STASASHI tidak termasuk P2P Lending

STASASHI tidak termasuk P2P Lending

Pengertian P2P (peer-to-peer) Lending adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet [Lihat: Catatan Kaki No 1]. Konsep utama dalam P2P Lending adalah:

  1. Utang.
  2. Terdapat bunga pinjaman.
  3. Terdapat jangka waktu pengembalian utang.
  4. Proses perjanjian pinjam meminjam dilakukan melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.
  5. Tujuan pinjaman sepenuhnya tergantung dari debitur (peminjam).

Sedangkan konsep utama dari STASASHI adalah mempertemukan pemberi permodalan (investor) dengan pemilik usaha (Founder) dalam rangka melakukan kerjasama usaha dan menyediakan sarana Surat Perjanjian Kerjasama tertulis antara kedua belah pihak yang dibantu dengan teknologi informasi.

Dari definisi konsep utama STASASHI yang kami tuliskan diatas, terdapat beberapa kriteria dari P2P Lending yang tidak dilakukan oleh STASASHI. Sehingga STASASHI tidak termasuk dalam kategori P2P Lending. Penjelasan lebih lanjut bisa dibaca dibawah ini.

Tujuan penggunaan dana

Tujuan dari STASASHI adalah mempertemukan pihak pemodal (Investor) dengan pihak pengelola/ pemilik bisnis/ penanggung jawab bisnis (Founder) dengan tujuan kerjasama usaha. Sehingga, pihak Founder harus bisa membuktikan bahwa dia memiliki usaha/ ide usaha (bila masih berupa ide yang dituangkan dalam proposal bisnis) dan menyatakan akan menggunakan dana tersebut untuk keperluan usaha.

Pihak Investor pun harus mengetahui bahwa dana yang diberikan nya tersebut ditujukan untuk keperluan usaha oleh Founder, dimana hal ini akan dibuktikan dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama usaha yang dilakukan oleh Investor nanti nya.

Sedangkan tujuan dari P2P Lending adalah memberikan pinjaman. Entah pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan konsumtif, liburan, berobat atau bahkan menggunakan nya untuk keperluan usaha. Hal tersebut tergantung sepenuh nya oleh peminjam (debitur).

Sehingga dari penjelasan diatas, konsep utama dalam P2P Lending nomor 5 yaitu: Tujuan pinjaman sepenuhnya tergantung dari debitur (peminjam), tidak terpenuhi oleh STASASHI.

Tujuan penggunaan dana (antara STASASHI dan P2P Lending) memang belum cukup kuat untuk mendefinisikan perbedaan antara STASASHI yang berkonsep kerjasama usaha dengan P2P Lending yang berkonsep utang. Namun, ada satu hal pokok yang menjadi acuan untuk membedakan antara kedua hal tersebut. Hal itu adalah tentang “Bunga” dan jangka waktu pengembalian, yang akan dijelaskan lebih lanjut dibawah ini.

Kerjasama Usaha VS Utang.

Konsep utama dari utang adalah terdapat jangka waktu pengembalian dan/ atau bunga yang nilai nya tetap (misalkan: 5%, 10%, 20%, dsb). Meskipun tidak semua utang memiliki bunga (lihat catatan kaki No. 2), namun bila suatu uang yang di pinjamkan memiliki kewajiban pengembalian dalam jangka waktu tertentu, dan/ atau terdapat bunga, maka bisa dikatakan itu adalah utang.

Uang (modal) yang diberikan oleh Investor kepada Founder tidak memiliki bunga dan tidak memiliki jangka waktu pengembalian (lihat catatan kaki No. 3). Keuntungan investor diperoleh dari pembagian hasil keuntungan. Sedangkan jangka waktu pengembalian tidak ada, karena dana tersebut akan menjadi satu dengan aset dari usaha yang di danai.

Dari penjelasan diatas, konsep utama dalam P2P Lending nomor 1, 2 tidak terpenuhi oleh STASASHI. Sedangkan nomor 3 masih kami coba kaji (bukan berarti “salah”) karena terdapat fitur RDP dalam layanan di STASASHI ini (lihat catatan kaki No. 4). Sehingga transaksi yang terjadi antara Investor dengan Founder tidak bisa disebut dengan “Hutang”. Tapi disebut dengan “Kerjasama Usaha”.

Perjanjian Pinjam Meminjam melalui media elektronik

Kami mengatakan “menyediakan sarana Surat Perjanjian Kerjasama tertulis” karena: Transaksi yang terjadi antara Investor dan Founder dituangkan dalam sebuah Surat Perjanjian Kerjasama yang memiliki wujud fisik (ada bentuk nya).

Sedangkan teknologi informasi yang kami katakan dalam kalimat “dibantu dengan teknologi informasi” merupakan alat yang kami gunakan untuk mempermudah dan mempercepat kepengurusan Surat Perjanjian Kerjasama tertulis tersebut. Pengertian “teknologi informasi” adalah layak nya sebuah kalkulator yang digunakan untuk melakukan perhitungan nota/ kuitansi secara tertulis.

Dari penjelasan diatas, salah satu konsep P2P Lending yang ke-4 mengenai “Proses perjanjian pinjam meminjam dilakukan melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet” sudah terbatalkan. Sehingga STASASHI tidak bisa dikatakan sebagai P2P Lending.

Ini memang konsep utang seperti yang dilakukan oleh bank kepada peminjam (debitur). Hanya yang menjadi perbedaan nya adalah: P2P Lending menggunakan teknologi informasi (aplikasi, web, dll) dan jaringan internet untuk melakukan perjanjian pinjam meminjam.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments