Kebangkrutan

Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Definisi dari bangkrut, dalam pengertian nya di STASASHI adalah, keadaan dimana target keuntungan bersih yang telah di dokumentasikan di Proposal Fundraising StartUp STASASHI tidak mencapai 50% atau lebih, yang terhitung dalam fase Running (StartUp dijalankan/ waktu pengumpulan permodalan).

Hal ini tidak terpaku pada sisa permodalan yang ada. Jadi, misalkan saja permodalan tersebut sama sekali tidak tersisa sebelum waktu pengumpulan dana selesai, maka tetap saja StartUp tersebut masih belum bisa dinyatakan bangkrut. Karena acuan utama nya hanya ada pada jumlah keuntungan bersih yang di dapatkan, dan yang akan dinilai setelah waktu Fase Runing selesai.

 

Pengembalian Permodalan

Apabila sebuah Startup dinyatakan bangkrut, maka Pihak Pengelola wajib mengembalikan pendanaan yang telah diberikan oleh investor, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Perlu di garis bawahi disini, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku dalam pengembalian dana tersebut.

 

Syarat dan Ketentuan Pengembalian Permodalan

Tenggang Waktu

“Kewajiban dalam pengembalian modal usaha karena faktor kebangkrutan diberi tenggang waktu selama 5 (lima) tahun, baik itu pengembalian dilakukan secara kredit (diangsur) maupun kontan/ tunai.” Dan “ Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya.”

Hal ini telah kami perjelas dalam SPK, di bagian PSP-12 dalam SPK, yang kami kutip sbb:

“Pastinya PIHAK KEDUA (Pengelola) membutuhkan waktu untuk mengembalikan dana usaha yang mengalami kebangkrutan ini. Tidak bisa, setelah terjadi kebangkrutan, PIHAK KEDUA dipaksa langsung memberikan ganti rugi. Hal ini tidak manusiawi. PIHAK KEDUA perlu mengumpulkan uang dalam kurun waktu tertentu untuk bisa melunasi hutang PIHAK PERTAMA. Dan waktu yang disepakati untuk pengembalian dana ini adalah 5 tahun”

Contoh keadaan nya adalah demikian: Bila sebuah StartUp dinyatakan bangkrut pada tanggal 29 september 2019, maka Pihak Pengelola wajib mengembalikan dana yang diberi tenggang waktu maksimal tanggal 29 September 2024. Pihak Investor tidak berhak untuk memaksa Pihak Pengelola untuk melunasi nya sebelum tanggal 29 September 2024.

Sesuai Definisi Kebangkrutan

Penafsiran atas definisi kebangkrutan bisa beraneka ragam. Menurut KBBI, kebangkrutan adalah:

“Perihal (keadaan) bangkrut dari perusahaan karena tidak mampu membayar utang-utangnya dan sebagainya.

Dalam definisi di KBBI masih belum cukup kongkrit. Karena, bila definisi Kebangkrutan dari KBBI itu kita uji dengan sebuah pertanyaan: Utang- utang yang dimaksud harus dibayar dalam kurun waktu berapa lama dan besar nya berapa?. Akan muncul suatu pertanyaan baru.

Hal lain nya adalah mengenai reaksi Investor, yang dimana sebagian dari Investor yang memberikan pendanaan di STASASHI bukanlah jenis investor yang berpengalaman, sehingga mereka akan banyak menuntut untuk segera dilakukan penggantian modal, itupun memunculkan problematika baru. Hal ini telah kami dokumentasikan disini: Definisi Keadaan Bangkrut yang dialami oleh sebuah StartUp

Oleh karena itu, pihak STASASHI membuat definisi sendiri atas pengertian sebuah Kebangkrutan (dimana tentu hal ini telah kami cantumkan di SPK dan telah kami komunikasikan kepada Pengelola dan Investor juga), yang bisa Anda lihat disini: Perkembangan atas Definisi Kebangkrutan dan Permasalahan Mengenai Pengembalian Permodalan

 

Sisa Permodalan yang tidak dikembalikan langsung ketika StartUp Bangkrut dan Fase Runnung Berakhir

Bagian ini akan menjawab pertanyaan mengenai: Mengapa Permodalan tidak dikembalikan langsung ketika Fase Runing berakhir dimana masih terdapat permodalan yang tersisa.

Contoh Kasus: Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, ternyata terdapat sisa permodalan dengan jumlah Rp. 10.000.000. Dan StartUp XYZ tersebut telah dinyatakan bangkrut. Mengapa dana sisa Rp. 10.000.000 itu tidak dikembalikan langsung kepada Investor?.

