CO Founder

Cara Kerja- Umum

Umum

Investor memberikan pendanaan ke startup pilihan mereka ataupun ke anak usaha perusahaan STAR SHARE. Pihak STASASHI mengurus administrasi dan legalitas nya. Kami memastikan pihak Pengelola menyediakan kelengkapan yang dibutuhkan sebelum mendapatkan permodalan. Setelah administrasi lengkap, kemudian pihak investor bisa mengirimkan permodalan nya kepada pihak kami terlebih dahulu. Setelah kami melakukan pengecekan, permodalan tersebut akan diteruskan kepada pihak Pengelola.

Setelah mendapatkan permodalan, pihak Pengelola akan bekerja mengelola uang tersebut sesuai business plan yang telah mereka tetapkan sebelum mengirimkan listing startup mereka. Dalam hal pembangunan bisnis ini, tentu membutuhkan waktu dalam melakukan nya, sehingga diharapkan kesabaran dari para investor untuk mendapatkan pembagian hasil atas usaha yang di danai tersebut.

Setelah bisnis yang di danai tersebut menghasilkan keuntungan, maka pihak Founder berkewajiban untuk memberikan pembagian hasil atas keuntungan yang di dapatkan dari usaha nya tersebut kepada pihak investor, sesuai persentase pembagian hasil (PPH) yang telah di sepakati dan yang telah tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak (Investor dan Founder).

Dalam hal untuk mendapatkan profitabilitas, kami memberikan potongan dengan jumlah tertentu atas pendapatan yang di dapatkan oleh setiap startup yang di danai oleh para investor tersebut. Kami melakukan pemantauan secara tidak langsung pada aktivitas kerja para Founder.

Khusus

Dikarenakan kami melayani 3 jenis User (yaitu: Investor, Founder dan CO Founder), maka penjelasan atas cara kerja perusahaan ini kami bagi menjadi 3 jalur. Pilih salah satu menu berikut untuk melihat masing- masing penjelasan nya.

Investor

Lihat cara kerja jalur investor pada pilihan menu berikut ini.

Founder

Lihat cara kerja jalur Founder pada pilihan menu berikut ini.

CO Founder

Lihat cara kerja jalur CO Founder pada pilihan menu berikut ini.

Cara Kerja: CO Founder

CO Founder memilih Founder

CO Founder perlu mendaftar terlebih dahulu di dalam situs STASASHI ini. Pendaftaran harus ditujukan sebagai “CO Founder”. Setelah mendaftar, CO Founder bisa melihat daftar direktori member yang status nya sebagai Founder. Anda bisa melihat kontak para Founder pada setiap halaman profil mereka. Silahkan hubungi Founder tersebut untuk informasi lebih lanjut mengenai project startup mereka.

Saling bertukar pikiran dan berkomunikasi

Setelah CO Founder menghubungi Founder, kemudian silahkan saling bertukar pikiran, mengobrol panjang lebar mengenai project startup yang akan dikerjakan, membicarakan mengenai visi dan misi perusahaan, profil, dll. Kupas tuntas satu sama lain untuk dapat saling mamahami.

Menjalin kesepakatan

Setelah perbincangan selesai dilakukan, selanjutnya adalah melakukan kesepakatan. Apakah pihak CO Founder mau bergabung dengan Founder untuk mengerjakan startup bersama- sama, ataukah pihak Founder setuju dengan pengajuan yang diberikan oleh pihak CO Founder?. Terdapat suatu kesepakatan yang harus di komunikasikan bersama- sama, baik itu mengenai persentase pembagian saham, hutang gaji, dll.

Melakukan Kontrak Perjanjian Kerja

Setelah kesepakatan telah di tentukan, selanjutnya adalah membuat legalitas surat perjanjian kerja sama. Pihak Founder ataupun CO Founder mungkin masih awam mengenai hal ini. Oleh karena nya, pihak STASASHI disini memberikan pelayanan untuk membuat surat perjanjian kerjasama tersebut.

Cara Kerja: Founder

Melengkapi Profil

Pertama- tama Anda harus melengkapi profil Anda. Data dalam profil Anda akan digunakan nantinya sebagai acuan utama untuk membuat dokumen administrasi yang dibutuhkan nanti nya dan sebagai identitas otontik diri Anda. Ikuti panduan nya disini: Melengkapi Profil.

Mempersiapkan Proposal Bisnis

Tentu saja investor harus tahu persis siapa orang yang ingin mereka danai. Siapa penanggung jawab utama nya, siapa saja nama tim nya, dimana alamat rumah mereka, apa nama bisnis nya, bergerak di bidang apa bisnis tersebut, dll. Data- data tersebut harus di siapkan oleh Founder sebelum mengajukan listing bisnis nya. Silahkan persiapkan data- data tersebut secara lengkap. Ikuti panduan nya disini: XXXXXXXXXX

Mengirimkan Proposal Bisnis ke STASASHI

Setelah mempersiapkan Proposal Bisnis dan BMC, tibalah saat nya untuk mengirimkan nya kepada kami untuk nanti nya dilakukan penilaian dan di publikasikan di dalam Listing Bisnis kami. Hal ini memerlukan tindakan dari Founder (Anda). Ikuti panduan nya disini: XXXXXXXXXX.

Memverifikasi Data Diri

Data diri Anda tentu saja perlu kami verifikasi untuk memastikan kebenaran nya. Proses ini tidak memerlukan waktu yang lama. Untuk melakukan nya, ikuti panduan berikut: XXXXXXXXXXXX

STASASHI akan memproses Listing Bisnis Anda

Kami akan menaruh listing bisnis Anda di websites kami, dan memberitahu para investor bahwa terdapat sebuah startup potensial yang bisa mereka danai. Investor yang mendapatkan pemberitahuan akan melakukan pengecekan pada startup tersebut, dan bila mereka menyukai nya, mereka bisa memberikan permodalan pada startup itu.

Menunggu Investor Menghubungi Anda

Setelah Proposal Bisnis dan BMC kami publikasikan di Listing Bisnis STASASHI, maka tindakan yang harus dilakukan oleh Founder adalah menunggu adanya calon Investor yang tertarik akan bisnis tersebut. Mereka biasanya akan menghubungi Anda melalui kontak (WhatsApp, Email, dsb) yang telah Anda sertakan di dalam profil.

Silahkan jawab semua pertanyaan mereka. Yakinkan mereka secara objektif bahwa startup Anda memiliki potensi yang bagus dan dapat berkembang dengan sangat besar apabila mereka memberikan permodalan kepada bisnis Anda tersebut.

Mendapatkan Permodalan dari Investor

Setelah Investor yakin ingin mendanai usaha Anda, mereka akan melakukan pemesanan SPK (Surat Perjanjian Kerjasama) melalui Listing Bisnis di STASASHI. Pihak kami pun akan mempersiapkan semua dokumen penting dan administrasi nya.

Ketika terdapat investor yang memberikan permodalan, dana dari mereka terlebih dahulu akan diterima oleh pihak STASASHI. Dana tersebut tidak terlebih dahulu diteruskan ke Pengelola sebelum berbagai macam sarana administrasi dan dokumen hukum sudah dibuatkan. Pelajari selengkapnya: XXXXXXXXX

Prosedur Selanjutnya

Sebagai permulaan, hal- hal diatas saja dulu yang perlu Anda pahami dan lakukan. Prosedur selanjutnya yang bisa Anda lihat di halaman ini: XXXXXXXXX, bisa Anda pelajari nanti. Anda juga bisa melanjutkan untuk melihat menu cepat (Quick Menu) Founder disini: XXXXXXX

Cara Melakukan Pemesanan Secara Umum

Ini adalah panduan mengenai cara melakukan pemesanan layanan secara umum yang bisa di praktekan untuk semua jenis layanan. Biasanya panduan ini digunakan untuk melakukan pemesanan surat/ dokumen (Surat pernyataan pelunasan hutang, pergantian SPK, dll).  Bila Anda ingin melakukan pemesanan seperti jenis diatas, maka silahkan ikuti panduan dibawah ini.

 

Pilih items/ layanan yang hendak di beli

Ada beberapa layanan yang di sajikan di STASASHI. Beragam layanan tersebut bisa di lihat di halaman Welcome (halaman landing ketika Anda pertama login) di dalam section “Layanan”. Menu ini juga bisa di lihat di halaman Menu >> Store. Selanjutnya, pilih layanan yang hendak Anda pesan.

 

Baca Deskripsi items dan (bila perlu) cara pembelian nya juga

Untuk memastikan itu adalah items yang benar ingin Anda beli, baca terlebih dahulu deskripsi nya. Sering nya juga, cara pemesanan suatu items, memerlukan suatu jenis tindakan tertentu untuk melengkapi nya. Jadi, lebih baik, baca juga cara pemesanan khusus nya di bagian “Cara Pemesanan”.

Sehingga, Anda tahu apa yang perlu untuk dilakukan nanti setelah Anda selesai melakukan pemesanan atau Anda akan tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pemesanan tersebut.

 

Melakukan Pemesanan

Setelah Anda memilih items/ layanan yang tepat, dan mengetahui tindakan pemesanan selanjutnya, saat nya untuk melakukan pemesanan. Untuk melakukan hal itu, Anda cukup menekan tombol “Add this to Basket”. Kemudian, klik tombol “Lanjutkan”.

 

Cek kembali Portfolio yang ingin di danai

  1. Cek daftar portfolio dan pendanaan yang Anda pilih di halaman Cart. Anda bisa menghapus pilihan Anda ataupun memperbarui nya di halaman tersebut [Lihat GB.07].
  2. Apabila sudah yakin dengan pilihan Anda, klik tombol “Proceed to Checkout” [Lihat GB.08].
GB.07- Cek ulang pesanan Anda
[GB.08] Klik tombol “Proceed to Checkout”

Melengkapi Data Diri

  1. Lengkapi data diri Anda yang ada di berbagai kolom pada halaman “Checkout” [GB.09].
    1. Apabila Anda memiliki kode kupon, Anda bisa memasukan nya di bagian “Click here to enter your code” [GB.09-1].
    2. Anda juga bisa memasukan pesan khusus untuk Customer Service mengenai pesanan Anda, dengan menuliskan nya di kolom “Order Notes” [GB.09-2].

[GB.09] Lengkapi data diri Anda
[GB.09-1] Masukan kode kupon jika Anda memiliki nya
[GB.09-2] Menambahkan catatan khusus untuk Admin

Pilih Pembayaran

  1. Setelah itu, pilih jenis pembayaran yang Anda inginkan. Kami memiliki dua jenis pembayaran yang bisa Anda pilih: Direct Bank Transfer (Transfer Langsung antar bank lokal) ataupun Cash On Delivery [GB.10]
    1. Jika Anda memilih “Direct Bank Transfer”, Anda bisa mengirimkan pendanaan investasi melalui transfer antar bank.
    2. Jika Anda memilih “Cash On Delivery”, maka Anda harus mengirimkan pendanaan nya langsung ke kantor kami. Jadi, Anda harus datang langsung ke kantor kami untuk mengirimkan pendanaan nya. Anda bisa melihat alamat kami di halaman Contact Us.
  2. Centang (check) Saya telah membaca dan menyetujui ketentuan yang ada pada halaman terms and conditions * [GB.11]
  3. Setelah semuanya lengkap, klik tombol “Place Order” [GB.12]

[GB.10] Pilih metode pembayaran
[GB.11] Centang “saya telah membaca syarat dan ketentuan”
[GB.12] Klik tombol “Place Order”

Cek dan Catat Rincian Pembayaran

  1. Kemudian Anda akan sampai pada halaman “Order Received”, dimana Anda bisa melihat rincian investasi yang Anda pesan. Lihat dan catat jumlah yang harus Anda transfer dan ID Order Anda [GB.12], karena hal ini sangat penting untuk mengkonfirmasi pembayaran yang Anda terima.
[GB.12] Detail Order Anda

Melakukan Pembayaran

  1. Lakukan pengiriman dana permodalan ke salah satu Rekening Kami, dengan jumlah sesuai yang tertera pada halaman “Order Received” yang ditampilkan sebelum nya (halaman yang ditampilkan pada waktu Anda menekan tombol “Checkout”).
    1. Di halaman “Order Received”, sebelum nya telah kami instruksikan kepada Anda bahwa Anda perlu menuliskan ID Order dan jumlah nominal yang perlu Anda transfer ke rekening kami. Karena data tersebut diperlukan ketika Anda mengirimkan konfirmasi pembayaran.
    2. Pastikan dana yang Anda transfer, tepat persis seperti jumlah yang telah ditentukan. Jadi, jika nominal dana yang ditransfer adalah sebesar Rp. 260.352 (dua ratus enam puluh ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah), maka jumlah itu lah yang harus Anda transfer. Jangan dibulatkan.
    3. Jangan lupa untuk menyimpan lampiran struk bukti transfer nya.
    4. Khusus untuk investasi skala “Large”, maka jumlah yang perlu Anda transfer tidak akan sama seperti jumlah investasi yang Anda pilih. Karena, jenis investasi tersebut mengharuskan Anda mengirimkan permodalan nya nanti setelah Anda menerima Surat Perjanjian Kerjasama (SPK). Jadi, jangan mengirimkan permodalan sebelum Anda menerima dan mengirimkan ulang SPK nya.

Melakukan Konfirmasi Pembayaran

  1. Setelah Anda mentransfer, kemudian kunjungi halaman: Formulir Konfirmasi Pembayaran, atau klik saja tombol “Konfirmasi Pembayaran (Klik disini)” [GB.13]. Anda akan diarahkan ke halaman Konfirmasi pembayaran [GB.14]
  2. Langkah selanjutnya adalah menunggu balasan konfirmasi pembayaran dari pihak Customer Care. Silahkan tunggu maksimal 2 hari kerja.

[GB.13] Klik tombol “Konfirmasi Pembayaran”
[GB.14] Halaman konfirmasi pembayaran

Monitoring Pesanan Anda

Anda selalu bisa melakukan pengecekan status pesanan Anda dengan mengunjungi: My Account >> Order [GB. 15.A]. Lihat detail dan status pemesanan Anda dengan mengeklik tombol “View” [GB. 15.B].

Bila pemesanan Anda selesai diproses, Anda bisa melihat status nya menjadi “Complete”. Bila Anda melihat status pemesanan selain “Complete” [GB. 15.C], Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut disini: Pembacaan Status Pemesanan di beragam Toko Online atau Marketplace | StartUp Semarang.

[GB. 15.A]
[GB. 15.B]
[GB. 15.C]

ID dan Jenis- jenis nya

ID atau kode suatu sebutan, adalah sebuah kode yang digunakan dalam departemen Administrasi untuk memudahkan manajemen pendataan. Bila suatu sebutan tidak diberi kode, maka akan kesulitan dalam mengelola ataupun menyimpan data- data atau data yang berhubungan dengan hal itu.

Jenis- jenis ID di STASASHI dan Format nya

  1. ID Investor: Kode untuk investor yang pernah melakukan pemesanan SPK. Tidak hanya untuk mereka yang pernah melakukan investasi saja. Format nya adalah: IVS. Nomor Urut (2 digit). Kode StartUp. Contoh: IVS.55.FX. Berarti itu adalah untuk ID investor yang bernomor urut 55, dan yang pernah melakukan pemesanan SPK untuk StartUp Foxy Tracker.
  2. ID StartUp: Kode untuk sebuah StartUp yang tercantum di listing bisnis. Sebagai contoh, FX adalah ID untuk startup Foxy Tracker.
  3. ID SPK: Kode untuk SPK yang dikeluarkan untuk seorang investor yang pernah melakukan pemesanan SPK. Format nya adalah: SPK. Nomor Urut (2 digit). Kode StartUp. Contoh: SPK.55.FX. Berarti itu adalah untuk ID SPK yang bernomor urut 55 untuk StartUp Foxy Tracker.
  4. ID jenis SPK: Kode untuk versi SPK yang dikeluarkan. Contoh nya adalah: SPK.R1-DB-SKL.M-RDP. Kode ini hanya untuk Admin sehingga tidak dijelaskan banyak disini.
Invoice

Pengertian

Invoice adalah surat penagihan yang dikeluarkan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli atau dalam hal ini pelanggan sesuai kesepakatan yang tertera di Purchase Order. Atau yang lebih dikenal dengan surat pemesanan yang dikeluarkan setelah terjadi booking atau pesanan antara penjual dengan pembeli. Invoice berisi rincian dari setiap barang atau produk yang ditawarkan dengan harga sesuai kesepakatan PO.

Masyarakat umum Indonesia lebih mengenal faktur daripada invoice. Sebagaimana termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa faktur merupakan daftar kiriman barang yang dilengkapi dengan keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar oleh pelanggan. Faktur juga bisa diartikan sebagai perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada konsumen.

Semua yang terlibat dalam bisnis baik perdagangan produk, jasa atau yang lainnya pasti membutuhkan invoice. Di perusahaan jasa invoice biasa disebut dengan Notice atau kwitansi. Invoice ini merupakan bukti transaksi antara penjual dan konsumen.

 

Cara mendapatkan invoice

[GB.01] Masuk ke Menu >> Akun Saya
[GB.02] Anda nanti akan masuk ke halaman My Account WooCommerce
[GB.03] Pilih menu “Order”
[GB.04] Lihat Order yang status nya “Complete”
[GB.05] Klik tombol “Download Invoice”, lalu kemudian akan terdownload file nya
 

Simpan atau print file nya, kemudian simpan di tempat yang aman. File itu adalah bukti bahwa Anda telah mengirimkan investasi atau permodalan.

Konfirmasi Pembayaran

Konfirmasi Pembayaran via Email

Jika Anda tidak bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui Formulir Konfirmasi Pembayaran yang telah kami sediakan, Anda bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui (via) email. Silahkan ikuti panduan nya dibawah ini:

  1. Buat email baru.
  2. Pada bagian “Judul”, tuliskan judul email dengan format: Konfirmasi Pembayaran #ID ORDER.

    1. Contoh: Konfirmasi Pembayaran #5001.
    2. ID Order Anda bisa di lihat pada bagian: My Account (SHOP) >> Order.
  3. Pada bagian badan email, tuliskan format dengan ketentuan:
    1. Rekening Tujuan transfer:
    2. Tanggal transfer:
    3. Waktu transfer: (bisa di kira- kira untuk waktu transfer nya).
    4. Jumlah transfer:
    5. Contoh:
      1. Rekening Tujuan transfer: Mandiri
      2. Tanggal Transfer: 12 Agustus 2017
      3. Waktu transfer: 12:30
      4. Jumlah transfer: Rp. 100.184
  4. Lampirkan bukti transfer yang Anda lakukan di dalam email tersebut.
  5. Kirimkan email tersebut ke: [email protected]

[LIHAT CONTOH]

Panduan Memulai: CO Founder

Melengkapi Profil

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melengkapi profil secara lengkap dan sebaik mungkin. Untuk melakukan nya, silahkan kunjungi Halaman Profil. Tampilan profil merupakan sarana untuk mempublikasikan potensi Anda. Sebelum menghubungi Anda, orang akan melihat sekilas tentang diri Anda dari profil yang ditampilkan.

Untuk melengkapi profil, cukup isi saja kolom- kolom yang tertera sesuai keterangan nya. Pastikan Anda memasukan data diri yang sebenar nya. Arahkan kursor ke icon “?” untuk mendapatkan petunjuk tambahan [Gambar 1]. Lihat juga: Contoh profil CO Founder

 

Mencari Founder

Selanjutnya, Anda perlu mencari rekan Founder yang tepat sesuai dengan kriteria Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan mengunjungi Directory- Founder. Sebelum menghubungi Founder, lebih baik pelajari sebentar mengenai orang tersebut. Pastikan kriteria orang itu cocok dengan Anda. Silahkan pilih dan gulir profil yang tertampil di halaman itu.

CATATAN:

Suatu ketika, mungkin saja ada seorang Founder yang tiba- tiba menghubungi Anda karena tertarik dengan informasi yang ditampilkan di profil Anda. Bila hal ini terjadi, lihat dahulu profil nya untuk mengetahui gambaran awal mengenai orang tersebut. Akan lebih mudah membuka percakapan dengan orang baru apabila Anda sudah memiliki cukup informasi tentang dia.

SARAN:

Kami menyarankan untuk memilih profil yang lengkap, sebelum Anda memutuskan untuk menghubungi orang tersebut. Profil yang lengkap mencerminkan keseriusan dan niatan seorang Founder tersbut dalam mencari rekanan CO Founder. Saran yang sama juga kami berikan kepada Founder dan Investor. Oleh karena itu, penting sekiranya bagi Anda sendiri untuk melengkapi profil dengan baik.

Tidak hanya sekedar mencari Founder, Anda juga bisa mencari rekan CO Founder yang lain di halaman Directory- CO Founder. Mungkin akan lebih menyenangkan apabila memiliki teman ketika mencari sesuatu yang sama. Dalam beberapa kasus, rekan CO Founder yang Anda temui mungkin memiliki tim startup dimana Anda bisa diperkenalkan masuk ke dalam nya. Atau bisa saja Anda dan rekan CO Founder tersebut membuat sebuah tim startup sendiri.

 

Menghubungi Founder

Bila Anda tertarik dengan salah satu profil, klik profil tersebut dan kirimkan pesan kepada nya melalui fitur Private Messages yang kami sediakan [Bantuan]. Anda mungkin juga bisa menghubungi kontak yang tertampil di profil (email, WhatsApp, dan kontak sosial media lain nya) apabila tersedia.

CATATAN:

Tidak sedikit Pengguna yang tidak menyertakan kontak eksternal nya di profil. Mungkin mereka memiliki sedikit issue dengan privasi. Sehingga, gunakanlah fitur Private Messages yang kami sediakan.

SARAN:

Apabila Anda mencoba menghubungi orang tersebut dengan menggunakan kontak eksternal (selain menggunakan fitur Private Messages yang telah kami sediakan), pastikan Anda memberitahukan terlebih dahulu darimana Anda menemukan kontak orang tersebut. Katakanlah bahwa Anda mendapatkan informasi kontak nya dari STASASHI.

Jangan lupa juga perkenalkan diri Anda dengan menyebutkan nama lengkap dan lokasi saat ini, agar tidak terasa sebagai orang asing dan memperlancar percakapan melalui chat nanti nya. Tentu saja, Anda sendiri akan enggan untuk membalas pesan dari seseorang yang tidak jelas identitas nya, ya kan !?.

Kami menyarankan untuk menghubungi melalui chat terlebih dahulu. Kemudian, mintalah ijin untuk menghubungi melalui panggilan telepon. Jangan menelfon langsung.

Buka percakapan dengan mengajukan pertanyaan satu sama lain seputar latar belakang, visi dan misi, keterampilan yang dimiliki, kontribusi yang bisa diberikan, alasan ingin mendirikan bisnis, pembagian hasil/ saham yang akan terjadi, dll.

Setelah percakapan melalui chat dan panggilan suara sudah dilakukan, dan sudah ada tanda- tanda saling cocok atas visi dan misi, dan juga kriteria personal yang ada, maka kami menyarankan untuk melakukan video call untuk lebih mengakrabkan diri satu sama lain.

 

Mendalami Visi, Misi, Kriteria Personal dan Aspek Bisnis

Tidak perlu terburu- buru untuk mengerjakan bisnis bersama. Anda perlu mempertimbangkan banyak aspek, khusus nya adalah mengenai visi, misi dan kriteria personal dari orang tersebut, sebelum mengambil keputusan melakukan kerjasama dalam membangun bisnis.

Luangkan waktu sekiranya 2- 7 hari untuk memikirkan tentang hal itu. Perlu di ingat, bahwa tidak akan ada orang yang benar- benar seratus persen sesuai dengan kriteria Anda. Jadi, bila terdapat kekurangan dari orang tersebut, itu adalah hal yang wajar, dan Anda perlu menerima nya bila hal itu masih dalam toleransi Anda.

SARAN:

Anda juga bisa menanyakan hal lain nya kepada orang tersebut, bilamana ada sesuatu hal yang masih belum terjawab atau mengganjal. Pastikan Anda membuat pertimbangan dengan matang sebelum mengambil keputusan melakukan kerja sama.

 

Bertemu Founder

Bertemu dengan Founder bukan suatu keharusan. Terlebih apabila orang tersebut berada di luar provinsi. Etika nya, pihak CO Founder lah yang perlu datang ke tempat Founder. Tapi, itu semua tergantung kesepakatan saja. Maksud nya, bila pihak Founder yang malah ingin bertemu dengan CO Founder, hal itu tidak masalah.

Dengan bertemu dan bertatap muka, mengetahui lokasi rumah satu dengan yang lain nya, dan bertemu dengan saudara/ keluarga dalam tempat tinggal tersebut, maka kepercayaan (trust) bisa menjadi lebih kuat karena nya.

CATATAN:

Dalam bisnis yang berbasiskan Teknologi Informasi (IT), aktivitas kerja bisa dilakukan secara remote. Jadi, tidak ada keharusan untuk bertemu secara langsung apabila jenis bisnis yang ingin digarap adalah bisnis IT.

Tapi, bila bisnis yang hendak di garap adalah bisnis yang mengharuskan kehadiran untuk mengerjakan nya, maka pertemuan antara Founder dan CO Founder merupakan hal yang krusial untuk dilakukan.

Membuat MOU

Setelah yakin untuk mendirikan usaha bersama, saat nya menuangkan kesepakatan tersebut dalam bentuk legal agreement (MOU atau Surat Perjanjian Kerjasama). Agar memiliki kekuatan hukum, legal agreement tersebut harus dibuat dengan tulisan sesuai dengan kaidah perjanjian yang resmi. Tidak hanya itu saja, berbagai aspek penting dan resiko juga harus dituliskan dengan jelas disana.

Pihak Founder maupun CO Founder bisa membuat legal agreement tersebut sendiri. Bila kurang dirasa mampu untuk membuat legal agreement yang baik dan benar, Anda bisa menggunakan layanan kami berikut: Service | Legal Agreement. Kami akan membuatkan MOU/ Surat Perjanjian Kerjasama dengan konten kustom sesuai kesepakatan yang terjadi.

CATATAN:

Dokumen Legal Agreement harus memiliki kekuatan hukum yang bersifat memaksa dan memiliki dampak (hukuman). Hal ini bertujuan agar baik itu pihak Founder ataupun CO Founder akan selalu saling terikat satu sama lain nya dalam menjalankan kesepakatan yang telah dituangkan di dalam nya. Jika tidak, akan sangat mudah bagi salah satu pihak untuk berhenti berkomitmen dan mengingkari perjanjian tersebut.

