pengelola), tapi dia tetap harus menunggu Founder mengangsur dana tersebut dalam waktu yang lama juga.

Penjelasan Listing Bisnis

Index

  • Pengertian Listing Bisnis
  • Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

 

Pengertian Listing Bisnis

Listing Bisnis adalah StartUp atau anak usaha milik STAR SHARE yang di tampilkan di dalam situs STASASHI yang siap untuk di danai, atau yang telah di danai, atau yang akan membuka pendanaan. Jadi, misalkan ada suatu StartUp bernama “ABC” yang sedang membutuhkan pendanaan dari Investor, maka StartUp itu akan di tampilkan di Listing Bisnis. StartUp yang sudah pernah di danai oleh Investor pun, tidak akan di hapus, dan tetap di tampilan di dalam situs STASAHI juga, namun di kategorikan sebagai Listing Bisnis Closed.

Listing Bisnis yang siap di danai oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Open. Sedangkan listing Bisnis yang telah di danai oleh invstor tetapi tidak membuka jalur pendanaan, atau tidak memerlukan lagi pendanaan oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Closed. Sedangkan Listing Bisnis yang sedang di siapkan untuk beroperasi, tetapi nanti nya dalam jangka waktu dekat akan di operasikan dan akan di buka Jalur Pendanaan nya di sebut dengan Listing Bisnis Perpare.

 

Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

Section ini berisikan rangkuman poin- poin penting yang diambil dari proposal usaha, blue print, BMC, dll. Dituliskan di bagian ini agar investor bisa melihat secara cepat informasi krusial yang mereka butuhkan tanpa perlu kesulitan mencari nya di dalam lembar dokumen yang jumlah nya banyak.

Tentang Bisnis ini

  • Nama Usaha: Nama startup atau nama bisnis yang di ditampilkan.
  • Bidang Usaha: Bidang bisnis yang dijalankan secara umum.
  • Status Operasional: Status pembangunan bisnis di waktu ini. Sampai di tahap manakah bisnis ini di bangun.
  • URL Project: URL lokasi pembuktian project tersebut di garap (khusus bisnis yang berorientasi IT).
  • Tanggal dimulai: Tanggal project startup tersebut dimulai. Bisa juga berarti tanggal startup tersebut di dirikan.

Produk dan Jasa

  • Niche: Sesuatu yang dijual oleh startup bisnis tersebut.

Permodalan

  • Kebutuhan Modal: Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai menjalankan bisnis tersebut.
  • Resiko Usaha: Jenis resiko usaha yang di tentukan oleh Founder/ Pengelola bisnis atas permodalan yang diberikan di dalam startup tersebut. Jenis nya hanya ada dua, yaitu: RDI (Resiko ditanggung Investor) dan RDP (Resiko ditanggung Pengelola).

Kesepakatan Investasi

  • Pembagian Hasil: Persentase pembagian hasil (PPH) atas keuntungan bersih yang di dapatkan oleh startup tersebut ketika berdiri. Disana terdapat dua angka yang di tampilkan, yaitu: Investor dan Pengelola. Apabila suatu contoh angka nya adalah sbb; Investor 30% dan Pengelola adalah 70%, dan di dapatkan laba bersih dalam satu bulan adalah sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah), maka pihak investor akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 300 ribu, dan pihak pengelola akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 700 ribu.
  • Pembagian Saham: Sama juga pembagian kepemilikan. Jumlah persentase kepemilikan bisnis yang dibagi antara pihak investor dan pihak pengelola. Dalam resiko usaha jenis RDP (Resiko ditanggung Pengelola), pihak Investor tidak akan mendapatkan pembagian saham. Jika pihak Investor tidak mendapatkan pembagian saham, maka bisa dikatakan pihak investor tidak memiliki kepemilikan apapun dalam bisnis tersebut.
  • Pay Back Period (PBP): Jangka waktu dimana investor bisa dikatakan mendapatkan balik modal. Sebagai suatu contoh, terdapat seorang investor yang memberikan pendanaan sebesar 10 juta rupiah yang di tanamkan pada startup “ABC”. PBP perusahaan tersebut adalah 1 tahun. Maka, dalam waktu 1 tahun, investor itu sudah bisa mendapatkan modal nya kembali sebesar 10 juta rupiah. Untuk PPH yang di dapatkan nya di waktu lebih dari satu tahun, maka itu adalah keuntungan besrih yang di dapatkan nya setelah modal nya kembali.
  • Nilai PBP: not yet described
  • Nilai Tutup Modal: Jumlah persentase atas dana yang harus di berikan oleh Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH yang diberikan kepada Investor. Hal ini akan menjadi jelas dengan contoh kasus berikut:
    • Nilai Tutup Modal adalah sebesar 160%. Terdapat investor yang memberikan permodalan sebesar 10 juta rupiah ke startup ABC. Investor itu sudah memberikan permodalan semenjak 6 bulan yang lalu, dimana total atas semua PPH yang di dapatkan adalah sebesar 3 juta rupiah dari pertama dia berinvestasi. Pihak pengelola kemudian ingin melakukan tindakan Nilai Tutup Modal. Jadi, yang harus dilakukan oleh pihak Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH ini adalah memberikan sejumlah uang sebesar 160% X 10 juta= 16 juta kepada pihak Investor. Pihak investor akan mendapatkan uang dengan jumlah 16 juta+ 3 juta (PPH yang diberikan semenjak dia menanamkan modal)= 19 juta. Namun, setelah PPH dilakukan, maka pihak Investor tidak akan mendapatkan PPH tiap bulan nya. PPH tiap bulan akan menjadi hak pihak Pengelola. Pihak Investor tidak ada kaitan nya lagi dengan startup tersebut.
    • CATATAN:
      • Nilai Tutup Modal harus berkisar antara 120% s/d 200%.
      • Nilai Tutup Modal hanya berlaku untuk jenis resiko usaha RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
      • Dana Nilai Tutup Modal tidak boleh diangsur. Harus diberikan secara penuh dalam satu kali transaksi.

 

Atribute

Section ini adalah detail atas rancangan bisnis secara lebih rinci lagi. Bagian ini menunjukan detail dan profil atas startup yang di posting di dalam listing bisnis tersebut. Apabila terdapat icon yang berwarna merah, itu berarti tidak ada keterangan nya (kosong).

  • BMC (Business Model Canvas): Adalah sebuah rancangan konsep abstrak sebuah model bisnis yang merepresentasikan strategi dan proses bisnis dalam organisasi (Alex Osterwalder, 2009). BMC selain digunakan oleh para pengusaha juga banyak digunakan dalam akademik, seperti beberapa universitas peringkat atas di seluruh dunia diantaranya Stanford dan Harvard yang mengadopsi BMC di ruang kelas mereka. Siswa belajar bagaimana menerapkan kanvas dalam strategi dan inovasi dalam bisnis.BMC mendeskripsikan sembilan komponen dalam model bisnis, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, resources, activities, partnerships, and costs
  • Proposal: Nama lain nya adalah proposal bisnis atau proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oelah wirausahawan yang menggambarkan semua unsur yang releven, baik internal maupun eksternal mengenai usaha atau proyek baru, atau proposal usaha yang merupakan dokumen tertulis berisi usaha baru yang sedang direncanakan.
  • Mind Mapping: Alur proses yang dijelaskan secara deskriptif dari penafsiran mapping Business Model Canvas (BMC) yang ada.
  • Person in Charge: Profil orang yang bertanggung jawab dalam bisnis atau startup ini. Istilah lain; penanggung jawab utama atau manager utama. Klik di bagian ini Anda akan diarahkan menuju ke halaman profil Manajer Utama atas startup tersebut.
  • Blue Print: Cetak biru (Inggris: blueprint) adalah kerangka kerja terperinci (arsitektur) sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja. Ditemukan pada abad ke-19, proses ini memungkinkan reproduksi cepat dan akurat dari dokumen yang digunakan dalam bangunan dan industri. Ciri-ciri proses cetak-biru adalah garis berwarna terang pada latar belakang biru, sebuah negatif dari aslinya. Proses ini tidak dapat menghasilkan warna atau bayangan abu-abu.
  • SPK Sample: Adalah contoh Surat Perjanjian Kerjasama yang digunakan sebagai materi perjanjian yang akan di tanda tangani oleh Investor dan Pengelola nanti. Apabila Investor memutuskan untuk memberikan permodalan ke startup tersebut, maka gambaran atas Surat Perjanjian Kerjasama yang seperti di taruh di bagian ini lah yang nantinya harus di tandatangani atau yang harus di berikan. Hanya akan ada bagian- bagian tertentu yang akan berubah, seperti Nama Investor, tanggal melakukan tanda tangan, nama saksi, jumlah permodalan yang diberikan, dll.
  • Internal Activity: Dokumentasi aktivitas internal (Pengelola dan Tim nya), yang mengerjakan pembangunan ataupun pengoperasioan bisnis tersebut.
  • Pitch: Slideshow power poin yang digunakan untuk menjelaskan bisnis ini kepada Investor, klien, ataupun siapa saja yang membutuhkan penjelasan secara langsung.
  • Investor: Daftar nama investor yang mendanai startup tersebut. Data Daftar Investor ini dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan Round (ronde) funding yang telah terjadi. Jadi, jika Anda melihat di bagian daftar investor terdapat Round 1 dan Round 2, maka bisa di katakan startup tersebut melakukan dua kali masa funding (penerimaan permodalan).Untuk data daftar investor di Round 1, hanya di tampilkan nama investor saja.
    • Nominal pendanaan tidak di tampilkan. Hal ini dikarenakan nominal uang bagi sebagian besar orang adalah hal yang tabu untuk di perlihatkan. Namun, di Round 2 nominal di tampilkan karena hal tersebut penting untuk memperlihatkan sampai dimana jumlah pendanaan yang di telah di kumpulkan di masa funding ronde ke-2 tersebut. Tanpa ini, calon investor tidak bisa memperkirakan berapa jumlah permodalan yang ingin di berikan ke startup itu.
  • Video Intro: Terjemahan nya adalah Video Profil Perusahaan, merupakan salah satu jenis media promosi yang bisa Anda gunakan untuk perusahaan Anda. Media video menjadi bentuk baru dalam sebuah presentasi ke publik atau investor. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebanyakan orang lebih suka mendengar dan menonton dibandingkan dengan membaca pada saat persentasi. Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi video company profile.

Project Started

Ini adalah tanggal dimana project pembangunan atas startup tersebut di jalankan. Di bagian sisi kiri, terdapat Count Down, yang artinya waktu habis yang di hitung secara mundur hingga due time tanggal startup tersebut di jalankan. Sedangkan di sisi kanan nya, terdapat tanggal dimana project ini akan dijalankan.

Mulai awal September 2019, section “Project Started” untuk sementara tidak ditampilkan.

Founder

Legalitas Badan Usaha STASASHI dan Mengenai OJK

Index

  • Legalitas Badan Usaha STASASHI
  • Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

 

Legalitas Badan Usaha STASASHI

Salah satu manfaat legalitas badan usaha adalah digunakan untuk meyakinkan calon konsumen atas perusahaan yang di gunakan nya tersebut. Aspek sistem kerja utama dari bisnis kami adalah penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama kepada personal langsung. Kami tidak menjual nama/ brand STASASHI dalam kesepakatan yang terjadi antara pihak investor dengan pihak Pengelola. Sehingga, nama Brand/ perusahaan kami tidak terlalu berfungsi secara langsung dalam sistem bisnis utama kami. Oleh karena itu, kami tidak terlalu berencana untuk mengurus legalitas badan usaha, karena SPK tidak di tandatangani A/N (Atas Nama) badan instasi STASASHI, tetapi dilakukan secara personal langsung, yaitu antara pihak Pengelola dan Investor secara individual.

Pendirian badan usaha bagi kami tidak lah sulit. Semua persyaratan kami sudah lengkap, dan biaya pembuatan nya pun tidak mahal bagi kami. Pendirian CV hanya membutuhkan biaya 1-2 juta, sedangkan PT hanya membutuhkan biaya 8-12 juta rupiah saja. Tetapi mengapa kami harus melakukan nya bila tindakan tersebut tidak terlalu memberi manfaat yang signifikan untuk kami.

 

Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

Salah satu syarat untuk mendaftarkan diri ke OJK adalah: penyelenggara layanan juga wajib melampirkan bukti kepemilikan modal minimal sebesar Rp1 miliar saat pendaftaran, dan modal tersebut meningkat menjadi sebesar Rp2,5 miliar saat mengajukan izin.

Dari satu poin di atas, STASASHI tidak memiliki nya, dikarenakan kami tidak menghimpun pendanaan hingga miliyaran rupiah seperti itu. Oleh karena kami tidak mendaftarkan diri ke OJK karena kurang nya persyaratan yang kami miliki.

How to

Cara mendapatkan invoice

[GB.01] Masuk ke Menu >> Akun Saya
[GB.02] Anda nanti akan masuk ke halaman My Account WooCommerce
[GB.03] Pilih menu “Order”
[GB.04] Lihat Order yang status nya “Complete”
[GB.05] Klik tombol “Download Invoice”, lalu kemudian akan terdownload file nya
Simpan atau print file nya, kemudian simpan di tempat yang aman. File itu adalah bukti bahwa Anda telah mengirimkan investasi atau permodalan.

