PPH (Persentase Pembagian Hasil)

Pengertian PPH (Persentase Pembagian Hasil)

Persentase Pembagian Hasil atau sering di singkat dengan PPH, adalah jumlah persentase yang diberikan kepada pihak investor yang menjadi acuan pendapatan tiap bulan. Jumlah persentase ini tergantung dari jenis StartUp yang di danai, jumlah investor yang melakukan pendanaan dan juga jumlah pendanaan yang terkumpul pada StartUp tersebut.

Sebagai suatu contoh, sebuah StartUp “A” mungkin memberikan PPH sebesar 30%. StartUp “B” memberikan PPH sebesar 45%, dll. Jadi, masing- masing StartUp memiliki PPH yang berbeda- beda.

Dikatakan juga tergantung dari jumlah investor yang mendanai, dikarenakan PPH yang tertera di SPK adalah ditujukan kepada pihak Investor, bukan investor secara individual. Sebagai suatu contoh, StartUp “A” memberikan PPH sebesar 30% kepada pihak Investor. Jika jumlah Investor ada dua orang, maka 30% PPH itu akan di berikan kepada dua orang tersebut. Perhitungan ini pun akan tergantung juga kepada jumlah pendanaan yang terkumpul pada StarUp tersebut. Untuk penjelasan mengenai PPH dan contoh nya, silahkan lihat halaman ini: Berapa Persen (%) Penghasilan yang akan di dapatkan dari Modal yang diberikan.

 

Pembacaan Data

Data Investor

Ini adalah informasi mengenai semua investor yang mendanai suatu startup, pada putaran pendanaan tertentu. Dokumen perhitungan ini tersaji dalam bentuk tahunan (tiap tahun). Lihat Gambar 1.1.

  • Nama Investor: Nama investor yang mendanai startup tersebut.
  • ID: Nomor ID dari investor yang mendanai startup tersebut.
  • Jumlah Modal: Jumlah permodalan yang diberikan oleh Investor ke dalam startup tersebut, pada putaran pendanaan tertentu.
  • Tanggal: Waktu dimana pendanaan dianggap sah telah masuk, yaitu ketika dana investasi dan SPK Rekap ke-2 diberikan kepada Pengelola startup yang di danai tersebut.

PPH

Bagian ini berisikan perhitungan dan informasi mengenai jumlah PPH yang di dapatkan oleh Investor pada bulan yang dimaksud. Lihat Gambar 1.2.

VAL 1

Rumusan perhitungan untuk memvalidasi pendanaan yang masuk pada bulan tertentu. Sebagai contoh, bila terdapat investor ABC dimana pada bulan Mei disana bertuliskan angka “1”, berarti pendanaan tersebut telah resmi masuk (aktif) pada bulan Mei tersebut. Angka ini digunakan sebagai acuan untuk perhitungan selanjutnya (VAL 2). Lihat Gambar 1.3.

VAL 2

Rumusan perhitungan untuk memvalidasi jumlah (nominal) pendanaan yang masuk pada bulan tertentu. Cara kerja nya hampir sama seperti VAL 1, namun yang tertampil disini adalah nominal (angka) pendanaan. Lihat Gambar 2.

Angka ini digunakan sebagai acuan untuk perhitungan selanjutnya: Modal Masuk Bulan ini dan Modal Sepanjang Waktu. Rumusan nya adalah: VAL 1 X jumlah pendanaan yang diberikan oleh Investor.

Lain- lain [Gambar 3]

  • Modal Masuk Bulan ini: Jumlah permodalan yang masuk di bulan ini.  Dihitung dari validasi atas dana investasi yang di dapatkan oleh investor baru di bulan tersebut.
  • Modal Sepanjang Waktu: Jumlah permodalan yang masuk di bulan ini ditambah semua jumlah permodalan yang masuk di bulan sebelum nya.
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3

 

Pengertian PHU (Pembagian Hasil Usaha)

Pembagian Hasil Usaha atau sering disebut dengan PHU, adalah keuntungan bersih yang di berikan kepada Investor dari StartUp/ Anak Usaha yang di danai nya. Diberikan setiap tanggal 10 setiap bulan nya. Bentuk PHU ini adalah nominal sejumlah uang. Namun, tidak berarti setiap bulan di tanggal 10, pihak Investor mendapatkan PHU. Dalam beberapa kasus, untuk StartUp yang masih dalam tahap pembangunan sistem bisnis, biasanya tidak ada PHU karena bisnis tersebut masih belum beroperasi, dan belum bisa menghasilkan keuntungan.

Dalam kasus yang jarang terjadi pula, apabila StartUp mengalami kerugian usaha, PHU juga tidak bisa di berikan, karena tidak ada keuntungan yang di dapatkan dari StartUp tersebut. PHU akan di berikan apabila jumlah PHU telah melebihi ambang batas Hold Payment.

 

Hold Payment

Hold Payment adalah jumlah dana, dalam jumlah tertentu, yang di tahan oleh pihak STASASHI untuk mempermudah transfer kepada investor. Ketika sebuah StartUp mulai beroperasi di awal pendirian, biasanya keuntungan yang di dapatkan kecil. Apabila keuntungan bersih, yang telah di bagi kepada beberapa investor yang mendanai usaha tersebut di bagikan, dan hasil nya mungkin ada seorang investor yang mendapatkan keuntungan beberapa puluh ribu rupiah saja, maka pihak kami akan kesulitan melakukan transfer ke rekening mereka. Di samping itu juga, akan jadi merugikan pula karena harus ada potongan biaya transfer yang jumlah nya tidak sebanding dengan dana yang di transfer. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, maka diberlakukan lah Hold Payment ini.

Jumlah Hold Payment saat ini adalah sebesar Rp. 100.000. Apabila persentase pembagian hasil yang di dapatkan oleh seorang investor kurang dari jumlah tersebut, maka dana tersebut di tahan terlebih dahulu, hingga jumlah nya mencapai lebih dari nilai Hold Payment yang telah di tentukan. Baru setelah PHU yang terkumpul dari Investor tersebut telah melebihi nilai Hold Payment, barulah akan di transfer ke rekening investor.

 

Jumlah Penghasilan yang akan di dapatkan oleh Investor

Di dalam dunia bisnis, jumlah penghasilan memang tidak bisa tetap. Kadang mendapatkan banyak, kadang sedikit, kadang juga tidak uantung, kadang rugi, atau bahkan mungkin bisa puluhan dan bahkan ratusan kali lipat. Namun, nilai yang tidak tentu itu, bisa di hitung dengan cara mengambil nilai rata- rata penghasilan tiap bulan. Anda bisa melakukan perhitungan dengan nilai ROI (Return of Investment) yang telah kami sediakan. Kunjungi halaman Portfolio, kemudian lihat Portfolio yang ingin Anda danai. Disana terdapat tabel rincian arus kas, berikut dengan nilai ROI yang di dapatkan. Lihat juga: Pengertian ROI.

Anda cukup melakukan perhitungan sederhana, dengan meng kali kan jumlah modal yang ingin Anda tanamkan dengan nilai Average ROI tersebut, untuk mendapatkan prediksi jumlah pendapatan tiap bulan yang bisa Anda dapatkan. Misalkan, Anda ingin menanamkan modal 10 juta. Nilai ROI nya adalah 12%. Maka, sekiranya jumlah pendapatan tiap bulan Anda adalah: 10.000.000X  12%= Rp. 1.200.000.

CATATAN: Khusus untuk Anak Perusahaan yang masih dalam status Starup/ Ready, maka ROI yang tertampil adalah nilai prediksi saja. Karena usaha tersebut belum dijalankan (masih dalam status pembangunan).