Biaya pembuatan dokumen secara etika harus nya ditanggung (di pesan dan di urus) oleh Founder. Sehingga, panduan cara pemesanan tidak kami tuliskan disini.

 

Mulai mengerjakan Bisnis Bersama

Setelah legal agreement di sepakati bersama (di tanda tangani diatas materai), saat nya memulai mengerjakan bisnis tersebut. Ini merupakan langkah awal dalam memulai pembangunan bisnis bersama. Akan ada banyak halang dan rintang yang pastinya akan menghampiri, dimana kendala semacam itu adalah wajar.

Tetap solid dan maju terus untuk membangun bisnis/ project tersebut. Suatu hari perusahaan impian itu juga akan berdiri juga.

Verifikasi Profil

Pengertian Pengguna Terverifikasi

Pengertian, kegunaan hingga tampilan verified members bisa dilihat disini: Verified Members (Shop)

 

Verifikasi Data Diri

Pengertian

Verifikasi Data Diri adalah memverifikasi akun yang Anda gunakan memang benar mencerminkan identitas Anda yang sebenar nya.

Cara Melakukan Verifikasi Data Diri

  1. Ambil satu lembar kertas polos/ kosong. Ukuran yang disarankan adalah A4 atau Folio.
  2. Tulis dengan tulisan tangan “Nama saya adalah: nama_anda”.
  3. Bagian bawah dari tuliskan itu, tuliskan ID Kartu tanda pengenal Anda.
  4. Foto diri Anda dengan kamera selfi. Pastikan keseluruhan wajah Anda tertampil dalam foto tersebut (tidak terpotong).
Visibilitas Data Profil

Informasi dan Data Pengguna yang dibagikan kepada VIP Members

Setiap pengguna situs STASASHI memiliki kendali atas informasi dan data yang hendak dibagikan nya. Hal ini mirip seperti pengaturan status Facebook. Anda bisa memilh, apakah postingan status yang Anda buat itu akan dibagikan kepada publik, teman, ataukah diri Anda sendiri.

Bila postingan status itu di setting untuk dibagikan kepada publik, maka setiap orang bisa melihat nya. Termasuk mereka yang tidak memiliki akun Facebook pun bisa melihatnya.

Bila postingan status itu di setting untuk dibagikan kepada Teman, maka hanya teman saja yang bisa melihat nya. Mereka yang tidak memiliki akun Facebook tidak bisa melihatnya.

Bila postingan status itu di setting untuk dibagikan kepada Diri Sendiri, maka Hanya Anda saja yang bisa melihat nya. Dan cara melihatnya adalah dengan masuk ke dalam akun Facebook milik Anda sendiri. Mereka yang tidak memiliki akun Facebook, ataupun teman Facebook Anda tidak bisa melihatnya.

Tetapi, secara default, postingan tersebut telah tersetting untuk dibagikan kepada Teman. Anda bisa mengubah settingan tersebut, terserah Anda. Pengguna (termasuk Anda) memiliki kendali penuh untuk mengubah settingan tersebut.

Begitu pula data pengguna yang hendak dibagikan di dalam situs STASASHI kepada VIP Members. Informasi Pengguna seperti nomor telepon dan email, secara default disetting untuk bisa dilihat oleh VIP Members. Bila Pengguna tersebut merasa keberatan, maka dia cukup untuk mengubah settingan nya menjadi hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri. Sehingga, orang lain, termasuk VIP Members tidak bisa melihatnya.

 

Visibilitas atas informasi yang ditampilkan

Setiap Members bisa melihat informasi satu sama lain nya. Tetapi, informasi yang bisa dilihat adalah terbatas dan tergantung dari settingan lanjutan visibilitas informasi yang dilakukan. Visibilitas default adalah settingan keterlihatan informasi tertentu yang terjadi setelah members melakukan pendaftaran di dalam situs STASASHI ini. Ini adalah settingan visibilitas data secara default. Ketika pertama kali mendaftar, visibilitas data yang terlihat dalam profile adalah sbb:

Perbandingan

  • Email
  • Sosial Media
  • No Telepon
  • Tanggal Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Alamat Lengkap (KTP)
  • Alamat Kota
  • Alamat Provinsi

Dokumen

Surat Perjanjian Kerjasama (SPK)

Pengertian

Pengertian 1: SPK atau Surat Perjanjian Kerjasama adalah sebuah Surat Perjanjian yang dikeluarkan oleh pihak STASASHI yang mengikat antara Investor dengan Pengelola. Surat perjanjian tersebut berisikan kesepakatan mengenai ketentuan pemberian permodalan dan berbagai macam pemecahan kasus apabila terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. SPK terdiri dari 2 jenis, SPK Rangkap 1 dan SPK rangkap 2. SPK Rangkap 1 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Medium. Sedangkan SPK Rangkap 2 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Large.

Pengertian 2: Surat Perjanjian Kerjasama atau sering disingkat dengan SPK, adalah sebuah surat perjanjian yang dibuat oleh pihak STASASHI, yang nantinya akan digunakan oleh Investor dan Pengelola, sebagai bukti tertulis yang berkekuatan hukum dan bersifat mengikat kedua belah pihak.

 

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Jika Anda ingin melihat konten (isi) Surat Perjanjian Kerjasama, yang akan kami keluarkan ketika terjadi perjanjian investasi. Konten SPK setiap jenis startup pada dasar nya adalah sama. Yang membedakan nya hanyalah persentase pembagian hasil nya saja. Namun, SPK pada umum nya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu SPK untuk RDI (Resiko Ditanggung Investor) dan RDP (Resiko Ditanggung Pengelola). Anda bisa melihat contoh nya dibawah ini.

 

Cara Mendapatkan Softcopy SPK

[GB.01] Masuk ke Menu
[GB.02] Pada section “Customer Area”, pilih “MY Files”
[GB.01] Kemudian Anda akan mendapatkan file Softcopy Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Anda disana
 

Solusi SPK yang Salah Cetak tetapi Sudah Dikirim

Ketika Anda memesan Surat Perjanjian Kerjasama, ada kalanya terdapat kesalahan teknis penulisan. Baik itu yang dilakukan oleh Investor itu sendiri ataupun karena kesalahan operator kami.

Tidak perlu khawatir ataupun bingung yang berlebihan, karena pada intinya, sebuah Surat Perjanjian apapun itu, akan dianggap valid dari segi hukum, apabila kedua belah pihak saling mengetahui dan bisa bisa membuktikan atas perubahan yang terjadi pada SPK tersebut.

Apabila terdapat kesalahan penulisan SPK yang cukup krusial, seperti; Ejaan Nama, Tempat lahir, tanggal lahir, dll, harus di perbaiki. Cara untuk memperbaiki nya, bisa dilakukan dengan cara:

  1. Hubungi Customer Service
    1. Hubungi Customer Service kami, melalui Chat ataupun Email. Jangan melalui panggilan telepon karena Anda memerlukan bukti screenshot percakapan respon yang diberikan oleh Customer Care kami nantinya.
    2. Tanyakan mengenai masalah ini.
    3. Customer Service kami kemudian akan memberikan respon seperti ini: Silahkan mencoret data yang salah, kemudian lingkari… dst (Contoh text respon Customer Care bisa Anda lihat selengkapnya di bagian bawah nanti).
    4. Screenshot chat atau balasan pesan tersebut, kemudian print sebagai bukti bilamana diperlukan di masa mendatang.
  2. Lakukan Perubahan Data pada SPK tersebut
    1. Coret data yang salah.
    2. Tuliskan di samping nya atau di bagian yang kosong dalam surat perjanjian tersebut data yang benar.
    3. Lingkari data yang benar tersebut.
    4. Bubuhkan tanda tangan menyentuh lingkaran.
  3. Contoh:
Contoh Revisi SPK yang salah cetak

 

Tindakan Selanjutnya

  • Investasi Skala Large >=5 Juta rupiah
    • Lakukan tindakan diatas pada kedua jenis surat perjanjian (SPK), baik itu Rekap 1 ataupun Rekap 2, bila Anda menerima adalah calon investor yang memilih investasi skala large (berinvestasi dengan nominal 5 juta rupiah keatas). Karena ada dua rekap SPK yang dikirimkan kepada Anda.
    • Selanjutnya, kirimkan SPK tersebut ke kantor kami rekap kedua nya saja.
  • Investasi Skala Medium dan Small <5 Juta rupiah
    • Bila Anda adalah investor yang memilih investasi Skala Medium atau Small (berinvestasi dengan nominal 5 juta rupiah kebawah), lakukan tindakan diatas pada satu SPK saja. Karena hanya ada satu rekap SPK yang dikirimkan kepada Anda.
    • Selanjutnya, simpan SPK tersebut.

Pesan Customer Care

Silahkan melakukan tindakan berikut untuk menyelesaikan masalah ini:

[1]. Coret data yang salah.
[2]. Tuliskan di samping nya atau di bagian yang kosong dalam surat perjanjian tersebut data yang benar.
[3]. Lingkari data yang benar tersebut.
[4]. Bubuhkan tanda tangan menyentuh lingkaran.

Selengkapnya, silahkan lihat contoh dan praktek nya di halaman ini: https://www.stasashi.com/faq/solusi-spk-yang-salah-cetak-tetapi-sudah-dikirim/

Founder

Cara Kerja- Umum

Umum

Investor memberikan pendanaan ke startup pilihan mereka ataupun ke anak usaha perusahaan STAR SHARE. Pihak STASASHI mengurus administrasi dan legalitas nya. Kami memastikan pihak Pengelola menyediakan kelengkapan yang dibutuhkan sebelum mendapatkan permodalan. Setelah administrasi lengkap, kemudian pihak investor bisa mengirimkan permodalan nya kepada pihak kami terlebih dahulu. Setelah kami melakukan pengecekan, permodalan tersebut akan diteruskan kepada pihak Pengelola.

Setelah mendapatkan permodalan, pihak Pengelola akan bekerja mengelola uang tersebut sesuai business plan yang telah mereka tetapkan sebelum mengirimkan listing startup mereka. Dalam hal pembangunan bisnis ini, tentu membutuhkan waktu dalam melakukan nya, sehingga diharapkan kesabaran dari para investor untuk mendapatkan pembagian hasil atas usaha yang di danai tersebut.

Setelah bisnis yang di danai tersebut menghasilkan keuntungan, maka pihak Founder berkewajiban untuk memberikan pembagian hasil atas keuntungan yang di dapatkan dari usaha nya tersebut kepada pihak investor, sesuai persentase pembagian hasil (PPH) yang telah di sepakati dan yang telah tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak (Investor dan Founder).

Dalam hal untuk mendapatkan profitabilitas, kami memberikan potongan dengan jumlah tertentu atas pendapatan yang di dapatkan oleh setiap startup yang di danai oleh para investor tersebut. Kami melakukan pemantauan secara tidak langsung pada aktivitas kerja para Founder.

Khusus

Dikarenakan kami melayani 3 jenis User (yaitu: Investor, Founder dan CO Founder), maka penjelasan atas cara kerja perusahaan ini kami bagi menjadi 3 jalur. Pilih salah satu menu berikut untuk melihat masing- masing penjelasan nya.

Investor

Lihat cara kerja jalur investor pada pilihan menu berikut ini.

Founder

Lihat cara kerja jalur Founder pada pilihan menu berikut ini.

CO Founder

Lihat cara kerja jalur CO Founder pada pilihan menu berikut ini.

Cara Melakukan Pemesanan Secara Umum

Ini adalah panduan mengenai cara melakukan pemesanan layanan secara umum yang bisa di praktekan untuk semua jenis layanan. Biasanya panduan ini digunakan untuk melakukan pemesanan surat/ dokumen (Surat pernyataan pelunasan hutang, pergantian SPK, dll).  Bila Anda ingin melakukan pemesanan seperti jenis diatas, maka silahkan ikuti panduan dibawah ini.

 

Pilih items/ layanan yang hendak di beli

Ada beberapa layanan yang di sajikan di STASASHI. Beragam layanan tersebut bisa di lihat di halaman Welcome (halaman landing ketika Anda pertama login) di dalam section “Layanan”. Menu ini juga bisa di lihat di halaman Menu >> Store. Selanjutnya, pilih layanan yang hendak Anda pesan.

 

Baca Deskripsi items dan (bila perlu) cara pembelian nya juga

Untuk memastikan itu adalah items yang benar ingin Anda beli, baca terlebih dahulu deskripsi nya. Sering nya juga, cara pemesanan suatu items, memerlukan suatu jenis tindakan tertentu untuk melengkapi nya. Jadi, lebih baik, baca juga cara pemesanan khusus nya di bagian “Cara Pemesanan”.

Sehingga, Anda tahu apa yang perlu untuk dilakukan nanti setelah Anda selesai melakukan pemesanan atau Anda akan tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pemesanan tersebut.

 

Melakukan Pemesanan

Setelah Anda memilih items/ layanan yang tepat, dan mengetahui tindakan pemesanan selanjutnya, saat nya untuk melakukan pemesanan. Untuk melakukan hal itu, Anda cukup menekan tombol “Add this to Basket”. Kemudian, klik tombol “Lanjutkan”.

 

Cek kembali Portfolio yang ingin di danai

  1. Cek daftar portfolio dan pendanaan yang Anda pilih di halaman Cart. Anda bisa menghapus pilihan Anda ataupun memperbarui nya di halaman tersebut [Lihat GB.07].
  2. Apabila sudah yakin dengan pilihan Anda, klik tombol “Proceed to Checkout” [Lihat GB.08].
GB.07- Cek ulang pesanan Anda
[GB.08] Klik tombol “Proceed to Checkout”

Melengkapi Data Diri

  1. Lengkapi data diri Anda yang ada di berbagai kolom pada halaman “Checkout” [GB.09].
    1. Apabila Anda memiliki kode kupon, Anda bisa memasukan nya di bagian “Click here to enter your code” [GB.09-1].
    2. Anda juga bisa memasukan pesan khusus untuk Customer Service mengenai pesanan Anda, dengan menuliskan nya di kolom “Order Notes” [GB.09-2].

[GB.09] Lengkapi data diri Anda
[GB.09-1] Masukan kode kupon jika Anda memiliki nya
[GB.09-2] Menambahkan catatan khusus untuk Admin

Pilih Pembayaran

  1. Setelah itu, pilih jenis pembayaran yang Anda inginkan. Kami memiliki dua jenis pembayaran yang bisa Anda pilih: Direct Bank Transfer (Transfer Langsung antar bank lokal) ataupun Cash On Delivery [GB.10]
    1. Jika Anda memilih “Direct Bank Transfer”, Anda bisa mengirimkan pendanaan investasi melalui transfer antar bank.
    2. Jika Anda memilih “Cash On Delivery”, maka Anda harus mengirimkan pendanaan nya langsung ke kantor kami. Jadi, Anda harus datang langsung ke kantor kami untuk mengirimkan pendanaan nya. Anda bisa melihat alamat kami di halaman Contact Us.
  2. Centang (check) Saya telah membaca dan menyetujui ketentuan yang ada pada halaman terms and conditions * [GB.11]
  3. Setelah semuanya lengkap, klik tombol “Place Order” [GB.12]

[GB.10] Pilih metode pembayaran
[GB.11] Centang “saya telah membaca syarat dan ketentuan”
[GB.12] Klik tombol “Place Order”

Cek dan Catat Rincian Pembayaran

  1. Kemudian Anda akan sampai pada halaman “Order Received”, dimana Anda bisa melihat rincian investasi yang Anda pesan. Lihat dan catat jumlah yang harus Anda transfer dan ID Order Anda [GB.12], karena hal ini sangat penting untuk mengkonfirmasi pembayaran yang Anda terima.
[GB.12] Detail Order Anda

Melakukan Pembayaran

  1. Lakukan pengiriman dana permodalan ke salah satu Rekening Kami, dengan jumlah sesuai yang tertera pada halaman “Order Received” yang ditampilkan sebelum nya (halaman yang ditampilkan pada waktu Anda menekan tombol “Checkout”).
    1. Di halaman “Order Received”, sebelum nya telah kami instruksikan kepada Anda bahwa Anda perlu menuliskan ID Order dan jumlah nominal yang perlu Anda transfer ke rekening kami. Karena data tersebut diperlukan ketika Anda mengirimkan konfirmasi pembayaran.
    2. Pastikan dana yang Anda transfer, tepat persis seperti jumlah yang telah ditentukan. Jadi, jika nominal dana yang ditransfer adalah sebesar Rp. 260.352 (dua ratus enam puluh ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah), maka jumlah itu lah yang harus Anda transfer. Jangan dibulatkan.
    3. Jangan lupa untuk menyimpan lampiran struk bukti transfer nya.
    4. Khusus untuk investasi skala “Large”, maka jumlah yang perlu Anda transfer tidak akan sama seperti jumlah investasi yang Anda pilih. Karena, jenis investasi tersebut mengharuskan Anda mengirimkan permodalan nya nanti setelah Anda menerima Surat Perjanjian Kerjasama (SPK). Jadi, jangan mengirimkan permodalan sebelum Anda menerima dan mengirimkan ulang SPK nya.

Melakukan Konfirmasi Pembayaran

  1. Setelah Anda mentransfer, kemudian kunjungi halaman: Formulir Konfirmasi Pembayaran, atau klik saja tombol “Konfirmasi Pembayaran (Klik disini)” [GB.13]. Anda akan diarahkan ke halaman Konfirmasi pembayaran [GB.14]
  2. Langkah selanjutnya adalah menunggu balasan konfirmasi pembayaran dari pihak Customer Care. Silahkan tunggu maksimal 2 hari kerja.

[GB.13] Klik tombol “Konfirmasi Pembayaran”
[GB.14] Halaman konfirmasi pembayaran

Monitoring Pesanan Anda

Anda selalu bisa melakukan pengecekan status pesanan Anda dengan mengunjungi: My Account >> Order [GB. 15.A]. Lihat detail dan status pemesanan Anda dengan mengeklik tombol “View” [GB. 15.B].

Bila pemesanan Anda selesai diproses, Anda bisa melihat status nya menjadi “Complete”. Bila Anda melihat status pemesanan selain “Complete” [GB. 15.C], Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut disini: Pembacaan Status Pemesanan di beragam Toko Online atau Marketplace | StartUp Semarang.

[GB. 15.A]
[GB. 15.B]
[GB. 15.C]

Display Data Pendanaan

Display Data Pendanaan adalah informasi yang menampilkan jumlah pendanaan dalam round (putaran pendanaan) tertentu, yang di dapatkan oleh sebuah StartUp.

Fungsi

  • Memberikan informasi kepada investor maupun calon investor mengenai putaran pendanaan yang telah dilalui atau sedang dilalui oleh sebuah StartUp.
  • Memperlihatkan status putaran pendaaan yang sedang aktif, dan berapa nominal pendanaan yang telah didapatkan oleh Startup tersebut pada putaran pendanaan itu.
  • Mengetahui tanggal kapan selesai dan tanggal kapan berakhir sebuah putaran pendanaan tertentu. Sehingga calon investor bisa memperkirakan kapan kesempatan dia memberikan pendanaan.

Pembacaan Menu

  1. StartUp
    1. Kode: ID StartUp [Bantuan].
    2. Round: Putaran Pendanaan.
    3. Comb: Kode kombinasi antara kode startup+ putaran pendanaan (hanya digunakan untuk Admin).
  2. Tanggal
    1. Mulai: Tanggal pendanaan dibuka.
    2. Berakhir: Tanggal pendanaan berakhir. Tanggal pendanaan bisa berakhir kapan saja apabila jumlah pendanaan telah terpenuhi.
  3. Pendanaan:
    1. Tekumpul: Jumlah pendanaan yang telah terkumpul pada sebuah Round.
    2. Target: Target jumlah pendanaan yang dikumpulkan.
    3. Status: Kurang/ terpenuhi.
  4. Sisa Pendanaan:
    1. Q1 s/d Q4: Kuartal 1 s/d Quartal 4. Berapa sisa pendanaan yang telah digunakan pada Quartal 1, 2, 3 dan 4.
    2. SUM 1: Jumlah pendanaan yang telah digunakan pada Quartal 1 s/d 4.
    3. SUM 2: Sisa Pendanaan. Rumusan nya adalah= Jumlah pendanaan yang terkumpul- SUM 1.
  5. Tanggal Pelunasan: Tanggal dimana Pihak Pengelola harus melunasi pendanaan Investor, apabila pendanaan yang diberikan oleh investor kepada StartUp tertentu dan pada Round tertentu dinyatakan bangkrut/ gagal.
  6. Dokumen: Dokumen Fund Raising StartUp.

Tampilan

Display Data StartUp

Display Data StartUp adalah informasi yang ditampilkan mengenai perkembangan dari sebuah StartUp, yang terjadi dalam fase tahapan pendanaan (round) tertentu. Informasi yang ada disini lebih ditekankan kepada capaian yang terjadi, dan status atas StartUp atas capaian tersebut.

Fungsi

  1. Memberikan overview kepada calon investor ataupun investor mengenai perkembangan sebuah StartUp. Sehingga mereka memiliki gambaran mengenai seperti apa performa startup tersebut.
  2. Memberikan infografik mengenai Cashflow yang terjadi dalam sebuah StartUp.
  3. Memberikan informasi mengenai status (keberhasilan/ kegagalan) sebuah StartUp.

Pembacaan Menu

  1. StartUp
    1. Kode: Kode StartUp.
    2. Round: Putaran Pendanaan
    3. Comb: Kode kombinasi antara kode startup+ putaran pendanaan (hanya digunakan untuk Admin).
  2. Tanggal
    1. Mulai: Tanggal pendanaan dibuka.
    2. Berakhir: Tanggal pendanaan berakhir. Tanggal pendanaan bisa berakhir kapan saja apabila jumlah pendanaan telah terpenuhi.
  3. Target:
    1. Full: Target pendapatan bersih yang harus dipenuhi oleh Startup tersebut dalam satu putaran pendanaan.
    2. 50%: Target pendapatan bersih X 50%, yang harus dipenuhi oleh Startup tersebut dalam satu putaran pendanaan. Hal ini digunakan sebagai acuan minimal pendapatan bersih, untuk mengukur keberhasilan sebuah startup.
  4. Hasil:
    1. Q1, 2, 3 dan 4: Pendapatan bersih yang terjadi pada Quartal 1, 2, 3 dan 4.
    2. SUM: Jumlah pendapatan bersih yang terjadi pada Quartal 1 s/d 4.
  5. Sisa Pendanaan: Jumlah pendanaan yang masih tersisa. Rumusan nya= Jumlah pendanaan yang di dapatkan (dalam sebuah “Round”) – Pengeluaran yang terjadi.
  6. Status: Tercapai/ Gagal. Pelajari lebih lanjut disini: Dasar penilaian atas keberhasilan/ kegagalan StartUp

Tampilan

 

Fase (Tahapan)

Fase Pendanaan

Pelajari lebih lanjut disini: Pengertian Round atau Putaran Pendanaan

 

Fase Running

Fase running ini adalah tahapan aktivitas kerja yang dilakukan pada sebuah Startup. Secara umum, tahapan dalam pembangunan suatu bisnis adalah: Ide bisnis, mengeksekusi ide bisnis, menjalankan bisnis di awal, menjalankan bisnis secara operasional dan melakukan ekspansi usaha. Fase running pun gambaran nya seperti itu.

  • Seed Run: Disebut juga fase mengeksekusi ide bisnis.
  • Akselerasi: Disebut juga fase menjalankan bisnis di awal, atau merintis usaha. Ide dan semua perlengkapan nya sudah ada. Tinggal menjalankan nya, memperbaiki sistem yang cacat, dan mendapatkan keuntungan dari sana.
  • Operational: Ini adalah fase dimana sebuah bisnis telah melalui tahapan merintis usaha. Dimana kendala- kendala besar telah di selesaikan di masa perintisan usaha, dan saat ini sedang berjalan tanpa ada banyak kendala yang dialami.
  • Ekspansi: Ketika bisnis sudah cukup mapan, tibalah saat nya untuk melakukan perluasan (ekspansi) usaha. Hal ini bisa dilakukan dengan membuka cabang, membuka kategori produk lain nya, mengembangkan jalur marketing lebih luas lagi, dll.
ID dan Jenis- jenis nya

ID atau kode suatu sebutan, adalah sebuah kode yang digunakan dalam departemen Administrasi untuk memudahkan manajemen pendataan. Bila suatu sebutan tidak diberi kode, maka akan kesulitan dalam mengelola ataupun menyimpan data- data atau data yang berhubungan dengan hal itu.

Jenis- jenis ID di STASASHI dan Format nya

  1. ID Investor: Kode untuk investor yang pernah melakukan pemesanan SPK. Tidak hanya untuk mereka yang pernah melakukan investasi saja. Format nya adalah: IVS. Nomor Urut (2 digit). Kode StartUp. Contoh: IVS.55.FX. Berarti itu adalah untuk ID investor yang bernomor urut 55, dan yang pernah melakukan pemesanan SPK untuk StartUp Foxy Tracker.
  2. ID StartUp: Kode untuk sebuah StartUp yang tercantum di listing bisnis. Sebagai contoh, FX adalah ID untuk startup Foxy Tracker.
  3. ID SPK: Kode untuk SPK yang dikeluarkan untuk seorang investor yang pernah melakukan pemesanan SPK. Format nya adalah: SPK. Nomor Urut (2 digit). Kode StartUp. Contoh: SPK.55.FX. Berarti itu adalah untuk ID SPK yang bernomor urut 55 untuk StartUp Foxy Tracker.
  4. ID jenis SPK: Kode untuk versi SPK yang dikeluarkan. Contoh nya adalah: SPK.R1-DB-SKL.M-RDP. Kode ini hanya untuk Admin sehingga tidak dijelaskan banyak disini.
Invoice

Pengertian

Invoice adalah surat penagihan yang dikeluarkan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli atau dalam hal ini pelanggan sesuai kesepakatan yang tertera di Purchase Order. Atau yang lebih dikenal dengan surat pemesanan yang dikeluarkan setelah terjadi booking atau pesanan antara penjual dengan pembeli. Invoice berisi rincian dari setiap barang atau produk yang ditawarkan dengan harga sesuai kesepakatan PO.

Masyarakat umum Indonesia lebih mengenal faktur daripada invoice. Sebagaimana termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa faktur merupakan daftar kiriman barang yang dilengkapi dengan keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar oleh pelanggan. Faktur juga bisa diartikan sebagai perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada konsumen.