Cara Mendapatkan Softcopy SPK

[GB.01] Masuk ke Menu
[GB.02] Pada section “Customer Area”, pilih “MY Files”
[GB.01] Kemudian Anda akan mendapatkan file Softcopy Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Anda disana

Cara Mengakses Laporan Investor tiap bulan

Berikut ini adalah cara mengakses laporan yang akan diberikan oleh perusahaan Startup yang telah Investor danai. Perusahaan startup tersebut harus memberikan laporan yang paling jelas atas performa perusahaan yang Anda danai, sesuai dengan ketentuan pelaporan yang pihak STASASHI telah tentukan. Untuk melihat rincian semuanya, ikuti langkah berikut:

Masuk ke Situs STASASHI

Masuk ke dalam situs STASASHI dari halaman Login, dengan menggunakan Username dan Password yang telah Anda buat sebelumnya.

[GB.01] Masuk ke situs

Pilih Laporan Performa

Masuk ke pilihan Menu, lalu klik tombol “Laporan Investor”, yang ada di section “Menu Khusus”. Anda nanti akan melihat laporan startup yang Anda danai tersebut tiap bulan nya.

[GB.02] Pilih laporan Performa

Pilih Laporan Startup yang didanai

Anda akan melihat laporan tiap bulan atas startup yang Anda danai. Jika Anda berinvestasi ke lebih dari satu Startup, Anda akan melihat rincian laporan pada dua startup tersebut. Anda tidak bisa melihat laporan dari startup yang tidak Anda danai.

[GB.01] Laporan Startup yang Anda danai akan tertampil
Langkah selanjutnya dalam berinvestasi skala Large

Menunggu SPK datang

Setelah Anda mendapatkan pemberitahuan (baik melalui email ataupun WhatsApp) bahwa konfirmasi biaya administrasi sudah kami terima, selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menunggu pihak kami mengirimkan SPK (Surat Perjanjian Kerjasama) ke alamat rumah Anda. SPK tersebut adalah surat perjanjian yang dilengkapi dengan materai, sehingga memiliki kekuatan hukum, yang memiliki rangkap 2.

Tandatangani SPK tersebut

Setelah Anda mendapatkan SPK tersebut, silahkan tanda tangani di bagian “Pihak Pertama”, pada Rekap 1 dan 2 (ada dua rekap surat yang perlu Anda tanda tangani). Mintalah seorang saksi (anggota keluarga atau teman) untuk melakukan tanda tangan di bagian “Saksi” juga.

Kirim Ulang SPK Rekap 2

Setelah itu, kirimkan kembali SPK yang rekap 2 (hanya rekap kedua saja) ke alamat kantor kami. Stiker alamat kantor telah kami sertakan di dalam amplop, jadi Anda tinggal menempelkan nya. SPK Rekap 1 Anda simpan untuk diri Anda sendiri.

Apabila Anda tidak menerima SPK tersebut dalam kurun waktu maksimal 7 hari semenjak mendapatkan pemberitahuan Customer Care, silahkan Hubungi Kami untuk mendapatkan klarifikasi. Kemungkinan yang sering terjadi adalah alamat pengiriman SPK tersebut salah, sehingga tidak terkirim.

Apabila SPK rekap ke-2 tidak kami dapatkan dalam kurun waktu 1 bulan semenjak dikirimkan, maka kami menganggap Anda membatalkan SPK tersebut. Biaya administrasi dengan terpaksa hangus karena pembatalan ini.

Mendapatkan Pemberitahuan SPK telah kami terima

Customer Service kami akan memberitahukan kepada Anda apabila SPK Rekap ke-2 telah kami terima. Ketika Anda mendapat pemberitahuan ini, Anda bisa mulai mengirimkan dana permodalan kepada kami.

Kirimkan Dana Permodalan

Agar SPK yang telah Anda tanda tangani memiliki kekuatan hukum, maka pengiriman dana permodalan harus dilakukan sesuai konten yang telah di tuliskan di dalam SPK. Dalam arti, Anda harus mengirimkan dana pada tenggang waktu dan dari nomor rekening yang telah di tuliskan di dalam SPK tersebut. Untuk lebih jelas nya, ikuti panduan nya dibawah ini.

Lihat kembali SPK rekap pertama yang Anda simpan (yang tidak Anda kirimkan kepada kami). Lihat bagian tenggang waktu tanggal pengiriman dana, jumlah dana, dan nomor rekening pengiriman dana. Lakukan pengiriman dana sesuai ketentuan yang tertulis disana. Setelah melihat SPK tersebut, Anda akan tahu, berapa jumlah dana yang harus dikirimkan, diantara pada tanggal berapa (tenggang waktu) dana tersebut harus di kirimkan, dan dari nomor rekening mana dana itu harus dikirimkan.

Silahkan mengirimkan dana investasi ke Nomor Rekening Kami, sesuai jumlah yang ingin di investasikan dan dilakukan pada tenggang waktu tanggal yang telah tertulis di dalam SPK tersebut. Konfirmasi hal ini segera dengan mengisi Formulir Konfirmasi Pengiriman Permodalan  atau menghubungi kami.

Anda juga perlu melakukan pengecekan atas Video Alibi yang kami buatkan untuk Anda. Selengkapnya, lihat: Cara mengakses video alibi dan Pengertian Video Alibi. Invoice atas pengiriman dana permodalan kepada Anda pun bisa Anda unduh juga. Lihat: Cara mendapatkan invoice.

Langkah selanjutnya dalam berinvestasi skala Medium

Setelah Anda mendapatkan pemberitahuan (baik melalui email ataupun WhatsApp) bahwa modal investasi yang Anda pesan telah kami terima, selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menunggu pihak kami mengirimkan SPK (Surat Perjanjian Kerjasama) ke alamat rumah Anda. SPK tersebut adalah surat perjanjian yang dilengkapi dengan materai, sehingga memiliki kekuatan hukum. Simpan surat perjanjian tersebut di tempat yang aman. SPK yang kami kirimkan hanya memiliki rangkap satu untuk Anda (investor) saja. Bukan dua rangkap. Sehingga Anda tidak perlu mengirimkan rangkap ke-2 nya kepada kami kembali.

Anda juga perlu melakukan pengecekan atas Video Alibi yang kami buatkan untuk Anda. Selengkapnya, lihat: Cara mengakses video alibi dan Pengertian Video Alibi. Invoice atas pengiriman dana permodalan kepada Anda pun bisa Anda unduh juga. Lihat: Cara mendapatkan invoice.

Apabila Anda tidak menerima SPK tersebut dalam kurun waktu maksimal 7 hari semenjak mendapatkan pemberitahuan Customer Care, silahkan Hubungi Kami untuk mendapatkan klarifikasi. Kemungkinan yang sering terjadi adalah alamat pengiriman SPK tersebut salah, sehingga tidak terkirim.

Langkah selanjutnya dalam berinvestasi skala Small

Setelah Anda mendapatkan pemberitahuan (baik melalui email ataupun WhatsApp) bahwa modal investasi yang Anda pesan telah kami terima, selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menyimpan invoice atau nota pemesanan tersebut, dan bila perlu mengeprint nya juga (menyimpan nya secara fisik). Lihat: Cara Mendapatkan Invoice. Perlu untuk diketahui, investasi skala Small atau kecil, Anda hanya akan mendapatkan invoice digital sebagai alat bukti pemberian modal yang telah Anda berikan. Anda tidak akan mendapatkan surat perjanjian seperti hal nya apabila Anda melakukan investasi skala Medium ataupun Large. Jadi, setelah Anda melakukan pemesanan, Anda bisa mengirimkan permodalan langsung. Nota Invoice bukti Anda telah melakukan investasi, bisa Anda dapatkan langsung ketika kami menerima pembayaran dan permodalan Anda.  

Panduan lengkap cara berinvestasi di STASASHI

Pilih Portfolio

  1. Masuk ke halaman Menu >> Portfolio >> OPEN [Lihat Gb. 01- GB. 03]. Untuk penjelasan mengenai kategori Portfolio yang lain, bisa Anda lihat di halaman ini: Kategori Portfolio.
  2. Kemudian, pilih salah satu Portfolio yang ingin Anda danai.

[Gambar 01] Pilih Menu
[Gambar 0.2] Masuk ke halaman menu, lalu pilih section Portfolio atau Listing
[Gambar 0.3] Anda nanti akan melihat pilihan Portfolio yang masih Open
 

Memilih Investasi

  1. Pada bagian “Skala”, silahkan pilih skala investasi yang Anda inginkan [Lihat GB.04]. Skala investasi kami ada 3 jenis; Small, Medium dan Large. Setiap jenis skala investasi memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing- masing. Lihat informasi selengkapnya disini: Kekurangan dan kelebihan setiap jenis skala investasi.
  2. Pada bagian “Nominal”, silahkan pilih jumlah permodalan yang ingin Anda berikan [Lihat GB. 05].
  3. Kemudian klik tombol “Add to Basket”.

[GB.04] Pilih skala investasi
[GB.05] Pilih nominal investasi
Catatan:

  1. Apabila Anda ingin melakukan investasi ke Portfolio yang lain, siahkan kunjungi halaman Portfolio OPEN, kemudian lakukan hal yang sama seperti diatas.
  2. Apabila jumlah nominal permodalan yang ingin Anda berikan tidak tertampil, silahkan ubah kolom “Nominal” nya ke posisi normal seperti sebelum nya (posisi “choose an options”), kemudian pilih “Skala” nya lagi. Contoh kasus: Anda ingin berinvestasi dengan jumlah 15 juta. Tetapi di kolom “Skala” Anda memilih “Kecil”. Di kolom “Nominal” hanya akan muncul jumlah: 200.000, 500.000 dan 800.000. Nominal yang Anda inginkan, yaitu 15 juta, tidak akan tertampil karena Anda memilih skala “Kecil”. Oleh karena itu, Anda perlu memilih di kolom “Skala” pilihan “Large”, baru kemudian akan muncul nominal 15 juta.
  3. Nominal jumlah permodalan telah kami tentukan. Misalkan, Sayang sekali, Anda tidak bisa mengirimkan permodalan dengan jumlah khusus.
  4. Apabila Anda ingin mengirimkan permodalan dalam jumlah khusus, maka Anda bisa melakukan pemesanan lebih dari 1 kali dengan cara yang sama seperti diatas. Contoh nya, Anda ingin berinvestasi dengan jumlah 11 juta. Sistem kami tidak memberikan pilihan investasi sejumlah 11 juta. Maka, yang harus Anda lakukan adalah memesan investasi Skala Large dengan nominal 10 juta, kemudian memesan investasi skala small dengan nominal 1 juta.

Add to Basket untuk Melanjutkan

  1. Klik tombol “Add to Basket”, untuk melanjutkan [GB.06]
[GB.06] Add to Basket

Cek kembali Portfolio yang ingin di danai

  1. Cek daftar portfolio dan pendanaan yang Anda pilih di halaman Cart. Anda bisa menghapus pilihan Anda ataupun memperbarui nya di halaman tersebut [Lihat GB.07].
  2. Apabila sudah yakin dengan pilihan Anda, klik tombol “Proceed to Checkout” [Lihat GB.08].
GB.07- Cek ulang pesanan Anda
[GB.08] Klik tombol “Proceed to Checkout”

Melengkapi Data Diri

  1. Lengkapi data diri Anda yang ada di berbagai kolom pada halaman “Checkout” [GB.09].
    1. Apabila Anda memiliki kode kupon, Anda bisa memasukan nya di bagian “Click here to enter your code” [GB.09-1].
    2. Anda juga bisa memasukan pesan khusus untuk Customer Service mengenai pesanan Anda, dengan menuliskan nya di kolom “Order Notes” [GB.09-2].

