Listing Bisnis

Pengertian Listing Bisnis

Listing Bisnis adalah StartUp atau anak usaha milik STAR SHARE yang di tampilkan di dalam situs STASASHI yang siap untuk di danai, atau yang telah di danai, atau yang akan membuka pendanaan. Jadi, misalkan ada suatu StartUp bernama “ABC” yang sedang membutuhkan pendanaan dari Investor, maka StartUp itu akan di tampilkan di Listing Bisnis. StartUp yang sudah pernah di danai oleh Investor pun, tidak akan di hapus, dan tetap di tampilan di dalam situs STASAHI juga, namun di kategorikan sebagai Listing Bisnis Closed.

Listing Bisnis yang siap di danai oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Open. Sedangkan listing Bisnis yang telah di danai oleh invstor tetapi tidak membuka jalur pendanaan, atau tidak memerlukan lagi pendanaan oleh Investor disebut dengan Listing Bisnis Closed. Sedangkan Listing Bisnis yang sedang di siapkan untuk beroperasi, tetapi nanti nya dalam jangka waktu dekat akan di operasikan dan akan di buka Jalur Pendanaan nya di sebut dengan Listing Bisnis Perpare.

 

Penjelasan informasi dalam Listing Bisnis

Section ini berisikan rangkuman poin- poin penting yang diambil dari proposal usaha, blue print, BMC, dll. Dituliskan di bagian ini agar investor bisa melihat secara cepat informasi krusial yang mereka butuhkan tanpa perlu kesulitan mencari nya di dalam lembar dokumen yang jumlah nya banyak.

  • Tentang Bisnis ini
    • Nama Usaha: Nama startup atau nama bisnis yang di ditampilkan.
    • Bidang Usaha: Bidang bisnis yang dijalankan secara umum.
    • Status Operasional: Status pembangunan bisnis di waktu ini. Sampai di tahap manakah bisnis ini di bangun.
    • URL Project: URL lokasi pembuktian project tersebut di garap (khusus bisnis yang berorientasi IT).
    • Tanggal dimulai: Tanggal project startup tersebut dimulai. Bisa juga berarti tanggal startup tersebut di dirikan.
  • Produk dan Jasa
    • Niche: Sesuatu yang dijual oleh startup bisnis tersebut.
  • Permodalan
    • Kebutuhan Modal: Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai menjalankan bisnis tersebut.
    • Resiko Usaha: Jenis resiko usaha yang di tentukan oleh Founder/ Pengelola bisnis atas permodalan yang diberikan di dalam startup tersebut. Jenis nya hanya ada dua, yaitu: RDI (Resiko ditanggung Investor) dan RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
  • Kesepakatan Investasi
    • Pembagian Hasil: Persentase pembagian hasil (PPH) atas keuntungan bersih yang di dapatkan oleh startup tersebut ketika berdiri. Disana terdapat dua angka yang di tampilkan, yaitu: Investor dan Pengelola. Apabila suatu contoh angka nya adalah sbb; Investor 30% dan Pengelola adalah 70%, dan di dapatkan laba bersih dalam satu bulan adalah sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah), maka pihak investor akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 300 ribu, dan pihak pengelola akan mendapatkan pembagian hasil sebesar 700 ribu.
    • Pembagian Saham: Sama juga pembagian kepemilikan. Jumlah persentase kepemilikan bisnis yang dibagi antara pihak investor dan pihak pengelola. Dalam resiko usaha jenis RDP (Resiko ditanggung Pengelola), pihak Investor tidak akan mendapatkan pembagian saham. Jika pihak Investor tidak mendapatkan pembagian saham, maka bisa dikatakan pihak investor tidak memiliki kepemilikan apapun dalam bisnis tersebut.
    • Pay Back Period (PBP): Jangka waktu dimana investor bisa dikatakan mendapatkan balik modal. Sebagai suatu contoh, terdapat seorang investor yang memberikan pendanaan sebesar 10 juta rupiah yang di tanamkan pada startup “ABC”. PBP perusahaan tersebut adalah 1 tahun. Maka, dalam waktu 1 tahun, investor itu sudah bisa mendapatkan modal nya kembali sebesar 10 juta rupiah. Untuk PPH yang di dapatkan nya di waktu lebih dari satu tahun, maka itu adalah keuntungan besrih yang di dapatkan nya setelah modal nya kembali.
    • Nilai PBP: not yet described
    • Nilai Tutup Modal: Jumlah persentase atas dana yang harus di berikan oleh Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH yang diberikan kepada Investor. Hal ini akan menjadi jelas dengan contoh kasus berikut:
      • Nilai Tutup Modal adalah sebesar 160%. Terdapat investor yang memberikan permodalan sebesar 10 juta rupiah ke startup ABC. Investor itu sudah memberikan permodalan semenjak 6 bulan yang lalu, dimana total atas semua PPH yang di dapatkan adalah sebesar 3 juta rupiah dari pertama dia berinvestasi. Pihak pengelola kemudian ingin melakukan tindakan Nilai Tutup Modal. Jadi, yang harus dilakukan oleh pihak Pengelola untuk mengakusisi modal awal dan PPH ini adalah memberikan sejumlah uang sebesar 160% X 10 juta= 16 juta kepada pihak Investor. Pihak investor akan mendapatkan uang dengan jumlah 16 juta+ 3 juta (PPH yang diberikan semenjak dia menanamkan modal)= 19 juta. Namun, setelah PPH dilakukan, maka pihak Investor tidak akan mendapatkan PPH tiap bulan nya. PPH tiap bulan akan menjadi hak pihak Pengelola. Pihak Investor tidak ada kaitan nya lagi dengan startup tersebut.
      • CATATAN:
        • Nilai Tutup Modal harus berkisar antara 120% s/d 200%.
        • Nilai Tutup Modal hanya berlaku untuk jenis resiko usaha RDP (Resiko ditanggung Pengelola).
        • Dana Nilai Tutup Modal tidak boleh diangsur. Harus diberikan secara penuh dalam satu kali transaksi.