Semua yang terlibat dalam bisnis baik perdagangan produk, jasa atau yang lainnya pasti membutuhkan invoice. Di perusahaan jasa invoice biasa disebut dengan Notice atau kwitansi. Invoice ini merupakan bukti transaksi antara penjual dan konsumen.

 

Cara mendapatkan invoice

[GB.01] Masuk ke Menu >> Akun Saya
[GB.02] Anda nanti akan masuk ke halaman My Account WooCommerce
[GB.03] Pilih menu “Order”
[GB.04] Lihat Order yang status nya “Complete”
[GB.05] Klik tombol “Download Invoice”, lalu kemudian akan terdownload file nya
 

Simpan atau print file nya, kemudian simpan di tempat yang aman. File itu adalah bukti bahwa Anda telah mengirimkan investasi atau permodalan.

Konfirmasi Pembayaran

Konfirmasi Pembayaran via Email

Jika Anda tidak bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui Formulir Konfirmasi Pembayaran yang telah kami sediakan, Anda bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui (via) email. Silahkan ikuti panduan nya dibawah ini:

  1. Buat email baru.
  2. Pada bagian “Judul”, tuliskan judul email dengan format: Konfirmasi Pembayaran #ID ORDER.

    1. Contoh: Konfirmasi Pembayaran #5001.
    2. ID Order Anda bisa di lihat pada bagian: My Account (SHOP) >> Order.
  3. Pada bagian badan email, tuliskan format dengan ketentuan:
    1. Rekening Tujuan transfer:
    2. Tanggal transfer:
    3. Waktu transfer: (bisa di kira- kira untuk waktu transfer nya).
    4. Jumlah transfer:
    5. Contoh:
      1. Rekening Tujuan transfer: Mandiri
      2. Tanggal Transfer: 12 Agustus 2017
      3. Waktu transfer: 12:30
      4. Jumlah transfer: Rp. 100.184
  4. Lampirkan bukti transfer yang Anda lakukan di dalam email tersebut.
  5. Kirimkan email tersebut ke: [email protected]

[LIHAT CONTOH]

Lacak Dokumen

Cara terbaik untuk melacak dokumen yang telah kami kirimkan kepada Anda adalah dengan menghubungi Customer Service layanan pengiriman barang yang digunakan untuk mengirimkan dokumen tersebut. Untuk mengetahui jasa pengiriman barang yang digunakan, Anda bisa melakukan pengecekan dengan menggunakan fitur pelacakan dokumen yang kami sediakan dibawah ini.

Kontak Jasa Pengiriman Barang Populer di Indonesia

POS INDONESIA

JNE

TIKI

J&T

 

Tracking Dokumen Anda

To track your order please enter your Order ID in the box below and press the "Track" button. This was given to you on your receipt and in the confirmation email you should have received.

Manajemen Usaha

Dikarenakan manajemen perusahaan ini tidak seperti pengelolaan usaha pada umum nya, dan diperlukan pengalaman& pengetahuan khusus untuk mengelolanya, sehingga akan sangat berbahaya bagi siapa saja yang tidak tahu tentang manajemen sistem yang di implementasikan ini untuk mengambil –beberapa- kendali, apalagi mengambil keputusan kebijakan terkait manajemen perusahaan.

Pengelola memegang penuh kendali dan direksi (arah) atas Anak Perusahaan yang di atur nya. Investor tidak berhak ikut serta dalam melakukan pengaturan (manajemen) di dalam organisasi maupun memberikan direksi (mengatur arah jalan nya perusahaan). Hal ini dikarenakan Investor dianggap kurang memahami tentang seluk beluk internal organisasi.

Kesimpulan: Pihak pemberi modal tidak memiliki hak untuk mengambil kendali dan/ atau mengambil keputusan kebijakan untuk urusan manajemen di dalam perusahaan.

Mendapatkan Permodalan dari Investor

Investor Memesan SPK dari STASASHI

Sebelum mengirimkan permodalan, tentu saja terdapat dokumen dan legalitas yang perlu di persiapkan oleh pihak STASASHI, untuk memastikan bahwa Investasi atas kerja sama usaha yang dilakukan sudah sesuai dengan kaidah peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia. Tujuan utama nya tentu saja agar memberikan rasa aman bagi kedua belah pihak (baik Investor ataupun pengelola).

Salah satu dokumen legalitas yang akan disiapkan adalah SPK (Surat Perjanjian Kerjasama). SPK tersebut dalam aturan yang kami tetapkan harus di pesan oleh pihak Investor, dimana biaya pemesanan ditanggung oleh Pihak Investor.

Pihak STASASHI membuatkan SPK

Setelah SPK telah dipesan oleh Investor, kemudian pihak STASASHI akan membuatkan dokumen tersebut. Hal ini biasanya memerlukan waktu 2- 7 hari kerja.

Pihak STASASHI mengirimkan SPK ke Pengelola

Setelah SPK dibuat, dokumen tersebut kemudian akan dikirimkan kepada Pihak Pengelola terlebih dahulu untuk di tanda tangani. Setelah Pihak Pengelola menandatangani nya, kemudian SPK tersebut di kirimkan kepada pihak Investor.

Ketika SPK di kirimkan oleh STASASHI kepada pihak Pengelola, pada waktu itu Pihak Pengelola akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS yang berisikan informasi mengenai: ID SPK, Nomor Resi pengiriman, dan nama layanan pengiriman yang digunakan (JNE, J&T, Tiki, Pos, Wahana, dll).

Ketika Pihak Pengelola menerima SPK dari STASASHI, berikut adalah hal yang harus mereka lakukan:

  1. Buka SPK tersebut.
  2. Baca dan cermati SPK yang di kirimkan.
    1. Bila Anda tidak setuju dengan isi atas SPK tersebut, Anda bisa membatalkan perjanjian kerjasama tersebut. Ikuti prosedur selanjutnya disini: XXXXXXXXXX
    2. Bila Anda setuju dengan isi atas SPK tersebut, silahkan ikuti prosedur selanjutnya dibawah ini.
  3. Siapkan satu orang saksi untuk menandatangani SPK tersebut. Syarat saksi adalah harus berusia lebih dari 17 tahun dan memiliki KTP/ SIM sebagai kartu identitas resmi keluaran pemerintah.
  4. Lakukan penandatanganan pada bagian paling belakang dari SPK tersebut, di kolom “Pengelola”.
  5. Minta Saksi yang telah Anda persiapkan sebelum nya untuk menandatangani SPK tersebut. Ikuti panduan nya dibawah ini:
    1. Tuliskan nama lengkap dari Saksi.
    2. Tuliskan nomor identitas yang digunakan.
    3. Coret pilihan jenis identitas yang tidak digunakan.

Pihak Pengelola Mengirimkan SPK kepada Investor

Setelah SPK telah ditandatangani oleh Pihak Pengelola, selanjutnya SPK tersebut harus di kirimkan kepada Pihak Investor. Gunakanlah amplop yang sudah kami sediakan daripada Anda membeli amplop baru. Amplop tersebut juga sudah dilengkapi dengan alamat pengiriman Investor dan perekat (double tape) sehingga lebih memudahkan Anda dalam mengirimkan nya.

Sertakan juga di dalam nya amplop tujuan untuk Pengelola, agar memudahkan investor untuk mengirimkan kembali SPK tersebut kepada Pihak Pengelola. Karena nanti pihak Investor perlu mengirimkan kembali SPK rekap ke-2 (hanya rekap kedua saja) nya kepada Pihak Pengelola.

Ketika mengirimkan SPK, jangan lupa mencatat nomor resi dan nama layanan pengiriman yang digunakan. Lampiran data Investor tidak perlu di sertakan karena nanti akan perlu Anda gunakan untuk melakukan konfirmasi pengiriman SPK kepada Pengelola.

Apabila SPK sudah di kirimkan, mohon untuk mengkonfirmasi tindakan ini dengan mengisi Formulir Konfirmasi: Pengiriman SPK oleh Pengelola. Adapun cara pengisian nya adalah sbb:

  1. Kunjungi halaman: Formulir Konfirmasi Pengiriman SPK.
  2. Lakukan pengisian kolom sbb:
    1. Peran Anda: pilih “Pengelola”.
    2. ID SPK: Masukan ID SPK yang bisa Anda dapatkan di Lampiran data Investor yang telah kami sertakan ketika mengirimkan SPK tersebut.
    3. Email Anda: Masukan email Anda.
    4. Email Investor: Masukan email Investor. Alamat email Investor bisa Anda dapatkan di Lampiran data Investor yang telah kami sertakan ketika mengirimkan SPK tersebut.
    5. Jasa Pengiriman: Masukan nama layanan pengiriman yang Anda gunakan untuk mengirimkan SPK tersebut kepada Investor (JNE, J&T, Tiki, dll).
    6. Nomor Resi: Masukan nomor resi pengiriman yang Anda dapatkan ketika mengirimkan SPK tersebut.
    7. Catatan: Bila Anda memiliki catatan khusus mengenai pengiriman ini, tuliskan di kolom ini.
  3. Klik tombol “Kirim”.
  4. Cek kotak email Anda untuk memastikan bahwa data yang Anda kirimkan sudah benar. Anda dan Pihak Investor akan mendapatkan salinan data yang telah Anda kirimkan melalui formulir tersebut.

Pihak Investor menerima dan menandatangani SPK

SPK yang Anda kirimkan akan diterima oleh Pihak Investor. Selanjutnya, pihak Investor perlu melakukan penandatanganan SPK tersebut dengan seorang Saksi yang telah mereka sediakan. Proses nya hampir sama seperti yang dilakukan oleh Pihak Pengelola sebelum nya.

Pihak Investor Mengirimkan Kembali SPK kepada Pihak Pengelola

Setelah SPK telah di tandatangani oleh Pihak Investor beserta Saksi yang telah disediakan, selanjutnya SPK tersebut akan sah dimata hukum. Selanjutnya, pihak Investor bertugas mengirimkan kembali SPK nya kepada Pihak Pengelola untuk rekap ke-2 nya (hanya rekap kedua nya saja). Karena setiap pihak harus memiliki setiap rekap SPK tersebut, dimana pihak Pengelola akan memegang rekap ke-2, sedangkan Pihak Investor akan memegang Rekap ke-1.

Ketika mengirimkan SPK kepada Pihak Pengelola, Pihak Investor perlu mengisi formulir konfirmasi pengiriman dan penerimaan SPK untuk memberitahu Pihak Pengelola bahwa SPK Rekap ke- 2 telah di kirimkan dan Rekap ke-1 telah dia simpan. Pihak Pengelola akan mendapatkan pemberitahuan melalui email atas konfirmasi yang dilakukan oleh Pihak Investor.

Pihak Pengelola Menerima SPK Rekap ke-2

Apabila Pihak Pengelola sudah menerima SPK Rekap ke-2 tersebut, silahkan simpan baik- baik SPK tersebut di tempat yang aman. Kemudian, lakukan konfirmasi dengan cara mengisi formulir konfirmasi Penerimaan SPK Rekap ke-2

STASASHI Meneruskan dana ke Pengelola

Dana permodalan yang sudah di kirimkan dan ditahan sementara oleh Pihak STASASHI kemudian akan di kirimkan kepada Pihak Pengelola dalam kurun waktu 1- 3 hari kerja setelah Pihak Pengelola melakukan konfirmasi bahwa SPK rekap ke-2 telah diterima.

Tidak ada administrasi khusus dalam tahap ini, karena data pengiriman pendanaan akan disamakan seperti yang sudah di tuliskan di dalam SPK yang telah ditanda tangani oleh Pihak Investor dan Pihak Pengelola.

Panduan Memulai: Founder

Melengkapi Profil

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melengkapi profil secara lengkap dan sebaik mungkin. Untuk melakukan nya, silahkan kunjungi Halaman Profil. Tampilan profil merupakan sarana untuk mempublikasikan potensi Anda. Sebelum menghubungi Anda, orang akan melihat sekilas tentang diri Anda dari profil yang ditampilkan.

Untuk melengkapi profil, cukup isi saja kolom- kolom yang tertera sesuai keterangan nya. Pastikan Anda memasukan data diri yang sebenar nya. Arahkan kursor ke icon “?” untuk mendapatkan petunjuk tambahan [Gambar 1]. Lihat juga: Contoh profil Founder

 

Mencari Investor dan CO Founder

Bagi pengguna dengan status Founder, platform di STASASHI ini memiliki dua tujuan utama: [1]. Mencari Investor untuk mendapatkan pendanaan, [2]. Mencari CO Founder untuk mendapatkan anggota tim untuk membangun bisnis bersama.

Untuk mencari orang- orang dengan dua jenis peranan tersebut (Investor dan CO Founder), bisa dilakukan dengan mengunjungi Directory- Investor dan Directory- CO Founder. Sebelum menghubungi  mereka, lebih baik pelajari sebentar mengenai orang tersebut. Pastikan kriteria orang itu cocok dengan Anda dengan cara melihat informasi di profil nya.

CATATAN:

Suatu ketika, mungkin saja ada seorang Investor atau CO Founder yang tiba- tiba menghubungi Anda karena tertarik dengan informasi yang ditampilkan di profil Anda. Bila hal ini terjadi, lihat dahulu profil nya untuk mengetahui gambaran awal mengenai orang tersebut. Akan lebih mudah membuka percakapan dengan orang baru apabila Anda sudah memiliki cukup informasi tentang dia.

SARAN:

Kami menyarankan untuk memilih profil yang lengkap, sebelum Anda memutuskan untuk menghubungi atau membalas pesan. Profil yang lengkap mencerminkan keseriusan dan niatan seorang dalam melakukan hubungan kerjasama kedepan nya. Saran yang sama juga kami berikan kepada CO Founder dan Investor. Oleh karena itu, penting sekiranya bagi Anda sendiri untuk melengkapi profil dengan baik.

 

Menghubungi Investor atau CO Founder

Bila Anda tertarik dengan salah satu profil Investor atau CO Founder, klik profil tersebut dan kirimkan pesan kepada nya melalui fitur Private Messages yang kami sediakan [Bantuan]. Anda mungkin juga bisa menghubungi kontak yang tertampil di profil (email, WhatsApp, dan kontak sosial media lain nya) apabila tersedia.

CATATAN:

Tidak sedikit CO Founder yang tidak menyertakan kontak eksternal nya di profil. Mungkin mereka memiliki sedikit issue dengan privasi. Sehingga, gunakanlah fitur Private Messages yang kami sediakan.

Akun Investor tidak memiliki kontak eksternal yang bisa di tampilkan. Sehingga, jalan satu- satu nya untuk menghubungi mereka adalah dengan menggunakan fitur Private Messages di situs kami.

SARAN:

Apabila Anda mencoba menghubungi orang tersebut dengan menggunakan kontak eksternal (selain menggunakan fitur Private Messages yang telah kami sediakan), pastikan Anda memberitahukan terlebih dahulu darimana Anda menemukan kontak orang tersebut. Katakanlah bahwa Anda mendapatkan informasi kontak nya dari STASASHI.

Jangan lupa juga perkenalkan diri Anda dengan menyebutkan nama lengkap dan lokasi saat ini, agar tidak terasa sebagai orang asing dan memperlancar percakapan melalui chat nanti nya. Tentu saja, Anda sendiri akan enggan untuk membalas pesan dari seseorang yang tidak jelas identitas nya, ya kan !?.

Kami menyarankan untuk menghubungi melalui chat terlebih dahulu. Kemudian, mintalah ijin untuk menghubungi melalui panggilan telepon. Jangan menelfon langsung.

Buka percakapan dengan mengajukan pertanyaan satu sama lain seputar latar belakang, visi dan misi, keterampilan yang dimiliki, kontribusi yang bisa diberikan, alasan ingin mendirikan bisnis, pembagian hasil/ saham yang akan terjadi, dll.

Setelah percakapan melalui chat dan panggilan suara sudah dilakukan, dan sudah ada tanda- tanda saling cocok atas visi dan misi, dan juga kriteria personal yang ada, maka kami menyarankan untuk melakukan video call untuk lebih mengakrabkan diri satu sama lain.

 

Mendalami Visi, Misi, Kriteria Personal dan Aspek Bisnis

NOTE: Panduan ini khusus bagi Founder yang mencari CO Founder. Tidak perlu terburu- buru untuk mengerjakan bisnis bersama. Anda perlu mempertimbangkan banyak aspek, khusus nya adalah mengenai visi, misi dan kriteria personal dari orang tersebut, sebelum mengambil keputusan melakukan kerjasama dalam membangun bisnis.

Luangkan waktu sekiranya 2- 7 hari untuk memikirkan tentang hal itu. Perlu di ingat, bahwa tidak akan ada orang yang benar- benar seratus persen sesuai dengan kriteria Anda. Jadi, bila terdapat kekurangan dari orang tersebut, itu adalah hal yang wajar, dan Anda perlu menerima nya bila hal itu masih dalam toleransi Anda.

SARAN:

Anda juga bisa menanyakan hal lain nya kepada orang tersebut, bilamana ada sesuatu hal yang masih belum terjawab atau mengganjal. Pastikan Anda membuat pertimbangan dengan matang sebelum mengambil keputusan melakukan kerja sama.

 

Melakukan Pertemuan Langsung

Bertemu dengan Investor atau CO Founder bukan suatu keharusan. Terlebih apabila orang tersebut berada di luar provinsi. Etika nya, pihak CO Founder lah yang perlu datang ke tempat Founder dan pihak Founder yang perlu datang ke tempat pihak Investor. Tapi, itu semua tergantung kesepakatan saja.

Dengan bertemu dan bertatap muka, mengetahui lokasi rumah satu dengan yang lain nya, dan bertemu dengan saudara/ keluarga dalam tempat tinggal tersebut, maka kepercayaan (trust) bisa menjadi lebih kuat karena nya.

CATATAN:

Dalam bisnis yang berbasiskan Teknologi Informasi (IT), aktivitas kerja bisa dilakukan secara remote. Jadi, tidak ada keharusan untuk bertemu secara langsung apabila jenis bisnis yang ingin digarap adalah bisnis IT.

Tapi, bila bisnis yang hendak di garap adalah bisnis yang mengharuskan kehadiran untuk mengerjakan nya, maka pertemuan antara Founder dan CO Founder merupakan hal yang krusial untuk dilakukan.

Membuat MOU

Setelah yakin untuk mendirikan usaha bersama, saat nya menuangkan kesepakatan tersebut dalam bentuk legal agreement (MOU atau Surat Perjanjian Kerjasama). Agar memiliki kekuatan hukum, legal agreement tersebut harus dibuat dengan tulisan sesuai dengan kaidah perjanjian yang resmi sesuai aturan perundang- undangan di negara Indonesia. Tidak hanya itu saja, berbagai aspek penting dan resiko juga harus dituliskan dengan jelas disana.

Perjanjian antara pihak Founder dengan Investor sangat disarankan keras untuk membuat nya dengan menggunakan layanan STASASHI. Karena hal itu menyangkut masalah uang (pendanaan).

Sedangkan perjanjian antara pihak Founder dengan CO Founder bisa membuat legal agreement tersebut sendiri. Bila kurang dirasa mampu untuk membuat legal agreement yang baik dan benar, Anda bisa menggunakan layanan kami.

Kami memberikan layanan pembuatan SPK/ MOU yang bisa dipesan disini: Service | Legal Agreement. Legal agreement antara Investor dan Founder dibuat dengan dasar data proposal usaha. Sedangkan Legal agreement antara Founder dan CO Founder dibuat dengan konten kustom sesuai kesepakatan yang terjadi.

CATATAN:

Dokumen Legal Agreement harus memiliki kekuatan hukum yang bersifat memaksa dan memiliki dampak (hukuman). Hal ini bertujuan agar baik itu pihak Investor, Founder ataupun CO Founder akan selalu saling terikat satu sama lain nya dalam menjalankan kesepakatan yang telah dituangkan di dalam nya. Jika tidak, akan sangat mudah bagi salah satu pihak untuk berhenti berkomitmen dan mengingkari perjanjian tersebut.

Biaya pembuatan legal agreement antara Investor dan Founder harus ditanggung (di pesan dan di urus) oleh Investor. Sedangkan antara Founder dan CO Founder harus ditanggung (di pesan dan di urus) oleh Founder.

 

Mulai Menggunakan Dana

NOTE: Panduan bagian ini khusus bagi Founder yang mendapatkan pendanaan dari Investor. Setelah mendapatkan pendanaan dari Investor, bersikap bijak dan berhati- hati lah dalam menggunakan dana tersebut. Pastikan meskipun Anda (selaku Founder) telah mendapatkan dana segar, namun tanggung jawab atas penggunaan dana harus bisa dipertanggung jawabkan kelak. Penggunaan dana untuk kepentingan pribadi bisa mengakibatkan Anda bermasalah dengan hukum.

 

Mulai mengerjakan Bisnis Bersama

NOTE: Panduan bagian ini khusus bagi Founder yang bekerja sama dengan CO Founder.  Setelah legal agreement di sepakati bersama (di tanda tangani diatas materai), saat nya memulai mengerjakan bisnis tersebut. Ini merupakan langkah awal dalam memulai pembangunan bisnis bersama. Akan ada banyak halang dan rintang yang pastinya akan menghampiri, dimana kendala semacam itu adalah wajar.

Tetap solid dan maju terus untuk membangun bisnis/ project tersebut. Suatu hari perusahaan impian itu juga akan berdiri juga.

Proposal Fundraising StartUp STASASHI

Ini adalah sebuah Surat Pernyataan yang dikeluarkan oleh Pihak STASASHI, yang menjadi suatu bukti bahwa terdapat sebuah Startup, yang identitas Nama Startup, nama pengelola, dll (beserta identitas lain nya) di ijinkan menampilkan data bisnis nya di listing bisnis STASASHI, untuk mendapatkan pendanaan dengan jumlah tertentu dan dalam kurun waktu tertentu.

Surat Pernyataan ini bisa menyertakan proposal usaha nya, bisa juga tidak. Proposal Usaha yang disertakan hanya sebagai acuan untuk mendapatkan dasar nominal jumlah pendanaan yang ingin di dapatkan.

Fungsi Surat Pernyataan ini adalah sebagai dokumentasi atas waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan permodalan dalam jumlah tertentu, dan jumlah permodalan yang dibutuhkan. Jika tidak ada dokumentasi semacam ini, akan menjadi perdebatan bilamana sebuah Startup ingin menambah pendanaan ataupun ingin menambah waktu dalam mendapatkan pendanaan.

Round (Putaran Pendanaan)

Pengertian

Round atau Putaran Pendanaan adalah silkus pendanaan yang diberikan kepada sebuah StartUp, dimana uang nya digunakan untuk kebutuhan pembangunan, akselerasi ataupun ekspansi dari StartUp itu. Ini adalah tahapan sebuah Startup bisa mendapatkan permodalan dengan melalui STASASHI. Disebut juga dengan Round.

Penjelasan

Ketika sebuah Startup masuk ke dalam Listing Bisnis kami, maka dia akan menerima pendanaan dengan jenis Round 1 atau Putaran Pendanaan tahap pertama. StartUp ini akan mendapatkan jumlah pendanaan, dan memulai mengumpulkan pendanaan nya, sesuai ketentuan yang tertera pada Proposal StartUp Fundraising.

Dari sisi pendanaan, akan ada dua kemungkinan yang terjadi. StartUp tersebut akan mendapatkan pendanaan dengan jumlah sesuai dengan target nya (target pendanaan yang hendak dikumpulkan), atau tidak sesuai dengan target.

Dari sisi performa, akan ada dua kemungkinan yang terjadi. Capaian pendapatan bersih terpenuhi, dan capaian pendapatan bersih tidak terpenuhi.

Dari penjelasan diatas, bisa diambil kesimpulan, bahwa sebuah Startup yang telah melalui pendanaan Round 1, memiliki beberapa kemungkinan sbb:

  • Pendanaan tidak sesuai Target, dan pendapatan bersih terpenuhi.
  • Pendanaan tidak sesuai Target, dan pendapatan bersih tidak terpenuhi.
  • Pendanaan sesuai Target, dan pendapatan bersih terpenuhi.
  • Pendanaan sesuai Target, dan pendapatan bersih terpenuhi.

Bila putaran pertama telah dilalui, dan apapun kemungkinan hasil yang terjadi, StartUp tersebut bisa mengajukan diri kembali untuk mendapatkan putaran pendanaan tahap ke-2 (atau tahap berikutnya). Meskipun StartUp tersebut mengalami kebangkrutan, dan mengajukan diri kembali untuk mendapatkan putaran pendanaan, hal itu tetap diperbolehkan. Hal tersebut akan tergantung sepenuhnya dari keputusan kami (pihak STASASHI).

 

 

Tahapan Putaran Pendanaan (Round) beserta Contoh nya

Fase pendanaan ini dibagi menjadi 3 jenis. Fase Pendanaan tahap ke-1 (Round 1), Fase Pendanaan tahap ke-2 (Round 2), Fase Pendanaan tahap ke-3 (Round 3). Untuk memberikan penjelasan lebih baik, kami memberikan contoh kasus sbb:

CONTOH KASUS 1

Sebuah StartUp bernama XYZ mendaftarkan diri di STASASHI. Startup itu kemudian di tampilkan di Listing Bisnis untuk mendapatkan Pendanaan Tahap Pertama (Round 1). Setelah mendapatkan pendanaan Tahap Pertama, Startup itu kemudian menggunakan dana tersebut untuk permodalan dan berhasil mencapai Target.

1 tahun kemudian, dikarenakan target Startup XYZ terpenuhi, Pengelola Startup kemudian memiliki inisiatif untuk mengembangkan bisnis nya. Dia kemudian membuka jalur pendanaan kedua (Round 2) dan Startup nya di tampilkan di Listing Bisnis STASASHI kembali untuk mendapatkan jumlah pendanaan tahap kedua yang dia butuhkan.

CONTOH KASUS 2

Sebuah StartUp bernama XYZ mendaftarkan diri di STASASHI. Startup itu kemudian di tampilkan di Listing Bisnis untuk mendapatkan Pendanaan Tahap Pertama (Round 1). Setelah mendapatkan pendanaan Tahap Pertama, Startup itu kemudian menggunakan dana tersebut untuk permodalan dan berhasil mencapai Target.

Namun, Startup XYZ tersebut gagal mencapai Target. Arus kas Startup itupun minus. Tetapi, Pengelola Startup itu yakin bahwa masalah kegagalan yang dialami nya bukan karena model bisnis nya yang salah, tetapi karena kesalahan manajerial. Kemudian dia melakukan pengumpulan permodalan lagi dengan membuka jalur pendanaan kedua (Round 2) dan Startup nya di tampilkan di Listing Bisnis STASASHI kembali untuk mendapatkan jumlah pendanaan tahap kedua yang dia butuhkan.