[GB.09] Lengkapi data diri Anda
[GB.09-1] Masukan kode kupon jika Anda memiliki nya
[GB.09-2] Menambahkan catatan khusus untuk Admin

Pilih Pembayaran

  1. Setelah itu, pilih jenis pembayaran yang Anda inginkan. Kami memiliki dua jenis pembayaran yang bisa Anda pilih: Direct Bank Transfer (Transfer Langsung antar bank lokal) ataupun Cash On Delivery [GB.10]
    1. Jika Anda memilih “Direct Bank Transfer”, Anda bisa mengirimkan pendanaan investasi melalui transfer antar bank.
    2. Jika Anda memilih “Cash On Delivery”, maka Anda harus mengirimkan pendanaan nya langsung ke kantor kami. Jadi, Anda harus datang langsung ke kantor kami untuk mengirimkan pendanaan nya. Anda bisa melihat alamat kami di halaman Contact Us.
  2. Centang (check) Saya telah membaca dan menyetujui ketentuan yang ada pada halaman terms and conditions * [GB.11]
  3. Setelah semuanya lengkap, klik tombol “Place Order” [GB.12]

[GB.10] Pilih metode pembayaran
[GB.11] Centang “saya telah membaca syarat dan ketentuan”
[GB.12] Klik tombol “Place Order”

Cek dan Catat Rincian Pembayaran

  1. Kemudian Anda akan sampai pada halaman “Order Received”, dimana Anda bisa melihat rincian investasi yang Anda pesan. Lihat dan catat jumlah yang harus Anda transfer dan ID Order Anda [GB.12], karena hal ini sangat penting untuk mengkonfirmasi pembayaran yang Anda terima.
[GB.12] Detail Order Anda

Melakukan Pembayaran

  1. Lakukan pengiriman dana permodalan ke salah satu Rekening Kami, dengan jumlah sesuai yang tertera pada halaman “Order Received” yang ditampilkan sebelum nya (halaman yang ditampilkan pada waktu Anda menekan tombol “Checkout”).
    1. Di halaman “Order Received”, sebelum nya telah kami instruksikan kepada Anda bahwa Anda perlu menuliskan ID Order dan jumlah nominal yang perlu Anda transfer ke rekening kami. Karena data tersebut diperlukan ketika Anda mengirimkan konfirmasi pembayaran.
    2. Pastikan dana yang Anda transfer, tepat persis seperti jumlah yang telah ditentukan. Jadi, jika nominal dana yang ditransfer adalah sebesar Rp. 260.352 (dua ratus enam puluh ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah), maka jumlah itu lah yang harus Anda transfer. Jangan dibulatkan.
    3. Jangan lupa untuk menyimpan lampiran struk bukti transfer nya.
    4. Khusus untuk investasi skala “Large”, maka jumlah yang perlu Anda transfer tidak akan sama seperti jumlah investasi yang Anda pilih. Karena, jenis investasi tersebut mengharuskan Anda mengirimkan permodalan nya nanti setelah Anda menerima Surat Perjanjian Kerjasama (SPK). Jadi, jangan mengirimkan permodalan sebelum Anda menerima dan mengirimkan ulang SPK nya.

Melakukan Konfirmasi Pembayaran

  1. Setelah Anda mentransfer, kemudian kunjungi halaman: Formulir Konfirmasi Pembayaran, atau klik saja tombol “Konfirmasi Pembayaran (Klik disini)” [GB.13]. Anda akan diarahkan ke halaman Konfirmasi pembayaran [GB.14]
  2. Langkah selanjutnya adalah menunggu balasan konfirmasi pembayaran dari pihak Customer Care. Silahkan tunggu maksimal 2 hari kerja.

[GB.13] Klik tombol “Konfirmasi Pembayaran”
[GB.14] Halaman konfirmasi pembayaran

Langkah Selanjutnya

Halaman ini menjelaskan tentang apa yang harus Anda lakukan setelah mendapatkan konfirmasi pengiriman modal investasi dari pihak Customer Care. Tindakan tersebut berbeda- beda, tergantung dari jenis skala investasi yang Anda pilih.

Small Medium Large

Investor

Apakah dana bisa di tarik?
Dana investasi dari investor akan digunakan untuk mengembangkan usaha, ataupun melakukan perluasan usaha. Jika ketika dana yang telah di investasikan, mulai digunakan untuk pengembangan/ perluasan usaha, kemudian investor meminta penarikan dana, maka tindakan  pengembangan/ perluasan usaha tersebut akan kacau dan bisa gagal. Jadi, jawaban untuk hal ini adalah: dana tidak bisa di tarik.
Dana akan dikembalikan kepada investor apabila: [1]. Usaha mengalami kebangkrutan, [2]. Investor memilih jenis investasi RDP.
Cara Kerja- Jalur Investor

Investor Memilih Listing Bisnis

Hal pertama yang harus dilakukan oleh Investor adalah memilih listing bisnis yang sesuai dengan keinginan mereka. Memilih listing bisnis tidak hanya memilih bisnis yang model nya cocok dengan selera, tetapi memilih Founder/ Pengelola yang tepat sesuai dengan kriteria investor.

Investor memberikan pendanaan

Setelah menemukan Listing Bisnis yang tepat, kemudian investor mengirimkan permodalan kepada Founder tersebut melalui kami. Pihak kami akan mengurusi persyaratan administrasi nya dan legalitas nya.

Founder mendapatkan dana investasi

Setelah dana di kirimkan kepada kami, kemudian dana tersebut diteruskan kepada pihak Founder/ Pengelola. Dana tersebut akan digunakan oleh Founder untuk membangun bisnis nya.

Investor mendapatkan pembagian hasil

Setelah bisnis berjalan, investor akan mendapatkan pembagian hasil dari bisnis yang dijalankan oleh Founder. Persentase Pembagian Hasil (PPH) sesuai kesepakatan yang tertuang dalam SPK. Investor tidak perlu melakukan apapun, seperti membantu manajemen, membantu mencari pekerja, dll. Semua itu adalah tanggung jawab Founder/ Pengelola. Investor hanya membantu dalam hal pendanaan saja.

Legalitas Badan Usaha STASASHI dan Mengenai OJK

Index

  • Legalitas Badan Usaha STASASHI
  • Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

 

Legalitas Badan Usaha STASASHI

Salah satu manfaat legalitas badan usaha adalah digunakan untuk meyakinkan calon konsumen atas perusahaan yang di gunakan nya tersebut. Aspek sistem kerja utama dari bisnis kami adalah penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama kepada personal langsung. Kami tidak menjual nama/ brand STASASHI dalam kesepakatan yang terjadi antara pihak investor dengan pihak Pengelola. Sehingga, nama Brand/ perusahaan kami tidak terlalu berfungsi secara langsung dalam sistem bisnis utama kami. Oleh karena itu, kami tidak terlalu berencana untuk mengurus legalitas badan usaha, karena SPK tidak di tandatangani A/N (Atas Nama) badan instasi STASASHI, tetapi dilakukan secara personal langsung, yaitu antara pihak Pengelola dan Investor secara individual.

Pendirian badan usaha bagi kami tidak lah sulit. Semua persyaratan kami sudah lengkap, dan biaya pembuatan nya pun tidak mahal bagi kami. Pendirian CV hanya membutuhkan biaya 1-2 juta, sedangkan PT hanya membutuhkan biaya 8-12 juta rupiah saja. Tetapi mengapa kami harus melakukan nya bila tindakan tersebut tidak terlalu memberi manfaat yang signifikan untuk kami.

 

Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

Salah satu syarat untuk mendaftarkan diri ke OJK adalah: penyelenggara layanan juga wajib melampirkan bukti kepemilikan modal minimal sebesar Rp1 miliar saat pendaftaran, dan modal tersebut meningkat menjadi sebesar Rp2,5 miliar saat mengajukan izin.

Dari satu poin di atas, STASASHI tidak memiliki nya, dikarenakan kami tidak menghimpun pendanaan hingga miliyaran rupiah seperti itu. Oleh karena kami tidak mendaftarkan diri ke OJK karena kurang nya persyaratan yang kami miliki.

Pengertian Laporan Performa

Index

  • Pengertian Laporan Performa
  • Isi Konten dalam Laporan Performa dan Penjelasan nya

 

Pengertian Laporan Performa

Laporan Performa atau nama lain nya adalah Laporan Investor, adalah laporan performa dari Startup yang didanai oleh Investor. Hal itu meliputi laporan arus kas, laporan performa anggota, pembuktian pengeluaran, dll. Ketika Anda memilih salah satu laporan investor, yang telah disediakan oleh Founder dari Startup yang Anda danai, maka Anda akan menemukan halaman detail yang berisikan mengenai data- data performa dari startup tersebut. Untuk memudahkan Anda dalam membaca laporan tersebut, maka kami buat panduan berikut:

[GB.01] Tampilan halaman laporan investor
Penjelasan isi Konten dalam Laporan Performa

Isi Konten dalam Laporan Performa dan Penjelasan nya

Arus Kas

Laporan arus kas [GB.01-1] adalah laporan mengenai pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Dikarenakan konten nya yang banyak, maka pembacaan laporan arus kas ini penjelasan nya dipisah, dan bisa Anda cek disini: Laporan Arus Kas.

Chat Historis

Chat Historis adalah bukti chatting yang dilakukan oleh anggota tim startup yang didanai ketika melakukan aktivitas kerja [GB.01.-2]. Laporan ini berisikan screen shot atas chat yang dilakukan oleh anggota tim startup tersebut ketika menjalankan koordinasi aktivitas kerja selama satu bulan. Beberapa bagian chat mungkin di Blur apabila ada bagian yang bersifat pribadi.

Performa Anggota

Performa Anggota adalah dokumentasi atas aktivitas anggota startup secara formal [GB.01-3]. Laporan ini berisikan data absensi atau laporan atau file catatan yang dilakukan oleh setiap anggota startup tersebut. Contoh nya adalah file data absensi fingerscan yang dipasang di tempat kerja, ticket absensi yang dilakukan oleh anggota, hasil corat- coret pembelajaran, dll. Performa anggota ini bukan sesuatu yang wajib untuk diberikan oleh Pengelola (optional).

Invoice

Invoice adalah nota transaksi atas penjualan/ pemasukan yang terjadi di dalam startup tersebut [GB.01-4]. Setiap kali terdapat pembelian, maka harus ada invoice sebagai nota nya. Laporan ini berisikan file- file nota digital/ invoice atas order atau pendapatan yang terjadi di startup tersebut. Invoice ini bisa saja di generate oleh sistem di websites, bisa juga di tuliskan oleh Pengelola, namun di buktikan dengan nomor transaksi bank yang terjadi di dalam rekening Pengelola.

Pengeluaran

Pengeluaran adalah jumlah dan bukti atas dana keluar yang digunakan, baik itu untuk kepentingan operasional ataupun pembangunan atas startup yang didanai [GB.01-5]. Laporan ini berisikan file- file mengenai bukti pengeluaran yang telah terjadi di startup tersebut. Setiap pengeluaran harus memiliki nota agar tidak di manipulasi. Lampiran ini terintegerasikan dengan lampiran arus kas- Bottom Tab: CF OP (Cash Flow Operational) di bagian pengeluaran, yang memiliki format nama file: EXP.OP.XXXXIDStartup (Contoh: EXP.OP.0001FX). Dan CF DEV (Cash Flow Development) di bagian pengeluaran juga yang memiliki format nama file: EXP.DEV.XXXXIDStartup (Contoh: EX.DEV.P0001FX).

Gaji Karyawan

Adalah gaji yang dikeluarkan dari dana investasi, yang diberikan oleh investor, untuk melakukan pembangunan ataupun operasional startup [GB.01-6]. Berisikan file pembuktian yang berisikan bukti pengiriman gaji ke karyawan. Founder memiliki wewenang untuk merekrut karyawan, untuk membantu aktivitas kerja mereka. Gaji atas karyawan yang direkrut bisa diambilkan dari dana investasi yang diberikan. Pengelola harus memberikan pembuktian bahwa mereka telah mentransfer gaji ke karyawan mereka. Founder/ Pengelola dalam hal ini juga termasuk karyawan yang harus di gaji dengan standart gaji sesuai UMR mereka masing- masing.

Pembagian Hasil

Adalah jumlah yang diberikan kepada investor dari keuntungan di dalam startup nya [GB.01-7]. Laporan ini berisikan file- file mengenai bukti transfer PPH ke Investor. Setelah perhitungan arus kas bulanan dilakukan, kemudian Pengelola harus mentransfer pembagian hasil ini kepada pihak Investor. Bukti transfer nya akan di upload di folder Google Drive ini. File ini terintegerasi dengan kolom “Bukti Transfer” yang ada di Bottom Tab: PPH, di dalam file laporan arus kas. ID lampiran transfer ke investor ini diberi kode format: PPH.TINVST.XXXXIDStartup (Contoh: PPH.TINVST.0001FX) untuk mengintegerasikan nya denagn laporan arus kas (Bottom Tab: PPH).

Pesan dari Founder

Pesan yang disampaikan oleh founder terkait dengan performa startup yang dia jalankan. Dituliskan di MS. Words yang bisa Anda simpan [GB.01-8].

Project Visi dan Misi

Ini adalah fitur baru dari kami, yang mungkin belum kami luncurkan sepenuhnya. Fitur ini memungkinkan investor untuk memantau jalannya startup tersebut dengan user interface yang sangat baik [GB.01-9].

Penjelasan Listing Bisnis

Index

  • Pengertian Listing Bisnis
  • Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

 

Pengertian Listing Bisnis

Listing Bisnis adalah StartUp atau anak usaha milik STAR SHARE yang di tampilkan di dalam situs STASASHI yang siap untuk di danai, atau yang telah di danai, atau yang akan membuka pendanaan. Jadi, misalkan ada suatu StartUp bernama “ABC” yang sedang membutuhkan pendanaan dari Investor, maka StartUp itu akan di tampilkan di Listing Bisnis. StartUp yang sudah pernah di danai oleh Investor pun, tidak akan di hapus, dan tetap di tampilan di dalam situs STASAHI juga, namun di kategorikan sebagai Listing Bisnis Closed.

Listing Bisnis yang siap di danai oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Open. Sedangkan listing Bisnis yang telah di danai oleh invstor tetapi tidak membuka jalur pendanaan, atau tidak memerlukan lagi pendanaan oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Closed. Sedangkan Listing Bisnis yang sedang di siapkan untuk beroperasi, tetapi nanti nya dalam jangka waktu dekat akan di operasikan dan akan di buka Jalur Pendanaan nya di sebut dengan Listing Bisnis Perpare.

 

Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

Section ini berisikan rangkuman poin- poin penting yang diambil dari proposal usaha, blue print, BMC, dll. Dituliskan di bagian ini agar investor bisa melihat secara cepat informasi krusial yang mereka butuhkan tanpa perlu kesulitan mencari nya di dalam lembar dokumen yang jumlah nya banyak.

Tentang Bisnis ini

  • Nama Usaha: Nama startup atau nama bisnis yang di ditampilkan.
  • Bidang Usaha: Bidang bisnis yang dijalankan secara umum.
  • Status Operasional: Status pembangunan bisnis di waktu ini. Sampai di tahap manakah bisnis ini di bangun.
  • URL Project: URL lokasi pembuktian project tersebut di garap (khusus bisnis yang berorientasi IT).
  • Tanggal dimulai: Tanggal project startup tersebut dimulai. Bisa juga berarti tanggal startup tersebut di dirikan.

Produk dan Jasa

  • Niche: Sesuatu yang dijual oleh startup bisnis tersebut.

Permodalan

  • Kebutuhan Modal: Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai menjalankan bisnis tersebut.
  • Resiko Usaha: Jenis resiko usaha yang di tentukan oleh Founder/ Pengelola bisnis atas permodalan yang diberikan di dalam startup tersebut. Jenis nya hanya ada dua, yaitu: RDI (Resiko ditanggung Investor) dan RDP (Resiko ditanggung Pengelola).

Kesepakatan Investasi

  • Pembagian Hasil: Persentase pembagian hasil (PPH) atas keuntungan bersih yang di dapatkan oleh startup tersebut ketika berdiri. Disana terdapat dua angka yang di tampilkan, yaitu: Investor dan Pengelola. Apabila suatu contoh angka nya adalah sbb; Investor 30% dan Pengelola adalah 70%, dan di dapatkan laba bersih dalam satu bulan adalah sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah), maka pihak investor akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 300 ribu, dan pihak pengelola akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 700 ribu.
  • Pembagian Saham: Sama juga pembagian kepemilikan. Jumlah persentase kepemilikan bisnis yang dibagi antara pihak investor dan pihak pengelola. Dalam resiko usaha jenis RDP (Resiko ditanggung Pengelola), pihak Investor tidak akan mendapatkan pembagian saham. Jika pihak Investor tidak mendapatkan pembagian saham, maka bisa dikatakan pihak investor tidak memiliki kepemilikan apapun dalam bisnis tersebut.
  • Pay Back Period (PBP): Jangka waktu dimana investor bisa dikatakan mendapatkan balik modal. Sebagai suatu contoh, terdapat seorang investor yang memberikan pendanaan sebesar 10 juta rupiah yang di tanamkan pada startup “ABC”. PBP perusahaan tersebut adalah 1 tahun. Maka, dalam waktu 1 tahun, investor itu sudah bisa mendapatkan modal nya kembali sebesar 10 juta rupiah. Untuk PPH yang di dapatkan nya di waktu lebih dari satu tahun, maka itu adalah keuntungan besrih yang di dapatkan nya setelah modal nya kembali.
  • Nilai PBP: not yet described
  • Nilai Tutup Modal: Jumlah persentase atas dana yang harus di berikan oleh Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH yang diberikan kepada Investor. Hal ini akan menjadi jelas dengan contoh kasus berikut:
    • Nilai Tutup Modal adalah sebesar 160%. Terdapat investor yang memberikan permodalan sebesar 10 juta rupiah ke startup ABC. Investor itu sudah memberikan permodalan semenjak 6 bulan yang lalu, dimana total atas semua PPH yang di dapatkan adalah sebesar 3 juta rupiah dari pertama dia berinvestasi. Pihak pengelola kemudian ingin melakukan tindakan Nilai Tutup Modal. Jadi, yang harus dilakukan oleh pihak Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH ini adalah memberikan sejumlah uang sebesar 160% X 10 juta= 16 juta kepada pihak Investor. Pihak investor akan mendapatkan uang dengan jumlah 16 juta+ 3 juta (PPH yang diberikan semenjak dia menanamkan modal)= 19 juta. Namun, setelah PPH dilakukan, maka pihak Investor tidak akan mendapatkan PPH tiap bulan nya. PPH tiap bulan akan menjadi hak pihak Pengelola. Pihak Investor tidak ada kaitan nya lagi dengan startup tersebut.
    • CATATAN:
      • Nilai Tutup Modal harus berkisar antara 120% s/d 200%.
      • Nilai Tutup Modal hanya berlaku untuk jenis resiko usaha RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
      • Dana Nilai Tutup Modal tidak boleh diangsur. Harus diberikan secara penuh dalam satu kali transaksi.

 

Atribute

Section ini adalah detail atas rancangan bisnis secara lebih rinci lagi. Bagian ini menunjukan detail dan profil atas startup yang di posting di dalam listing bisnis tersebut. Apabila terdapat icon yang berwarna merah, itu berarti tidak ada keterangan nya (kosong).

  • BMC (Business Model Canvas): Adalah sebuah rancangan konsep abstrak sebuah model bisnis yang merepresentasikan strategi dan proses bisnis dalam organisasi (Alex Osterwalder, 2009). BMC selain digunakan oleh para pengusaha juga banyak digunakan dalam akademik, seperti beberapa universitas peringkat atas di seluruh dunia diantaranya Stanford dan Harvard yang mengadopsi BMC di ruang kelas mereka. Siswa belajar bagaimana menerapkan kanvas dalam strategi dan inovasi dalam bisnis.BMC mendeskripsikan sembilan komponen dalam model bisnis, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, resources, activities, partnerships, and costs
  • Proposal: Nama lain nya adalah proposal bisnis atau proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oelah wirausahawan yang menggambarkan semua unsur yang releven, baik internal maupun eksternal mengenai usaha atau proyek baru, atau proposal usaha yang merupakan dokumen tertulis berisi usaha baru yang sedang direncanakan.
  • Mind Mapping: Alur proses yang dijelaskan secara deskriptif dari penafsiran mapping Business Model Canvas (BMC) yang ada.
  • Person in Charge: Profil orang yang bertanggung jawab dalam bisnis atau startup ini. Istilah lain; penanggung jawab utama atau manager utama. Klik di bagian ini Anda akan diarahkan menuju ke halaman profil Manajer Utama atas startup tersebut.
  • Blue Print: Cetak biru (Inggris: blueprint) adalah kerangka kerja terperinci (arsitektur) sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja. Ditemukan pada abad ke-19, proses ini memungkinkan reproduksi cepat dan akurat dari dokumen yang digunakan dalam bangunan dan industri. Ciri-ciri proses cetak-biru adalah garis berwarna terang pada latar belakang biru, sebuah negatif dari aslinya. Proses ini tidak dapat menghasilkan warna atau bayangan abu-abu.
  • SPK Sample: Adalah contoh Surat Perjanjian Kerjasama yang digunakan sebagai materi perjanjian yang akan di tanda tangani oleh Investor dan Pengelola nanti. Apabila Investor memutuskan untuk memberikan permodalan ke startup tersebut, maka gambaran atas Surat Perjanjian Kerjasama yang seperti di taruh di bagian ini lah yang nantinya harus di tandatangani atau yang harus di berikan. Hanya akan ada bagian- bagian tertentu yang akan berubah, seperti Nama Investor, tanggal melakukan tanda tangan, nama saksi, jumlah permodalan yang diberikan, dll.
  • Internal Activity: Dokumentasi aktivitas internal (Pengelola dan Tim nya), yang mengerjakan pembangunan ataupun pengoperasioan bisnis tersebut.
  • Pitch: Slideshow power poin yang digunakan untuk menjelaskan bisnis ini kepada Investor, klien, ataupun siapa saja yang membutuhkan penjelasan secara langsung.
  • Investor: Daftar nama investor yang mendanai startup tersebut. Data Daftar Investor ini dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan Round (ronde) funding yang telah terjadi. Jadi, jika Anda melihat di bagian daftar investor terdapat Round 1 dan Round 2, maka bisa di katakan startup tersebut melakukan dua kali masa funding (penerimaan permodalan).Untuk data daftar investor di Round 1, hanya di tampilkan nama investor saja.
    • Nominal pendanaan tidak di tampilkan. Hal ini dikarenakan nominal uang bagi sebagian besar orang adalah hal yang tabu untuk di perlihatkan. Namun, di Round 2 nominal di tampilkan karena hal tersebut penting untuk memperlihatkan sampai dimana jumlah pendanaan yang di telah di kumpulkan di masa funding ronde ke-2 tersebut. Tanpa ini, calon investor tidak bisa memperkirakan berapa jumlah permodalan yang ingin di berikan ke startup itu.
  • Video Intro: Terjemahan nya adalah Video Profil Perusahaan, merupakan salah satu jenis media promosi yang bisa Anda gunakan untuk perusahaan Anda. Media video menjadi bentuk baru dalam sebuah presentasi ke publik atau investor. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebanyakan orang lebih suka mendengar dan menonton dibandingkan dengan membaca pada saat persentasi. Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi video company profile.

Project Started

Ini adalah tanggal dimana project pembangunan atas startup tersebut di jalankan. Di bagian sisi kiri, terdapat Count Down, yang artinya waktu habis yang di hitung secara mundur hingga due time tanggal startup tersebut di jalankan. Sedangkan di sisi kanan nya, terdapat tanggal dimana project ini akan dijalankan.

Mulai awal September 2019, section “Project Started” untuk sementara tidak ditampilkan.

Invoice

Cara mendapatkan invoice

[GB.01] Masuk ke Menu >> Akun Saya
[GB.02] Anda nanti akan masuk ke halaman My Account WooCommerce
[GB.03] Pilih menu “Order”
[GB.04] Lihat Order yang status nya “Complete”
[GB.05] Klik tombol “Download Invoice”, lalu kemudian akan terdownload file nya
Simpan atau print file nya, kemudian simpan di tempat yang aman. File itu adalah bukti bahwa Anda telah mengirimkan investasi atau permodalan.

Kebangkrutan

Dasar penilaian atas keberhasilan/ kegagalan StartUp

Sebuah StartUp akan dinyatakan berhasil apabila capaian keuntungan bersih nya melebihi target yang telah di tentukan sebelum nya di dalam Proposal Fundraising StartUp STASASHI, dalam kurun waktu Fase Running.

Sebuah StartUp akan dinyatakan dalam keadaan BAIK apabila capaian keuntungan bersih nya melebihi 50% (lima puluh persen) target yang telah di tentukan sebelum nya di dalam Proposal Fundraising StartUp STASASHI , dalam kurun waktu Fase Running.

Untuk definisi kegagalan/ kebangkrutan sebuah Startup, bisa Anda lihat disini: Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Definisi dari bangkrut, dalam pengertian nya di STASASHI adalah, keadaan dimana target keuntungan bersih yang telah di dokumentasikan di Proposal Fundraising StartUp STASASHI tidak mencapai 50% atau lebih, yang terhitung dalam fase Running (StartUp dijalankan/ waktu pengumpulan permodalan).

Hal ini tidak terpaku pada sisa permodalan yang ada. Jadi, misalkan saja permodalan tersebut sama sekali tidak tersisa sebelum waktu pengumpulan dana selesai, maka tetap saja StartUp tersebut masih belum bisa dinyatakan bangkrut. Karena acuan utama nya hanya ada pada jumlah keuntungan bersih yang di dapatkan, dan yang akan dinilai setelah waktu Fase Runing selesai.

 

 

Mengapa StartUp yang sudah kehabisan Uang tidak langsung dinyatakan Bangkrut

Dalam sebuah bisnis, modal itu hal yang perlu. Tetapi bukan hal yang wajib. Ketika sebuah StartUp yang telah di danai oleh Investor, kemudian di kembangkan/ di jalankan, lalu di tengah jalan Pihak Pengelola memiliki pemikiran lain, yaitu memiliki strategi pengembangan yang tidak memerlukan pendanaan, maka tidak bisa kami menyatakan bahwa usaha itu bangkrut.

Pihak Pengelola hanya tidak menggunakan permodalan nya. Permodalan yang telah didapatkan sebelum nya, di tengah jalan ketika menjalankan/ mengembangkan usaha nya, tidak lah digunakan. Intinya disana. Pengelola hanya tidak mengunakan modal nya. Sehingga, modal yang tidak digunakan, tidak bisa menjadi dasar untuk menghakimi bahwa Startup itu telah bangkrut.