Atribute

Section ini adalah detail atas rancangan bisnis secara lebih rinci lagi. Bagian ini menunjukan detail dan profil atas startup yang di posting di dalam listing bisnis tersebut. Apabila terdapat icon yang berwarna merah, itu berarti tidak ada keterangan nya (kosong).

  • BMC (Business Model Canvas): Adalah sebuah rancangan konsep abstrak sebuah model bisnis yang merepresentasikan strategi dan proses bisnis dalam organisasi (Alex Osterwalder, 2009). BMC selain digunakan oleh para pengusaha juga banyak digunakan dalam akademik, seperti beberapa universitas peringkat atas di seluruh dunia diantaranya Stanford dan Harvard yang mengadopsi BMC di ruang kelas mereka. Siswa belajar bagaimana menerapkan kanvas dalam strategi dan inovasi dalam bisnis.BMC mendeskripsikan sembilan komponen dalam model bisnis, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, resources, activities, partnerships, and costs
  • Proposal: Nama lain nya adalah proposal bisnis atau proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oelah wirausahawan yang menggambarkan semua unsur yang releven, baik internal maupun eksternal mengenai usaha atau proyek baru, atau proposal usaha yang merupakan dokumen tertulis berisi usaha baru yang sedang direncanakan.
  • Mind Mapping: Alur proses yang dijelaskan secara deskriptif dari penafsiran mapping Business Model Canvas (BMC) yang ada.
  • Person in Charge: Profil orang yang bertanggung jawab dalam bisnis atau startup ini. Istilah lain; penanggung jawab utama atau manager utama. Klik di bagian ini Anda akan diarahkan menuju ke halaman profil Manajer Utama atas startup tersebut.
  • Blue Print: Cetak biru (Inggris: blueprint) adalah kerangka kerja terperinci (arsitektur) sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan serta langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja. Ditemukan pada abad ke-19, proses ini memungkinkan reproduksi cepat dan akurat dari dokumen yang digunakan dalam bangunan dan industri. Ciri-ciri proses cetak-biru adalah garis berwarna terang pada latar belakang biru, sebuah negatif dari aslinya. Proses ini tidak dapat menghasilkan warna atau bayangan abu-abu.
  • SPK Sample: Adalah contoh Surat Perjanjian Kerjasama yang digunakan sebagai materi perjanjian yang akan di tanda tangani oleh Investor dan Pengelola nanti. Apabila Investor memutuskan untuk memberikan permodalan ke startup tersebut, maka gambaran atas Surat Perjanjian Kerjasama yang seperti di taruh di bagian ini lah yang nantinya harus di tandatangani atau yang harus di berikan. Hanya akan ada bagian- bagian tertentu yang akan berubah, seperti Nama Investor, tanggal melakukan tanda tangan, nama saksi, jumlah permodalan yang diberikan, dll.
  • Internal Activity: Dokumentasi aktivitas internal (Pengelola dan Tim nya), yang mengerjakan pembangunan ataupun pengoperasioan bisnis tersebut.
  • Pitch: Slideshow power poin yang digunakan untuk menjelaskan bisnis ini kepada Investor, klien, ataupun siapa saja yang membutuhkan penjelasan secara langsung.
  • Investor: Daftar nama investor yang mendanai startup tersebut. Data Daftar Investor ini dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan Round (ronde) funding yang telah terjadi. Jadi, jika Anda melihat di bagian daftar investor terdapat Round 1 dan Round 2, maka bisa di katakan startup tersebut melakukan dua kali masa funding (penerimaan permodalan).Untuk data daftar investor di Round 1, hanya di tampilkan nama investor saja.
    • Nominal pendanaan tidak di tampilkan. Hal ini dikarenakan nominal uang bagi sebagian besar orang adalah hal yang tabu untuk di perlihatkan. Namun, di Round 2 nominal di tampilkan karena hal tersebut penting untuk memperlihatkan sampai dimana jumlah pendanaan yang di telah di kumpulkan di masa funding ronde ke-2 tersebut. Tanpa ini, calon investor tidak bisa memperkirakan berapa jumlah permodalan yang ingin di berikan ke startup itu.
  • Video Intro: Terjemahan nya adalah Video Profil Perusahaan, merupakan salah satu jenis media promosi yang bisa Anda gunakan untuk perusahaan Anda. Media video menjadi bentuk baru dalam sebuah presentasi ke publik atau investor. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebanyakan orang lebih suka mendengar dan menonton dibandingkan dengan membaca pada saat persentasi. Hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi video company profile.

Project Started

  • Ini adalah tanggal dimana project pembangunan atas startup tersebut di jalankan. Di bagian sisi kiri, terdapat Count Down, yang artinya waktu habis yang di hitung secara mundur hingga due time tanggal startup tersebut di jalankan. Sedangkan di sisi kanan nya, terdapat tanggal dimana project ini akan dijalankan.
  • NOTE: Mulai awal September 2019, section “Project Started” untuk sementara tidak ditampilkan.

 

Jenis Listing Bisnis

Berdasarkan Avabilitas nya

  • Close: Startup yang telah mendapatkan dana pendanaan sesuai target nya dan saat ini sedang beroperasi.
  • Expansion: Startup yang sudah berjalan dan saat ini membutuhkan pendanaan untuk memperluas pasar.
  • Open: Startup baru berbentuk prototype dan saat ini membutuhkan pendanaan untuk melaunching nya.
  • Preparation: Startup yang belum sempurna, masih dikerjakan, namun akan diap diluncurkan dalam waktu dekat.

 

Pengertian Listing Bisnis Biasa

Listing Bisnis Biasa adalah suatu bisnis yang dikelola oleh orang/ pihak selain STAR SHARE (Orang luar), yang terdaftar dalam Listing Bisnis STASASHI. Siapapun bisa mengirimkan bisnis nya ke dalam Listing Bisnis kami dengan membeli layanan Pendaftaran Listing Bisnis.

Kami tidak terlalu memperhatikan, atau bahkan melakukan analisa terhadap model bisnis tersebut. Penilaian atas baik atau tidak nya model bisnis itu, ataupun prediksi provit kedepan nya, kami serahkan sepenuhnya kepada Investor.