Saksi

Pengertian

Saksi adalah seseorang yang ditunjuk oleh pihak pertama ataupun pihak kedua, sebagai saksi untuk menandatangani surat perjanjian. Saksi Pihak pertama, berarti orang yang ditunjuk oleh pihak pertama (Investor) untuk menjadi saksi atas penandatanganan surat perjanjian kerja sama tersebut. Sedangkan saksi Pihak Kedua adalah orang yang ditunjuk oleh pihak kedua (Pengelola) untuk menjadi saksi atas penandatanganan surat perjanjian kerja sama tersebut. Setiap saksi harus mencantumkan nama terang nya ketika melakukan pendantanganan SPK.

Persyaratan

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia lebih dari 17 tahun.
  • Memiliki dokumen identitas (KTP/ SIM/ Paspor).
Surat Keterangan Hasil Penggalangan Dana (SKHPD)

Surat Keterangan Hasil Penggalangan Dana atau yang disebut dengan SKHPD, adalah sebuah Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Pihak STASASHI sebagai bentuk dokumentasi atas hasil penggalangan dana yang telah dilakukan oleh sebuah StartUp.

Surat Keterangan ini berisikan jumlah nominal penggalangan dana yang telah di dapatkan dan tanggal berapa penggalangan dana tersebut selesai dilakukan.

Tujuan adanya Surat Keterangan ini adalah sebagai penentu performa sebuah StartUp dan untuk mengetahui sisa pendanaan sebuah StartUp yang mengumpulkan dana tersebut.

Tampilan Surat Keterangan Hasil Penggalangan Dana (SKHPD)

Surat Keterangan Hasil Performa (SKHP)

Surat Keterangan Hasil Performa atau yang sering disebut dengan SKHP adalah Surat Keterangan yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pihak STASASHI yang berisikan performa tentang sebuah StartUp setelah Fase Running selesai.

Tujuan nya adalah untuk memperlihatkan data kepada Investor mengenai performa sebuah StartUp, dan untuk menentukan fase selanjutnya dari StartUp tersebut. Apakah StartUp itu perlu melakukan penggalangan dana lagi, ditutup, ataukah ada kebijakan lain dari Pihak STASASHI.

Tampilan Surat Keterangan Hasil Performa (SKHP)

Surat Keterangan Kebangkrutan (SKK)

Surat Keterangan Kebangkrutan atau yang sering disebut dengan SKK adalah sebuah Surat keterangan yang dibuat oleh Pihak STASASHI, ketika terdapat sebuah StartUp yang dinyatakan bangkrut.

Surat Keterangan ini adalah sebuah pernyataan resmi dari STASASHI, bahwa terdapat sebuah StartUp yang dilah di amati, di nilai dan di evaluasi, dan ternyata status performa nya adalah Bangkrut.

Dengan Surat Keterangan yang dikeluarkan ini, maka Pengelola harus mulai menandatangani Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU).

Cara Mendapatkan Surat Keterangan Kebangkrutan (SKK)

  1. Buka Listing Bisnis.
  2. Pilih StartUp yang telah Anda danai.
  3. Buka menu Display Data StarUp.
  4. Lihat kolom StartUp >> Kebangkrutan >> Doc.
  5. Pilih Putaran Pendanaan (Round) yang hendak Anda check.
  6. Buka link yang bertuliskan “Klik Disini” [GB 01]. Anda akan menemukan dokumen nya disana.
GB. 01
Surat Keterangan Penggalangan Dana (SKPD)

Surat Keterangan Penggalangan Dana atau yang sering disebut dengan SKPD, adalah sebuah Surat Keterangan yang dibuat oleh Pihak STASASHI, ketika StartUp akan memulai melakukan pendanaan. Baik itu pendanaan Tahap 1, 2 ataupun 3.

Surat Keterangan ini berisikan informasi mengenai nominal target penggalangan dana yang hendak di dapatkan dan jangka waktu penggalangan dana itu dilakukan.

Tujuan nya adalah agar terdapat dokumentasi mengenai putaran pendanaan dan target nominal penggalangan dana, untuk nantinya dijadikan penentuan kapan penggalangan dana tersebut berakhir, yang di tentukan apabila target penggalangan dana terpenuhi dan ketika waktu penggalangan dana habis.

Bila tidak ada Surat Keterangan ini, maka sebuah StartUp bisa menerima penggalangan dana dalam jumlah yang tidak terbatas dan dalam waktu yang tidak terbatas.

Tampilan Surat Keterangan Penggalangan Dana (SKPD)

Surat Perjanjian Kerjasama (SPK)

Pengertian

Pengertian 1: SPK atau Surat Perjanjian Kerjasama adalah sebuah Surat Perjanjian yang dikeluarkan oleh pihak STASASHI yang mengikat antara Investor dengan Pengelola. Surat perjanjian tersebut berisikan kesepakatan mengenai ketentuan pemberian permodalan dan berbagai macam pemecahan kasus apabila terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. SPK terdiri dari 2 jenis, SPK Rangkap 1 dan SPK rangkap 2. SPK Rangkap 1 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Medium. Sedangkan SPK Rangkap 2 bisa di dapatkan oleh Investor yang memilih berinvestasi pada skala Large.

Pengertian 2: Surat Perjanjian Kerjasama atau sering disingkat dengan SPK, adalah sebuah surat perjanjian yang dibuat oleh pihak STASASHI, yang nantinya akan digunakan oleh Investor dan Pengelola, sebagai bukti tertulis yang berkekuatan hukum dan bersifat mengikat kedua belah pihak.

 

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Jika Anda ingin melihat konten (isi) Surat Perjanjian Kerjasama, yang akan kami keluarkan ketika terjadi perjanjian investasi. Konten SPK setiap jenis startup pada dasar nya adalah sama. Yang membedakan nya hanyalah persentase pembagian hasil nya saja. Namun, SPK pada umum nya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu SPK untuk RDI (Resiko Ditanggung Investor) dan RDP (Resiko Ditanggung Pengelola). Anda bisa melihat contoh nya dibawah ini.

 

Cara Mendapatkan Softcopy SPK

[GB.01] Masuk ke Menu
[GB.02] Pada section “Customer Area”, pilih “MY Files”
[GB.01] Kemudian Anda akan mendapatkan file Softcopy Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Anda disana
 

Solusi SPK yang Salah Cetak tetapi Sudah Dikirim

Ketika Anda memesan Surat Perjanjian Kerjasama, ada kalanya terdapat kesalahan teknis penulisan. Baik itu yang dilakukan oleh Investor itu sendiri ataupun karena kesalahan operator kami.

Tidak perlu khawatir ataupun bingung yang berlebihan, karena pada intinya, sebuah Surat Perjanjian apapun itu, akan dianggap valid dari segi hukum, apabila kedua belah pihak saling mengetahui dan bisa bisa membuktikan atas perubahan yang terjadi pada SPK tersebut.

Apabila terdapat kesalahan penulisan SPK yang cukup krusial, seperti; Ejaan Nama, Tempat lahir, tanggal lahir, dll, harus di perbaiki. Cara untuk memperbaiki nya, bisa dilakukan dengan cara:

  1. Hubungi Customer Service
    1. Hubungi Customer Service kami, melalui Chat ataupun Email. Jangan melalui panggilan telepon karena Anda memerlukan bukti screenshot percakapan respon yang diberikan oleh Customer Care kami nantinya.
    2. Tanyakan mengenai masalah ini.
    3. Customer Service kami kemudian akan memberikan respon seperti ini: Silahkan mencoret data yang salah, kemudian lingkari… dst (Contoh text respon Customer Care bisa Anda lihat selengkapnya di bagian bawah nanti).
    4. Screenshot chat atau balasan pesan tersebut, kemudian print sebagai bukti bilamana diperlukan di masa mendatang.
  2. Lakukan Perubahan Data pada SPK tersebut
    1. Coret data yang salah.
    2. Tuliskan di samping nya atau di bagian yang kosong dalam surat perjanjian tersebut data yang benar.
    3. Lingkari data yang benar tersebut.
    4. Bubuhkan tanda tangan menyentuh lingkaran.
  3. Contoh:
Contoh Revisi SPK yang salah cetak

 

Tindakan Selanjutnya

  • Investasi Skala Large >=5 Juta rupiah
    • Lakukan tindakan diatas pada kedua jenis surat perjanjian (SPK), baik itu Rekap 1 ataupun Rekap 2, bila Anda menerima adalah calon investor yang memilih investasi skala large (berinvestasi dengan nominal 5 juta rupiah keatas). Karena ada dua rekap SPK yang dikirimkan kepada Anda.
    • Selanjutnya, kirimkan SPK tersebut ke kantor kami rekap kedua nya saja.
  • Investasi Skala Medium dan Small <5 Juta rupiah
    • Bila Anda adalah investor yang memilih investasi Skala Medium atau Small (berinvestasi dengan nominal 5 juta rupiah kebawah), lakukan tindakan diatas pada satu SPK saja. Karena hanya ada satu rekap SPK yang dikirimkan kepada Anda.
    • Selanjutnya, simpan SPK tersebut.

Pesan Customer Care

Silahkan melakukan tindakan berikut untuk menyelesaikan masalah ini:

[1]. Coret data yang salah.
[2]. Tuliskan di samping nya atau di bagian yang kosong dalam surat perjanjian tersebut data yang benar.
[3]. Lingkari data yang benar tersebut.
[4]. Bubuhkan tanda tangan menyentuh lingkaran.

Selengkapnya, silahkan lihat contoh dan praktek nya di halaman ini: https://www.stasashi.com/faq/solusi-spk-yang-salah-cetak-tetapi-sudah-dikirim/

Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU)

Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha atau yang sering disebut dengan SPPMU, adalah sebuah Surat Pernyataan yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pihak Pengelola, ketika StartUp yang didanai oleh Investor telah Bangkrut.

Dokumen ini merupakan sebuah pernyataan yang memiliki legalitas hukum (terdapat Materai di dalam nya) yang berisikan pernyataan bahwa Pihak Pengelola akan mengembalikan permodalan dengan jumlah tertentu (sesuai nominal modal yang sebelum nya diberikan Investor sebelum nya), dan dalam jangka waktu tertentu.

Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU) memiliki keterkaitan dengan SPK yang dipegang oleh Pihak Investor dan Pihak Pengelola. Karena dalam praktek pengembalian modal yang akan dilakukan nanti nya, akan sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang tertera di dalam SPK terkait.

Tujuan dari adanya Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU) adalah untuk memberikan tambahan kepastian, dan kenyamanan kepada Investor bahwasanya terdapat suatu kejelasan dalam surat tersebut mengenai nominal dan waktu pengembalian permodalan, dan juga memiliki keamanan karena adanya legalitas secara hukum.

Surat Penyataan ini dikeluarkan dan disediakan oleh Pihak STASASHI, untuk nantinya ditanda tangani oleh Pengelola, kemudian nanti di berikan kepada Pihak Investor.

Tampilan Surat Pernyataan Pengembalian Modal Usaha (SPPMU)

Verifikasi Profil

Pengertian Pengguna Terverifikasi

Pengertian, kegunaan hingga tampilan verified members bisa dilihat disini: Verified Members (Shop)

 

Verifikasi Data Diri

Pengertian

Verifikasi Data Diri adalah memverifikasi akun yang Anda gunakan memang benar mencerminkan identitas Anda yang sebenar nya.

Cara Melakukan Verifikasi Data Diri

  1. Ambil satu lembar kertas polos/ kosong. Ukuran yang disarankan adalah A4 atau Folio.
  2. Tulis dengan tulisan tangan “Nama saya adalah: nama_anda”.
  3. Bagian bawah dari tuliskan itu, tuliskan ID Kartu tanda pengenal Anda.
  4. Foto diri Anda dengan kamera selfi. Pastikan keseluruhan wajah Anda tertampil dalam foto tersebut (tidak terpotong).
Video Alibi

Pengertian Video Alibi

Video Alibi adalah rekaman tindakan yang dilakukan oleh Pengelola ataupun Saksi yang telah disediakan oleh pihak Pengelola, ketika melakukan penandatanganan SPK yang akan diberikan kepada Investor. Dalam rekaman video itu -Video Alibi tersebut, Pengelola akan memperlihatkan wajah nya, menyatakan identitas nya, dan menunjukan diri nya menandatangani Surat perjanjian kerja sama tersebut, lengkap dengan semua rekaman langsung atas isi Surat Perjanjian itu. Penggelapan dana investasi tidak akan bisa terjadi karena wajah dan identitas Pengelola telah terekam dengan sangat jelas.

Telah dijelaskan di dalam situs STAR SHARE Investasi (STASASHI), bahwa Investor yang berniat untuk menanamkan modal di perusahaan UKM, perlu melakukan penandatanganan perjanjian dengan pengelola. Namun sering nya, masalah waktu dan lokasi sering kali tidak memungkinkan investor untuk bertemu langsung dengan Pengelola. Oleh karena itu, kami menyediakan fitur keamanan yang disebut sebagai “Video Alibi”.

Jenis

Video Alibi yang menampilkan Pengelola melakukan penandatanganan SPK disebut dengan Video Alibi Pengelola. Video Alibi yang menampilkan Saksi yang disediakan pihak Pengelola (Saksi Kedua) melakukan penandatanganan SPK disebut dengan Video Alibi Saksi. Ada dua jenis video Alibi yang akan di berikan kepada Investor nanti nya.

Contoh

 

Cara Mengakses dan Mendapatkan Video Alibi

[GB.01] Masuk ke Menu
[GB.02] Pada bagian “Area Pelanggan”, pilih “My Pages”
[GB.03] Video alibi Anda bisa dilihat disana
 

 

Visibilitas Data Profil

Informasi dan Data Pengguna yang dibagikan kepada VIP Members

Setiap pengguna situs STASASHI memiliki kendali atas informasi dan data yang hendak dibagikan nya. Hal ini mirip seperti pengaturan status Facebook. Anda bisa memilh, apakah postingan status yang Anda buat itu akan dibagikan kepada publik, teman, ataukah diri Anda sendiri.

Bila postingan status itu di setting untuk dibagikan kepada publik, maka setiap orang bisa melihat nya. Termasuk mereka yang tidak memiliki akun Facebook pun bisa melihatnya.

Bila postingan status itu di setting untuk dibagikan kepada Teman, maka hanya teman saja yang bisa melihat nya. Mereka yang tidak memiliki akun Facebook tidak bisa melihatnya.

Bila postingan status itu di setting untuk dibagikan kepada Diri Sendiri, maka Hanya Anda saja yang bisa melihat nya. Dan cara melihatnya adalah dengan masuk ke dalam akun Facebook milik Anda sendiri. Mereka yang tidak memiliki akun Facebook, ataupun teman Facebook Anda tidak bisa melihatnya.

Tetapi, secara default, postingan tersebut telah tersetting untuk dibagikan kepada Teman. Anda bisa mengubah settingan tersebut, terserah Anda. Pengguna (termasuk Anda) memiliki kendali penuh untuk mengubah settingan tersebut.

Begitu pula data pengguna yang hendak dibagikan di dalam situs STASASHI kepada VIP Members. Informasi Pengguna seperti nomor telepon dan email, secara default disetting untuk bisa dilihat oleh VIP Members. Bila Pengguna tersebut merasa keberatan, maka dia cukup untuk mengubah settingan nya menjadi hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri. Sehingga, orang lain, termasuk VIP Members tidak bisa melihatnya.

 

Visibilitas atas informasi yang ditampilkan

Setiap Members bisa melihat informasi satu sama lain nya. Tetapi, informasi yang bisa dilihat adalah terbatas dan tergantung dari settingan lanjutan visibilitas informasi yang dilakukan. Visibilitas default adalah settingan keterlihatan informasi tertentu yang terjadi setelah members melakukan pendaftaran di dalam situs STASASHI ini. Ini adalah settingan visibilitas data secara default. Ketika pertama kali mendaftar, visibilitas data yang terlihat dalam profile adalah sbb:

Perbandingan

  • Email
  • Sosial Media
  • No Telepon
  • Tanggal Lahir
  • Jenis Kelamin
  • Alamat Lengkap (KTP)
  • Alamat Kota
  • Alamat Provinsi

Investor

Arus Kas

Pengertian

Arus kas (sebelum nya bernama: Laporan Usaha) atau Laporan Arus Kas (Cash Flow) adalah laporan mengenai pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan dalam startup yang di danai oleh Investor.

Disini Anda bisa melihat perhitungan arus kas atas keuntungan bersih, pengeluaran yang telah terjadi, gaji anggota, dll. Semua disajikan secara ringkas (overview) saja. Untuk penjelasan yang lebih banyak, bisa dilihat pada masing- masing items yang ada di Laporan Performa.

Latar Belakang

Untuk mengetahui rugi/ laba dalam sebuah usaha, diperlukan perhitungan- perhitungan mengenai keuangan yang terjadi di dalam bisnis tersebut. Perhitungan lain tersebut (dalam sistem Finance kami) telah kami tempatkan secara terpisah di section Laporan Performa.

Untuk hasil akhir perhitungan lain tersebut, kami tampilkan di dalam laporan arus kas ini. Dengan tampilan perhitungan sederhana tersebut, kami harapkan bisa lebih dimengerti oleh investor.

Historis Revisi

Terdat perbedaan tampilan dan atas laporan arus kas yang lama (sebelum 2020) dengan yang baru (awal 2020). Adapun utu adalah:

  1. Tidak adanya Bottom Tab mengenai penjelasan lain nya (Salary, Expense, dsb). Bottom Tab ini telah dipindahkan ke masing- masing tombol performa yang dibuat terpisah dengan laporan Arus Kas.
  2. Bottom Tab diganti dengan urutan bulan.
  3. Revisi sebelum nya bisa dilihat disini: Dokumen Revisi- Arus Kas.

 

Pembacaan Konten

Modal

  • Saldo Awal: Sisa modal di bulan sebelum nya.
  • Gaji (Dev): Disebut juga dengan Gaji Development atau gaji pembangunan/ pengembangan. Adalah gaji semua karyawan yang mengerjakan kegiatan pengembangan.
  • Expense (Dev): Disebut juga dengan Expense Development atau Pengeluaran untuk keperluan pembangunan/ pengembangan. Semua pengeluaran yang digunakan untuk menjalankan aktivitas pembangunan/ pengembangan.
  • Alokasi Kerugian: Nominal kerugian yang disebabkan karena tindakan operasional yang gagal mendapatkan keuntungan. Nilai ini muncul apabila status pada kolom Alokasi Kerugian (section Net Profit) adalah “Yes”.
  • Saldo akhir: Sisa modal (dana investor) di bulan ini. Rumusan: Sisa pendanaan di bulan sebelum nya, dikurangi dengan pengeluaran development (Gaji Dev+ Expense Dev) dan (bila ada) alokasi kerugian juga.

Net Provit

  • Gross Profit: Nama lain nya adalah Keuntungan Kotor. Ini adalah keuntungan yang belum dikurangi dengan pengeluaran apapun. Total semua keuntungan ini bisa di lihat perhitungan nya di dalam situs startup yang Anda danai. Biasanya, nominal keuntungan ini sudah bisa langsung di lihat tiap bulan nya (tanpa perlu perhitungan lagi untuk mengetahui nya).
  • Gaji (OP): Disebut juga dengan Gaji Operational. Gaji semua karyawan yang mengerjakan kegiatan Operational.
  • Expense (OP): Disebut juga dengan Expense Operational atau Pengeluaran Operasional. Semua pengeluaran yang digunakan untuk menjalankan aktivitas kerja operasional.
  • Hasil 1: Perhitungan Gross Profit- (Gaji OP+ Expense OP).
  • Alokasi Kerugian: Status kerugian pada kegiatan operasional yang terjadi di bulan yang dimaksud. Bila arus kas yang terjadi adalah “Minus”, maka bisa dianggap bahwa bisnis tersebut sedang mengalami kerugian. Status di kolom ini akan berubah menjadi “Yes”, yang berarti: Gros Profit lebih kecil daripada Gaji OP+ Expense OP.
  • Alokasi Hutang: Potongan dari Net profit (keuntungan bersih) yang digunakan (sesuai persentase yang telah ditentukan), untuk membayar hutang yang dialami oleh startup tersebut. Informasi lain tentang hal ini bisa di dapatkan disini: Debt.
  • Hasil 2: Profit bersih yang di dapatkan oleh startup tersebut di bulan ini.

PPH

Ini adalah tampilan data PPH antara Pengelola dan Investor. Nilai persentase yang ditampillkan akan tergantung dari SPK (Surat Perjanjian Kerjasama) yang telah di sepakati [Gambar 1.1]. Pelajari selengkapnya disini: PPH (Persentase Pembagian Hasil).

  • Nama Pihak: Hanya ada dua pihak yang mendapatkan pembagian hasil usaha, yaitu: Investor dan Pengelola. Jadi, perhitungan yang dilakukan adalah antara kedua belah pihak tersebut [Gambar 1.2]
  • Persentase: Ini adalah ketetapan yang telah ditetapkan di SPK yang sebelum nya telah di tanda tangani oleh investor dan pengelola. Dalam SPK tersebut, tertera ketentuan mengenai; Pengelola mendapatkan persentase pembagian hasil (PPH) berapa persen, sedangkan mendapatkan PPH berapa persen [Gambar 1.3].
  • Jumlah: Nilai nominal ini adalah nominal jumlah dana dari pembagian PPH yang terjadi. Nominal ini harus di hitung jumlah nya, agar nanti nya bisa di bagi lagi ke dalam perhitungan multi investor [Gambar 1.4].
Gambar 1

ROI

  • Modal terkumpul: Jumlah pendanaan yang didapatkan oleh Startup tersebut dari mulai pertama kali pada putaran pendanaan atau Round yang dimaksud, hingga pada bulan tersebut. Pendanaan yang di dapatkan diluar STASASHI juga harus dimasukan juga disana.
  • ROI Bulan ini: Nilai ROI dari startup tersebut di bulan yang dimaksud.
  • Pendapatan Investor: Jumlah pendapatan yang diperoleh Investor.
    • Catatan: ROI secara umum nya, harus nya di hitung dengan perbandingan keuntungan bersih usaha (keuntungan dari Founder dan Investor). Namun, dikarenakan kami ingin menyajikan data ROI untuk investor saja sebagai perhitungan bagi mereka yang akan berinvestasi, maka ROI ini dihitung dengan menggunakan perbandingan profit investor saja.
  • ROI bulan sebelum nya: ROI yang di dapatkan di bulan sebelum nya. Nilai ini di tampilkan di bagian ini untuk digunakan sebagai perbandingan melihat angka SD (Standar Deviasi) atas ROI yang terjadi.
  • Standart Deviasi: Grafik atas naik turun nya ROI yang terjadi antara bulan ini dengan ROI bulan sebelum nya.
  • Catatan:
    • Bagi yang belum mengerti mengenai ROI, silahkan lihat definisi nya disini: Kamus- ROI.

PHU (Pembagian Hasil Usaha)

 

Tindakan Penting

Melakukan validasi laporan dari Pengelola

Pengelola atau Founder yang mendapatkan pendanaan dari investor, harus mengirimkan laporan bulanan mengenai performa yang terjadi di startup nya. Laporan bulanan tersebut tidak hanya berisi laporan kejadian yang terjadi atau aktivitas kerja yang dilakukan, tetapi harus berisi laporan arus kas dan file- file lampiran pembuktian nya. Laporan tersebut nantinya akan divalidasi oleh pihak STASASHI.

 

Tanya Jawab

Cara Melihat Pendapatan Bulan ini

Perihal mengenai transferan PPH di bulan ini, Anda bisa secara lengkap nya mengunjungi laporan arus kas, kemudian lihat di bagian PPH Investor. Disana terdapat jumlah PPH yang Anda dapatkan di bulan ini. Itulah cara untuk mengetahui PPH yang Anda dapatkan. Anda bisa melihat terdapat transferan atau tidak di bulan ini, dari laporan tersebut. Dengan melihat laporan arus kas secara langsung, Anda bisa melihat laporan- laporan lain nya juga, seperti laporan perofma, historis chat, dll.

Hukuman apa yang bisa dilakukan pihak STASASHI atas Bisnis yang tidak mengikuti ketentuan

Penjelasan di dalam halaman ini hanya berlaku untuk Listing Bisnis STAR SHARE saja. Bisnis STAR SHARE harus mengikuti ketentuan dalam hal manajemen, laporan, jadwal, dll. Bila terdapat bisnis yang tidak bisa mengikuti ketentuan tersebut, maka pihak STASASHI akan memberikan Surat Peringatan kepada Pengelola utama bisnis tersebut.

Surat Peringatan tersebut berupa teguran. Kita mesti menyadari juga, dalam dunia bisnis (khusus nya bisnis StartUp), banyak trial dan error yang perlu dilalui. Sehingga, pihak STASASHI pun harus memberikan toleransi juga kepada Pengelola.

Namun, tetap saja, aturan dan ketentuan itu harus dijalankan. Apabila Surat Peringatan pertama telah dilayangkan, dan kemudian terdapat kesalahan kembali, maka Surat Peringatan (SP) kedua pun akan dilayangkan lagi. Hal ini berlaku seterusnya, hingga SP ke-5.

Apabila SP5 sudah dilayangkan, maka pihak STASASHI akan berdiskusi dengan pihak STAR SHARE dalam wacana mengganti Pengelola yang baru, dan mengambil seluruh sistem bisnis yang ada pada StartUp yang bermasalah tersebut.

Cara Kerja- Umum

Umum

Investor memberikan pendanaan ke startup pilihan mereka ataupun ke anak usaha perusahaan STAR SHARE. Pihak STASASHI mengurus administrasi dan legalitas nya. Kami memastikan pihak Pengelola menyediakan kelengkapan yang dibutuhkan sebelum mendapatkan permodalan. Setelah administrasi lengkap, kemudian pihak investor bisa mengirimkan permodalan nya kepada pihak kami terlebih dahulu. Setelah kami melakukan pengecekan, permodalan tersebut akan diteruskan kepada pihak Pengelola.

Setelah mendapatkan permodalan, pihak Pengelola akan bekerja mengelola uang tersebut sesuai business plan yang telah mereka tetapkan sebelum mengirimkan listing startup mereka. Dalam hal pembangunan bisnis ini, tentu membutuhkan waktu dalam melakukan nya, sehingga diharapkan kesabaran dari para investor untuk mendapatkan pembagian hasil atas usaha yang di danai tersebut.