 

Tanya Jawab

Berapa Persen (%) Penghasilan yang akan di dapatkan dari Modal yang diberikan

Perhitungan pendapatan/ penghasilan yang akan diberikan kepada Investor tidak bisa di hitung dari jumlah modal yang di berikan. Keuntungan yang di dapatkan dari STASASHI tidak di hitung dari persentase jumlah modal yang diberikan, kemudian tiap bulan nya investor akan mendapatkan sekian persen dari modal yang telah di berikan nya. Tidak begitu cara perhitungan nya.
Hasil yang di dapatkan oleh pihak investor tergantung dari jumlah pendapatan bersih yang akan di dapatkan oleh anak perusahaan yang di danai, dan tergantung dari kesepakatan dalam SPK (Surat Perjanjian Kerjasama) yang nanti nya di tanda tangani oleh pihak investor dengan pihak pengelola. Contoh dibawah ini akan memudahkan pemahaman Anda.
Ada dua orang investor, dengan nama: Pak Budi dan Pak Bambang. Mereka berdua memberikan pendanaan kepada anak usaha yang bernama “Caryada” dengan nominal sbb: Pak Budi 20 juta, pak Bambang 10 Juta. Setiap bulan, anak usaha Caryada yang mereka danai tersebut, menghasilkan keuntungan 4 juta rupiah. Dalam SPK yang telah di sepakati, bahwa pihak Investor dan Pengelola akan mendapatkan PPH (Persentase Pembagian Hasil) dengan jumlah: 60% untuk investor, dan 40% untuk Pengelola.
Sehingga, dalam hitungan PPH ini, maka penghasilan yang akan di dapatkan oleh Pak Budi dan Pak Bambang adalah perhitungan nya sbb:
  • Keuntungan bersih: 4.000.000
  • Pihak Pengelola (40%): 1.600.000
  • Pihak Investor (60%): 2.400.000
  • Total pendanaan yang terkumpul dari Pak Budi dan Pak Bambang adalah: 20 juta+ 10 juta= 30.000.000.
    • Pak Budi: 67%
    • Pak Bambang: 33%
  • Jadi, di karenakan pihak investor mendapatkan keuntungan bersih sebesar 2.400.000, maka keuntungan ini harus di bagi kepada Pak budi dan pak Bambang sesuai dengan jumlah modal yang diberikan nya. Adapun mereka berdua akan mendapatkan keuntungan sbb:
    • Pak Budi: 2.400.000 X 67%= 1.608.000
    • Pak Bambang: 2.400.000 X 33%= 792.000
Pak Budi dan Pak Bambang akan mendapatkan PPH seumur hidup selama anak perusahaan tersebut berdiri. Apabila anak perusahaan yang di danai tersebut berdiri sampai 50 tahun, maka mereka pun akan mendapatkan PPH selama 50 tahun.

Tidak ada PHU yang di Kirimkan

Pembagian Hasil Usaha akan di kirimkan kepada Investor tiap bulan. Tapi, apabila StartUp yang di danai tersebut tidak menghasilkan keuntungan, atau apabila merugi, maka PHU tentu saja tidak di kirimkan, karena tidak ada keuntungan yang di kirimkan. Berikut adalah beberapa penyebab PHU tidak ada atau tidak di kirimkan.

  1. StartUp yang Anda danai masih dalam proses pembangunan sistem bisnis, sehingga tidak ada aktivitas bisnis yang menghasilkan keuntungan dari sana.
  2. Jumlah PHU yang Anda dapatkan masih dalam ambang Hold Payment, sehingga belum bisa di kirimkan.
  3. StartUp yang Anda danai masih belum di jadwalkan untuk di bangun sistem bisnis nya. Jadwal pembangunan sistem bisnis bisa Anda lihat di masing- masing detail startup yang ada di Listing Bisnis.

 

Berapa Jumlah Pendapatan yang bisa saya dapatkan

Satu hal yang pasti, yang harus Anda tahu adalah; di dalam bisnis, tidak ada pendapatan yang stagnan (tetap). Kadang naik, kadang turun, kadang rugi, kadang untung besar. Itulah bisnis.

Namun, Investor bisa melakukan perhitungan perkiraan dengan target ROI (Return of Investment) yang telah kami sediakan. Kunjungi halaman Listing, kemudian lihat startup yang ingin Anda danai. Disana terdapat tabel rincian arus kas, berikut dengan nilai ROI yang di dapatkan. Perlu di ingat, ini adalah prediksi saja. Intinya, tidak keuntungan yang pasti dalam dunia bisnis.