Berbeda dengan Listing Bisnis STAR SHARE, yang terlebih dahulu kami analisa model bisnis nya. Bila model bisnis itu tidak bagus, kami tidak akan menempatkan nya ke dalam listing bisnis. Namun, bukan berarti Listing Bisnis Biasa ini model bisnis nya tidak bagus. Kami hanya tidak melakukan analisa dan langsung saja memposting data bisnis tersebut ke Listing Bisnis.

Baca juga: Pengertian Listing Bisnis STAR SHARE

Ciri- ciri Tampilan Listing Bisnis Biasa

  1. Hanya terdapat tombol “Contact Founder” (Terj: Kontak Pengelola/ Pendiri). Lihat Gambar No 1.
  2. Terdapat Tags “Business Listing Biasa” (Lihat Gambar No. 2).
  3. Terdapat blok informasi berupa “Perhatian” yang memberikan notifikasi bahwa bisnis itu termasuk Listing Bisnis Biasa (Lihat Gambar No. 3).
  4. Informasi di kolom deskripsi biasanya tidak lengkap. Karena pihak kami tidak mengharuskan untuk melengkapinya (Lihat Gambar No. 4).
  5. File attribute biasanya tidak lengkap. Beberapa dokumen terkadang tidak dilengkapi (Lihat Gambar No. 5).
Tampilan Listing Bisnis Biasa

 

 

Pengertian Listing Bisnis STAR SHARE

Listing Bisnis STAR SHARE adalah suatu bisnis yang dikelola oleh perusahaan STAR SHARE, yang terdaftar dalam Listing Bisnis STASASHI. Investor bisa memberikan permodalan ke bisnis ini bila bisnis tersebut sedang membuka permodalan (Status investasi “Open”).

Listing Bisnis STAR SHARE tidak selalu adalah sebuah bisnis yang di dirikan oleh perusahaan STAR SHARE. Bisa saja Pihak STAR SHARE bekerjasama dengan seseorang/ pihak tertentu untuk membangun bisnis. Pihak STAR SHARE biasanya mengelola dan merapikan sistem administrasi, manajemen dan marketing, sedangkan pihak lain tersebut mengelola hal teknis dan operasional.

Namun, terlepas dari siapa pendiri bisnis itu (apakah pihak STAR SHARE atau pihak lain), manajemen utama nya di pegang oleh Pihak STAR SHARE, dan penanggung jawab utama nya adalah Pihak STAR SHARE.

Baca juga: Pengertian Listing Bisnis Biasa

Ciri- ciri Tampilan Listing Bisnis STAR SHARE

  1. Terdapat pilihan kolom: Skala, Nominal dan tombol “Add to Basket” (Lihat Gambar No. 1)
  2. Terdapat Tags “STAR SHARE” (Lihat Gambar No. 2).
  3. Informasi di kolom deskripsi biasanya lengkap. Karena pihak kami merengharuskan untuk melengkapinya (Lihat Gambar No. 3)
  4. File attribute biasanya lengkap. Karena pihak kami merengharuskan untuk melengkapinya (Lihat Gambar No. 4)
Tampilan Listing Bisnis STAR SHARE

 

 

Tanya Jawab

Mengapa tidak Tersedia Informasi di Listing Bisnis

Berikut ini adalah beberapa alasan yang menjadi penyebab tidak tersedia nya informasi atas portfolio Anak Perusahaan yang Anda pilih. Hal itu bukan terjadi karena halaman error atau kita tidak mengupdate informasinya, melainkan memang karena adanya settingan privasi khusus yang kami lakukan.