Setelah bisnis yang di danai tersebut menghasilkan keuntungan, maka pihak Founder berkewajiban untuk memberikan pembagian hasil atas keuntungan yang di dapatkan dari usaha nya tersebut kepada pihak investor, sesuai persentase pembagian hasil (PPH) yang telah di sepakati dan yang telah tertuang di dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak (Investor dan Founder).

Dalam hal untuk mendapatkan profitabilitas, kami memberikan potongan dengan jumlah tertentu atas pendapatan yang di dapatkan oleh setiap startup yang di danai oleh para investor tersebut. Kami melakukan pemantauan secara tidak langsung pada aktivitas kerja para Founder.

Khusus

Dikarenakan kami melayani 3 jenis User (yaitu: Investor, Founder dan CO Founder), maka penjelasan atas cara kerja perusahaan ini kami bagi menjadi 3 jalur. Pilih salah satu menu berikut untuk melihat masing- masing penjelasan nya.

Investor

Lihat cara kerja jalur investor pada pilihan menu berikut ini.

Founder

Lihat cara kerja jalur Founder pada pilihan menu berikut ini.

CO Founder

Lihat cara kerja jalur CO Founder pada pilihan menu berikut ini.

Cara Kerja: Investor

Investor Memilih Listing Bisnis

Hal pertama yang harus dilakukan oleh Investor adalah memilih listing bisnis yang sesuai dengan keinginan mereka. Memilih listing bisnis tidak hanya memilih bisnis yang model nya cocok dengan selera, tetapi memilih Founder/ Pengelola yang tepat sesuai dengan kriteria investor.

Investor memberikan pendanaan

Setelah menemukan Listing Bisnis yang tepat, kemudian investor mengirimkan permodalan kepada Founder tersebut melalui kami. Pihak kami akan mengurusi persyaratan administrasi nya dan legalitas nya.

Founder mendapatkan dana investasi

Setelah dana di kirimkan kepada kami, kemudian dana tersebut diteruskan kepada pihak Founder/ Pengelola. Dana tersebut akan digunakan oleh Founder untuk membangun bisnis nya.

Investor mendapatkan pembagian hasil

Setelah bisnis berjalan, investor akan mendapatkan pembagian hasil dari bisnis yang dijalankan oleh Founder. Persentase Pembagian Hasil (PPH) sesuai kesepakatan yang tertuang dalam SPK. Investor tidak perlu melakukan apapun, seperti membantu manajemen, membantu mencari pekerja, dll. Semua itu adalah tanggung jawab Founder/ Pengelola. Investor hanya membantu dalam hal pendanaan saja.

Cara Melakukan Pemesanan Secara Umum

Ini adalah panduan mengenai cara melakukan pemesanan layanan secara umum yang bisa di praktekan untuk semua jenis layanan. Biasanya panduan ini digunakan untuk melakukan pemesanan surat/ dokumen (Surat pernyataan pelunasan hutang, pergantian SPK, dll).  Bila Anda ingin melakukan pemesanan seperti jenis diatas, maka silahkan ikuti panduan dibawah ini.

 

Pilih items/ layanan yang hendak di beli

Ada beberapa layanan yang di sajikan di STASASHI. Beragam layanan tersebut bisa di lihat di halaman Welcome (halaman landing ketika Anda pertama login) di dalam section “Layanan”. Menu ini juga bisa di lihat di halaman Menu >> Store. Selanjutnya, pilih layanan yang hendak Anda pesan.

 

Baca Deskripsi items dan (bila perlu) cara pembelian nya juga

Untuk memastikan itu adalah items yang benar ingin Anda beli, baca terlebih dahulu deskripsi nya. Sering nya juga, cara pemesanan suatu items, memerlukan suatu jenis tindakan tertentu untuk melengkapi nya. Jadi, lebih baik, baca juga cara pemesanan khusus nya di bagian “Cara Pemesanan”.

Sehingga, Anda tahu apa yang perlu untuk dilakukan nanti setelah Anda selesai melakukan pemesanan atau Anda akan tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pemesanan tersebut.

 

Melakukan Pemesanan

Setelah Anda memilih items/ layanan yang tepat, dan mengetahui tindakan pemesanan selanjutnya, saat nya untuk melakukan pemesanan. Untuk melakukan hal itu, Anda cukup menekan tombol “Add this to Basket”. Kemudian, klik tombol “Lanjutkan”.

 

Cek kembali Portfolio yang ingin di danai

  1. Cek daftar portfolio dan pendanaan yang Anda pilih di halaman Cart. Anda bisa menghapus pilihan Anda ataupun memperbarui nya di halaman tersebut [Lihat GB.07].
  2. Apabila sudah yakin dengan pilihan Anda, klik tombol “Proceed to Checkout” [Lihat GB.08].
GB.07- Cek ulang pesanan Anda
[GB.08] Klik tombol “Proceed to Checkout”

Melengkapi Data Diri

  1. Lengkapi data diri Anda yang ada di berbagai kolom pada halaman “Checkout” [GB.09].
    1. Apabila Anda memiliki kode kupon, Anda bisa memasukan nya di bagian “Click here to enter your code” [GB.09-1].
    2. Anda juga bisa memasukan pesan khusus untuk Customer Service mengenai pesanan Anda, dengan menuliskan nya di kolom “Order Notes” [GB.09-2].

[GB.09] Lengkapi data diri Anda
[GB.09-1] Masukan kode kupon jika Anda memiliki nya
[GB.09-2] Menambahkan catatan khusus untuk Admin

Pilih Pembayaran

  1. Setelah itu, pilih jenis pembayaran yang Anda inginkan. Kami memiliki dua jenis pembayaran yang bisa Anda pilih: Direct Bank Transfer (Transfer Langsung antar bank lokal) ataupun Cash On Delivery [GB.10]
    1. Jika Anda memilih “Direct Bank Transfer”, Anda bisa mengirimkan pendanaan investasi melalui transfer antar bank.
    2. Jika Anda memilih “Cash On Delivery”, maka Anda harus mengirimkan pendanaan nya langsung ke kantor kami. Jadi, Anda harus datang langsung ke kantor kami untuk mengirimkan pendanaan nya. Anda bisa melihat alamat kami di halaman Contact Us.
  2. Centang (check) Saya telah membaca dan menyetujui ketentuan yang ada pada halaman terms and conditions * [GB.11]
  3. Setelah semuanya lengkap, klik tombol “Place Order” [GB.12]

[GB.10] Pilih metode pembayaran
[GB.11] Centang “saya telah membaca syarat dan ketentuan”
[GB.12] Klik tombol “Place Order”

Cek dan Catat Rincian Pembayaran

  1. Kemudian Anda akan sampai pada halaman “Order Received”, dimana Anda bisa melihat rincian investasi yang Anda pesan. Lihat dan catat jumlah yang harus Anda transfer dan ID Order Anda [GB.12], karena hal ini sangat penting untuk mengkonfirmasi pembayaran yang Anda terima.
[GB.12] Detail Order Anda

Melakukan Pembayaran

  1. Lakukan pengiriman dana permodalan ke salah satu Rekening Kami, dengan jumlah sesuai yang tertera pada halaman “Order Received” yang ditampilkan sebelum nya (halaman yang ditampilkan pada waktu Anda menekan tombol “Checkout”).
    1. Di halaman “Order Received”, sebelum nya telah kami instruksikan kepada Anda bahwa Anda perlu menuliskan ID Order dan jumlah nominal yang perlu Anda transfer ke rekening kami. Karena data tersebut diperlukan ketika Anda mengirimkan konfirmasi pembayaran.
    2. Pastikan dana yang Anda transfer, tepat persis seperti jumlah yang telah ditentukan. Jadi, jika nominal dana yang ditransfer adalah sebesar Rp. 260.352 (dua ratus enam puluh ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah), maka jumlah itu lah yang harus Anda transfer. Jangan dibulatkan.
    3. Jangan lupa untuk menyimpan lampiran struk bukti transfer nya.
    4. Khusus untuk investasi skala “Large”, maka jumlah yang perlu Anda transfer tidak akan sama seperti jumlah investasi yang Anda pilih. Karena, jenis investasi tersebut mengharuskan Anda mengirimkan permodalan nya nanti setelah Anda menerima Surat Perjanjian Kerjasama (SPK). Jadi, jangan mengirimkan permodalan sebelum Anda menerima dan mengirimkan ulang SPK nya.

Melakukan Konfirmasi Pembayaran

  1. Setelah Anda mentransfer, kemudian kunjungi halaman: Formulir Konfirmasi Pembayaran, atau klik saja tombol “Konfirmasi Pembayaran (Klik disini)” [GB.13]. Anda akan diarahkan ke halaman Konfirmasi pembayaran [GB.14]
  2. Langkah selanjutnya adalah menunggu balasan konfirmasi pembayaran dari pihak Customer Care. Silahkan tunggu maksimal 2 hari kerja.

[GB.13] Klik tombol “Konfirmasi Pembayaran”
[GB.14] Halaman konfirmasi pembayaran

Monitoring Pesanan Anda

Anda selalu bisa melakukan pengecekan status pesanan Anda dengan mengunjungi: My Account >> Order [GB. 15.A]. Lihat detail dan status pemesanan Anda dengan mengeklik tombol “View” [GB. 15.B].

Bila pemesanan Anda selesai diproses, Anda bisa melihat status nya menjadi “Complete”. Bila Anda melihat status pemesanan selain “Complete” [GB. 15.C], Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut disini: Pembacaan Status Pemesanan di beragam Toko Online atau Marketplace | StartUp Semarang.

[GB. 15.A]
[GB. 15.B]
[GB. 15.C]

Display Data Investor

Display Data Investor digunakan untuk menampilkan informasi terbatas mengenai investor yang telah mendanai suatu StartUp pada Round tertentu. Informasi terbatas yang kami maksud disini adalah informasi tentang: Nama panggilan, kota tempat tinggal, dan sebagai nya, yang sekiranya tidak bersifat pribadi.

Fungsi

  1. Memberikan informasi kepada calon investor, jumlah investor yang sudah mendanai StartUp tersebut beserta nominal pendanaan yang diberikan nya.
  2. Memberikan informasi kepada investor, bahwa nama mereka sudah tercantum dalam daftar investor yang mendanai startup tersebut berikut nominal pendanaan yang diberikan. Ini berfungsi untuk memvalidasi informasi pendaftaran yang sebelum nya telah dilakukan investor tersebut ketika memberikan pendanaan.
  3. Memberikan informasi sekilas kepada investor yang menandai startup tersebut, sehingga mereka tidak perlu masuk ke dalam menu pengaturan yang lebih dalam untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sebagai suatu contoh adalah ID Investor. Investor bisa mengetahui ID nya dengan mudah (tanpa perlu masuk ke dalam pengaturan akun nya) dengan membuka menu ini.

Pembacaan Menu

  1. ID Investor: Kode akun seorang Investor [Bantuan].
  2. Nickname: Nama panggilan investor tersebut.
  3. Kota: Kota tempat tinggal investor saat ini (bukan nama kota tempat lahir atau kota yang sesuai dengan KTP).
  4. Gender: Jenis kelamin investor tersebut.
  5. Jumlah: Nominal pendanaan yang telah diberikan oleh Investor kepada StartUp tersebut.
  6. Kode SPK: Kode administrasi untuk Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang sebelum nya pernah ditandatangani.
  7. Tanggal Kirim Dana: Tanggal pendanaan (dengan jumlah sesuai dengan yang tertera di SPK) diberikan kepada StartUp tersebut.
  8. Round: Putaran Pendanaan.
  9. ID StartUp: Kode untuk StartUp yang didanai [Bantuan].

Tampilan

Display Data Pendanaan

Display Data Pendanaan adalah informasi yang menampilkan jumlah pendanaan dalam round (putaran pendanaan) tertentu, yang di dapatkan oleh sebuah StartUp.

Fungsi

  • Memberikan informasi kepada investor maupun calon investor mengenai putaran pendanaan yang telah dilalui atau sedang dilalui oleh sebuah StartUp.
  • Memperlihatkan status putaran pendaaan yang sedang aktif, dan berapa nominal pendanaan yang telah didapatkan oleh Startup tersebut pada putaran pendanaan itu.
  • Mengetahui tanggal kapan selesai dan tanggal kapan berakhir sebuah putaran pendanaan tertentu. Sehingga calon investor bisa memperkirakan kapan kesempatan dia memberikan pendanaan.

Pembacaan Menu

  1. StartUp
    1. Kode: ID StartUp [Bantuan].
    2. Round: Putaran Pendanaan.
    3. Comb: Kode kombinasi antara kode startup+ putaran pendanaan (hanya digunakan untuk Admin).
  2. Tanggal
    1. Mulai: Tanggal pendanaan dibuka.
    2. Berakhir: Tanggal pendanaan berakhir. Tanggal pendanaan bisa berakhir kapan saja apabila jumlah pendanaan telah terpenuhi.
  3. Pendanaan:
    1. Tekumpul: Jumlah pendanaan yang telah terkumpul pada sebuah Round.
    2. Target: Target jumlah pendanaan yang dikumpulkan.
    3. Status: Kurang/ terpenuhi.
  4. Sisa Pendanaan:
    1. Q1 s/d Q4: Kuartal 1 s/d Quartal 4. Berapa sisa pendanaan yang telah digunakan pada Quartal 1, 2, 3 dan 4.
    2. SUM 1: Jumlah pendanaan yang telah digunakan pada Quartal 1 s/d 4.
    3. SUM 2: Sisa Pendanaan. Rumusan nya adalah= Jumlah pendanaan yang terkumpul- SUM 1.
  5. Tanggal Pelunasan: Tanggal dimana Pihak Pengelola harus melunasi pendanaan Investor, apabila pendanaan yang diberikan oleh investor kepada StartUp tertentu dan pada Round tertentu dinyatakan bangkrut/ gagal.
  6. Dokumen: Dokumen Fund Raising StartUp.

Tampilan

Display Data StartUp

Display Data StartUp adalah informasi yang ditampilkan mengenai perkembangan dari sebuah StartUp, yang terjadi dalam fase tahapan pendanaan (round) tertentu. Informasi yang ada disini lebih ditekankan kepada capaian yang terjadi, dan status atas StartUp atas capaian tersebut.

Fungsi

  1. Memberikan overview kepada calon investor ataupun investor mengenai perkembangan sebuah StartUp. Sehingga mereka memiliki gambaran mengenai seperti apa performa startup tersebut.
  2. Memberikan infografik mengenai Cashflow yang terjadi dalam sebuah StartUp.
  3. Memberikan informasi mengenai status (keberhasilan/ kegagalan) sebuah StartUp.

Pembacaan Menu

  1. StartUp
    1. Kode: Kode StartUp.
    2. Round: Putaran Pendanaan
    3. Comb: Kode kombinasi antara kode startup+ putaran pendanaan (hanya digunakan untuk Admin).
  2. Tanggal
    1. Mulai: Tanggal pendanaan dibuka.
    2. Berakhir: Tanggal pendanaan berakhir. Tanggal pendanaan bisa berakhir kapan saja apabila jumlah pendanaan telah terpenuhi.
  3. Target:
    1. Full: Target pendapatan bersih yang harus dipenuhi oleh Startup tersebut dalam satu putaran pendanaan.
    2. 50%: Target pendapatan bersih X 50%, yang harus dipenuhi oleh Startup tersebut dalam satu putaran pendanaan. Hal ini digunakan sebagai acuan minimal pendapatan bersih, untuk mengukur keberhasilan sebuah startup.
  4. Hasil:
    1. Q1, 2, 3 dan 4: Pendapatan bersih yang terjadi pada Quartal 1, 2, 3 dan 4.
    2. SUM: Jumlah pendapatan bersih yang terjadi pada Quartal 1 s/d 4.
  5. Sisa Pendanaan: Jumlah pendanaan yang masih tersisa. Rumusan nya= Jumlah pendanaan yang di dapatkan (dalam sebuah “Round”) – Pengeluaran yang terjadi.
  6. Status: Tercapai/ Gagal. Pelajari lebih lanjut disini: Dasar penilaian atas keberhasilan/ kegagalan StartUp

Tampilan

 

Employee Sallary

Pengertian

Employee Sallary atau Gaji Karyawan adalah gaji yang diberikan kepada Founder beserta anggota tim yang mengembangkan atau menjalankan startup yang di danai oleh Investor. Tentu saja, Founder dan Tim nya harus mendapatkan gaji untuk kelangsungan hidup nya juga. Khusus nya ketika usaha tersebut masih dalam status belum beroperasi menghasilkan keuntungan.

Namun, dikarenakan Founder/ Pengelola nanti nya pun akan mendapatkan PHU juga dari startup yang di jalankan, maka kami menentukan seminimal mungkin (dalam batasan wajar) atas nominal gaji yang diberikan tersebut. Standar nya adalah sesuai UMR lokasi kota tempat Founder dan Tim nya melakukan aktivitas kerja.

Penjelasan Lanjutan

Employee Sallary dapat dikeluarkan dari dana investasi yang diberikan oleh investor, untuk melakukan pembangunan ataupun operasional startup. Founder memiliki wewenang untuk merekrut karyawan, guna membantu aktivitas kerja mereka. Gaji atas karyawan yang direkrut bisa diambilkan dari dana investasi yang diberikan. Pengelola harus memberikan pembuktian bahwa mereka telah mentransfer gaji ke karyawan mereka. Founder/ Pengelola dalam hal ini juga termasuk karyawan yang harus di gaji dengan standart gaji sesuai UMR mereka masing- masing.

 

Konten dan Penjelasan nya

Data

  • Nomor Dokumen: Nomor dokumen atas gaji yang dikeluarkan.
  • ID Anggota: NIK atau Nomor Induk Karyawan yang mendapatkan gaji tersebut.
  • Nominal: Total gaji yang diberikan pada anggota tersebut.

Validasi

  • Kode Startup: ID startup yang dijadikan subjek dalam perhitungan ini.
  • Jenis pengeluaran:
    • OP (Operational): Ini adalah kolom yang digunakan untuk memvalidasi gaji anggota/ karyawan, yang melakukan aktivitas kerja Operasional  pada startup yang didanai. Untuk gaji anggota/ karyawan yang melakukan aktivitas kerja namun hanya berhubungan dengan pembangunan, maka perhitungan mereka tidak dimasukan di dalam kolom ini.
    • Dev (Development): Ini adalah kolom yang digunakan untuk memvalidasi gaji anggota/ karyawan, yang melakukan aktivitas kerja Development pada startup yang didanai.

Nominal

  • Kode Startup: ID startup yang dijadikan subjek dalam perhitungan ini.
  • Jenis pengeluaran:
    • OP (Operational): Ini adalah kolom yang digunakan untuk memvalidasi gaji anggota/ karyawan, yang melakukan aktivitas kerja Operasional  pada startup yang didanai. Untuk gaji anggota/ karyawan yang melakukan aktivitas kerja namun hanya berhubungan dengan pembangunan, maka perhitungan mereka tidak dimasukan di dalam kolom ini.
    • Dev (Development): Ini adalah kolom yang digunakan untuk memvalidasi gaji anggota/ karyawan, yang melakukan aktivitas kerja Development pada startup yang didanai.

Lain- lain

  • URL Slip Gaji Bulan ini: URL Folder dimana Anda bisa menemukan softcopy atas slip gaji yang diberikan kepada karyawan. Anda bisa melihat softcopy yang tepat, dengan melihat kode file nya.

 

Hal Penting Lain

Slip Gaji

Slip gaji adalah sebuah persyaratan administrasi untuk membuktikan bahwa gaji karyawan memang telah diberikan. Hal ini khusus terjadi apabila karyawan tidak memiliki rekening. Bila karyawan memiliki rekening, slip gaji ini akan bersifat optional (tidak wajib), namun harus diganti dengan bukti transfer.

Bukti transfer atas gaji karyawan harus berisi nomor referensi atau ID gaji, yang membuktikab bahwa bukti transfer tersebut memang ditujukan untuk membayar karyawan yang dimaksud. File ini akan digunakan sebagai bukti pengiriman gaji ke karyawan.

File Slip Gaji atau bukti transfer gaji harus di upload ke dalam Google Drive ke dalam suatu folder “Nama Bulan” gaji tersebut diberikan. URL atas folder tersebut akan digunakan sebagai bukti yang juga bisa di akses oleh Investor. URL folder sharing ini harus ditempatkan pada kolom URL Slip Gaji bulan yang dimaksud.

Expense

Definisi

Expense atau pengeluaran startup, adalah biaya yang dikeluarkan oleh sebuah startup dalam menjalankan kegiatan operasional maupun kegiatan pengembangan (development) yang terjadi dalam lingkup finance di perusahaan STAR SHARE.

Halaman ini merupakan penjelasan mengenai sistem perhitungan pengeluaran di perusahaan STAR SHARE saja. Bukan di startup selain yang dikelola oleh perusahaan STAR SHARE. Ditujukan khusus sebagai penjelasan kepada investor yang mendanai anak usaha STAR SHARE.

Startup selain yang dikelola selain oleh STAR SHARE, tidak terpaku dengan sistem expense yang dijelaskan pada halaman ini. Bahkan, mungkin saja mereka tidak memiliki sistem perhitungan pengeluaran. Karena, pengelolaan startup selain milik STAR SHARE, akan diserahkan sepenuhnya oleh Founder/ Pengelola nya masing- masing.

Latar Belakang

Untuk bisa mengetahui beberapa nominal penting dalam sebuah cash flow (arus kas), seperti: keuntungan bersih, sisa modal, dll, diperlukan perhitungan mengenai pengeluaran yang karakteristik nya berbeda. Kita tidak bisa menghitung jumlah modal yang tersisa, dengan hanya melakukan perhitungan Modal Awal, dikurangi dengan pengeluaran. Harus nya pengeluaran yang digunakan untuk biaya pengembangan (development) saja yang digunakan sebagai perhitungan. Hal ini juga berlaku bagi jenis perhitungan arus kas lain nya (mis. keuntungan bersih).

Di sisi lain, sistem perhitungan arus kas di STAR SHARE cukup kompleks. Karena memiliki beberapa startup dengan variasi keadaan. Ada startup yang sedang iddle (diam), beroperasi, dalam perbaikan, dalam pengembangan, ada pula yang status nya iddle namun sesekali berubah ke dalam kondisi pengembangan.

Karena dibutuhkan karakteristik pengeluaran yang berbeda itulah, maka sebuah perhitungan mengenai pengeluaran secara spesifik harus dilakukan.

 

Jenis Pengeluaran

Berdasarkan Jenis Startup

  • Expense Global: adalah pengeluaran yang digunakan untuk keperluan operasional kantor utama, dimana semua startup yang dikelola oleh STAR SHARE hampir dipastikan menggunakan nya. Contoh nya adalah: Biaya listrik, WiFi, dsb.
    • Nilai expense global ini akan dihitung sebagai nilai tersendiri. Kemudian, nanti nya akan dibagi sama rata dengan semua startup yang pada bulan ini sedang aktif (baik itu aktif dalam hal pengembangan ataupun operasional).
  • Expense Startup: Adalah pengeluaran yang digunakan untuk keperluan satu atau beberapa startup saja.

Berdasarkan Jenis Penggunaan

  • Operational: Adalah pengeluaran yang digunakan untuk keperluan biaya operasional startup ketika menjalankan aktivitas kerja. Pembagian jenis pengeluaran ini dilakukan untuk menghitung keuntungan bersih (net provit) atas kegiatan usaha yang sedang dijalankan.
  • Development: Adalah pengeluaran yang digunakan untuk keperluan biaya pengembangan startup. Pembagian jenis pengeluaran ini dilakukan untuk menghitung modal awal (initial capital) atas kegiatan usaha yang di danai oleh investor.

Berdasarkan Display

  • Expense Global: Sebuah tampilan atas perhitungan pengeluaran yang terjadi pada semua startup yang dijalankan oleh STAR SHARE. Jadi, Anda bisa melihat pengeluaran untuk startup yang lain, meskipun Anda tidak berinvestasi disana.
  • Expense Startup: Sebuah tampilan atas perhitungan pengeluaran yang terjadi pada satu startup saja. Tampilan ini lebih sederhana. Sumber data berasal dari expense startup, dan ini hanyalah sebuah media penampil saja.
Tampilan Expense Global
Tampilan Expense Startup

 

Tampilan

Disini dibedakan antara tabel pengeluaran untuk operasional dan pengeluaran untuk development. Rumusan nya adalah: Total Pendapatan akan dikurangi dengan total pengeluaran, sehingga akan menjadi nilai Keuntungan bersih. Setiap pengeluaran, harus ada invoice ataupun nota nya. Berikut adalah pembacaan kolom- kolom nya.

Struktur

Satu Startup memiliki satu file perhitungan expense tahunan. Sebagai contoh, satu buah files bisa berisikan data untuk Startup APRUON tahun 2018. Kemudian ada juga data file speadsheet untuk startup APRUON tahun 2019, dsb.

Perhitungan bulanan ada di setiap bottom tab yang di indikasikan dengan kode bulan. Bottom Tab 02 berarti mengindikasikan bulan Februari pada tahun yang dimaksud sesuai dengan judul file.

Contoh Tampilan Data Expense pada startup Digime Bay

ID (Judul File)

Format: EXPS.ID Startup.Tahun. Sebagai contoh: EXPS.DB.2020, adalah sebuah file perhitungan tentang expense (pengeluaran) yang terjadi pada startup Digime Bay pada tahun 2020.

 

Expense Startup [Gambar 9]

Nota Expense startup yang dimaksud disini adalah tampilan pengeluaran untuk sebuah startup yang dimaksud. Spreadsheet ini tidak berisikan perhitungan, namun hanya berisi tampilan data saja yang diambil dari spreadsheet Global Calculation yang telah di filter. Di bagian ini akan dijelaskan mengenai pembacaan data pada spreadsheet Expense Startup.

Data [Gambar 9.1]

  • Tanggal: Tanggal data expense tersebut dibuat.
  • Nama: Nama lengkap dari orang yang membuat data expense tersebut. Orang ini bertanggung jawab atas akurasi data yang tertampil.
  • ID: ID Anggota dari orang yang membuat data expense tersebut.
  • Jabatan: Posisi/ jabatan dari orang yang membuat data expense tersebut (mis. staff, manager, SPV, dll).

