Ini adalah halaman syarat dan ketentuan tentang penggunaan situs, ketentuan dalam melakukan kerjasama usaha, dan segala hal yang berhubungan dengan layanan yang kami berikan. Akan terdapat syarat dan ketentuan khusus tambahan, selain yang dituliskan disini, yang keberadaan nya tergantung dari kondisi (perjanjian yang Anda tandatangani). Namun, syarat dan ketentuan yang tertulis di halaman ini sudah pasti berlaku secara keseluruhan.

Perihal mengenai Syarat dan Ketentuan untuk masing- masing kerjasama usaha atau listing bisnis yang Anda danai akan berbeda- beda. Rincian lebih jelas nya, bisa Anda unduh draft atas Surat Perjanjian Kerjasama tersebut yang ada pada setiap portfolio yang statusnya OPEN (Terbuka).

Pengiriman Permodalan

  1. Modal yang dikirimkan oleh Pihak Investor kepada STASASHI melalui Rekening Kami, sebelum modal tersebut dikirimkan kepada Pihak Pengelola, akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh PT. BERBAGI BINTANG TEKNOLOGI.
  2. Pengiriman permodalan dilakukan oleh Investor dalam kurun waktu selambat- lambat nya 7 hari semenjak pemesanan/ order/ booking dilakukan melalui halaman Listing Bisnis.

Jumlah Permodalan

  1. Minimal jumlah permodalan yang bisa diberikan adalah 5 juta dan kelipatan nya; 10 juta, 15 juta, 20 juta, dst.
  2. Maksimal jumlah permodalan yang bisa diberikan untuk anak usaha jenis RDI adalah 20 juta, sedangkan untuk anak usaha jenis RDP adalah 50 juta.

Tanggal Penandatanganan

  1. Tanggal penandatanganan surat perjanjian dibuat berdasarkan tanggal pembuatan surat perjanjian yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA (Pengelola).
  2. PIHAK PERTAMA (Investor) menerima ketentuan tanggal penandatanganan yang di tentukan oleh PIHAK KEDUA (Pengelola), meskipun PIHAK PERTAMA (Investor) tidak melakukan penandatanganan langsung dan segera pada tanggal tersebut.

Saksi Penandatangan

  1. Penandatanganan SAKSI PERTAMA di sediakan oleh PIHAK PERTAMA, sedangkan Penandatanganan SAKSI KEDUA di sediakan oleh PIHAK KEDUA. Baik itu SAKSI PERTAMA ataupun SAKSI KEDUA harus ikut serta melihat dan memahami isi surat perjanjian ini.
  2. Ketika melakukan penandatanganan surat perjanjian, PIHAK KEDUA (Pengelola) akan menyertakan SAKSI KEDUA untuk melakukan penandatanganan sebagai saksi, yang perlu melakukan penandatanganan pada kolom saksi kedua (kolom tanda tangan untuk saksi pertama tidak di tandatangani). PIHAK PERTAMA (Investor) harus menyediakan seorang saksi untuk melakukan penandatanganan sebagai SAKSI PERTAMA yang akan perlu melakukan penandatanganan pada kolom saksi pertama.

Dokumentasi Bukti

  • Dokumentasi Video Alibi: PIHAK PERTAMA disarankan untuk mengunduh dan menyimpan secara mandiri video alibi penandatanganan perjanjian kerjasama usaha yang telah di buat oleh PIHAK KEDUA (Pengelola)
  • Dokumentasi Surat Perjanjian: Pihak pertama bertanggung jawab penuh atas penyimpanan surat perjanjian kerjasama usaha yang telah diberikan dan dikirimkan oleh pihak pertama.
  • Ketersediaan Video Alibi: Mulai tanggal 23 Maret 2020, fitur video alibi tidak tersedia.

Biaya Administrasi

  1. CALON INVESTOR dibebankan biaya administrasi pemesanan surat perjanjian kerjasama sebagai biaya dalam pembuatan dan pengiriman surat perjanjian kerjasama usaha yang akan dikirimkan oleh PIHAK KEDUA (Pengelola).
  2. Variasi biaya administrasi akan dibebankan kepada CALON INVESTOR apabila yang bersangkutan berada di luar negeri dan membutuhkan biaya tambahan dalam pengiriman dokumentasi surat perjanjian tersebut.

Bukti Pengiriman Modal

Bukti pengiriman modal usaha akan lebih ditekankan pada ketentuan pengiriman modal yang telah dituliskan di dalam surat perjanjian kerjasama usaha, yang meliputi:

  • Rekening asal transfer: Nomor Rekening, Nama Bank dan A/N Pemegang Rekening.
  • Rekening tujuan transfer: Nomor Rekening, Nama Bank dan A/N Pemegang Rekening.
  • Tenggang waktu tanggal transfer dana yang akan dikirim
  • Nominal transfer.

Kesalahan Cetak Dokumen

  1. Kesalahan cetak atas sebuah dokumen, dimana dokumen tersebut telah di kirimkan kepada Pihak terkait, diperbaiki dengan cara yang sudah tertera di halaman ini: Surat Perjanjian Kerjasama (SPK)– Solusi SPK yang Salah Cetak tetapi Sudah Dikirim.

Pembatalan Kerjasama Usaha

  • Surat perjanjian menjadi batal apabila PIHAK KEDUA (Pengelola) tidak mendapatkan rekap kedua surat perjanjian kerjasama usaha dari PIHAK PERTAMA (Investor) setelah tenggang waktu 1 bulan semenjak SPK dikirimkan oleh Pihak STASASHI kepada PIHAK PERTAMA (Investor).
  • Modal yang dikirimkan oleh Investor akan dikembalikan dengan potongan sebesar 20% (dua puluh persen) atas terjadinya pembatalan kerjasama usaha ini.
  • Investor wajib untuk berusaha mencari/ mengetahui/ mendapatkan Surat Perjanjian Kerjasama yang telah dikirimkan oleh Pihak STASASHI, setelah adanya pemberitahuan pengiriman SPK oleh Pihak STASASHI.
  • Segala jenis dokumen akan menjadi tidak berlaku apabila terjadi pembatalan kerjasama usaha.

Laporan Performa

  • PIHAK KEDUA (Pengelola) berkewajiban mengirimkan laporan performa dan laporan arus kas atas usaha yang di jalankan minimal setiap bulan, yang dilakukan pada tanggal 10 (sepuluh).
  • Laporan Performa yang di kirimkan oleh PIHAK KEDUA (Pengelola) harus mencantumkan berbagai macam bukti pendukung yang ada.

Jumlah Pembagian Hasil

  1. Persentase pembagian hasil sangat bervariasi dan tergantung isi Surat Perjanjian Kerjasama dari masing- masing bisnis/ anak usaha yang Anda danai.
  2. Jumlah pembagian hasil yang diberikan kepada Investor akan didasarkan atas keuntungan/ provit bersih yang di dapatkan dari bisnis/ anak usaha yang di danai.