Sisa Permodalan yang tidak dikembalikan langsung ketika StartUp Bangkrut dan Fase Runnung Berakhir

Contoh Kasus: Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, ternyata terdapat sisa permodalan dengan jumlah Rp. 10.000.000. Dan StartUp XYZ tersebut telah dinyatakan bangkrut. Mengapa dana sisa Rp. 10.000.000 itu tidak dikembalikan langsung kepada Investor?.

Dalam hal pengembalian dana, baik itu Investor ataupun Pengelola, harus mengacu pada kententuan berikut: “Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA ataupun PIHAK STASASHI tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya”. Hal ini telah tertera pada Pasal 6 Poin ke 4 dalam SPK Versi ke-4. Dasar nya adalah itu. Sehingga, sudah sangat jelas, bahwa pengembalian dana sisa tersebut sepenuhnya adalah keputusan dari pihak Pengelola. Pihak Investor ataupun STASASHI tidak berhak memaksa Pihak Pengelola untuk mengembalikan permodalan sebelum masa pelunasan nya berakhir.

Untuk memberikan jawaban yang lebih memuaskan, perlu untuk diketahui bahwa Pihak Pengelola biasanya memiliki rencana lebih lanjut yang harus dia lakukan terkait dengan Startup yang dikelola nya. Rencana itu, terkadang tidak bisa di eksekusi segera, dan terkadang membutuhkan pemodalan untuk menjalankan nya. Sehingga, ada kemungkinan sisa permodalan tersebut digunakan untuk mendanai rencana nya di masa mendatang.

Jawaban untuk Pertanyaan:

  • Mengapa Permodalan tidak dikembalikan langsung ketika Fase Runing berakhir dimana masih terdapat permodalan yang tersisa.
Surat Keterangan Kebangkrutan (SKK)

Surat Keterangan Kebangkrutan atau yang sering disebut dengan SKK adalah sebuah Surat keterangan yang dibuat oleh Pihak STASASHI, ketika terdapat sebuah StartUp yang dinyatakan bangkrut.

Surat Keterangan ini adalah sebuah pernyataan resmi dari STASASHI, bahwa terdapat sebuah StartUp yang dilah di amati, di nilai dan di evaluasi, dan ternyata status performa nya adalah Bangkrut.

Dengan Surat Keterangan yang dikeluarkan ini, maka Pengelola harus mulai menandatangani Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU).

Cara Mendapatkan Surat Keterangan Kebangkrutan (SKK)

  1. Buka Listing Bisnis.
  2. Pilih StartUp yang telah Anda danai.
  3. Buka menu Display Data StarUp.
  4. Lihat kolom StartUp >> Kebangkrutan >> Doc.
  5. Pilih Putaran Pendanaan (Round) yang hendak Anda check.
  6. Buka link yang bertuliskan “Klik Disini” [GB 01]. Anda akan menemukan dokumen nya disana.
GB. 01
Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU)

Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha atau yang sering disebut dengan SPPMU, adalah sebuah Surat Pernyataan yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pihak Pengelola, ketika StartUp yang didanai oleh Investor telah Bangkrut.

Dokumen ini merupakan sebuah pernyataan yang memiliki legalitas hukum (terdapat Materai di dalam nya) yang berisikan pernyataan bahwa Pihak Pengelola akan mengembalikan permodalan dengan jumlah tertentu (sesuai nominal modal yang sebelum nya diberikan Investor sebelum nya), dan dalam jangka waktu tertentu.

Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU) memiliki keterkaitan dengan SPK yang dipegang oleh Pihak Investor dan Pihak Pengelola. Karena dalam praktek pengembalian modal yang akan dilakukan nanti nya, akan sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang tertera di dalam SPK terkait.

Tujuan dari adanya Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU) adalah untuk memberikan tambahan kepastian, dan kenyamanan kepada Investor bahwasanya terdapat suatu kejelasan dalam surat tersebut mengenai nominal dan waktu pengembalian permodalan, dan juga memiliki keamanan karena adanya legalitas secara hukum.

Surat Penyataan ini dikeluarkan dan disediakan oleh Pihak STASASHI, untuk nantinya ditanda tangani oleh Pengelola, kemudian nanti di berikan kepada Pihak Investor.

Tampilan Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU)

Laporan Performa

Pengertian Laporan Performa

Index

  • Pengertian Laporan Performa
  • Isi Konten dalam Laporan Performa dan Penjelasan nya

 

Pengertian Laporan Performa

Laporan Performa atau nama lain nya adalah Laporan Investor, adalah laporan performa dari Startup yang didanai oleh Investor. Hal itu meliputi laporan arus kas, laporan performa anggota, pembuktian pengeluaran, dll. Ketika Anda memilih salah satu laporan investor, yang telah disediakan oleh Founder dari Startup yang Anda danai, maka Anda akan menemukan halaman detail yang berisikan mengenai data- data performa dari startup tersebut. Untuk memudahkan Anda dalam membaca laporan tersebut, maka kami buat panduan berikut:

[GB.01] Tampilan halaman laporan investor
Penjelasan isi Konten dalam Laporan Performa

Isi Konten dalam Laporan Performa dan Penjelasan nya

Arus Kas

Laporan arus kas [GB.01-1] adalah laporan mengenai pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Dikarenakan konten nya yang banyak, maka pembacaan laporan arus kas ini penjelasan nya dipisah, dan bisa Anda cek disini: Laporan Arus Kas.

Chat Historis

Chat Historis adalah bukti chatting yang dilakukan oleh anggota tim startup yang didanai ketika melakukan aktivitas kerja [GB.01.-2]. Laporan ini berisikan screen shot atas chat yang dilakukan oleh anggota tim startup tersebut ketika menjalankan koordinasi aktivitas kerja selama satu bulan. Beberapa bagian chat mungkin di Blur apabila ada bagian yang bersifat pribadi.

Performa Anggota

Performa Anggota adalah dokumentasi atas aktivitas anggota startup secara formal [GB.01-3]. Laporan ini berisikan data absensi atau laporan atau file catatan yang dilakukan oleh setiap anggota startup tersebut. Contoh nya adalah file data absensi fingerscan yang dipasang di tempat kerja, ticket absensi yang dilakukan oleh anggota, hasil corat- coret pembelajaran, dll. Performa anggota ini bukan sesuatu yang wajib untuk diberikan oleh Pengelola (optional).

Invoice

Invoice adalah nota transaksi atas penjualan/ pemasukan yang terjadi di dalam startup tersebut [GB.01-4]. Setiap kali terdapat pembelian, maka harus ada invoice sebagai nota nya. Laporan ini berisikan file- file nota digital/ invoice atas order atau pendapatan yang terjadi di startup tersebut. Invoice ini bisa saja di generate oleh sistem di websites, bisa juga di tuliskan oleh Pengelola, namun di buktikan dengan nomor transaksi bank yang terjadi di dalam rekening Pengelola.

Pengeluaran

Pengeluaran adalah jumlah dan bukti atas dana keluar yang digunakan, baik itu untuk kepentingan operasional ataupun pembangunan atas startup yang didanai [GB.01-5]. Laporan ini berisikan file- file mengenai bukti pengeluaran yang telah terjadi di startup tersebut. Setiap pengeluaran harus memiliki nota agar tidak di manipulasi. Lampiran ini terintegerasikan dengan lampiran arus kas- Bottom Tab: CF OP (Cash Flow Operational) di bagian pengeluaran, yang memiliki format nama file: EXP.OP.XXXXIDStartup (Contoh: EXP.OP.0001FX). Dan CF DEV (Cash Flow Development) di bagian pengeluaran juga yang memiliki format nama file: EXP.DEV.XXXXIDStartup (Contoh: EX.DEV.P0001FX).

Gaji Karyawan

Adalah gaji yang dikeluarkan dari dana investasi, yang diberikan oleh investor, untuk melakukan pembangunan ataupun operasional startup [GB.01-6]. Berisikan file pembuktian yang berisikan bukti pengiriman gaji ke karyawan. Founder memiliki wewenang untuk merekrut karyawan, untuk membantu aktivitas kerja mereka. Gaji atas karyawan yang direkrut bisa diambilkan dari dana investasi yang diberikan. Pengelola harus memberikan pembuktian bahwa mereka telah mentransfer gaji ke karyawan mereka. Founder/ Pengelola dalam hal ini juga termasuk karyawan yang harus di gaji dengan standart gaji sesuai UMR mereka masing- masing.

Pembagian Hasil

Adalah jumlah yang diberikan kepada investor dari keuntungan di dalam startup nya [GB.01-7]. Laporan ini berisikan file- file mengenai bukti transfer PPH ke Investor. Setelah perhitungan arus kas bulanan dilakukan, kemudian Pengelola harus mentransfer pembagian hasil ini kepada pihak Investor. Bukti transfer nya akan di upload di folder Google Drive ini. File ini terintegerasi dengan kolom “Bukti Transfer” yang ada di Bottom Tab: PPH, di dalam file laporan arus kas. ID lampiran transfer ke investor ini diberi kode format: PPH.TINVST.XXXXIDStartup (Contoh: PPH.TINVST.0001FX) untuk mengintegerasikan nya denagn laporan arus kas (Bottom Tab: PPH).

Pesan dari Founder

Pesan yang disampaikan oleh founder terkait dengan performa startup yang dia jalankan. Dituliskan di MS. Words yang bisa Anda simpan [GB.01-8].

Project Visi dan Misi

Ini adalah fitur baru dari kami, yang mungkin belum kami luncurkan sepenuhnya. Fitur ini memungkinkan investor untuk memantau jalannya startup tersebut dengan user interface yang sangat baik [GB.01-9].

Legalitas

Legalitas Badan Usaha STASASHI dan Mengenai OJK

Index

  • Legalitas Badan Usaha STASASHI
  • Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

 

Legalitas Badan Usaha STASASHI

Salah satu manfaat legalitas badan usaha adalah digunakan untuk meyakinkan calon konsumen atas perusahaan yang di gunakan nya tersebut. Aspek sistem kerja utama dari bisnis kami adalah penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama kepada personal langsung. Kami tidak menjual nama/ brand STASASHI dalam kesepakatan yang terjadi antara pihak investor dengan pihak Pengelola. Sehingga, nama Brand/ perusahaan kami tidak terlalu berfungsi secara langsung dalam sistem bisnis utama kami. Oleh karena itu, kami tidak terlalu berencana untuk mengurus legalitas badan usaha, karena SPK tidak di tandatangani A/N (Atas Nama) badan instasi STASASHI, tetapi dilakukan secara personal langsung, yaitu antara pihak Pengelola dan Investor secara individual.

Pendirian badan usaha bagi kami tidak lah sulit. Semua persyaratan kami sudah lengkap, dan biaya pembuatan nya pun tidak mahal bagi kami. Pendirian CV hanya membutuhkan biaya 1-2 juta, sedangkan PT hanya membutuhkan biaya 8-12 juta rupiah saja. Tetapi mengapa kami harus melakukan nya bila tindakan tersebut tidak terlalu memberi manfaat yang signifikan untuk kami.

 

Apakah STASASHI terdaftar di OJK?

Salah satu syarat untuk mendaftarkan diri ke OJK adalah: penyelenggara layanan juga wajib melampirkan bukti kepemilikan modal minimal sebesar Rp1 miliar saat pendaftaran, dan modal tersebut meningkat menjadi sebesar Rp2,5 miliar saat mengajukan izin.

Dari satu poin di atas, STASASHI tidak memiliki nya, dikarenakan kami tidak menghimpun pendanaan hingga miliyaran rupiah seperti itu. Oleh karena kami tidak mendaftarkan diri ke OJK karena kurang nya persyaratan yang kami miliki.

Listing Bisnis

Penjelasan Listing Bisnis

Index

  • Pengertian Listing Bisnis
  • Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

 

Pengertian Listing Bisnis

Listing Bisnis adalah StartUp atau anak usaha milik STAR SHARE yang di tampilkan di dalam situs STASASHI yang siap untuk di danai, atau yang telah di danai, atau yang akan membuka pendanaan. Jadi, misalkan ada suatu StartUp bernama “ABC” yang sedang membutuhkan pendanaan dari Investor, maka StartUp itu akan di tampilkan di Listing Bisnis. StartUp yang sudah pernah di danai oleh Investor pun, tidak akan di hapus, dan tetap di tampilan di dalam situs STASAHI juga, namun di kategorikan sebagai Listing Bisnis Closed.

Listing Bisnis yang siap di danai oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Open. Sedangkan listing Bisnis yang telah di danai oleh invstor tetapi tidak membuka jalur pendanaan, atau tidak memerlukan lagi pendanaan oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Closed. Sedangkan Listing Bisnis yang sedang di siapkan untuk beroperasi, tetapi nanti nya dalam jangka waktu dekat akan di operasikan dan akan di buka Jalur Pendanaan nya di sebut dengan Listing Bisnis Perpare.

 

Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

Section ini berisikan rangkuman poin- poin penting yang diambil dari proposal usaha, blue print, BMC, dll. Dituliskan di bagian ini agar investor bisa melihat secara cepat informasi krusial yang mereka butuhkan tanpa perlu kesulitan mencari nya di dalam lembar dokumen yang jumlah nya banyak.