  • Investasi pada Anak Perusahaan tersebut telah ditutup
    • Ketika sebuah anak perusahaan sudah mencapai pendanaan yang cukup, atau mungkin berlebih, kami menutup informasi tentang nya. Hal ini dikarenakan kami sudah tidak membutuhkan investor lagi untuk mendapatkan pendanaan.
  • Orang Cenderung Memilih Tidak Memperlihatkan Pendapatan nya
    • Kebanyakan orang, termasuk investor, tidak suka mempublikasikan jumlah pendapatan nya. Hal ini juga terjadi pada seorang karyawan. Mereka jarang untuk memperlihatkan jumlah gaji yang diterima nya. Karena di dalam sebuah bisnis, pendapatan terkadang tinggi terkadang juga rendah. Sedangkan kebanyakan orang jika ditanya tentang jumlah pendapatan yang dimiliki nya, mereka cenderung untuk menyampaikan pendapatan tertinggi yang pernah didapatkan nya. Sedangkan orang lain yang mendengar tentang cerita itu, selalu cenderung untuk melihat pendapatan terendah yang pernah di dapatkan nya sepanjang waktu. Dikarenakan ada rasa cemburu yang mengarahkan orang lain untuk menjatuhkan status dari orang lain yang mungkin memiliki kemampuan/ status lebih tinggi daripada mereka sendiri.
      Anak Perusahaan tersebut dalam masa pembangunan
    • Ketika dalam masa pembangunan, beragam sistem kerja dan sistem administrasi masih belum sempurna untuk ditampilkan kepada publik. Apabila memaksakan diri untuk menunjukan nya, hal ini malah akan menimbulkan kebingungan bagi orang lain yang melihatnya.

 

Kelebihan dan kekurangan Listing Bisnis

  • Pengelolaan
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Dikeola oleh pihak perusahaan STAR SHARE.
    • Listing Bisnis Biasa: Dikeola oleh orang/ pihak lain, dan tidak ada hubungan nya dengan perusahaan STAR SHARE.
  • Kewajiban Mengikuti Prosedur dari STASASHI
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Memiliki kewajiban untuk menjalankan manajemen dan penyediaan data laporan sesuai ketentuan, aturan dan standar yang telah ditentukan sebelum nya oleh pihak STASASHI. Bila hal tersebut tidak dilakukan, akan terdapat pinalti (hukuman) atas StartUp/ bisnis tersebut.
    • Listing Bisnis Biasa: Tidak ada kewajiban bagi pihak Pengelola Listing Bisnis Biasa untuk menjalankan manajemen dan penyediaan data laporan yang sesuai standar yang telah ditentukan sebelum nya oleh pihak STASASHI. Laporan dan pengelolaan sepenuhnya ditentukan oleh mereka sendiri. Pihak STASASHI tidak memiliki hak intervensi apapun dalam hal tersebut.
  • Pengawasan Manajemen di dalam Bisnis
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Di awasi oleh pihak STASASHI dan harus mengikuti aturan dan prosedur manajemen yang telah ditentukan pihak STASASHI.
    • Listing Bisnis Biasa: Tidak ada pengawasan pihak STASASHI. Listing bisnis biasa tidak harus mengikuti aturan dan standar prosedur manajemen yang telah ditentukan pihak STASASHI. Pengelolaan sepenuhnya diatur oleh mereka.
  • Akurasi Laporan
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Pelaporan lebih akurat, baik dari sisi data yang disajikan, format data laporan ataupun sumber data nya. Karena harus mengikuti aturan dan prosedur yang ditentukan pihak STASASHI.
    • Listing Bisnis Biasa: Pelaporan kurang akurat. Karena mereka tidak ada kewajiban untuk mengikuti aturan dan prosedur pelaporan yang ditentukan pihak STASASHI.
