Round (Putaran Pendanaan)

Pengertian

Round atau Putaran Pendanaan adalah silkus pendanaan yang diberikan kepada sebuah StartUp, dimana uang nya digunakan untuk kebutuhan pembangunan, akselerasi ataupun ekspansi dari StartUp itu. Ini adalah tahapan sebuah Startup bisa mendapatkan permodalan dengan melalui STASASHI. Disebut juga dengan Round.

Penjelasan

Ketika sebuah Startup masuk ke dalam Listing Bisnis kami, maka dia akan menerima pendanaan dengan jenis Round 1 atau Putaran Pendanaan tahap pertama. StartUp ini akan mendapatkan jumlah pendanaan, dan memulai mengumpulkan pendanaan nya, sesuai ketentuan yang tertera pada Proposal StartUp Fundraising.

Dari sisi pendanaan, akan ada dua kemungkinan yang terjadi. StartUp tersebut akan mendapatkan pendanaan dengan jumlah sesuai dengan target nya (target pendanaan yang hendak dikumpulkan), atau tidak sesuai dengan target.

Dari sisi performa, akan ada dua kemungkinan yang terjadi. Capaian pendapatan bersih terpenuhi, dan capaian pendapatan bersih tidak terpenuhi.

Dari penjelasan diatas, bisa diambil kesimpulan, bahwa sebuah Startup yang telah melalui pendanaan Round 1, memiliki beberapa kemungkinan sbb:

  • Pendanaan tidak sesuai Target, dan pendapatan bersih terpenuhi.
  • Pendanaan tidak sesuai Target, dan pendapatan bersih tidak terpenuhi.
  • Pendanaan sesuai Target, dan pendapatan bersih terpenuhi.
  • Pendanaan sesuai Target, dan pendapatan bersih terpenuhi.

Bila putaran pertama telah dilalui, dan apapun kemungkinan hasil yang terjadi, StartUp tersebut bisa mengajukan diri kembali untuk mendapatkan putaran pendanaan tahap ke-2 (atau tahap berikutnya). Meskipun StartUp tersebut mengalami kebangkrutan, dan mengajukan diri kembali untuk mendapatkan putaran pendanaan, hal itu tetap diperbolehkan. Hal tersebut akan tergantung sepenuhnya dari keputusan kami (pihak STASASHI).

 

 

Tahapan Putaran Pendanaan (Round) beserta Contoh nya

Fase pendanaan ini dibagi menjadi 3 jenis. Fase Pendanaan tahap ke-1 (Round 1), Fase Pendanaan tahap ke-2 (Round 2), Fase Pendanaan tahap ke-3 (Round 3). Untuk memberikan penjelasan lebih baik, kami memberikan contoh kasus sbb:

CONTOH KASUS 1

Sebuah StartUp bernama XYZ mendaftarkan diri di STASASHI. Startup itu kemudian di tampilkan di Listing Bisnis untuk mendapatkan Pendanaan Tahap Pertama (Round 1). Setelah mendapatkan pendanaan Tahap Pertama, Startup itu kemudian menggunakan dana tersebut untuk permodalan dan berhasil mencapai Target.

1 tahun kemudian, dikarenakan target Startup XYZ terpenuhi, Pengelola Startup kemudian memiliki inisiatif untuk mengembangkan bisnis nya. Dia kemudian membuka jalur pendanaan kedua (Round 2) dan Startup nya di tampilkan di Listing Bisnis STASASHI kembali untuk mendapatkan jumlah pendanaan tahap kedua yang dia butuhkan.

CONTOH KASUS 2

Sebuah StartUp bernama XYZ mendaftarkan diri di STASASHI. Startup itu kemudian di tampilkan di Listing Bisnis untuk mendapatkan Pendanaan Tahap Pertama (Round 1). Setelah mendapatkan pendanaan Tahap Pertama, Startup itu kemudian menggunakan dana tersebut untuk permodalan dan berhasil mencapai Target.

Namun, Startup XYZ tersebut gagal mencapai Target. Arus kas Startup itupun minus. Tetapi, Pengelola Startup itu yakin bahwa masalah kegagalan yang dialami nya bukan karena model bisnis nya yang salah, tetapi karena kesalahan manajerial. Kemudian dia melakukan pengumpulan permodalan lagi dengan membuka jalur pendanaan kedua (Round 2) dan Startup nya di tampilkan di Listing Bisnis STASASHI kembali untuk mendapatkan jumlah pendanaan tahap kedua yang dia butuhkan.