Tentang Bisnis ini

  • Nama Usaha: Nama startup atau nama bisnis yang di ditampilkan.
  • Bidang Usaha: Bidang bisnis yang dijalankan secara umum.
  • Status Operasional: Status pembangunan bisnis di waktu ini. Sampai di tahap manakah bisnis ini di bangun.
  • URL Project: URL lokasi pembuktian project tersebut di garap (khusus bisnis yang berorientasi IT).
  • Tanggal dimulai: Tanggal project startup tersebut dimulai. Bisa juga berarti tanggal startup tersebut di dirikan.

Produk dan Jasa

  • Niche: Sesuatu yang dijual oleh startup bisnis tersebut.

Permodalan

  • Kebutuhan Modal: Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai menjalankan bisnis tersebut.
  • Resiko Usaha: Jenis resiko usaha yang di tentukan oleh Founder/ Pengelola bisnis atas permodalan yang diberikan di dalam startup tersebut. Jenis nya hanya ada dua, yaitu: RDI (Resiko ditanggung Investor) dan RDP (Resiko ditanggung Pengelola).

Kesepakatan Investasi

  • Pembagian Hasil: Persentase pembagian hasil (PPH) atas keuntungan bersih yang di dapatkan oleh startup tersebut ketika berdiri. Disana terdapat dua angka yang di tampilkan, yaitu: Investor dan Pengelola. Apabila suatu contoh angka nya adalah sbb; Investor 30% dan Pengelola adalah 70%, dan di dapatkan laba bersih dalam satu bulan adalah sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah), maka pihak investor akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 300 ribu, dan pihak pengelola akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 700 ribu.
  • Pembagian Saham: Sama juga pembagian kepemilikan. Jumlah persentase kepemilikan bisnis yang dibagi antara pihak investor dan pihak pengelola. Dalam resiko usaha jenis RDP (Resiko ditanggung Pengelola), pihak Investor tidak akan mendapatkan pembagian saham. Jika pihak Investor tidak mendapatkan pembagian saham, maka bisa dikatakan pihak investor tidak memiliki kepemilikan apapun dalam bisnis tersebut.
  • Pay Back Period (PBP): Jangka waktu dimana investor bisa dikatakan mendapatkan balik modal. Sebagai suatu contoh, terdapat seorang investor yang memberikan pendanaan sebesar 10 juta rupiah yang di tanamkan pada startup “ABC”. PBP perusahaan tersebut adalah 1 tahun. Maka, dalam waktu 1 tahun, investor itu sudah bisa mendapatkan modal nya kembali sebesar 10 juta rupiah. Untuk PPH yang di dapatkan nya di waktu lebih dari satu tahun, maka itu adalah keuntungan besrih yang di dapatkan nya setelah modal nya kembali.
  • Nilai PBP: not yet described
  • Nilai Tutup Modal: Jumlah persentase atas dana yang harus di berikan oleh Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH yang diberikan kepada Investor. Hal ini akan menjadi jelas dengan contoh kasus berikut:
    • Nilai Tutup Modal adalah sebesar 160%. Terdapat investor yang memberikan permodalan sebesar 10 juta rupiah ke startup ABC. Investor itu sudah memberikan permodalan semenjak 6 bulan yang lalu, dimana total atas semua PPH yang di dapatkan adalah sebesar 3 juta rupiah dari pertama dia berinvestasi. Pihak pengelola kemudian ingin melakukan tindakan Nilai Tutup Modal. Jadi, yang harus dilakukan oleh pihak Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH ini adalah memberikan sejumlah uang sebesar 160% X 10 juta= 16 juta kepada pihak Investor. Pihak investor akan mendapatkan uang dengan jumlah 16 juta+ 3 juta (PPH yang diberikan semenjak dia menanamkan modal)= 19 juta. Namun, setelah PPH dilakukan, maka pihak Investor tidak akan mendapatkan PPH tiap bulan nya. PPH tiap bulan akan menjadi hak pihak Pengelola. Pihak Investor tidak ada kaitan nya lagi dengan startup tersebut.
    • CATATAN:
      • Nilai Tutup Modal harus berkisar antara 120% s/d 200%.
      • Nilai Tutup Modal hanya berlaku untuk jenis resiko usaha RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
      • Dana Nilai Tutup Modal tidak boleh diangsur. Harus diberikan secara penuh dalam satu kali transaksi.

 

Atribute

Section ini adalah detail atas rancangan bisnis secara lebih rinci lagi. Bagian ini menunjukan detail dan profil atas startup yang di posting di dalam listing bisnis tersebut. Apabila terdapat icon yang berwarna merah, itu berarti tidak ada keterangan nya (kosong).

  • BMC (Business Model Canvas): Adalah sebuah rancangan konsep abstrak sebuah model bisnis yang merepresentasikan strategi dan proses bisnis dalam organisasi (Alex Osterwalder, 2009). BMC selain digunakan oleh para pengusaha juga banyak digunakan dalam akademik, seperti beberapa universitas peringkat atas di seluruh dunia diantaranya Stanford dan Harvard yang mengadopsi BMC di ruang kelas mereka. Siswa belajar bagaimana menerapkan kanvas dalam strategi dan inovasi dalam bisnis.BMC mendeskripsikan sembilan komponen dalam model bisnis, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, resources, activities, partnerships, and costs
  • Proposal: Nama lain nya adalah proposal bisnis atau proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oelah wirausahawan yang menggambarkan semua unsur yang releven, baik internal maupun eksternal mengenai usaha atau proyek baru, atau proposal usaha yang merupakan dokumen tertulis berisi usaha baru yang sedang direncanakan.
  • Mind Mapping: Alur proses yang dijelaskan secara deskriptif dari penafsiran mapping Business Model Canvas (BMC) yang ada.
  • Person in Charge: Profil orang yang bertanggung jawab dalam bisnis atau startup ini. Istilah lain; penanggung jawab utama atau manager utama. Klik di bagian ini Anda akan diarahkan menuju ke halaman profil Manajer Utama atas startup tersebut.
  • Blue Print: Cetak biru (Inggris: blueprint) adalah kerangka kerja terperinci (arsitektur) sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja. Ditemukan pada abad ke-19, proses ini memungkinkan reproduksi cepat dan akurat dari dokumen yang digunakan dalam bangunan dan industri. Ciri-ciri proses cetak-biru adalah garis berwarna terang pada latar belakang biru, sebuah negatif dari aslinya. Proses ini tidak dapat menghasilkan warna atau bayangan abu-abu.
  • SPK Sample: Adalah contoh Surat Perjanjian Kerjasama yang digunakan sebagai materi perjanjian yang akan di tanda tangani oleh Investor dan Pengelola nanti. Apabila Investor memutuskan untuk memberikan permodalan ke startup tersebut, maka gambaran atas Surat Perjanjian Kerjasama yang seperti di taruh di bagian ini lah yang nantinya harus di tandatangani atau yang harus di berikan. Hanya akan ada bagian- bagian tertentu yang akan berubah, seperti Nama Investor, tanggal melakukan tanda tangan, nama saksi, jumlah permodalan yang diberikan, dll.
  • Internal Activity: Dokumentasi aktivitas internal (Pengelola dan Tim nya), yang mengerjakan pembangunan ataupun pengoperasioan bisnis tersebut.
  • Pitch: Slideshow power poin yang digunakan untuk menjelaskan bisnis ini kepada Investor, klien, ataupun siapa saja yang membutuhkan penjelasan secara langsung.
  • Investor: Daftar nama investor yang mendanai startup tersebut. Data Daftar Investor ini dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan Round (ronde) funding yang telah terjadi. Jadi, jika Anda melihat di bagian daftar investor terdapat Round 1 dan Round 2, maka bisa di katakan startup tersebut melakukan dua kali masa funding (penerimaan permodalan).Untuk data daftar investor di Round 1, hanya di tampilkan nama investor saja.
    • Nominal pendanaan tidak di tampilkan. Hal ini dikarenakan nominal uang bagi sebagian besar orang adalah hal yang tabu untuk di perlihatkan. Namun, di Round 2 nominal di tampilkan karena hal tersebut penting untuk memperlihatkan sampai dimana jumlah pendanaan yang di telah di kumpulkan di masa funding ronde ke-2 tersebut. Tanpa ini, calon investor tidak bisa memperkirakan berapa jumlah permodalan yang ingin di berikan ke startup itu.
  • Video Intro: Terjemahan nya adalah Video Profil Perusahaan, merupakan salah satu jenis media promosi yang bisa Anda gunakan untuk perusahaan Anda. Media video menjadi bentuk baru dalam sebuah presentasi ke publik atau investor. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebanyakan orang lebih suka mendengar dan menonton dibandingkan dengan membaca pada saat persentasi. Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi video company profile.

Project Started

Ini adalah tanggal dimana project pembangunan atas startup tersebut di jalankan. Di bagian sisi kiri, terdapat Count Down, yang artinya waktu habis yang di hitung secara mundur hingga due time tanggal startup tersebut di jalankan. Sedangkan di sisi kanan nya, terdapat tanggal dimana project ini akan dijalankan.

Mulai awal September 2019, section “Project Started” untuk sementara tidak ditampilkan.

Pendanaan

Apakah dana bisa di tarik?
Dana investasi dari investor akan digunakan untuk mengembangkan usaha, ataupun melakukan perluasan usaha. Jika ketika dana yang telah di investasikan, mulai digunakan untuk pengembangan/ perluasan usaha, kemudian investor meminta penarikan dana, maka tindakan  pengembangan/ perluasan usaha tersebut akan kacau dan bisa gagal. Jadi, jawaban untuk hal ini adalah: dana tidak bisa di tarik.
Dana akan dikembalikan kepada investor apabila: [1]. Usaha mengalami kebangkrutan, [2]. Investor memilih jenis investasi RDP.
Bila Pengelola tidak menggunakan Modal nya, mengapa Listing Bisnis nya di tampilkan di STASASHI?

Ada sebuah poin penting yang tertulis di SPK yang ditandatangani oleh Investor dan Pengelola; “Penggunaan Dana sepenuhnya diserahkan kepada Pihak Pengelola”. Bila Pihak Pengelola sebelum nya -atau ketika mendaftarkan StartUp nya pada kami- memiliki pemikiran bahwa dia membutuhkan suatu modal, tetapi ketika sudah berjalan, dia kemudian menyadari bahwa dia lebih harus bisa membangun Intelektual Property yang tidak membutuhkan permodalan, keadaan semacam itu juga tidak bisa kami cegah.

Cara Melakukan Pengambilan Permodalan

Untuk pengambilan permodalan, pasti nya itu tidak bisa dilakukan, sebelum usaha yang Anda danai dinyatakan bangkrut. Perihal mengenai pengembalian modal, seperti yang telah dijelaskan di SPK yang di tandatangani antara pihak Investor dan Pengelola, bahwa kedua pihak melakukan kerja sama usaha, dimana modal akan digunakan untuk membeli berbagai macam kebutuhan usaha. Sehingga, dengan alasan tersebut (kerja sama usaha), modal tidak bisa serta merta diminta oleh pihak Investor kecuali usaha yang di danai tersebut dinyatakan bangkrut. Pelajari selengkapnya disini: Pengembalian Permodalan

Simulasi Keadaan 1

Anda bisa membayangkan, ketika Anda bekerja sama dengan seorang (Pengelola) bernama ABC, dan berkomitmen memberikan pendanaan sebesar 100 juta rupiah. Kemudian, setelah pihak ABC memulai untuk mengeksekusi bisnis nya, dan membelanjakan dana yang telah Investor berikan sebagian, kemudian pihak Investor mengatakan “Saya ingin mengambil lagi uang saya”. Tentu tindakan itu akan menghancurkan bisnis yang tengah dibangun.

Simulasi Keadaan 2

Anda memiliki uang sebesar 1 Miliyar. Anda menghubungi Pemborong untuk membangun rumah Anda. Setelah Pemborong tersebut berbelanja kebutuhan untuk pembangunan rumah, kemudian Anda mengatakan “Saya tidak jadi membangun rumah karena saya ada keperluan dengan uang tersebut”.

Mengapa StartUp boleh Mengajukan Pendanaan Lagi meski performa nya buruk

Lihat penjelasan nya di halaman ini: Mengapa Suatu Bisnis Patut dicoba Lagi Meskipun telah menunjukan hasil yang Gagal | StartUp Semarang

Di penjelasan dalam halaman tersebut, sebuah bisnis patut mendapatkan pendanaan lagi, apabila terjadi kesalahan manajemen dan bukan nya kesalahan Model Bisnis nya.

Pay Back Period (PBP)

Pay Bank Period atau sering disingkat dengan PBP, adalah jangka waktu pengembalian dana kepada investor, ketika anak perusahaan tertentu dianggap telah bangkrut. Tentu saja, pihak Pengelola membutuhkan waktu dalam mengembalikan dana ini kepada investor. Tidak bisa, ketika perusahaan dinilai bangkrut, kemudian investor langsung meminta pengembalian dana, hal ini tidak mungkin dilakukan. Pay Back Period jangka waktu nya bisa antara 3- 8 tahun. Tergantung kesepakatan yang tertuang di dalam surat perjanjian kerja sama tersebut.