Multi Investor

  1. Investor adalah orang yang memberikan modal usaha sebagai modal pengembangan aktivitas usaha.
  2. Beberapa orang (yang jumlah nya lebih dari satu) yang memberikan modal usaha akan disebut sebagai PIHAK INVESTOR atau Multi Investor.
  3. PIHAK INVESTOR akan tetap mendapatkan pembagian hasil sebesar 30% (tiga puluh persen) dari keuntungan bersih.
  4. Apabila terdapat Multi Investor, maka pembagian hasil akan terjadi lagi di bagian PIHAK INVESTOR atau Multi Investor. Persentase nya akan di tentukan dari jumlah modal yang di investasikan oleh Investor (individual) dibagi dengan total jumlah dana investasi yang ada. [PSP-9]
  • CONTOH KASUS:
  • Terdapat 2 orang investor, dimana Investor A melakukan pemberian modal sebesar 5 juta, sedangkan Investor B memberikan modal 10 juta.
  • Pendapatan bersih usaha yang dijalankan adalah sebesar 10 juta/ bulan.
  • Pembagian hasil yang akan terjadi adalah:
    • PIHAK PENGELOLA akan mendapatkan 7 juta, dari perhitungan 10 juta X 70%.
    • PIHAK INVESTOR akan mendapatkan 3 juta, dari perhitungan 10 juta X 30%.
  • Pembagian hasil yang akan terjadi di bagian Pihak Investor adalah:
    • Investor A akan mendapatkan 33%, dari jumlah pembagian hasil Pihak Investor.
      • Rincian nya: 33% X 3.000.000= Rp. 990.000;
      • Nilai 33% didapatkan dari: Jumlah modal dari Investor A dibagi Total dana investasi yang terkumpul. 5 juta/ 15 juta X 100= 33%
    • Investor B akan mendapatkan 67%, dari jumlah pembagian hasil Pihak Investor.
      • Rincian nya: 67% X 3.000.000= Rp. 2.010.000
      • Nilai 67% didapatkan dari: Jumlah modal dari Investor A dibagi Total dana investasi yang terkumpul. 10 juta/ 15 juta X 100= 67%.

Penolakan Permodalan

  1. PIHAK KEDUA (Pengelola) berhak menolak pemberian permodalan dari investor apabila dirasa hubungan komunikasi yang terjadi sebelumnya tidak mencerminkan keselarasan pemikiran. Contoh: Investor memberikan tekanan yang tinggi agar usaha harus mendapatkan provit 1.000 X lipat.
  2. Pihak STASASHI berhak menolak untuk memproses investasi yang diajukan oleh Pihak Investor apabila dirasa terjadi ketidak keselarasan pemikiran atau hal yang mencurigakan (money laundry, uang permodalan hasil kejahatan, dsb).
    1. Kami memiliki kriteria tersendiri dalam memilih investor yang tepat dan memiliki hak untuk menolak investor tertentu. Kami tidak ingin bekerja sama dengan investor yang memaksakan diri mengupayakan pengadaan modal, memiliki sifat keras kepala dan memiliki sudut pandang ‘harus untung dan tidak boleh rugi’ (karena ini sebuah bisnis).

Pengembalian Modal

  1. Pengembalian modal untuk dana yang di berikan oleh Investor yang memilih jenis Investasi RDP (Resiko ditanggung Pengelola), ketika Anak Perusahaan yang di danai nya bangkrut, akan dilakukan dalam jangka waktu maksimal 5- 10 tahun (tergantung kesepakatan di dalam SURAT PERJANJIAN). Sebelum jangka waktu tersebut terlampaui, Investor tidak berhak melakukan penagihan (hal ini sudah tertuang dalam setiap Surat Perjanjian Kerjasama).
  2. Untuk pengembalian modal atas dana yang di berikan oleh Investor yang memilih jenis Investasi RDI (Resiko ditanggung Investor), tidak bisa dilakukan, karena investor dengan jenis RDI dianggap telah sepakat dengan ketentuan dimana mereka akan menanggung segala aspek finansial apabila terjadi resiko pada anak usaha yang di danai tersebut.

Pembagian Saham/ Kepemilikan

  1. Investor RDP tidak akan mendapatkan pembagian saham. Sedangkan Investor RDI akan mendapatkan pembagian saham sesuai profil Anak Perusahaan yang di danainya. Lihat selengkapnya: Jenis Investasi– Kekurangan dan Kelebihan RDI dan RDP.

Kekuatan Hukum

  1. Akan ada perjanjian diatas materai yang memiliki kekuatan hukum, yang mengikat pihak Pengelola untuk menggunakan dana dari Pemberi Modal dengan sepandai- pandai mungkin, dan harus digunakan hanya untuk kepentingan pembangunan perusahaan.