Overview [Gambar 9.2]

Tampilan nominal pengeluaran Operasional (OP) dan pengeluaran development (DEV) untuk startup yang dimaksud. Keseluruhan pengeluaran (OP dan DEV) ditampilkan pada kolom “All”.

NOTA [Gambar 9.3]

  • Nominal: Jumlah (dalam rupiah) atas nota yang dikeluarkan.
    • Catatan: Jumlah nominal ini bukan semata- mata seperti yang tertera di nota, karena nilai yang tertampil disini sebelum nya telah dibagi ke startup yang ikut menggunakan (mendapatkan beban) atas pengeluaran yang terjadi.
  • Nomor Nota: ID nota yang dikeluarkan. Juga digunakan sebagai nama file softcopy atas nota yang dimaksud.
    • ID pengeluaran diberi kode: EXP.OP.XXXXIDStartup. Contoh: EXP.OP.0001FX, adalah kode file nota pengeluaran untuk startup Foxy Tracker yang bernomor satu.
Gambar 9

Lain- lain [Gambar 10]

  • URL Softcopy: Berisikan URL Folder atas softcopy files pengeluaran yang terjadi di bulan ini.
  • Global Calculation: Berisikan URL perhitungan keseluruhan mengenai expense yang terjadi di semua startup. Anda bisa membuka URL ini dan melihat rincian perhitungan yang terjadi di dalam startup yang Anda danai. Hanya menampilkan data “Global Calculation” pada bulan yang dimaksud.
Gambar 10: Expense lain- lain

 

Expense Global

Expense Global adalah perhitungan pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan STAR SHARE secara keseluruhan, dalam lingkum usaha yang berhubungan dengan semua proyek/ layanan di STASASHI. Perusahaan STAR SHARE juga memiliki proyek yang tidak berhubungan oleh investor, dan proyek semacam itu itu tidak data itu tidak dicantumkan disini.

Data

Bagian ini berisikan informasi penting mengenai pembuatan data expense tersebut [Gambar. 1.1]

  • Tanggal: Tanggal data expense tersebut dibuat.
  • Nama: Nama lengkap dari orang yang membuat data expense tersebut. Orang ini bertanggung jawab atas akurasi data yang tertampil.
  • ID: ID Anggota dari orang yang membuat data expense tersebut.
  • Jabatan: Posisi/ jabatan dari orang yang membuat data expense tersebut (mis. staff, manager, SPV, dll).
  • TTD: Sebuah komentar yang diberikan dalam kolom, sebagai autentifikasi atas siapa yang membuat data expense tersebut. Komentar ini bisa sebagai petanda tentang akun yang digunakan dan kapan waktu expense tersebut dikerjakan [Gambar. 1.2]
Gambar 1

Active Startup

Bagian ini berisikan informasi keadaan sebuah startup. Kode “OP” berarti Operate atau Beroperasi (sedang berjalan). Kode “DEV” berarti Development atau startup itu sedang dalam kondisi pengembangan. Sebuah startup bisa saja berada dalam posisi “OP” dan “DEV” secara bersamaan. Hal itu bisa saja, startup tersebut sedang berjalan (running), namun juga sedang mengembangkan suatu fitur.

Keterangan yang ada di bawah “Kode” adalah ID Startup (Gambar 2.1). Dalam contoh “Gambar 2” dibawah ini, ID startup “DB” atau suatu startup yang bernama Digime Bay (Gambar 2.2), pada bulan Februari (Gambar 2.3) sedang dalam tahap pengembangan, dan belum dijalankan (running). Karena kode untuk “OP” pada startup tersebut adalah kosong, sedangkan kode untuk “DEV” adalah “Yes” (Gambar 2.4).

Kolom “Total” (Gambar 2.5) digunakan sebagai perhitungan untuk “Pembagian Global Expense” (Gambar 2.A). Penjelasan lanjutan akan dijelaskan nanti.

Gambar 2
Gambar 2.A

 

Report

Tampilan nominal pengeluaran Operasional (OP) dan pengeluaran development (DEV) untuk setiap startup. Dan keseluruhan pengeluaran (OP dan DEV) pada kolom “All” (Gambar 3).

Bagian ini digunakan untuk memudahkan dalam melihat data. Data sebenarnya bisa di lihat pada bagian “Total” (Gambar 3.A), pada perhitungan di bagian paling bawah (Gambar 3.B). Namun, bila harus melihat di bagian tersebut, akan kesulitan, sehingga tampilan data yang penting tersebut harus dibawa di bagian atas agar mudah dilihat.

Gambar 3
Gambar 3.A
Gambar 3.B

 

Keterangan “Nota Expense”

Bagian ini adalah detail mengenai semua nota pengeluaran yang terjadi pada bulan yang dimaksudkan (Gambar 4). Informasi yang dituliskan di bagian ini terbatas. Namun, Anda bisa melihat detail nya pada setiap softcopy atas nota asli nya.

  • Tanggal: Hanya bertuliskan tanggal saja (tanpa bulan dan tahun). Adalah tanggal dimana nota tersebut dikeluarkan (issue). Untuk keterangan bulan atas nota tersebut, mengikuti keterangan di bagian header atas nya.
  • Nominal: Jumlah (dalam rupiah) atas nota yang dikeluarkan.
  • Nomor Nota: ID nota yang dikeluarkan. Juga digunakan sebagai nama file softcopy atas nota yang dimaksud.
Gambar 4

 

Assignment

Ini adalah bagian penempatan penggunaan nota (Gambar 5). Semua jenis pengeluaran dicantumkan di disini. Namun, tidak semua pengeluaran digunakan oleh setiap startup. Ada sebuah pengeluaran yang hanya digunakan oleh startup ABC, ada juga pengeluaran yang hanya digunakan oleh startup beberapa startup (mis. Startup ABC, DEF) saja.

Oleh karena itu, dibuatlah bagian penempatan (assignment) pada setiap nota, agar setiap jenis pengeluaran sesuai dengan pihak (startup) yang menggunakan nya.

  • Global: Pengeluaran yang digunakan untuk semua startup yang pada waktu bulan yang dimaksud, dalam kondisi aktif, baik itu dalam kondisi operasional ataupun development.
  • Assignment Startup: Pengeluaran yang digunakan hanya oleh startup tertentu. Ditunjukan dengan angka “1”, sebagai petanda atas penempatan (assignment) yang terjadi. Ada dua jenis penempatan pengeluaran pada startup ini, adapun itu adalah:
    • OP: Pengeluaran yang digunakan hanya oleh startup tertentu untuk tujuan operasional saja.
      • Sebagai contoh, pembelian VPN yang hanya digunakan untuk operasional startup Foxy Tracker (FX). VPN tersebut tidak digunakan untuk Startup lain. Hanya startup Foxy Tracker saja yang menggunakan nya. Itupun digunakan untuk keperluan operasional. Jadi, pada nota pengeluaran VPN tersebut, harus tertera angka “1” yang pada bagian FX >> OP.
    • DEV: Pengeluaran yang digunakan hanya oleh startup tertentu untuk tujuan development atau pengembangan saja.
      • Sebagai contoh, pembelian lisensi software Android Studio, yang rencana nya hanya digunakan untuk membuat aplikasi Foxy Tracker agar tersedia di Play Store. Software tersebut tidak mungkin digunakan untuk melakukan kegiatan operasional. Jadi, pada nota pengeluaran Android Studio tersebut, harus tertera angka “1” yang pada bagian FX >> DEV.
    • Catatan: Sebuah nota bisa digunakan untuk keadaan OP dan DEV secara bersamaan. Sebagai contoh, pembelian lisensi software Android Studio untuk Startup Digime Bay (DB). Tidak hanya digunakan untuk membuat aplikasi Digime Bay di Play Store saja (kegiatan Dvelopment), namun dikarenakan startup Digime Bay juga memiliki layanan Pembuatan Aplikasi Android, maka berarti software itu digunakan untuk kegiatan operasional juga.
  • VAL: Adalah sebuah validasi atas assignment nota yang dilakukan. Ada satu persyaratan penting dalam penempatan nota ini. Adapun itu adalah: Nota Global tidak boleh ditempatkan pada nota Assignment Startup, ataupun sebalik nya. Bila sebuah nota sudah dilakukan penempatan pada Global, berarti nota itu berlaku untuk semua startup. Akan menjadi kontradiksi (tindakan yang salah) apabila malah dilakukan penempatan kembali pada assignment Startup.
    • Bila validasi yang dilakukan benar, berarti, tidak ada penempatan ganda. Baik itu yang terjadi pada penempatan global ataupun penempatan startup.
    • Indikasi bila validasi penempatan sudah benar, bagian “VAL” akan berwarna kolom “Hijau”, dan keterangan akan bertuliskan “Benar”.
    • Indikasi bila validasi penempatan salah, bagian “VAL” akan berwarna kolom “Merah”, dan keterangan akan bertuliskan “Salah”. Bila hal ini terjadi, maka Anda harus memperbaiki nya. Semua status di bagian “VAL” harus berwarna hijau (benar).
Gambar 5

 

Expense Setiap Startup

(Gambar 6) Bagian ini memperlihatkan nominal pengeluaran (expense) yang terjadi pada setiap startup, kecuali expense global. Rumus: Nominal pengeluaran X (IF: Assignment) Startup. Nilai ini nanti akan ditambahkan dengan Pembagian Expense Global, sehingga memunculkan nilai pengeluaran keseluruhan yang dialami oleh sebuah startup.

Expense di bagian ini juga dibagi menjadi jenis Operasional (OP) dan Development (DEV). Tentu saja, dua jenis expense tersebut (OP dan DEV) perlu di hitung, karena nanti nya perlu digunakan untuk perhitungan yang berbeda.

Gambar 6

Pembagian Global Expense

Pengeluaran Global harus dibebankan pada startup yang di bulan tersebut aktif. Karena startup tersebut aktif, maka turut menggunakan pengeluaran global. Oleh karena itu, section ini dibuat.

Bagian ini lebih cenderung dibuat sebagai bentuk perhitungan saja, untuk nantinya digunakan sebagai tambahan biaya pembagian setiap startup. Tanpa adanya perhitungan ini, maka biaya keseluruhan yang dibebankan kepada setiap startup tidak bisa dihitung. Lihat tampilan nya pada (Gambar 7).

Gambar 7

 

Total

Bagian perhitungan keseluruhan, dimana perhitungan pengeluaran untuk sebuah startup, telah ditambahkan dengan pengeluaran global. Lihat tampilan nya pada Gambar 8.

Penjumlahan keseluruhan yang terdapat di bagian bawah, adalah output (nilai hasil) atas pengeluaran final yang terjadi. Untuk memudahkan navigasi, nilai tersebut ditampilkan di bagian “Report” (Gambar 3).

Gambar 8

 

Shortcut Startup to Show

Ini hanyalah tampilan halaman filter untuk memudahkan kami dalam menampilkan data di spreadsheet Expense Startup. Tanpa ini, diperlukan formula khusus untuk menampilkan data khusus untuk startup yang dimaksud.

Gambar 9
Fase (Tahapan)

Fase Pendanaan

Pelajari lebih lanjut disini: Pengertian Round atau Putaran Pendanaan

 

Fase Running

Fase running ini adalah tahapan aktivitas kerja yang dilakukan pada sebuah Startup. Secara umum, tahapan dalam pembangunan suatu bisnis adalah: Ide bisnis, mengeksekusi ide bisnis, menjalankan bisnis di awal, menjalankan bisnis secara operasional dan melakukan ekspansi usaha. Fase running pun gambaran nya seperti itu.

  • Seed Run: Disebut juga fase mengeksekusi ide bisnis.
  • Akselerasi: Disebut juga fase menjalankan bisnis di awal, atau merintis usaha. Ide dan semua perlengkapan nya sudah ada. Tinggal menjalankan nya, memperbaiki sistem yang cacat, dan mendapatkan keuntungan dari sana.
  • Operational: Ini adalah fase dimana sebuah bisnis telah melalui tahapan merintis usaha. Dimana kendala- kendala besar telah di selesaikan di masa perintisan usaha, dan saat ini sedang berjalan tanpa ada banyak kendala yang dialami.
  • Ekspansi: Ketika bisnis sudah cukup mapan, tibalah saat nya untuk melakukan perluasan (ekspansi) usaha. Hal ini bisa dilakukan dengan membuka cabang, membuka kategori produk lain nya, mengembangkan jalur marketing lebih luas lagi, dll.
Hutang dan Alokasi

Pengertian

Hutang yang dimaksud disini adalah sebuah hutang yang dimiliki oleh Startup (hutang perusahaan), dimana pembayaran nya diambilkan dari potongan keuntungan yang terjadi pada startup tersebut.

Latar Belakang

Sebuah perusahaan yang memiliki hutang adalah hal yang umum sekali terjadi. Begitu pula yang ada di STAR SHARE. Anak usaha yang dimiliki nya terkadang memiliki hutang juga.

Tidak setiap waktu performa perusahaan baik. Ada kalanya performa perusahaan menjadi sangat buruk, sehingga perlu suntikan dana tambahan untuk tetap bertahan melewati waktu sulit nya tersebut. Penyebab perusahaan yang mengalami performa yang buruk ada banyak faktor, antara lain: keadaan ekonomi yang buruk (terjadi wabah, krisis ekonomi dunia, dll), pengkhianatan yang terjadi dalam internal perusahaan, kerusakan parah yang terjadi dalam perusahaan, kegagalan dalam mengembangkan/ meluncurkan produk, dll.

Penggunaan suntikan dana tersebut tidak hanya digunakan untuk bertahan hidup saja. Terkadang juga digunakan untuk membuat pengembangan produk baru untuk mendongkrak arus kas, perluasan usaha dikarenakan pasar sebelum nya telah sepi, dll.

Kebanyakan sumber suntikan dana yang di dapatkan oleh perusahaan STAR SHARE berasal dari investor STASASHI. Ketika penggunaan suntikan dana tersebut malah menghasilkan kerugian, dan menyebabkan anak usaha dinyatakan bangkrut, maka anak usaha tersebut bisa melakukan Putaran Pendanaan tahap selanjutnya. Namun, dengan konsekuensi bahwa pendanaan dari Investor sebelum nya harus di kembalikan (bila jenis resiko atas investasi tersebut adalah RDP).

Tampilan

Satu dokumen berisikan data hutang dalam satu tahun yang dimiliki oleh sebuah startup. Pembayaran atas dana hutang tersebut (alokasi hutang) juga di dokumentasikan disana.

Display dokumentasi hutang

 

Pembacaan Data

Dokumen

Ini adalah bagian mengenai rincian hutang yang dimiliki oleh sebuah startup. Lihat Gambar 1.1.

  • ID Dokumen: Kode dokumen atas rincian hutang yang dimaksud.
  • Jumlah: Nominal (dalam rupiah) atas ID dokumen hutang yang dimaksud.
  • URL Dokumen: URL file softcopy dari Google Drive mengenai dokumen hutang yang dimaksud.

Perhitungan Tiap Bulan

Ini adalah bagian mengenai informasi terbaru tentang hutang setiap bulan nya. Dari sini, bisa diketahui sisa hutang, jumlah yang dibayarkan di bulan tertentu, dll. Lihat Gambar 1.2.

  • Nominal: Jumlah hutang yang dimiliki pada suatu bulan yang dimaksud. Bila di bulan Juni tertera Rp. 10.000.000 di bagian tersebut, maka bisa dikatakan, bahwa di bulan Juni, startup tersebut masih memiliki hutang sebesar Rp. 10.000.000.
  • Alokasi Sebelum nya: Jumlah uang yang di potongkan dari startup yang dimaksud pada bulan sebelum nya. Angka ini biasanya ada bila jumlah alokasi hutang di bulan sebelum nya belum mencapai ambang batas layak transfer.
    • Sebagai contoh: Sebuah startup ABC di bulan sebelum nya mendapatkan alokasi hutang sebesar Rp. 95.000. Startup ABC tersebut memiliki hutang kepada Investor lama. Pihak Manajemen STAR SHARE telah membuat keputusan internal, bahwa ambang batas layak transfer untuk investor adalah sebesar Rp. 100.000. Dikarenakan alokasi hutang sebelum nya adalah hanya Rp. 95.000 saja, maka belum termasuk layak transfer. Sehingga, dana tersebut ditahan untuk nanti ditambahkan dengan alokasi hutang bulan ini, agar bisa mencapai ambang batas layak transfer. Sehingga barulah bisa di transfer.
    • Ambang batas layak transfer didasarkan atas perhitungan yang subjektif dan perkiraan. Sebagai contoh ambang batas layak transfer bagi investor adalah Rp. 100.000. Bisa di bayangkan sendiri bila ambang batas layak transfer kepada investor di tentukan dengan nilai Rp. 20.000. Tentu keputusan ini bisa menjadi hal yang kurang pantas, bilamana Anda membayangkan sendiri ketika memberikan biaya angsuran sebesar Rp. 20.000 tersebut kepada investor.
  • Alokasi Bulan ini: Jumlah uang yang di potongkan dari startup yang dimaksud pada bulan saat ini. Angka ini berasal dari nilai ketetapan alokasi hutang dari pendapatan bersih yang terjadi di bulan ini. Perhitungan ini ada pada arus kas.
  • Alokasi Keseluruhan: Jumlah Alokasi Sebelum nya + Alokasi Bulan ini.
  • Dibayarkan: Jumlah yang dibayarkan kepada debitur pada bulan ini.
  • Sisa Hutang: Jumlah sisa hutang yang dimiliki oleh startup yang dimaksud, pada bulan ini.
Gambar 1

 

Lain- lain

Ketetapan

  • Ambang batas layak transfer kepada Investor: Rp. 100.000
  • Alokasi hutang: 10% X pendapatan bersih.

Dokumen Hutang

Pengertian dokumen hutang atas hal ini adalah: Sebuah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh PT. BERBINTEK, yang menyatakan bahwa salah satu startup (yang dimaksud dan data nya ada dalam lampiran) memang benar memiliki hutang dengan rincian yang telah dijelaskan di dalam dokumen tersebut.

  • Dokumen hutang biasanya dikelompokan sesuai sumber nya, dimana dokumen tersebut dicetak dan dikeluarkan (issued) oleh PT. BERBINTEK. Rincian atas hutang biasanya disertakan pula di lampiran softcopy tersebut juga.
  • PT. BERBINTEK bertanggung jawab atas konten (isi) dari dokumen hutang tersebut.
  • Dokumen Hutang memiliki kode files: S.PER DEBT.
  • Lihat contoh tampilan dokumen hutang pada Gambar 2.
Gambar 2
ID dan Jenis- jenis nya

ID atau kode suatu sebutan, adalah sebuah kode yang digunakan dalam departemen Administrasi untuk memudahkan manajemen pendataan. Bila suatu sebutan tidak diberi kode, maka akan kesulitan dalam mengelola ataupun menyimpan data- data atau data yang berhubungan dengan hal itu.

Jenis- jenis ID di STASASHI dan Format nya

  1. ID Investor: Kode untuk investor yang pernah melakukan pemesanan SPK. Tidak hanya untuk mereka yang pernah melakukan investasi saja. Format nya adalah: IVS. Nomor Urut (2 digit). Kode StartUp. Contoh: IVS.55.FX. Berarti itu adalah untuk ID investor yang bernomor urut 55, dan yang pernah melakukan pemesanan SPK untuk StartUp Foxy Tracker.
  2. ID StartUp: Kode untuk sebuah StartUp yang tercantum di listing bisnis. Sebagai contoh, FX adalah ID untuk startup Foxy Tracker.
  3. ID SPK: Kode untuk SPK yang dikeluarkan untuk seorang investor yang pernah melakukan pemesanan SPK. Format nya adalah: SPK. Nomor Urut (2 digit). Kode StartUp. Contoh: SPK.55.FX. Berarti itu adalah untuk ID SPK yang bernomor urut 55 untuk StartUp Foxy Tracker.
  4. ID jenis SPK: Kode untuk versi SPK yang dikeluarkan. Contoh nya adalah: SPK.R1-DB-SKL.M-RDP. Kode ini hanya untuk Admin sehingga tidak dijelaskan banyak disini.
Invoice

Pengertian

Invoice adalah surat penagihan yang dikeluarkan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli atau dalam hal ini pelanggan sesuai kesepakatan yang tertera di Purchase Order. Atau yang lebih dikenal dengan surat pemesanan yang dikeluarkan setelah terjadi booking atau pesanan antara penjual dengan pembeli. Invoice berisi rincian dari setiap barang atau produk yang ditawarkan dengan harga sesuai kesepakatan PO.

Masyarakat umum Indonesia lebih mengenal faktur daripada invoice. Sebagaimana termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa faktur merupakan daftar kiriman barang yang dilengkapi dengan keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar oleh pelanggan. Faktur juga bisa diartikan sebagai perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada konsumen.

Semua yang terlibat dalam bisnis baik perdagangan produk, jasa atau yang lainnya pasti membutuhkan invoice. Di perusahaan jasa invoice biasa disebut dengan Notice atau kwitansi. Invoice ini merupakan bukti transaksi antara penjual dan konsumen.

 

Cara mendapatkan invoice

[GB.01] Masuk ke Menu >> Akun Saya
[GB.02] Anda nanti akan masuk ke halaman My Account WooCommerce
[GB.03] Pilih menu “Order”
[GB.04] Lihat Order yang status nya “Complete”
[GB.05] Klik tombol “Download Invoice”, lalu kemudian akan terdownload file nya
 

Simpan atau print file nya, kemudian simpan di tempat yang aman. File itu adalah bukti bahwa Anda telah mengirimkan investasi atau permodalan.

Jenis Investasi

Jenis Investasi Berdasarkan Resiko

Resiko Ditanggung Investor (RDI)

Ini adalah keadaan dimana ketika Anak Perusahaan yang Anda danai bangkrut (meskipun kemungkinan nya sangat kecil), maka semua modal yang Anda berikan ikut hilang bersama dengan tumbang nya usaha tersebut. Meskipun begitu, jenis resiko usaha ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan nya sebagai berikut:

Resiko Ditanggung Investor adalah keadaan dimana apabila usaha yang di danai tersebut bangkrut, kerugian nya akan ditanggung oleh pihak Investor dan Pihak Pengelola. Jika Anda bertanya- tanya, mengapa investor harus ikut menerima kerugian yang terjadi ketika usaha tersebut bangkrut, berikut adalah penjelasan dari kami:

  • Alasan Dikarenakan usaha ini adalah bergerak dalam bisnis internet, dengan beberapa kesulitan khusus dibawah ini:
  • Perlu adanya pemberdayaan (training) kepada calon pekerja secara khusus, untuk mendapatkan SDM dengan biaya yang murah. Karena bila mengambil tenaga kerja sarjana komputer S1 atau S2, gaji yang mereka minta sangatlah tinggi (mencapai 2X UMR).
  • Manajemen bisnis ini membutuhkan keterampilan khusus (kombinasi dari programer, manajemen, akuntansi dan spesialis SEO) dan perhitungan yang sangat cermat untuk mengelolanya.
    • Dan mengingat telah tersedia nya sumber daya yang kuat untuk membuat pendirian perusahaan ini berjalan dengan sukses seperti dibawah ini:
    • Telah adanya sistem manajemen yang bisa di implementasikan dengan baik kepada perusahaan yang akan di dirikan.
    • Telah adanya SDM berpengalaman yang bisa membantu membangun sistem kerja dengan baik.
    • Sistem manajemen telah dilengkapi dengan beragam sistem laporan (keuangan, performa anggota, rekam penjualan yang terjadi, dll).
  • Dan mengingat adanya keadaan khusus dibawah ini
    • Penggunaan dana akan lebih dipakai untuk tenaga pembuatan sistem kerja (training kepada SDM baru, sistem manajemen, sistem administrasi, pembuatan jalur & jaringan internet marketing), dan bukan untuk modal pembelian barang dagangan. Sehingga besaran modal bukan faktor utama yang bisa menentukan keberhasilan pendirian perusahaan, melainkan pengetahuan khusus yang dimiliki Manajer lah yang paling memiliki porsi besar dalam meraih keberhasilan.
    • Maka, kami merasa pengetahuan khusus, tenaga dan sumber daya yang telah dipersiapkan sebelum datang nya modal, yang akan dicurahkan untuk pembangunan perusahaan ini, bernilai sangat tinggi.
    • Apabila pendirian perusahaan ini mengalami kegagalan –meskipun hal ini sangat kecil kemungkinan nya untuk terjadi karena telah ada persiapan sangat matang dalam melakukan nya, maka kerugian materi (modal dana) akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Pemberi Modal (investor). Yang dimana pihak Pengelola juga ikut menanggung kerugian nya sendiri, atas hilang nya waktu dan tenaga yang telah habis dicurahkan dalam pembangunan Perusahaan ini.

Kami tidak bisa menerima kesepakatan pengembalian dana pemodal karena kami sudah bekerja keras membuat sistem manajemen yang kuat sebelumnya. Kami telah menginvestasikan banyak sekali waktu dan tenaga yang jika di uangkan, nilai nya tidaklah sedikit.

Kesimpulan: Kerugian meterial akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penanam Modal, dan kerugian waktu dan tenaga akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Pengelola.

Resiko Ditanggung Pengelola (RDP)

Ini adalah keadaan dimana ketika Anak Perusahaan yang Anda danai bangkrut (meskipun kemungkinan nya kecil), maka semua modal yang Anda berikan akan dikembalikan sepenuhnya, sesuai ketentuan yang ada SPK yang di tanda tangani oleh pihak Investor dan Pengelola.

Perlu dipahami, ini bukan pendirian usaha sederhana seperti membuat warung makan atau cucian mobil. Diperlukan koordinasi yang sangat tepat dan manajemen yang cermat dan SDM dengan kemampuan khusus untuk mengerjakan nya. Sehingga, atas dasar kesulitan tersebut, kami merasa perlu untuk mendapatkan pembagian hasil seperti yang dituliskan di setiap halaman Portfolio Anak Perusahaan yang Anda pilih.

Modal besar tidak terlalu berpengaruh dalam kesuksesan pendirian usaha seperti: Pembuatan software dan ecommerce (seperti ini). Jadi, jangan diasumsikan seperti pendirian usaha toko kelontongan, jika modal banyak, bisa membeli dagangan dengan harga murah karena jumlah pembelian nya banyak, dan peluang keberhasilan menjadi lebih besar karena bisa menjual barang dengan harga lebih murah dari para pesaing toko kecil.

Kami menganggap kesulitan dalam mendirikan bisnis ini sangatlah besar. Sehingga, modal besar yang mungkin Anda berikan tidak akan banyak berpengaruh pada kesuksesan pendirian usaha ini.

 

Jenis Investasi Berdasarkan Skala

Small Investment

Small Investment atau Investasi kecil atau investasi skala small adalah fitur yang kami buat bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan kisaran dana 200 ribu s/d 1 juta rupiah. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melihat performa tindakan tim dari startup yang Anda ingin danai, sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan modal yang besar. Kelemahan dari fitur ini adalah ketika sebuah anak usaha telah mencapai jumlah modal yang diperlukan, kemudian jalur investasi anak usaha tersebut ditutup, tidak akan ada lagi peluang bagi Anda untuk memberikan permodalan disana.

Catatan: Small Investment sudah ditutup

Medium Investment

Medium Investment atau Investasi menengah atau investasi skala menengah adalah fitur yang kami buat bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan kisaran dana 2 juta s/d 5 juta rupiah. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki dana berlebih, dan sama sekali tidak berminat untuk berinvestasi dengan skala Small -karena adanya uang berlebih yang Anda miliki tadi. Kelemahan dari fitur ini adalah hampir sama seperti investasi skala small; ketika sebuah anak usaha telah mencapai jumlah modal yang diperlukan, kemudian jalur investasi anak usaha tersebut ditutup, tidak akan ada lagi peluang bagi Anda untuk memberikan permodalan disana.

Catatan: Medium Investment sudah ditutup

Large Investment

Large Investment atau Investasi besar atau investasi skala besar adalah fitur yang kami buat bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan kisaran dana 6 juta s/d tak terhingga. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki dana berlebih, dan siap dengan segala resiko yang ada, dan tidak terlalu mempermasalahkan tentang kerugian, karena Anda menganggap kerugian adalah konsekuensi tak terhindarkan dari bisnis. Kelebihan investasi ini adalah investor akan menjadi pionir pemegang saham yang besar, dan harga saham tersebut akan menjadi ratusan atau ribuan berkali lipat dari modal yang di investasikan di awal, apabila startup yang di danai tersebut sukses. Kelemahan dari fitur ini adalah apabila startup yang di danai tersebut gagal, maka investor pun akan merugi cukup banyak. Meskipun investor tersebut memilih jenis investasi RDP (Resiko ditanggung Pengelola), tapi dia tetap harus menunggu Founder mengangsur dana tersebut dalam waktu yang lama juga.

 

Kekurangan dan Kelebihan RDI dan RDP

RDI

  • Kelebihan:
    • Mendapatkan pembagian hasil cukup besar, dan lebih banyak daripada Investor Model Jaminan Modal kembali / Resiko Ditanggung Pengelola.
    • Mendapatkan persentase pembagian saham. Apabila Anak Perusahaan yang di danainya Go Public, maka dia bisa menjual saham nya dengan nilai berkali- kali lipat.
    • Ikut menjadi pemilik usaha. Apabila ditanya oleh orang lain, Investor bisa mengatakan kalau dia ikut memiliki anak perusahaan (yang di danai nya) tersebut.
    • Perasaan takut atas hilang nya modal dikarenakan usaha tumbang, sebenarnya prosentase nya sangat kecil sekali. Jarang ada (dan hampir tidak ada catatan yang terjadi sebelumnya) tentang adanya anak perusahaan milik STAR SHARE yang tumbang dan bangkrut.
  • Kekurangan:
    • 1 Apabila anak usaha yang di danai nya tersebut bangkrut, maka modal nya akan dianggap hangus bersama bangkrutnya usaha/ bisnis tersebut.

RDP

  • Kelebihan:
    • Apabila usaha yang di danai nya tersebut tumbang, maka modal yang telah diberikan nya akan dikembalikan 100% (sepenuhnya), atau sedikit lebih besar, sesuai Ketentuan yang berlaku disini: Ketentuan Investasi
  • Kekurangan:
    • Tidak mendapatkan persentase pembagian saham karena bukan ikut serta secara langsung dalam membangun anak usaha yang dibiayai.
    • Tidak bisa ikut menjadi pemilik usaha. Apabila ditanya oleh orang lain, Investor tidak bisa mengatakan kalau dia ikut memiliki anak perusahaan. Jikalau dia tetap melakukan nya, hal ini adalah sesuatu yang memalukan (karena dia tidak memiliki saham atas perusahaan tersebut).
    • Pembagian hasil relatif kecil jika dibandingkan dengan Investor Model Modal Penuh atau Resiko Ditanggung Investor

 

 

Kekurangan dan kelebihan setiap jenis skala investasi

DeskripsiSmallMediumLarge
Mendapatkan InvoiceYaYaYa
Mendapatkan Video AlibiTidakYaYa
Mendapatkan Surat Perjanjian bermateraiTidakYaYa
Harus mengirimkan kembali surat perjanjianTidakTidakYa
Biaya Administrasi17.000 IDR70.000 IDR180.000 IDR
Mengeluarkan biaya sendiri untuk pengiriman balik surat perjanjian Rekap ke-2TidakTidakYa
Kabar Bisnis

Pengertian

Kabar Bisnis adalah laporan dari pihak Pengelola mengenai hal penting (highlight) apa saja yang terjadi pada startup yang Anda danai. Laporan yang diberikan adalah berupa video. Bagian ini sebelum nya bernama Chat Historis. Kami telah mengambil keputusan dan mengubah nya menjadi Kabar Bisnis [Gambar 1.3]. Tidak hanya laporan speaking berupa video, namun konten video lain bisa digunakan sebagai bahan laporan juga akan disertakan disini.

Host (tempat penyimpanan) video akan menggunakan playlist di YouTube. Jadi, ketika membuka menu ini, Anda akan diarahkan ke halaman Playlist YouTube. Silahkan lihat dan cari playlist laporan performa untuk bulan tertentu.

Latar Belakang

Investor perlu mengetahui hal yang sedang terjadi pada bisnis yang di danai nya. Dikarenakan (dari catatan kami) kebanyakan investor bukanlah orang yang cukup mengerti dalam administrasi dan formalitas, maka pelaporan atau kabar berita mengenai bisnis tersebut harus disampaikan dengan media yang bisa dengan cukup mudah dimengerti oleh mereka. Akhirnya pun, kami memilih media video presentasi.

Dengan hal tersebut, di harapkan investor dapat memahami dengan mudah mengenai hal yang terjadi pada startup yang mereka danai. Dengan menyajikan tampilan yang sederhana, tanpa banyak atribut/ bukti pendukung, hal ini akan mempermudah pemahaman investor. Lihat juga: Pengambilan Kebijakan- Peniadaan Fitur Chat Historis.

 

Standar Pelaporan

Wajib

  • Menggunakan video HD dengan resolusi minimal 720p.
  • Menuliskan hal apa saja yang ingin disampaikan, dan menyertakan bukti pendukung nya.
  • Presentasi harus memiliki suara dari Founder/ Staff yang ditunjuk oleh Founder untuk menerangkan sesuatu.
  • Video penyimpanan tidak boleh bersifat publik atau mudah ditemukan publik.

Rekomendasi

  • Menampilkan bagian yang sekiranya perlu di perjelas dalam power poin tersebut.
  • Menampilkan/ memperlihatkan bukti pendukung dengan lebih jelas. Hal ini tidak hanya sebatas secara visual (gambar), tapi bisa juga dalam bentuk play suara, play video, zoom screenshoot, percobaan running program, dll.
  • Terdapat tampilan video wajah dari Founder/ Staff yang ditunjuk oleh Founder, ketika menerangkan konten dalam power point tersebut.
  • Media penyimpanan video panduan menggunakan sarana YouTube/ Google Drive.
  • Video penjelasan tidak dipotong.
Keamanan

Bagaimana saya tahu kalau investasi ini aman?

Perihal mengenai kekhawatiran Anda mengenai uang yang tidak akan di kembalikan, tampak nya ini adalah suatu kecemasan yang berlebihan. Apabila Anda memberi permodalan (investasi) ke usaha dengan jenis RDP (Resiko di tanggung Pengelola), maka sudah pasti uang Anda akan di kembalikan sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam Surat Perjanjian Kerjasama (SPK), apabila usaha yang Anda danai dinyatakan bangkrut.
Anda memiliki kekuatan hukum yang sama dengan pengelola, karena Anda dan pengelola sama- sama mendapatkan rekap SPK yang telah di tandatangani bersama.
Kami telah menyiapkan sistem keamanan investasi yang sangat kuat sebagai bentuk jaminan keamanan atas dana yang diberikan dan tidak mungkin bisa dimanipulasi. Selengkapnya, mengenai penjelasan Jaminan Keamanan yang kami berikan, bisa di lihat di halaman ini: Jaminan Keamanan Investasi STASASHI
Kebangkrutan

Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Definisi dari bangkrut, dalam pengertian nya di STASASHI adalah, keadaan dimana target keuntungan bersih yang telah di dokumentasikan di Proposal Fundraising StartUp STASASHI tidak mencapai 50% atau lebih, yang terhitung dalam fase Running (StartUp dijalankan/ waktu pengumpulan permodalan).

Hal ini tidak terpaku pada sisa permodalan yang ada. Jadi, misalkan saja permodalan tersebut sama sekali tidak tersisa sebelum waktu pengumpulan dana selesai, maka tetap saja StartUp tersebut masih belum bisa dinyatakan bangkrut. Karena acuan utama nya hanya ada pada jumlah keuntungan bersih yang di dapatkan, dan yang akan dinilai setelah waktu Fase Runing selesai.

 

Pengembalian Permodalan

Apabila sebuah Startup dinyatakan bangkrut, maka Pihak Pengelola wajib mengembalikan pendanaan yang telah diberikan oleh investor, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Perlu di garis bawahi disini, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku dalam pengembalian dana tersebut.

 

Syarat dan Ketentuan Pengembalian Permodalan

Tenggang Waktu

“Kewajiban dalam pengembalian modal usaha karena faktor kebangkrutan diberi tenggang waktu selama 5 (lima) tahun, baik itu pengembalian dilakukan secara kredit (diangsur) maupun kontan/ tunai.” Dan “ Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya.”

Hal ini telah kami perjelas dalam SPK, di bagian PSP-12 dalam SPK, yang kami kutip sbb:

“Pastinya PIHAK KEDUA (Pengelola) membutuhkan waktu untuk mengembalikan dana usaha yang mengalami kebangkrutan ini. Tidak bisa, setelah terjadi kebangkrutan, PIHAK KEDUA dipaksa langsung memberikan ganti rugi. Hal ini tidak manusiawi. PIHAK KEDUA perlu mengumpulkan uang dalam kurun waktu tertentu untuk bisa melunasi hutang PIHAK PERTAMA. Dan waktu yang disepakati untuk pengembalian dana ini adalah 5 tahun”

Contoh keadaan nya adalah demikian: Bila sebuah StartUp dinyatakan bangkrut pada tanggal 29 september 2019, maka Pihak Pengelola wajib mengembalikan dana yang diberi tenggang waktu maksimal tanggal 29 September 2024. Pihak Investor tidak berhak untuk memaksa Pihak Pengelola untuk melunasi nya sebelum tanggal 29 September 2024.

Sesuai Definisi Kebangkrutan

Penafsiran atas definisi kebangkrutan bisa beraneka ragam. Menurut KBBI, kebangkrutan adalah:

“Perihal (keadaan) bangkrut dari perusahaan karena tidak mampu membayar utang-utangnya dan sebagainya.

Dalam definisi di KBBI masih belum cukup kongkrit. Karena, bila definisi Kebangkrutan dari KBBI itu kita uji dengan sebuah pertanyaan: Utang- utang yang dimaksud harus dibayar dalam kurun waktu berapa lama dan besar nya berapa?. Akan muncul suatu pertanyaan baru.

Hal lain nya adalah mengenai reaksi Investor, yang dimana sebagian dari Investor yang memberikan pendanaan di STASASHI bukanlah jenis investor yang berpengalaman, sehingga mereka akan banyak menuntut untuk segera dilakukan penggantian modal, itupun memunculkan problematika baru. Hal ini telah kami dokumentasikan disini: Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Oleh karena itu, pihak STASASHI membuat definisi sendiri atas pengertian sebuah Kebangkrutan (dimana tentu hal ini telah kami cantumkan di SPK dan telah kami komunikasikan kepada Pengelola dan Investor juga), yang bisa Anda lihat disini: Perkembangan atas Definisi Kebangkrutan dan Permasalahan Mengenai Pengembalian Permodalan

 

Sisa Permodalan yang tidak dikembalikan langsung ketika StartUp Bangkrut dan Fase Runnung Berakhir

Bagian ini akan menjawab pertanyaan mengenai: Mengapa Permodalan tidak dikembalikan langsung ketika Fase Runing berakhir dimana masih terdapat permodalan yang tersisa.

Contoh Kasus: Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, ternyata terdapat sisa permodalan dengan jumlah Rp. 10.000.000. Dan StartUp XYZ tersebut telah dinyatakan bangkrut. Mengapa dana sisa Rp. 10.000.000 itu tidak dikembalikan langsung kepada Investor?.

Dalam hal pengembalian dana, baik itu Investor ataupun Pengelola, harus mengacu pada kententuan berikut: “Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA ataupun PIHAK STASASHI tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya”. Hal ini telah tertera pada Pasal 6 Poin ke 4 dalam SPK Versi ke-4. Dasar nya adalah itu. Sehingga, sudah sangat jelas, bahwa pengembalian dana sisa tersebut sepenuhnya adalah keputusan dari pihak Pengelola. Pihak Investor ataupun STASASHI tidak berhak memaksa Pihak Pengelola untuk mengembalikan permodalan sebelum masa pelunasan nya berakhir.

Untuk memberikan jawaban yang lebih memuaskan, perlu untuk diketahui bahwa Pihak Pengelola biasanya memiliki rencana lebih lanjut yang harus dia lakukan terkait dengan Startup yang dikelola nya. Rencana itu, terkadang tidak bisa di eksekusi segera, dan terkadang membutuhkan pemodalan untuk menjalankan nya. Sehingga, ada kemungkinan sisa permodalan tersebut digunakan untuk mendanai rencana nya di masa mendatang.

 

Cara Melakukan Pengambilan Permodalan

Untuk pengambilan permodalan, pasti nya itu tidak bisa dilakukan, sebelum usaha yang Anda danai dinyatakan bangkrut. Perihal mengenai pengembalian modal, seperti yang telah dijelaskan di SPK yang di tandatangani antara pihak Investor dan Pengelola, bahwa kedua pihak melakukan kerja sama usaha, dimana modal akan digunakan untuk membeli berbagai macam kebutuhan usaha. Sehingga, dengan alasan tersebut (kerja sama usaha), modal tidak bisa serta merta diminta oleh pihak Investor kecuali usaha yang di danai tersebut dinyatakan bangkrut.

Simulasi Keadaan 1

Anda bisa membayangkan, ketika Anda bekerja sama dengan seorang (Pengelola) bernama ABC, dan berkomitmen memberikan pendanaan sebesar 100 juta rupiah. Kemudian, setelah pihak ABC memulai untuk mengeksekusi bisnis nya, dan membelanjakan dana yang telah Investor berikan sebagian, kemudian pihak Investor mengatakan “Saya ingin mengambil lagi uang saya”. Tentu tindakan itu akan menghancurkan bisnis yang tengah dibangun.

Simulasi Keadaan 2

Anda memiliki uang sebesar 1 Miliyar. Anda menghubungi Pemborong untuk membangun rumah Anda. Setelah Pemborong tersebut berbelanja kebutuhan untuk pembangunan rumah, kemudian Anda mengatakan “Saya tidak jadi membangun rumah karena saya ada keperluan dengan uang tersebut”.

 

Tanya Jawab

Jika Anak Perusahaan bangkrut, apakah uang akan hilang?.

Hal itu tergantung dari jenis resiko investasi yang Anda pilih. Jika Anda memilih RDI (Resiko Ditanggung Investor), jawaban nya “Iya”. Namun, jika Anda memilih jenis investasi RDP (Resiko Ditanggung Pengelola), maka uang Anda akan dikembalikan secara penuh, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku jikalau usaha mengalami kebangkrutan. Pelajari selengkapnya disini: Jenis resiko beserta kelebihan dan kekurangan nya (RDI dan RDP)

Mengapa StartUp yang sudah kehabisan Uang tidak langsung dinyatakan Bangkrut

Dalam sebuah bisnis, modal itu hal yang perlu. Tetapi bukan hal yang wajib. Ketika sebuah StartUp yang telah di danai oleh Investor, kemudian di kembangkan/ di jalankan, lalu di tengah jalan Pihak Pengelola memiliki pemikiran lain, yaitu memiliki strategi pengembangan yang tidak memerlukan pendanaan, maka tidak bisa kami menyatakan bahwa usaha itu bangkrut.

Pihak Pengelola hanya tidak menggunakan permodalan nya. Permodalan yang telah didapatkan sebelum nya, di tengah jalan ketika menjalankan/ mengembangkan usaha nya, tidak lah digunakan. Intinya disana. Pengelola hanya tidak mengunakan modal nya. Sehingga, modal yang tidak digunakan, tidak bisa menjadi dasar untuk menghakimi bahwa Startup itu telah bangkrut.

Konfirmasi Pembayaran

Konfirmasi Pembayaran via Email

Jika Anda tidak bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui Formulir Konfirmasi Pembayaran yang telah kami sediakan, Anda bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui (via) email. Silahkan ikuti panduan nya dibawah ini:

  1. Buat email baru.
  2. Pada bagian “Judul”, tuliskan judul email dengan format: Konfirmasi Pembayaran #ID ORDER.

    1. Contoh: Konfirmasi Pembayaran #5001.
    2. ID Order Anda bisa di lihat pada bagian: My Account (SHOP) >> Order.
  3. Pada bagian badan email, tuliskan format dengan ketentuan:
    1. Rekening Tujuan transfer:
    2. Tanggal transfer:
    3. Waktu transfer: (bisa di kira- kira untuk waktu transfer nya).
    4. Jumlah transfer:
    5. Contoh:
      1. Rekening Tujuan transfer: Mandiri
      2. Tanggal Transfer: 12 Agustus 2017
      3. Waktu transfer: 12:30
      4. Jumlah transfer: Rp. 100.184
  4. Lampirkan bukti transfer yang Anda lakukan di dalam email tersebut.
  5. Kirimkan email tersebut ke: [email protected]

[LIHAT CONTOH]

Lacak Dokumen

Cara terbaik untuk melacak dokumen yang telah kami kirimkan kepada Anda adalah dengan menghubungi Customer Service layanan pengiriman barang yang digunakan untuk mengirimkan dokumen tersebut. Untuk mengetahui jasa pengiriman barang yang digunakan, Anda bisa melakukan pengecekan dengan menggunakan fitur pelacakan dokumen yang kami sediakan dibawah ini.

Kontak Jasa Pengiriman Barang Populer di Indonesia

POS INDONESIA

JNE

TIKI

J&T

 

Tracking Dokumen Anda

To track your order please enter your Order ID in the box below and press the "Track" button. This was given to you on your receipt and in the confirmation email you should have received.

Laporan Penjualan

Pengertian

Laporan Penjualan adalah laporan atas penjualan yang terjadi pada sebuah startup yang di danai oleh Investor. Penjualan yang dimaksud meliputi: Penjualan yang berhasil, refund, penjualan yang gagal (cancel), dll. Laporan penjualan ini terdapat di dalam websites startup. Setiap investor memiliki akses ke dalam nya [Gambar 1].

Sebelum nya, kami menggunakan invoice yang di download dan diberikan kepada investor untuk menunjukan penjualan yang terjadi. Namun, tim kami sekarang mengganti nya dengan laporan yang lebih praktis lagi, dan itu disebut dengan fitur Analitics Penjualan.

Gambar 1: Analitics Penjualan

Latar Belakang

Investor pastinya ingin (dan perlu) mengetahui penjualan yang terjadi pada startup yang di danai nya. Tidak hanya dari sisi laporan saja, namun dari sisi akurasi atas laporan yang diberikan.

Setiap penjualan yang terjadi di sebuah startup akan melalui websites. Semuanya akan terdokumentasikan disana secara otomatis, dan tidak bisa di ubah. Sistem tambahan mengenai “Analitics Penjualan” ini dikembangkan oleh pihak ke-3 (bukan STAR SHARE), sehingga independency atas laporan yang ditampilkan bisa dipercaya.

 

Cara Mengakses

Perlu diketahui, URL atau tautan akses atas laporan penjualan ini berbeda untuk setiap bisnis yang di danai. Informasi URL ini bisa di dapatkan dengan mengekik tombol “Penjualan” di section Laporan Performa di halaman Menu Investor. Anda nanti akan diarahkan ke sebuah lampiran panduan lanjutan. Tombol tersebut hanya bisa dilihat oleh Investor yang telah mendanai usaha tersebut.

Investor harus masuk menggunakan kombinasi email dan password untuk mengakses nya. Gunakanlah email yang Anda gunakan ketika membuat akun di dalam situs STASASHI. Untuk password, silahkan gunakan password default yang telah tertera disana.

Perhatian Penting: Untuk keamanan, silahkan mengubah password default yang kami berikan. Menu ubah password biasanya bisa mudah Anda temukan di bagian My Account pada situs startup tersebut.

Melihat Laporan Penjualan

  1. Buka URL halaman login.
  2. Tuliskan email yang Anda gunakan ketika mendaftar di STASASHI.
  3. Masukan password default. Kemudian login.
  4. Copy link laporan, kemudian paste di browser. Lalu tekan “Enter” atau “Go”.
  5. Anda nanti akan melihat laporan penghasilan atas startup tersebut.

 

Lain- lain

Historis Perubahan

Menu ini sebelum nya bernama “Invoice”. Berikut adalah keterangan penjelasan atas Invoice sebelum nya:

Lihat: Pengertian Invoice. Mulai awal tahun 2020, invoice tidak disajikan oleh Pengelola, namun bisa langtsung di akses oleh Investor di dalam websites startup yang Anda danai. Tombol “Invoice” akan memberikan panduan bagaimana Anda mengakses invoice tersebut.

Pada Mei 2020. menu Invoice ini kami ubah menjadi Laporan Penjualan. Dan tombol “Invoice” diubah menjadi “Penjualan”.

Laporan Performa Bisnis

Pengertian

Laporan Performa Bisnis (atau nama lain nya adalah Laporan Investor) adalah laporan performa dari Startup yang didanai oleh Investor. Hal itu meliputi laporan arus kas, laporan performa anggota, pembuktian pengeluaran, dll.

Ketika Anda telah terdaftar sebagai Investor, maka Anda secara otomatis Anda akan melihat section Laporan Performa atas startup yang Anda danai ini di halaman Menu Investor. Bila Anda mendanai lebih dari satu startup, maka section Laporan Performa yang tertampil ini juga akan lebih dari satu.

Pada section Laporan Performa, Anda akan menemukan detail informasi dan data mengenai startup tersebut. Anda bisa membukanya satu persatu untuk melihat data selengkapnya.

Untuk memudahkan Anda dalam membaca laporan tersebut, maka kami buat panduan berikut. Gunakan lah petunjuk angka pada Gambar 1 dibawah ini untuk melihat tampilan lokasi pada bagian “Konten dan Penjelasan” dibawah ini.

Gambar 1: Laporan Performa

 

Konten dan Penjelasan nya

Header

Nenunjukan nama startup yang Anda danai dan Round (putaran pendanaan) yang saat ini Anda ikuti dalam investasi di dalam nya.

Panduan

[Gambar 1.1] Ini hanyalah sebuah tombol untuk memberitahu investor mengenai cara pembacaan dan penjelasan tentang tampilan Laporan Performa. Bila Anda mengeklik tombol Panduan ini, Anda akan diarahkan ke halaman ini.

Arus Kas

[Gambar 1.2] Bisa disebut ini adalah rangkuman laporan atas Laporan Performa secara keseluruhan. Laporan Arus Kas atau Cash Flow Report adalah laporan mengenai pemasukan, pengeluaran, keuntungan, dan segala hal yang berhubungan dengan keuangan. Dikarenakan konten nya yang banyak, maka pembacaan laporan arus kas ini penjelasan nya dipisah, dan bisa Anda cek disini: Arus Kas.

Kabar Bisnis

Bagian ini sebelum nya bernama Chat Historis. Kami telah mengambil keputusan dan mengubah nya menjadi Kabar Bisnis [Gambar 1.3]. Disini Anda akan menemukan laporan berupa video dari Pengelola/ Founder mengenai hal penting (highlight) apa saja yang terjadi pada startup yang Anda danai. Pelajari selengkapnya di: Kabar Bisnis.

Bukti Aktivitas

Bukti Aktivitas (nama sebelum nya adalah Performa Anggota) adalah dokumentasi atas aktivitas anggota startup yang disajikan secara formal [Gambar 1.4]. Laporan ini berisikan data absensi atau laporan atau file catatan yang dilakukan oleh setiap anggota startup tersebut. Contoh nya adalah file data absensi fingerscan yang dipasang di tempat kerja, ticket absensi yang dilakukan oleh anggota, hasil corat- coret pembelajaran, dll.

Semenjak awal Mei 2020, ketika laporan Chat Historis ditiadakan, dan diganti dengan Kabar Bisnis, maka bagian Bukti Aktivitas ini menjadi bersifat optional (tidak wajib) untuk dilaporkan. Lihat alasan nya: Pengambilan Kebijakan- Peniadaan Fitur Chat Historis.

Penjualan

[Gambar 1.5]. Pelajari lebih lanjut disini: Laporan Penjualan.

Expense

Expense atau Pengeluaran adalah jumlah dan bukti atas dana keluar yang digunakan, baik itu untuk kepentingan operasional ataupun pembangunan atas startup yang didanai [Gambar 1.6]. Pelajari selengkapnya: Expense. Lihat versi dari pengertian sebelum nya disini: Kamus- Expense.

Empl Sallary

Employee Sallary adalah gaji (yang dikeluarkan dari dana investasi yang diberikan oleh investor atau pemotongan laba kotor), untuk melakukan pembangunan ataupun operasional startup [Gambar 1.7]. Pelajari selengkapnya: Employee Sallary

Debt

Debt atau Hutang. Bagian ini berisikan rincian hutang yang dialami oleh Startup yang Anda danai [Gambar 1.8]. Pelajari selengkapnya: Hutang dan Alokasi.

PPH

Persentase Pembagian Hasil (PPH) adalah jumlah persentase yang diberikan kepada pihak investor yang menjadi acuan pendapatan tiap bulan [Gambar 1.9]. Terdapat nya perhitungan ini dikarenakan terdapat Multi Investor. Pelajari selengkapnya: PPH (Persentase Pembagian Hasil).