Pengembalian Permodalan

Apabila sebuah Startup dinyatakan bangkrut, maka Pihak Pengelola wajib mengembalikan pendanaan yang telah diberikan oleh investor, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Perlu di garis bawahi disini, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku dalam pengembalian dana tersebut.

Pengertian dan Jenis Fase (Tahapan)

Fase Pendanaan

Pelajari lebih lanjut disini: Pengertian Round atau Putaran Pendanaan

 

Fase Running

Fase running ini adalah tahapan aktivitas kerja yang dilakukan pada sebuah Startup. Secara umum, tahapan dalam pembangunan suatu bisnis adalah: Ide bisnis, mengeksekusi ide bisnis, menjalankan bisnis di awal, menjalankan bisnis secara operasional dan melakukan ekspansi usaha. Fase running pun gambaran nya seperti itu.

  • Seed Run: Disebut juga fase mengeksekusi ide bisnis.
  • Akselerasi: Disebut juga fase menjalankan bisnis di awal, atau merintis usaha. Ide dan semua perlengkapan nya sudah ada. Tinggal menjalankan nya, memperbaiki sistem yang cacat, dan mendapatkan keuntungan dari sana.
  • Operational: Ini adalah fase dimana sebuah bisnis telah melalui tahapan merintis usaha. Dimana kendala- kendala besar telah di selesaikan di masa perintisan usaha, dan saat ini sedang berjalan tanpa ada banyak kendala yang dialami.
  • Ekspansi: Ketika bisnis sudah cukup mapan, tibalah saat nya untuk melakukan perluasan (ekspansi) usaha. Hal ini bisa dilakukan dengan membuka cabang, membuka kategori produk lain nya, mengembangkan jalur marketing lebih luas lagi, dll.
Permodalan yang bisa disalah gunakan oleh Pihak Pengelola

Pertanyaan

Permodalan Bisa disalah gunakan untuk modal awal usaha saja tanpa adanya benefit yang didapatkan investor bila StartUp dinyatakan bangkrut

Contoh Kasus

Contoh Kasus: Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, StartUp itu dinyatakan Bangkrut dan harus mengembalikan dana dari Investor dalam kurun waktu yang lama (karena terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku dalam SPK).

Dana awal ini, bisa digunakan oleh Pihak Pengelola untuk membiayai Pengelola dalam belajar berbisnis. Bisa juga digunakan untuk modal awal menjalankan Startup. Dimana ketika Startup itu dinyatakan bangkrut, dan pihak Investor telah dinyatakan keluar dari lingkaran pembagian hasil usaha atau dalam pembagian saham, Pengelola bisa menguasai sepenuhnya (100%) keuntungan ataupun saham nya.

Hal ini tentu menjadi kerugian kepada pihak Investor, karena modal tersebut bisa digunakan oleh pihak Pengelola sebagai modal awal dan menjalankan bisnis itu serta mendapatkan keuntungan dari bisnis itu 100% ketika pihak Investor telah keluar.

Jawaban

Hal ini kami antisipasi dengan dua cara. Hal pertama adalah memastikan bahwa Pengelola adalah orang yang berintegeritas dan memiliki amanah. Hal kedua adalah dengan memberikan jumlah pengembalian modal sebesar 125% atas modal yang diberikan di awal. Tidak termasuk dengan pendapatan yang telah diberikan tiap bulan nya.

MEMILIH ORANG YANG BERINTEGERITAS

Antisipasi pertama adalah memilih orang yang benar- benar memiliki integeritas dan bisa diberi amanah. Karena, sebaik apapun sistem yang kami bangun, apabila Pengelola nya sudah memiliki niatan buruk diawal, pasti dia akan mencari- cari cara untuk melakukan penyimpangan.

Dan meskipun tidak ada sistem pengamanan, bila Pengelola nya adalah orang yang berintegeritas dan bisa diberi kepercayaan amanah, maka dia tidak akan melakukan penyimpangan, meskipun banyak celah yang bisa dia tempuh.

MEMBERIKAN PENGEMBALIAN MODAL YANG LEBIH BESAR

Antisipasi kedua adalah memberikan jumlah pengembalian modal sebesar 125% (dari pendanaan yang dilakukan) kepada Investor. Hal ini tidak terpotong dengan pendapatan yang telah diterima oleh investor diawal. Kami akan memberikan gambaran simulasi atas hal ini terlebih dahulu, sebelum menjelaskan keputusan ini diambil.

Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, Startup tersebut mendapatkan permodalan dengan jumlah Rp. 200.000.000. StartUp XYZ tersebut telah dinyatakan bangkrut. Pihak Pengelola berkewajiban untuk melakukan pengembalian permodalan kepada Investor sebesar Rp. 200.000.000 X 125%= 250.000.000.

Dengan begitu, Pihak Pengelola tidak akan bisa mendapatkan keuntungan sepihak dengan mengakselerasikan Startup nya ketika pihak Investor telah dianggap keluar dari lingkaran pendanaan. Karena dia harus membayar (mengembalikan permodalan) dengan nominal yang lebih banyak dari nominal permodalan yang diberikan investor di awal.

STATEMEN PENUTUP

Sistem yang telah kami bangun di STASASHI ini jauh lebih aman bila dibandingkan dengan Anda bekerjasama secara langsung dengan orang lain, diluar dari STASASHI. Platform Pendanaan yang lain, mungkin tidak memiliki sistem keamanan dan filter yang jauh lebih ketat daripada yang saat ini kami miliki.

Meskipun Anda bekerjasama dengan orang yang telah Anda kenal, bukan berarti orang tersebut itu amanah, bila Anda tidak menguji nya terlebih dahulu. Disini, kami menguji setiap Founder berdasarkan kemampuan dan integeritas nya.

Sisa Permodalan yang tidak dikembalikan langsung ketika StartUp Bangkrut dan Fase Runnung Berakhir

Contoh Kasus: Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, ternyata terdapat sisa permodalan dengan jumlah Rp. 10.000.000. Dan StartUp XYZ tersebut telah dinyatakan bangkrut. Mengapa dana sisa Rp. 10.000.000 itu tidak dikembalikan langsung kepada Investor?.

Dalam hal pengembalian dana, baik itu Investor ataupun Pengelola, harus mengacu pada kententuan berikut: “Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA ataupun PIHAK STASASHI tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya”. Hal ini telah tertera pada Pasal 6 Poin ke 4 dalam SPK Versi ke-4. Dasar nya adalah itu. Sehingga, sudah sangat jelas, bahwa pengembalian dana sisa tersebut sepenuhnya adalah keputusan dari pihak Pengelola. Pihak Investor ataupun STASASHI tidak berhak memaksa Pihak Pengelola untuk mengembalikan permodalan sebelum masa pelunasan nya berakhir.

Untuk memberikan jawaban yang lebih memuaskan, perlu untuk diketahui bahwa Pihak Pengelola biasanya memiliki rencana lebih lanjut yang harus dia lakukan terkait dengan Startup yang dikelola nya. Rencana itu, terkadang tidak bisa di eksekusi segera, dan terkadang membutuhkan pemodalan untuk menjalankan nya. Sehingga, ada kemungkinan sisa permodalan tersebut digunakan untuk mendanai rencana nya di masa mendatang.

Jawaban untuk Pertanyaan:

  • Mengapa Permodalan tidak dikembalikan langsung ketika Fase Runing berakhir dimana masih terdapat permodalan yang tersisa.
Surat Keterangan Hasil Penggalangan Dana (SKHPD)

Surat Keterangan Hasil Penggalangan Dana atau yang disebut dengan SKHPD, adalah sebuah Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Pihak STASASHI sebagai bentuk dokumentasi atas hasil penggalangan dana yang telah dilakukan oleh sebuah StartUp.

Surat Keterangan ini berisikan jumlah nominal penggalangan dana yang telah di dapatkan dan tanggal berapa penggalangan dana tersebut selesai dilakukan.

Tujuan adanya Surat Keterangan ini adalah sebagai penentu performa sebuah StartUp dan untuk mengetahui sisa pendanaan sebuah StartUp yang mengumpulkan dana tersebut.

Tampilan Surat Keterangan Hasil Penggalangan Dana (SKHPD)

Syarat dan Ketentuan Pengembalian Permodalan

Tenggang Waktu

“Kewajiban dalam pengembalian modal usaha karena faktor kebangkrutan diberi tenggang waktu selama 5 (lima) tahun, baik itu pengembalian dilakukan secara kredit (diangsur) maupun kontan/ tunai.” Dan “ Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya.”

Hal ini telah kami perjelas dalam SPK, di bagian PSP-12 dalam SPK, yang kami kutip sbb:

“Pastinya PIHAK KEDUA (Pengelola) membutuhkan waktu untuk mengembalikan dana usaha yang mengalami kebangkrutan ini. Tidak bisa, setelah terjadi kebangkrutan, PIHAK KEDUA dipaksa langsung memberikan ganti rugi. Hal ini tidak manusiawi. PIHAK KEDUA perlu mengumpulkan uang dalam kurun waktu tertentu untuk bisa melunasi hutang PIHAK PERTAMA. Dan waktu yang disepakati untuk pengembalian dana ini adalah 5 tahun”

Contoh keadaan nya adalah demikian: Bila sebuah StartUp dinyatakan bangkrut pada tanggal 29 september 2019, maka Pihak Pengelola wajib mengembalikan dana yang diberi tenggang waktu maksimal tanggal 29 September 2024. Pihak Investor tidak berhak untuk memaksa Pihak Pengelola untuk melunasi nya sebelum tanggal 29 September 2024.

Sesuai Definisi Kebangkrutan

Penafsiran atas definisi kebangkrutan bisa beraneka ragam. Menurut KBBI, kebangkrutan adalah:

“Perihal (keadaan) bangkrut dari perusahaan karena tidak mampu membayar utang-utangnya dan sebagainya.

Dalam definisi di KBBI masih belum cukup kongkrit. Karena, bila definisi Kebangkrutan dari KBBI itu kita uji dengan sebuah pertanyaan: Utang- utang yang dimaksud harus dibayar dalam kurun waktu berapa lama dan besar nya berapa?. Akan muncul suatu pertanyaan baru.

Hal lain nya adalah mengenai reaksi Investor, yang dimana sebagian dari Investor yang memberikan pendanaan di STASASHI bukanlah jenis investor yang berpengalaman, sehingga mereka akan banyak menuntut untuk segera dilakukan penggantian modal, itupun memunculkan problematika baru. Hal ini telah kami dokumentasikan disini: Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Oleh karena itu, pihak STASASHI membuat definisi sendiri atas pengertian sebuah Kebangkrutan (dimana tentu hal ini telah kami cantumkan di SPK dan telah kami komunikasikan kepada Pengelola dan Investor juga), yang bisa Anda lihat disini: Perkembangan atas Definisi Kebangkrutan dan Permasalahan Mengenai Pengembalian Permodalan

Tahapan Putaran Pendanaan (Round) beserta Contoh nya

Fase pendanaan ini dibagi menjadi 3 jenis. Fase Pendanaan tahap ke-1 (Round 1), Fase Pendanaan tahap ke-2 (Round 2), Fase Pendanaan tahap ke-3 (Round 3). Untuk memberikan penjelasan lebih baik, kami memberikan contoh kasus sbb:

CONTOH KASUS 1

Sebuah StartUp bernama XYZ mendaftarkan diri di STASASHI. Startup itu kemudian di tampilkan di Listing Bisnis untuk mendapatkan Pendanaan Tahap Pertama (Round 1). Setelah mendapatkan pendanaan Tahap Pertama, Startup itu kemudian menggunakan dana tersebut untuk permodalan dan berhasil mencapai Target.

1 tahun kemudian, dikarenakan target Startup XYZ terpenuhi, Pengelola Startup kemudian memiliki inisiatif untuk mengembangkan bisnis nya. Dia kemudian membuka jalur pendanaan kedua (Round 2) dan Startup nya di tampilkan di Listing Bisnis STASASHI kembali untuk mendapatkan jumlah pendanaan tahap kedua yang dia butuhkan.

CONTOH KASUS 2

Sebuah StartUp bernama XYZ mendaftarkan diri di STASASHI. Startup itu kemudian di tampilkan di Listing Bisnis untuk mendapatkan Pendanaan Tahap Pertama (Round 1). Setelah mendapatkan pendanaan Tahap Pertama, Startup itu kemudian menggunakan dana tersebut untuk permodalan dan berhasil mencapai Target.

Namun, Startup XYZ tersebut gagal mencapai Target. Arus kas Startup itupun minus. Tetapi, Pengelola Startup itu yakin bahwa masalah kegagalan yang dialami nya bukan karena model bisnis nya yang salah, tetapi karena kesalahan manajerial. Kemudian dia melakukan pengumpulan permodalan lagi dengan membuka jalur pendanaan kedua (Round 2) dan Startup nya di tampilkan di Listing Bisnis STASASHI kembali untuk mendapatkan jumlah pendanaan tahap kedua yang dia butuhkan.