  • Keamanan Transaksi Investasi
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Lebih aman, karena transaksi dan administrasi dilakukan sesuai standar prosedur investasi STASASHI dan diawasi oleh STASASHI.
    • Listing Bisnis Biasa: Pihak STASASHI tidak menjamin apapun, karena transaksi dan administrasi dilakukan diluar/ tanpa adanya pengawasan dari pihak STASASHI. Sehingga, prosedur transaksi dan administrasi tergantung sepenuhnya kepada kesepakatan pihak Investor dengan Founder.
      • Catatan: Pernyataan ini belum tentu transaksi dan administrasi kepada pihak Pengelola Listing Bisnis Biasa tidak aman. Bisa jadi jauh lebih aman. Sebagai contoh kasus, bila kesepakatan pihak Investor dengan Founder adalah menggunakan Notaris, maka hal tersebut jauh lebih aman daripada prosedur STASASHI yang cukup menggunakan materai untuk transaksi investasi kurang dari 20 juta.
  • Memiliki Jadwal kerja yang tepat
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Akurasi laporan keuangan, laporan performa, dan pembagian PPH atas bisnis yang didanai lebih tepat waktu. Karena terdapat prosedur yang mengharuskan bahwa semua itu harus dikirimkan sesuai jadwal dan dengan standar yang telah ditentukan.
    • Listing Bisnis Biasa: Akurasi laporan keuangan, laporan performa dan pembagian PPH atas bisnis yang didanai kurang terjamin. Karena tidak ada prosedur, standar ataupun aturan yang mengatur itu semua.
  • Akurasi data dan informasi listing bisnis
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Informasi yang tertera di dalam listing bisnis jauh lebih akurat, karena harus disajikan dengan standar prosedur yang telah ditentukan. STASASHI juga melakukan penyaringan terlebih dahulu atas data bisnis yang dikirimkan sebelum ditampilkan di listing bisnis.
    • Listing Bisnis Biasa: Informasi yang tertera di dalam listing bisnis tidak cukup akurat, karena penyaringan dan koreksi atas data bisnis yang dikirimkan dan ditampilkan di dalam Listing bisnis tidak dilakukan dengan ketat. Siapa saja bisa mengirimkan listing bisnis nya dengan membayar biaya pendaftaran nya disini: Pendaftaran Listing Bisnis
      • Catatan: Data bisnis atas Listing Bisnis Biasa memang tidak cukup akurat. Karena kami tidak melakukan penilaian yang mendalam atas business model yang dikirimkan oleh pihak Pengelola Listing Bisnis Biasa. Namun, hal ini bukan berarti kami sama sekali lepas tangan begitu saja. Kami hanya tidak mendalami model bisnis yang di submit tersebut. Karena, tugas untuk melihat apakah suatu listing bisnis potensial atau tidak, kami serahkan kepada pihak Investor.
      • Namun, tetap saja, untuk informasi data diri Pengelola, kontak, dll, hal itu kami validasi terlebih dahulu dan kami sangat yakin data semacam itu sangat akurat.
  • Hak Intervensi pihak STASASHI atas tindakan diluar ketentuan
    • Listing Bisnis STAR SHARE: Pihak STASASHI memiliki hak intervensi, dan memiliki hak untuk mengambil tindakan/ hukuman apabila tidak bisa memberikan laporan ataupun menjalankan manajemen sesuai prosedur yang ditentukan.
    • Listing Bisnis Biasa: Pihak STASASHI tidak memiliki hak intervensi apapun. Segala jenis pengelolaan ataupun laporan diserahkan sepenuhnya kepada Pengelola Listing Bisnis Biasa tersebut.