Bug& Fix

Bug= Kesalahan, Fix= Perbaikan. Di bagian ini, Anda bisa melihat kesalahan atau permasalahan yang dialami oleh platform atau sistem daripada startup yang Anda danai, dan bagaimana Founder dan Tim nya mengatasi hal tersebut [Gambar 1.11]

Tombol ini akan langsung membawa Anda pada bagian Bug and Fix pada platform websites startup yang Anda danai. Laporan ini bersifat publik, jadi Anda tidak perlu login (masuk) ke dalam platform untuk melihatnya.

Platform Dev

Platform yang dikembangkan oleh startup yang Anda danai [Gambar 1.12]. Fitur ini masih dalam pengembangan dan saat ini belum tersedia.

Project Visi dan Misi

Ini adalah fitur baru dari kami, yang mungkin belum kami luncurkan sepenuhnya. Fitur ini memungkinkan investor untuk memantau jalannya startup tersebut dengan user interface yang sangat baik [Gambar 1.13]. Fitur ini masih dalam pengembangan dan saat ini belum tersedia.

 

Cara Mengakses

Berikut ini adalah cara mengakses Laporan Performa yang akan diberikan oleh perusahaan Startup yang telah Investor danai. Perusahaan startup tersebut harus memberikan laporan yang paling jelas sesuai dengan ketentuan pelaporan yang kami (STASASHI) telah tentukan.

Menu Header

Cara pertama (dan paling praktis) adalah dengan melalui menu header. Pilih: Menu >> Menu Investor [Gambar 2.1]. Catatan: Anda harus login ke dalam situs untuk bisa melihat menu ini.

Menu Lanjutan

Anda juga bisa mengakses Performa Bisnis melalui Menu Lanjutan [Gambar 2.2]. Kemudian pada section “Menu Role”, pilih Investor [Gambar 2.3].

Tautan Berikut

Apabila Anda membaca artikel ini, Anda bisa langsung dapat melihat section Performa Bisnis dengan mengunjungi halaman ini: Menu- Investor.

Gambar 2

 

Hal Penting Terkait

Dasar penilaian atas keberhasilan/ kegagalan StartUp

Sebuah StartUp akan dinyatakan berhasil apabila capaian keuntungan bersih nya melebihi target yang telah di tentukan sebelum nya di dalam Proposal Fundraising StartUp STASASHI, dalam kurun waktu Fase Running.

Sebuah StartUp akan dinyatakan dalam keadaan BAIK apabila capaian keuntungan bersih nya melebihi 50% (lima puluh persen) target yang telah di tentukan sebelum nya di dalam Proposal Fundraising StartUp STASASHI , dalam kurun waktu Fase Running.

Untuk definisi kegagalan/ kebangkrutan sebuah Startup, bisa Anda lihat disini: Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

 

Tanya Jawab

Mengapa StartUp boleh Mengajukan Pendanaan Lagi meski performa nya buruk

Lihat penjelasan nya di halaman ini: Mengapa Suatu Bisnis Patut dicoba Lagi Meskipun telah menunjukan hasil yang Gagal | StartUp Semarang. Di penjelasan dalam halaman tersebut, sebuah bisnis patut mendapatkan pendanaan lagi, apabila terjadi kesalahan manajemen dan bukan nya kesalahan Model Bisnis nya.

Mengapa Capaian 50% Penghasilan Bersih tidak dianggap Gagal

Kebanyakan sebuah bisnis yang sedang di rintis, peluang keberhasilan nya untuk mencapai Target sangatlah kecil. Bahkan, kebanyakan bisnis rintisan berakhir dengan kegagalan. Kami tidak ingin terlalu memberikan harapan berlebihan kepada sebuah bisnis yang baru, apalagi keadaan pada umum nya menunjukan hal itu sulit terlaksana.

Jadi, menurut kami, sudah bagus lah sebuah bisnis baru berhasil mencapai lebih dari 50% target. Sangat bagus lagi apabila capaian nya melebihi target. Namun, agar tidak terlalu kecewa, proporsi harapan kami turunkan.

Listing Bisnis

Pengertian Listing Bisnis

Listing Bisnis adalah StartUp atau anak usaha milik STAR SHARE yang di tampilkan di dalam situs STASASHI yang siap untuk di danai, atau yang telah di danai, atau yang akan membuka pendanaan. Jadi, misalkan ada suatu StartUp bernama “ABC” yang sedang membutuhkan pendanaan dari Investor, maka StartUp itu akan di tampilkan di Listing Bisnis. StartUp yang sudah pernah di danai oleh Investor pun, tidak akan di hapus, dan tetap di tampilan di dalam situs STASAHI juga, namun di kategorikan sebagai Listing Bisnis Closed.

Listing Bisnis yang siap di danai oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Open. Sedangkan listing Bisnis yang telah di danai oleh invstor tetapi tidak membuka jalur pendanaan, atau tidak memerlukan lagi pendanaan oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Closed. Sedangkan Listing Bisnis yang sedang di siapkan untuk beroperasi, tetapi nanti nya dalam jangka waktu dekat akan di operasikan dan akan di buka Jalur Pendanaan nya di sebut dengan Listing Bisnis Perpare.

 

Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

Section ini berisikan rangkuman poin- poin penting yang diambil dari proposal usaha, blue print, BMC, dll. Dituliskan di bagian ini agar investor bisa melihat secara cepat informasi krusial yang mereka butuhkan tanpa perlu kesulitan mencari nya di dalam lembar dokumen yang jumlah nya banyak.

  • Tentang Bisnis ini
    • Nama Usaha: Nama startup atau nama bisnis yang di ditampilkan.
    • Bidang Usaha: Bidang bisnis yang dijalankan secara umum.
    • Status Operasional: Status pembangunan bisnis di waktu ini. Sampai di tahap manakah bisnis ini di bangun.
    • URL Project: URL lokasi pembuktian project tersebut di garap (khusus bisnis yang berorientasi IT).
    • Tanggal dimulai: Tanggal project startup tersebut dimulai. Bisa juga berarti tanggal startup tersebut di dirikan.
  • Produk dan Jasa
    • Niche: Sesuatu yang dijual oleh startup bisnis tersebut.
  • Permodalan
    • Kebutuhan Modal: Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai menjalankan bisnis tersebut.
    • Resiko Usaha: Jenis resiko usaha yang di tentukan oleh Founder/ Pengelola bisnis atas permodalan yang diberikan di dalam startup tersebut. Jenis nya hanya ada dua, yaitu: RDI (Resiko ditanggung Investor) dan RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
  • Kesepakatan Investasi
    • Pembagian Hasil: Persentase pembagian hasil (PPH) atas keuntungan bersih yang di dapatkan oleh startup tersebut ketika berdiri. Disana terdapat dua angka yang di tampilkan, yaitu: Investor dan Pengelola. Apabila suatu contoh angka nya adalah sbb; Investor 30% dan Pengelola adalah 70%, dan di dapatkan laba bersih dalam satu bulan adalah sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah), maka pihak investor akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 300 ribu, dan pihak pengelola akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 700 ribu.
    • Pembagian Saham: Sama juga pembagian kepemilikan. Jumlah persentase kepemilikan bisnis yang dibagi antara pihak investor dan pihak pengelola. Dalam resiko usaha jenis RDP (Resiko ditanggung Pengelola), pihak Investor tidak akan mendapatkan pembagian saham. Jika pihak Investor tidak mendapatkan pembagian saham, maka bisa dikatakan pihak investor tidak memiliki kepemilikan apapun dalam bisnis tersebut.
    • Pay Back Period (PBP): Jangka waktu dimana investor bisa dikatakan mendapatkan balik modal. Sebagai suatu contoh, terdapat seorang investor yang memberikan pendanaan sebesar 10 juta rupiah yang di tanamkan pada startup “ABC”. PBP perusahaan tersebut adalah 1 tahun. Maka, dalam waktu 1 tahun, investor itu sudah bisa mendapatkan modal nya kembali sebesar 10 juta rupiah. Untuk PPH yang di dapatkan nya di waktu lebih dari satu tahun, maka itu adalah keuntungan besrih yang di dapatkan nya setelah modal nya kembali.
    • Nilai PBP: not yet described
    • Nilai Tutup Modal: Jumlah persentase atas dana yang harus di berikan oleh Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH yang diberikan kepada Investor. Hal ini akan menjadi jelas dengan contoh kasus berikut:
      • Nilai Tutup Modal adalah sebesar 160%. Terdapat investor yang memberikan permodalan sebesar 10 juta rupiah ke startup ABC. Investor itu sudah memberikan permodalan semenjak 6 bulan yang lalu, dimana total atas semua PPH yang di dapatkan adalah sebesar 3 juta rupiah dari pertama dia berinvestasi. Pihak pengelola kemudian ingin melakukan tindakan Nilai Tutup Modal. Jadi, yang harus dilakukan oleh pihak Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH ini adalah memberikan sejumlah uang sebesar 160% X 10 juta= 16 juta kepada pihak Investor. Pihak investor akan mendapatkan uang dengan jumlah 16 juta+ 3 juta (PPH yang diberikan semenjak dia menanamkan modal)= 19 juta. Namun, setelah PPH dilakukan, maka pihak Investor tidak akan mendapatkan PPH tiap bulan nya. PPH tiap bulan akan menjadi hak pihak Pengelola. Pihak Investor tidak ada kaitan nya lagi dengan startup tersebut.
      • CATATAN:
        • Nilai Tutup Modal harus berkisar antara 120% s/d 200%.
        • Nilai Tutup Modal hanya berlaku untuk jenis resiko usaha RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
        • Dana Nilai Tutup Modal tidak boleh diangsur. Harus diberikan secara penuh dalam satu kali transaksi.

Atribute

Section ini adalah detail atas rancangan bisnis secara lebih rinci lagi. Bagian ini menunjukan detail dan profil atas startup yang di posting di dalam listing bisnis tersebut. Apabila terdapat icon yang berwarna merah, itu berarti tidak ada keterangan nya (kosong).

  • BMC (Business Model Canvas): Adalah sebuah rancangan konsep abstrak sebuah model bisnis yang merepresentasikan strategi dan proses bisnis dalam organisasi (Alex Osterwalder, 2009). BMC selain digunakan oleh para pengusaha juga banyak digunakan dalam akademik, seperti beberapa universitas peringkat atas di seluruh dunia diantaranya Stanford dan Harvard yang mengadopsi BMC di ruang kelas mereka. Siswa belajar bagaimana menerapkan kanvas dalam strategi dan inovasi dalam bisnis.BMC mendeskripsikan sembilan komponen dalam model bisnis, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, resources, activities, partnerships, and costs
  • Proposal: Nama lain nya adalah proposal bisnis atau proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oelah wirausahawan yang menggambarkan semua unsur yang releven, baik internal maupun eksternal mengenai usaha atau proyek baru, atau proposal usaha yang merupakan dokumen tertulis berisi usaha baru yang sedang direncanakan.
  • Mind Mapping: Alur proses yang dijelaskan secara deskriptif dari penafsiran mapping Business Model Canvas (BMC) yang ada.
  • Person in Charge: Profil orang yang bertanggung jawab dalam bisnis atau startup ini. Istilah lain; penanggung jawab utama atau manager utama. Klik di bagian ini Anda akan diarahkan menuju ke halaman profil Manajer Utama atas startup tersebut.
  • Blue Print: Cetak biru (Inggris: blueprint) adalah kerangka kerja terperinci (arsitektur) sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja. Ditemukan pada abad ke-19, proses ini memungkinkan reproduksi cepat dan akurat dari dokumen yang digunakan dalam bangunan dan industri. Ciri-ciri proses cetak-biru adalah garis berwarna terang pada latar belakang biru, sebuah negatif dari aslinya. Proses ini tidak dapat menghasilkan warna atau bayangan abu-abu.
  • SPK Sample: Adalah contoh Surat Perjanjian Kerjasama yang digunakan sebagai materi perjanjian yang akan di tanda tangani oleh Investor dan Pengelola nanti. Apabila Investor memutuskan untuk memberikan permodalan ke startup tersebut, maka gambaran atas Surat Perjanjian Kerjasama yang seperti di taruh di bagian ini lah yang nantinya harus di tandatangani atau yang harus di berikan. Hanya akan ada bagian- bagian tertentu yang akan berubah, seperti Nama Investor, tanggal melakukan tanda tangan, nama saksi, jumlah permodalan yang diberikan, dll.
  • Internal Activity: Dokumentasi aktivitas internal (Pengelola dan Tim nya), yang mengerjakan pembangunan ataupun pengoperasioan bisnis tersebut.
  • Pitch: Slideshow power poin yang digunakan untuk menjelaskan bisnis ini kepada Investor, klien, ataupun siapa saja yang membutuhkan penjelasan secara langsung.
  • Investor: Daftar nama investor yang mendanai startup tersebut. Data Daftar Investor ini dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan Round (ronde) funding yang telah terjadi. Jadi, jika Anda melihat di bagian daftar investor terdapat Round 1 dan Round 2, maka bisa di katakan startup tersebut melakukan dua kali masa funding (penerimaan permodalan).Untuk data daftar investor di Round 1, hanya di tampilkan nama investor saja.
    • Nominal pendanaan tidak di tampilkan. Hal ini dikarenakan nominal uang bagi sebagian besar orang adalah hal yang tabu untuk di perlihatkan. Namun, di Round 2 nominal di tampilkan karena hal tersebut penting untuk memperlihatkan sampai dimana jumlah pendanaan yang di telah di kumpulkan di masa funding ronde ke-2 tersebut. Tanpa ini, calon investor tidak bisa memperkirakan berapa jumlah permodalan yang ingin di berikan ke startup itu.
  • Video Intro: Terjemahan nya adalah Video Profil Perusahaan, merupakan salah satu jenis media promosi yang bisa Anda gunakan untuk perusahaan Anda. Media video menjadi bentuk baru dalam sebuah presentasi ke publik atau investor. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebanyakan orang lebih suka mendengar dan menonton dibandingkan dengan membaca pada saat persentasi. Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi video company profile.

Project Started

  • Ini adalah tanggal dimana project pembangunan atas startup tersebut di jalankan. Di bagian sisi kiri, terdapat Count Down, yang artinya waktu habis yang di hitung secara mundur hingga due time tanggal startup tersebut di jalankan. Sedangkan di sisi kanan nya, terdapat tanggal dimana project ini akan dijalankan.
  • NOTE: Mulai awal September 2019, section “Project Started” untuk sementara tidak ditampilkan.

 

Jenis Listing Bisnis

Berdasarkan Avabilitas nya

  • Close: Startup yang telah mendapatkan dana pendanaan sesuai target nya dan saat ini sedang beroperasi.
  • Expansion: Startup yang sudah berjalan dan saat ini membutuhkan pendanaan untuk memperluas pasar.
  • Open: Startup baru berbentuk prototype dan saat ini membutuhkan pendanaan untuk melaunching nya.
  • Preparation: Startup yang belum sempurna, masih dikerjakan, namun akan diap diluncurkan dalam waktu dekat.

 

Pengertian Listing Bisnis Biasa

Listing Bisnis Biasa adalah suatu bisnis yang dikelola oleh orang/ pihak selain STAR SHARE (Orang luar), yang terdaftar dalam Listing Bisnis STASASHI. Siapapun bisa mengirimkan bisnis nya ke dalam Listing Bisnis kami dengan membeli layanan Pendaftaran Listing Bisnis.

Kami tidak terlalu memperhatikan, atau bahkan melakukan analisa terhadap model bisnis tersebut. Penilaian atas baik atau tidak nya model bisnis itu, ataupun prediksi provit kedepan nya, kami serahkan sepenuhnya kepada Investor.

Berbeda dengan Listing Bisnis STAR SHARE, yang terlebih dahulu kami analisa model bisnis nya. Bila model bisnis itu tidak bagus, kami tidak akan menempatkan nya ke dalam listing bisnis. Namun, bukan berarti Listing Bisnis Biasa ini model bisnis nya tidak bagus. Kami hanya tidak melakukan analisa dan langsung saja memposting data bisnis tersebut ke Listing Bisnis.

Baca juga: Pengertian Listing Bisnis STAR SHARE

Ciri- ciri Tampilan Listing Bisnis Biasa

  1. Hanya terdapat tombol “Contact Founder” (Terj: Kontak Pengelola/ Pendiri). Lihat Gambar No 1.
  2. Terdapat Tags “Business Listing Biasa” (Lihat Gambar No. 2).
  3. Terdapat blok informasi berupa “Perhatian” yang memberikan notifikasi bahwa bisnis itu termasuk Listing Bisnis Biasa (Lihat Gambar No. 3).
  4. Informasi di kolom deskripsi biasanya tidak lengkap. Karena pihak kami tidak mengharuskan untuk melengkapinya (Lihat Gambar No. 4).
  5. File attribute biasanya tidak lengkap. Beberapa dokumen terkadang tidak dilengkapi (Lihat Gambar No. 5).
Tampilan Listing Bisnis Biasa

 

 

Pengertian Listing Bisnis STAR SHARE

Listing Bisnis STAR SHARE adalah suatu bisnis yang dikelola oleh perusahaan STAR SHARE, yang terdaftar dalam Listing Bisnis STASASHI. Investor bisa memberikan permodalan ke bisnis ini bila bisnis tersebut sedang membuka permodalan (Status investasi “Open”).

Listing Bisnis STAR SHARE tidak selalu adalah sebuah bisnis yang di dirikan oleh perusahaan STAR SHARE. Bisa saja Pihak STAR SHARE bekerjasama dengan seseorang/ pihak tertentu untuk membangun bisnis. Pihak STAR SHARE biasanya mengelola dan merapikan sistem administrasi, manajemen dan marketing, sedangkan pihak lain tersebut mengelola hal teknis dan operasional.

Namun, terlepas dari siapa pendiri bisnis itu (apakah pihak STAR SHARE atau pihak lain), manajemen utama nya di pegang oleh Pihak STAR SHARE, dan penanggung jawab utama nya adalah Pihak STAR SHARE.

Baca juga: Pengertian Listing Bisnis Biasa

Ciri- ciri Tampilan Listing Bisnis STAR SHARE

  1. Terdapat pilihan kolom: Skala, Nominal dan tombol “Add to Basket” (Lihat Gambar No. 1)
  2. Terdapat Tags “STAR SHARE” (Lihat Gambar No. 2).
  3. Informasi di kolom deskripsi biasanya lengkap. Karena pihak kami merengharuskan untuk melengkapinya (Lihat Gambar No. 3)
  4. File attribute biasanya lengkap. Karena pihak kami merengharuskan untuk melengkapinya (Lihat Gambar No. 4)
Tampilan Listing Bisnis STAR SHARE

 

 

Tanya Jawab

Mengapa tidak Tersedia Informasi di Listing Bisnis

Berikut ini adalah beberapa alasan yang menjadi penyebab tidak tersedia nya informasi atas portfolio Anak Perusahaan yang Anda pilih. Hal itu bukan terjadi karena halaman error atau kita tidak mengupdate informasinya, melainkan memang karena adanya settingan privasi khusus yang kami lakukan.

  • Investasi pada Anak Perusahaan tersebut telah ditutup
    • Ketika sebuah anak perusahaan sudah mencapai pendanaan yang cukup, atau mungkin berlebih, kami menutup informasi tentang nya. Hal ini dikarenakan kami sudah tidak membutuhkan investor lagi untuk mendapatkan pendanaan.
  • Orang Cenderung Memilih Tidak Memperlihatkan Pendapatan nya
    • Kebanyakan orang, termasuk investor, tidak suka mempublikasikan jumlah pendapatan nya. Hal ini juga terjadi pada seorang karyawan. Mereka jarang untuk memperlihatkan jumlah gaji yang diterima nya. Karena di dalam sebuah bisnis, pendapatan terkadang tinggi terkadang juga rendah. Sedangkan kebanyakan orang jika ditanya tentang jumlah pendapatan yang dimiliki nya, mereka cenderung untuk menyampaikan pendapatan tertinggi yang pernah didapatkan nya. Sedangkan orang lain yang mendengar tentang cerita itu, selalu cenderung untuk melihat pendapatan terendah yang pernah di dapatkan nya sepanjang waktu. Dikarenakan ada rasa cemburu yang mengarahkan orang lain untuk menjatuhkan status dari orang lain yang mungkin memiliki kemampuan/ status lebih tinggi daripada mereka sendiri.
      Anak Perusahaan tersebut dalam masa pembangunan
    • Ketika dalam masa pembangunan, beragam sistem kerja dan sistem administrasi masih belum sempurna untuk ditampilkan kepada publik. Apabila memaksakan diri untuk menunjukan nya, hal ini malah akan menimbulkan kebingungan bagi orang lain yang melihatnya.

 

Kelebihan dan kekurangan Listing Bisnis

  • Pengelolaan
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Dikeola oleh pihak perusahaan STAR SHARE.
    • Listing Bisnis Biasa: Dikeola oleh orang/ pihak lain, dan tidak ada hubungan nya dengan perusahaan STAR SHARE.
  • Kewajiban Mengikuti Prosedur dari STASASHI
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Memiliki kewajiban untuk menjalankan manajemen dan penyediaan data laporan sesuai ketentuan, aturan dan standar yang telah ditentukan sebelum nya oleh pihak STASASHI. Bila hal tersebut tidak dilakukan, akan terdapat pinalti (hukuman) atas StartUp/ bisnis tersebut.
    • Listing Bisnis Biasa: Tidak ada kewajiban bagi pihak Pengelola Listing Bisnis Biasa untuk menjalankan manajemen dan penyediaan data laporan yang sesuai standar yang telah ditentukan sebelum nya oleh pihak STASASHI. Laporan dan pengelolaan sepenuhnya ditentukan oleh mereka sendiri. Pihak STASASHI tidak memiliki hak intervensi apapun dalam hal tersebut.
  • Pengawasan Manajemen di dalam Bisnis
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Di awasi oleh pihak STASASHI dan harus mengikuti aturan dan prosedur manajemen yang telah ditentukan pihak STASASHI.
    • Listing Bisnis Biasa: Tidak ada pengawasan pihak STASASHI. Listing bisnis biasa tidak harus mengikuti aturan dan standar prosedur manajemen yang telah ditentukan pihak STASASHI. Pengelolaan sepenuhnya diatur oleh mereka.
  • Akurasi Laporan
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Pelaporan lebih akurat, baik dari sisi data yang disajikan, format data laporan ataupun sumber data nya. Karena harus mengikuti aturan dan prosedur yang ditentukan pihak STASASHI.
    • Listing Bisnis Biasa: Pelaporan kurang akurat. Karena mereka tidak ada kewajiban untuk mengikuti aturan dan prosedur pelaporan yang ditentukan pihak STASASHI.
  • Keamanan Transaksi Investasi
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Lebih aman, karena transaksi dan administrasi dilakukan sesuai standar prosedur investasi STASASHI dan diawasi oleh STASASHI.
    • Listing Bisnis Biasa: Pihak STASASHI tidak menjamin apapun, karena transaksi dan administrasi dilakukan diluar/ tanpa adanya pengawasan dari pihak STASASHI. Sehingga, prosedur transaksi dan administrasi tergantung sepenuhnya kepada kesepakatan pihak Investor dengan Founder.
      • Catatan: Pernyataan ini belum tentu transaksi dan administrasi kepada pihak Pengelola Listing Bisnis Biasa tidak aman. Bisa jadi jauh lebih aman. Sebagai contoh kasus, bila kesepakatan pihak Investor dengan Founder adalah menggunakan Notaris, maka hal tersebut jauh lebih aman daripada prosedur STASASHI yang cukup menggunakan materai untuk transaksi investasi kurang dari 20 juta.
  • Memiliki Jadwal kerja yang tepat
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Akurasi laporan keuangan, laporan performa, dan pembagian PPH atas bisnis yang didanai lebih tepat waktu. Karena terdapat prosedur yang mengharuskan bahwa semua itu harus dikirimkan sesuai jadwal dan dengan standar yang telah ditentukan.
    • Listing Bisnis Biasa: Akurasi laporan keuangan, laporan performa dan pembagian PPH atas bisnis yang didanai kurang terjamin. Karena tidak ada prosedur, standar ataupun aturan yang mengatur itu semua.
  • Akurasi data dan informasi listing bisnis
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Informasi yang tertera di dalam listing bisnis jauh lebih akurat, karena harus disajikan dengan standar prosedur yang telah ditentukan. STASASHI juga melakukan penyaringan terlebih dahulu atas data bisnis yang dikirimkan sebelum ditampilkan di listing bisnis.
    • Listing Bisnis Biasa: Informasi yang tertera di dalam listing bisnis tidak cukup akurat, karena penyaringan dan koreksi atas data bisnis yang dikirimkan dan ditampilkan di dalam Listing bisnis tidak dilakukan dengan ketat. Siapa saja bisa mengirimkan listing bisnis nya dengan membayar biaya pendaftaran nya disini: Pendaftaran Listing Bisnis
      • Catatan: Data bisnis atas Listing Bisnis Biasa memang tidak cukup akurat. Karena kami tidak melakukan penilaian yang mendalam atas business model yang dikirimkan oleh pihak Pengelola Listing Bisnis Biasa. Namun, hal ini bukan berarti kami sama sekali lepas tangan begitu saja. Kami hanya tidak mendalami model bisnis yang di submit tersebut. Karena, tugas untuk melihat apakah suatu listing bisnis potensial atau tidak, kami serahkan kepada pihak Investor.
      • Namun, tetap saja, untuk informasi data diri Pengelola, kontak, dll, hal itu kami validasi terlebih dahulu dan kami sangat yakin data semacam itu sangat akurat.
  • Hak Intervensi pihak STASASHI atas tindakan diluar ketentuan
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Pihak STASASHI memiliki hak intervensi, dan memiliki hak untuk mengambil tindakan/ hukuman apabila tidak bisa memberikan laporan ataupun menjalankan manajemen sesuai prosedur yang ditentukan.
    • Listing Bisnis Biasa: Pihak STASASHI tidak memiliki hak intervensi apapun. Segala jenis pengelolaan ataupun laporan diserahkan sepenuhnya kepada Pengelola Listing Bisnis Biasa tersebut.

 

Bila Pengelola tidak menggunakan Modal nya, mengapa Listing Bisnis nya di tampilkan di STASASHI?

Ada sebuah poin penting yang tertulis di SPK yang ditandatangani oleh Investor dan Pengelola; “Penggunaan Dana