Performa

Dasar penilaian atas keberhasilan/ kegagalan StartUp

Sebuah StartUp akan dinyatakan berhasil apabila capaian keuntungan bersih nya melebihi target yang telah di tentukan sebelum nya di dalam Proposal Fundraising StartUp STASASHI, dalam kurun waktu Fase Running.

Sebuah StartUp akan dinyatakan dalam keadaan BAIK apabila capaian keuntungan bersih nya melebihi 50% (lima puluh persen) target yang telah di tentukan sebelum nya di dalam Proposal Fundraising StartUp STASASHI , dalam kurun waktu Fase Running.

Untuk definisi kegagalan/ kebangkrutan sebuah Startup, bisa Anda lihat disini: Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Mengapa Capaian 50% Penghasilan Bersih tidak dianggap Gagal

Kebanyakan sebuah bisnis yang sedang di rintis, peluang keberhasilan nya untuk mencapai Target sangatlah kecil. Bahkan, kebanyakan bisnis rintisan berakhir dengan kegagalan. Kami tidak ingin terlalu memberikan harapan berlebihan kepada sebuah bisnis yang baru, apalagi keadaan pada umum nya menunjukan hal itu sulit terlaksana.

Jadi, menurut kami, sudah bagus lah sebuah bisnis baru berhasil mencapai lebih dari 50% target. Sangat bagus lagi apabila capaian nya melebihi target. Namun, agar tidak terlalu kecewa, proporsi harapan kami turunkan.

Mengapa StartUp boleh Mengajukan Pendanaan Lagi meski performa nya buruk

Lihat penjelasan nya di halaman ini: Mengapa Suatu Bisnis Patut dicoba Lagi Meskipun telah menunjukan hasil yang Gagal | StartUp Semarang

Di penjelasan dalam halaman tersebut, sebuah bisnis patut mendapatkan pendanaan lagi, apabila terjadi kesalahan manajemen dan bukan nya kesalahan Model Bisnis nya.

Pengertian dan Jenis Fase (Tahapan)

Fase Pendanaan

Pelajari lebih lanjut disini: Pengertian Round atau Putaran Pendanaan

 

Fase Running

Fase running ini adalah tahapan aktivitas kerja yang dilakukan pada sebuah Startup. Secara umum, tahapan dalam pembangunan suatu bisnis adalah: Ide bisnis, mengeksekusi ide bisnis, menjalankan bisnis di awal, menjalankan bisnis secara operasional dan melakukan ekspansi usaha. Fase running pun gambaran nya seperti itu.

  • Seed Run: Disebut juga fase mengeksekusi ide bisnis.
  • Akselerasi: Disebut juga fase menjalankan bisnis di awal, atau merintis usaha. Ide dan semua perlengkapan nya sudah ada. Tinggal menjalankan nya, memperbaiki sistem yang cacat, dan mendapatkan keuntungan dari sana.
  • Operational: Ini adalah fase dimana sebuah bisnis telah melalui tahapan merintis usaha. Dimana kendala- kendala besar telah di selesaikan di masa perintisan usaha, dan saat ini sedang berjalan tanpa ada banyak kendala yang dialami.
  • Ekspansi: Ketika bisnis sudah cukup mapan, tibalah saat nya untuk melakukan perluasan (ekspansi) usaha. Hal ini bisa dilakukan dengan membuka cabang, membuka kategori produk lain nya, mengembangkan jalur marketing lebih luas lagi, dll.
Surat Keterangan Hasil Performa (SKHP)

Surat Keterangan Hasil Performa atau yang sering disebut dengan SKHP adalah Surat Keterangan yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pihak STASASHI yang berisikan performa tentang sebuah StartUp setelah Fase Running selesai.

Tujuan nya adalah untuk memperlihatkan data kepada Investor mengenai performa sebuah StartUp, dan untuk menentukan fase selanjutnya dari StartUp tersebut. Apakah StartUp itu perlu melakukan penggalangan dana lagi, ditutup, ataukah ada kebijakan lain dari Pihak STASASHI.

Tampilan Surat Keterangan Hasil Performa (SKHP)

Sample

Pengertian dan contoh Video Alibi

Pengertian

Video Alibi adalah rekaman tindakan yang dilakukan oleh Pengelola ataupun Saksi yang telah disediakan oleh pihak Pengelola, ketika melakukan penandatanganan SPK yang akan diberikan kepada Investor. Dalam rekaman video itu -Video Alibi tersebut, Pengelola akan memperlihatkan wajah nya, menyatakan identitas nya, dan menunjukan diri nya menandatangani Surat perjanjian kerja sama tersebut, lengkap dengan semua rekaman langsung atas isi Surat Perjanjian itu. Penggelapan dana investasi tidak akan bisa terjadi karena wajah dan identitas Pengelola telah terekam dengan sangat jelas.

Telah dijelaskan di dalam situs STAR SHARE Investasi (STASASHI), bahwa Investor yang berniat untuk menanamkan modal di perusahaan UKM, perlu melakukan penandatanganan perjanjian dengan pengelola. Namun sering nya, masalah waktu dan lokasi sering kali tidak memungkinkan investor untuk bertemu langsung dengan Pengelola. Oleh karena itu, kami menyediakan fitur keamanan yang disebut sebagai “Video Alibi”.

Jenis

Video Alibi yang menampilkan Pengelola melakukan penandatanganan SPK disebut dengan Video Alibi Pengelola. Video Alibi yang menampilkan Saksi yang disediakan pihak Pengelola (Saksi Kedua) melakukan penandatanganan SPK disebut dengan Video Alibi Saksi. Ada dua jenis video Alibi yang akan di berikan kepada Investor nanti nya.

Contoh

Surat Perjanjian Kerjasama

Cara Mendapatkan Softcopy SPK

[GB.01] Masuk ke Menu
[GB.02] Pada section “Customer Area”, pilih “MY Files”
[GB.01] Kemudian Anda akan mendapatkan file Softcopy Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Anda disana

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Jika Anda ingin melihat konten (isi) Surat Perjanjian Kerjasama, yang akan kami keluarkan ketika terjadi perjanjian investasi. Konten SPK setiap jenis startup pada dasar nya adalah sama. Yang membedakan nya hanyalah persentase pembagian hasil nya saja. Namun, SPK pada umum nya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu SPK untuk RDI (Resiko Ditanggung Investor) dan RDP (Resiko Ditanggung Pengelola). Anda bisa melihat contoh nya dibawah ini.

RDI (Resiko Ditanggung Investor) RDP (Resiko Ditanggung Pengelola)
Pengertian SPK (Surat Perjanjian Kerjasama)

SPK atau Surat Perjanjian Kerjasama adalah sebuah Surat Perjanjian yang dikeluarkan oleh pihak STASASHI yang mengikat antara Investor dengan Pengelola. Surat perjanjian tersebut berisikan kesepakatan mengenai ketentuan pemberian permodalan dan berbagai macam pemecahan kasus apabila terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. SPK terdiri dari 2 jenis, SPK Rangkap 1 dan SPK rangkap 2. SPK Rangkap 1 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Medium. Sedangkan SPK Rangkap 2 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Large.

Pengertian Surat Perjanjian Kerjasama

Surat Perjanjian Kerjasama atau sering disingkat dengan SPK, adalah sebuah surat perjanjian yang dibuat oleh pihak STASASHI, yang nantinya akan digunakan oleh Investor dan Pengelola, sebagai bukti tertulis yang berkekuatan hukum dan bersifat mengikat kedua belah pihak.

Vocabulary

Pay Back Period (PBP)

Pay Bank Period atau sering disingkat dengan PBP, adalah jangka waktu pengembalian dana kepada investor, ketika anak perusahaan tertentu dianggap telah bangkrut. Tentu saja, pihak Pengelola membutuhkan waktu dalam mengembalikan dana ini kepada investor. Tidak bisa, ketika perusahaan dinilai bangkrut, kemudian investor langsung meminta pengembalian dana, hal ini tidak mungkin dilakukan. Pay Back Period jangka waktu nya bisa antara 3- 8 tahun. Tergantung kesepakatan yang tertuang di dalam surat perjanjian kerja sama tersebut.

Pengertian “Saksi”

Saksi adalah seseorang yang ditunjuk oleh pihak pertama ataupun pihak kedua, sebagai saksi untuk menandatangani surat perjanjian. Saksi Pihak pertama, berarti orang yang ditunjuk oleh pihak pertama (Investor) untuk menjadi saksi atas penandatanganan surat perjanjian kerja sama tersebut. Sedangkan saksi Pihak Kedua adalah orang yang ditunjuk oleh pihak kedua (Pengelola) untuk menjadi saksi atas penandatanganan surat perjanjian kerja sama tersebut. Setiap saksi harus mencantumkan nama terang nya ketika melakukan pendantanganan SPK.

Pengertian dan contoh Video Alibi

Pengertian

Video Alibi adalah rekaman tindakan yang dilakukan oleh Pengelola ataupun Saksi yang telah disediakan oleh pihak Pengelola, ketika melakukan penandatanganan SPK yang akan diberikan kepada Investor. Dalam rekaman video itu -Video Alibi tersebut, Pengelola akan memperlihatkan wajah nya, menyatakan identitas nya, dan menunjukan diri nya menandatangani Surat perjanjian kerja sama tersebut, lengkap dengan semua rekaman langsung atas isi Surat Perjanjian itu. Penggelapan dana investasi tidak akan bisa terjadi karena wajah dan identitas Pengelola telah terekam dengan sangat jelas.

Telah dijelaskan di dalam situs STAR SHARE Investasi (STASASHI), bahwa Investor yang berniat untuk menanamkan modal di perusahaan UKM, perlu melakukan penandatanganan perjanjian dengan pengelola. Namun sering nya, masalah waktu dan lokasi sering kali tidak memungkinkan investor untuk bertemu langsung dengan Pengelola. Oleh karena itu, kami menyediakan fitur keamanan yang disebut sebagai “Video Alibi”.

Jenis

Video Alibi yang menampilkan Pengelola melakukan penandatanganan SPK disebut dengan Video Alibi Pengelola. Video Alibi yang menampilkan Saksi yang disediakan pihak Pengelola (Saksi Kedua) melakukan penandatanganan SPK disebut dengan Video Alibi Saksi. Ada dua jenis video Alibi yang akan di berikan kepada Investor nanti nya.

Contoh

Pengertian Founder

Founder dalam dunia startup berarti orang yang mendirikan startup tersebut, dan yang bertanggung jawab penuh atas usaha yang dijalankan nya. Founder dalam artian kami, bisa disebut sebagai Pengelola. Jadi, jika Anda menemukan frasa Pengelola atau Founder di salah satu artikel kami, makna nya adalah sama.

Pengertian SPK (Surat Perjanjian Kerjasama)

SPK atau Surat Perjanjian Kerjasama adalah sebuah Surat Perjanjian yang dikeluarkan oleh pihak STASASHI yang mengikat antara Investor dengan Pengelola. Surat perjanjian tersebut berisikan kesepakatan mengenai ketentuan pemberian permodalan dan berbagai macam pemecahan kasus apabila terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. SPK terdiri dari 2 jenis, SPK Rangkap 1 dan SPK rangkap 2. SPK Rangkap 1 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Medium. Sedangkan SPK Rangkap 2 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Large.

Pengertian Startup

Startup adalah sebuah perusahaan yang baru berdiri, atau baru di rintis, atau sama sekali berbentuk ide dan akan dirintis. Istilah startup ini lebih dikategorikan untuk perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet. Setiap usaha bisnis yang di listing di situs STASASHI bergerak di bidang IT.

Pengertian Surat Perjanjian Kerjasama

Surat Perjanjian Kerjasama atau sering disingkat dengan SPK, adalah sebuah surat perjanjian yang dibuat oleh pihak STASASHI, yang nantinya akan digunakan oleh Investor dan Pengelola, sebagai bukti tertulis yang berkekuatan hukum dan bersifat mengikat kedua belah pihak.

ROI

Jika Anda kurang familiar dengan apa itu ROI atau Return Of Investment, berikut penjelasan sederhananya. ROI adalah waktu yang dibutuhkan ketika modal tersebut bisa kembali. Misalkan, Anda menanamkan modal sebesar 10 juta. Nilai ROI nya adalah 10% tiap bulan. Maka, setiap satu bulan, Anda akan mendapatkan pendapatan sebesar 10% X Rp. 10.000.000= Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah). Agar modal 10 juta yang Anda tanamkan kembali, maka dibutuhkan waktu 10 bulan (karena setiap bulan nya Anda mendapatkan 1 juta rupiah). Dalam 10 bulan, modal Anda akan kembali. Namun, Anak Perusahaan yang Anda danai tidak akan tutup dalam waktu 10 bulan. Mungkin akan tetap berlanjut sampai 10 tahun (atau 120 bulan). Maka, dalam waktu 10 tahun masa hidup Anak Perusahaan tersebut, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 120 X 1 juta= 120 juta- 10 juta (modal yang Anda tanamkan)= 110 juta.

Tutup Menu
×
×

Basket

WhatsApp WhatsApp