Dalam hal pengembalian dana, baik itu Investor ataupun Pengelola, harus mengacu pada kententuan berikut: “Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA ataupun PIHAK STASASHI tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya”. Hal ini telah tertera pada Pasal 6 Poin ke 4 dalam SPK Versi ke-4. Dasar nya adalah itu. Sehingga, sudah sangat jelas, bahwa pengembalian dana sisa tersebut sepenuhnya adalah keputusan dari pihak Pengelola. Pihak Investor ataupun STASASHI tidak berhak memaksa Pihak Pengelola untuk mengembalikan permodalan sebelum masa pelunasan nya berakhir.

Untuk memberikan jawaban yang lebih memuaskan, perlu untuk diketahui bahwa Pihak Pengelola biasanya memiliki rencana lebih lanjut yang harus dia lakukan terkait dengan Startup yang dikelola nya. Rencana itu, terkadang tidak bisa di eksekusi segera, dan terkadang membutuhkan pemodalan untuk menjalankan nya. Sehingga, ada kemungkinan sisa permodalan tersebut digunakan untuk mendanai rencana nya di masa mendatang.

 

Cara Melakukan Pengambilan Permodalan

Untuk pengambilan permodalan, pasti nya itu tidak bisa dilakukan, sebelum usaha yang Anda danai dinyatakan bangkrut. Perihal mengenai pengembalian modal, seperti yang telah dijelaskan di SPK yang di tandatangani antara pihak Investor dan Pengelola, bahwa kedua pihak melakukan kerja sama usaha, dimana modal akan digunakan untuk membeli berbagai macam kebutuhan usaha. Sehingga, dengan alasan tersebut (kerja sama usaha), modal tidak bisa serta merta diminta oleh pihak Investor kecuali usaha yang di danai tersebut dinyatakan bangkrut.

Simulasi Keadaan 1

Anda bisa membayangkan, ketika Anda bekerja sama dengan seorang (Pengelola) bernama ABC, dan berkomitmen memberikan pendanaan sebesar 100 juta rupiah. Kemudian, setelah pihak ABC memulai untuk mengeksekusi bisnis nya, dan membelanjakan dana yang telah Investor berikan sebagian, kemudian pihak Investor mengatakan “Saya ingin mengambil lagi uang saya”. Tentu tindakan itu akan menghancurkan bisnis yang tengah dibangun.

Simulasi Keadaan 2

Anda memiliki uang sebesar 1 Miliyar. Anda menghubungi Pemborong untuk membangun rumah Anda. Setelah Pemborong tersebut berbelanja kebutuhan untuk pembangunan rumah, kemudian Anda mengatakan “Saya tidak jadi membangun rumah karena saya ada keperluan dengan uang tersebut”.

 

Tanya Jawab

Jika Anak Perusahaan bangkrut, apakah uang akan hilang?.

Hal itu tergantung dari jenis resiko investasi yang Anda pilih. Jika Anda memilih RDI (Resiko Ditanggung Investor), jawaban nya “Iya”. Namun, jika Anda memilih jenis investasi RDP (Resiko Ditanggung Pengelola), maka uang Anda akan dikembalikan secara penuh, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku jikalau usaha mengalami kebangkrutan. Pelajari selengkapnya disini: Jenis resiko beserta kelebihan dan kekurangan nya (RDI dan RDP)

Mengapa StartUp yang sudah kehabisan Uang tidak langsung dinyatakan Bangkrut

Dalam sebuah bisnis, modal itu hal yang perlu. Tetapi bukan hal yang wajib. Ketika sebuah StartUp yang telah di danai oleh Investor, kemudian di kembangkan/ di jalankan, lalu di tengah jalan Pihak Pengelola memiliki pemikiran lain, yaitu memiliki strategi pengembangan yang tidak memerlukan pendanaan, maka tidak bisa kami menyatakan bahwa usaha itu bangkrut.

Pihak Pengelola hanya tidak menggunakan permodalan nya. Permodalan yang telah didapatkan sebelum nya, di tengah jalan ketika menjalankan/ mengembangkan usaha nya, tidak lah digunakan. Intinya disana. Pengelola hanya tidak mengunakan modal nya. Sehingga, modal yang tidak digunakan, tidak bisa menjadi dasar untuk menghakimi bahwa Startup itu telah bangkrut.