 

Bila Pengelola tidak menggunakan Modal nya, mengapa Listing Bisnis nya di tampilkan di STASASHI?

Ada sebuah poin penting yang tertulis di SPK yang ditandatangani oleh Investor dan Pengelola; “Penggunaan Dana sepenuhnya diserahkan kepada Pihak Pengelola”. Bila Pihak Pengelola sebelum nya -atau ketika mendaftarkan StartUp nya pada kami- memiliki pemikiran bahwa dia membutuhkan suatu modal, tetapi ketika sudah berjalan, dia kemudian menyadari bahwa dia lebih harus bisa membangun Intelektual Property yang tidak membutuhkan permodalan, keadaan semacam itu juga tidak bisa kami cegah.

 

Apakah setiap Founder yang terdaftar disini memiliki listing bisnis di STASASHI

Tidak semuanya. Para Founder adalah orang yang memiliki suatu project pendirian perusahaan startup. Bisa saja project mereka tersebut belum siap, mereka sudah memiliki sumber pendanaan sendiri, ataupun alasan lain nya, apapun itu, yang membuat mereka tidak mengirimkan listing bisnis nya di STASASHI ini.

 

Apakah terdapat biaya untuk mengirimkan listing bisnis di STASASHI

Ya, kami membebankan biaya untuk pengiriman listing ini. Jumlah biaya nya, bisa Anda lihat di bagian ini: Submit Listing Bisnis.