Cara STASASHI dalam Mengatasi Permodalan yang bisa disalah gunakan oleh Pengelola

Cara STASASHI dalam Mengatasi Permodalan yang bisa disalah gunakan oleh Pengelola

Pertanyaan

Permodalan Bisa disalah gunakan untuk modal awal usaha saja tanpa adanya benefit yang didapatkan investor bila StartUp dinyatakan bangkrut

Contoh Kasus

Contoh Kasus: Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, StartUp itu dinyatakan Bangkrut dan harus mengembalikan dana dari Investor dalam kurun waktu yang lama (karena terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku dalam SPK).

Dana awal ini, bisa digunakan oleh Pihak Pengelola untuk membiayai Pengelola dalam belajar berbisnis. Bisa juga digunakan untuk modal awal menjalankan Startup. Dimana ketika Startup itu dinyatakan bangkrut, dan pihak Investor telah dinyatakan keluar dari lingkaran pembagian hasil usaha atau dalam pembagian saham, Pengelola bisa menguasai sepenuhnya (100%) keuntungan ataupun saham nya.

Hal ini tentu menjadi kerugian kepada pihak Investor, karena modal tersebut bisa digunakan oleh pihak Pengelola sebagai modal awal dan menjalankan bisnis itu serta mendapatkan keuntungan dari bisnis itu 100% ketika pihak Investor telah keluar.

Jawaban

Hal ini kami antisipasi dengan dua cara. Hal pertama adalah memastikan bahwa Pengelola adalah orang yang berintegeritas dan memiliki amanah. Hal kedua adalah dengan memberikan jumlah pengembalian modal sebesar 125% atas modal yang diberikan di awal. Tidak termasuk dengan pendapatan yang telah diberikan tiap bulan nya.

MEMILIH ORANG YANG BERINTEGERITAS

Antisipasi pertama adalah memilih orang yang benar- benar memiliki integeritas dan bisa diberi amanah. Karena, sebaik apapun sistem yang kami bangun, apabila Pengelola nya sudah memiliki niatan buruk diawal, pasti dia akan mencari- cari cara untuk melakukan penyimpangan.

Dan meskipun tidak ada sistem pengamanan, bila Pengelola nya adalah orang yang berintegeritas dan bisa diberi kepercayaan amanah, maka dia tidak akan melakukan penyimpangan, meskipun banyak celah yang bisa dia tempuh.

MEMBERIKAN PENGEMBALIAN MODAL YANG LEBIH BESAR

Antisipasi kedua adalah memberikan jumlah pengembalian modal sebesar 125% (dari pendanaan yang dilakukan) kepada Investor. Hal ini tidak terpotong dengan pendapatan yang telah diterima oleh investor diawal. Kami akan memberikan gambaran simulasi atas hal ini terlebih dahulu, sebelum menjelaskan keputusan ini diambil.

Terdapat sebuah StartUp bernama XYZ, yang mengumpulkan permodalan dalam fase running di tanggal 1 januari 2018 hingga 1 januari 2019. Ketika fase running berakhir, yaitu pada tanggal 2 Januari 2019, Startup tersebut mendapatkan permodalan dengan jumlah Rp. 200.000.000. StartUp XYZ tersebut telah dinyatakan bangkrut. Pihak Pengelola berkewajiban untuk melakukan pengembalian permodalan kepada Investor sebesar Rp. 200.000.000 X 125%= 250.000.000.

Dengan begitu, Pihak Pengelola tidak akan bisa mendapatkan keuntungan sepihak dengan mengakselerasikan Startup nya ketika pihak Investor telah dianggap keluar dari lingkaran pendanaan. Karena dia harus membayar (mengembalikan permodalan) dengan nominal yang lebih banyak dari nominal permodalan yang diberikan investor di awal.

STATEMEN PENUTUP

Sistem yang telah kami bangun di STASASHI ini jauh lebih aman bila dibandingkan dengan Anda bekerjasama secara langsung dengan orang lain, diluar dari STASASHI. Platform Pendanaan yang lain, mungkin tidak memiliki sistem keamanan dan filter yang jauh lebih ketat daripada yang saat ini kami miliki.

Meskipun Anda bekerjasama dengan orang yang telah Anda kenal, bukan berarti orang tersebut itu amanah, bila Anda tidak menguji nya terlebih dahulu. Disini, kami menguji setiap Founder berdasarkan kemampuan dan integeritas nya.

 

Artikel ini sebelum nya telah diterbikan dengan judul: Permodalan yang bisa disalah gunakan oleh Pihak Pengelola

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments