Mitos Mengenai 9:10 Startup Gagal di tahap pertama pendirian

Mitos Mengenai 9:10 Startup Gagal di tahap pertama pendirian

Meskipun 9 dari 10 startup gagal di tahap pertama pendirian, namun di tahap kedua pendirian, hanya 2 startup yang gagal diantara 10. Bagus nya, sebuah startup (usaha rintisan apapun jenis nya) tidak seperti makhluk hidup yang apabila mati, sudah tidak akan bisa hidup lagi. Startup bisa di coba kembali di pendirian tahap berikutnya. Jika gagal, di coba lagi, akhirnya pun akan sukses berdiri juga. Anda pasti tahu mengenai cerita Thomas Alfa Edison, yang mencoba 10.000 kali dalam ekperimen nya dengan Telsa untuk menemukan bolham lampu. Startup yang gagal di tahap pertama ini justru merupakan jenis bisnis potensial tidak kasat mata.

Ada banyak jenis bisnis potensial yang kasat mata. BCA pada tahun 1997 mengalami kebangkrutan. Namun, menjadi salah satu raksasa bank di Asia saat ini (2018), yang membuat Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono menjadi orang terkaya di Indonesia. Startup IT pun termasuk bisnis potensial yang kasat mata.

BCA di tahun 1997 termasuk bisnis Potensial yang kasat mata. Kebanyakan invstor pasti akan menjahui bisnis yang mengalami kebangkrutan seperti itu. Namun, pandangan investor kelas atas sangat berbeda. Mereka justru mencari investasi di area- area seperti itu. Apabila kebangkrutan tersebut dikarenakan faktor eksternal, ataupun faktor kesalahan manajemen internal, namun model bisnis nya sudah benar, maka itu adalah termasuk bisnis Potensial yang kasat mata.

Startup IT juga merupakan bisnis potensial kasat mata. Silahkan cek di Google, berapa pendanaan yang di dapatkan oleh Startup IT seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak ataupun Traveloka !?. Jumlah nya tidak lagi ratusan juta, tetapi triliunan rupiah. Lantas, Anda mungkin bertanya- tanya, mengapa bisnis IT yang di dirikan oleh orang- orang muda dari tempat kost nya ataupun dari garansi rumah, bisa mendapatkan pendanaan sebanyak itu?. Jawaban nya adalah karena bisnis itu potensial. Anda tidak menyadari nya, namun investor kelas atas menyadarinya. Jika tidak, mereka tidak mungkin memberikan pendanaan sebesar itu.

Meskipun 9 dari 10 startup gagal di tahap pertama pendirian, namun di tahap kedua pendirian, hanya 1 startup yang gagal diantara 10. Bagus nya, sebuah startup (usaha rintisan apapun jenis nya) tidak seperti makhluk hidup yang apabila mati, sudah tidak akan bisa hidup lagi. Startup bisa di coba kembali di pendirian tahap berikutnya. Jika gagal, di coba lagi, akhirnya pun akan sukses berdiri juga. Anda pasti tahu mengenai cerita Thomas Alfa Edison, yang mencoba 10.000 kali dalam ekperimen nya dengan Telsa untuk menemukan bolham lampu. Pada akhirnya dia pun berhasil juga.

Hal yang membuat bisnis benar- benar gagal adalah founder nya yang menyerah dan berhenti berjuang. Jadi, kesuksesan sebuah bisnis sangat tergantung pada founder dan tim nya. Jika founder nya tidak memiki hati yang sangat keras untuk bagaimana caranya mensukseskan bisnis tersebut, maka jangan harap bisnis itu bisa sukses menjadi besar.

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
AKBAR WIGUNA
1 year ago

Thanks for share this it very useful ?